Sitaan

PERBANKAN

Rabu | 18 April 2018 | 11:37

WOW!! BTN Jual Ribuan Rumah Sitaan Mulai Rp 38 Juta loh

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon Napitupulu menjelaskan masyarakat masih bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah.

Rumah-rumah tersebut adalah hunian yang tercatat sebagai kredit macet di BTN dan masuk kategori rumah sitaan.

“Sekarang bisa beli rumah dengan harga yang murah, yaitu rumah second tapi memang kondisinya juga tidak sebagus baru. Tapi kalaupun renovasi masih lebih murah daripada beli rumah baru,” kata Nixon dalam diskusi di Restoran Bebek Bengil, Jakarta, Selasa 17 april 2018.

Dia menjelaskan, saat ini BTN memiliki portal online rumahmurahbtn.com untuk memasarkan rumah-rumah yang masuk dalam kategori kredit macet BTN di seluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan karena BTN menilai sekarang pengguna internet sudah mencapai 143 juta orang dan dinilai cocok untuk pemasaran lewat jalur online.

“Biasanya orang kalau mau cari rumah kan searching dulu di internet baru melihat harga, lokasi dan angsuran setelah itu dibandingkan. Selanjutnya baru menentukan beli cash atau kredit,” kata Nixon.

Saat ini ada sekitar 5.206 unit rumah sitaan yang dipajang BTN di dalam portal tersebut. Nilainya hampir mencapai Rp 1,9 triliun.

Target akhir tahun ini BTN bisa memajang sebanyak 10.000 unit rumah sitaan di laman tersebut.

Nixon meyakinkan meskipun rumah sitaan, BTN memastikan bahwa rumah tersebut sudah bersih dari semua masalah.

“Dipastikan surat-surat sudah clear semuanya sudah beres. Kami tidak mau jual masalah, semuanya harus terverifikasi dengan baik dan minim risiko,” ujar dia.

Dia menjelaskan, saat ini jumlah pengunjung rumahmurahbtn.com sudah mencapai 112.699 orang. Menurut Nixon ini artinya banyak orang yang ingin membeli rumah murah melalui online.

Harga rumah yang dipajang di website mulai dari Rp 38 juta terletak di kawasan Cileungsi hingga Rp 4 miliar terletak di kawasan Jakarta.

Menurut Nixon untuk rumah sitaan ini, calon pembeli bisa mengajukan skema KPR untuk pembelian. Hal ini untuk memudahkan masyarakat yang belum bisa membeli rumah secara cash.

Untuk pengajuan KPR rumah sitaan sama dengan pengajuan KPR biasa yakni harus menyiapkan syarat seperti identitas, kartu keluarga, surat keterangan hingga uang muka.

Nixon menambahkan kini lewat situs dan aplikasi BTN pembeli yang berminat juga bisa mengikuti lelang untuk meraih rumah impian.

Untuk pembelian rumah lelang mekanismenya sama dengan pembelian rumah baru pada umumnya, di mana sertifikat dipegang oleh bank dan diberikan saat pelunasan.

Bedanya, calon pembeli mendaftarkan diri melalui situs Dirjen Kekayaan Negara (DJKN) setelah itu menyetor uang jaminan sebesar 20% dari harga limit yang ditetapkan.

Setelah dinyatakan menang oleh pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan lelang (KPKNL) maka pembeli akan melakukan pelunasan sisa pembayaran kemudian diterbitkan risalah lelang dari KPKNL.

Risalah lelang ini nantinya menjadi dasar bagi pemenang lelang untuk pengambilan sertifikat di Bank BTN juga untuk balik nama di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Aset properti baik berupa rumah tinggal baik subsidi maupun non subsidi, tempat usaha maupun kavling tanah tersebut tersebar di seluruh nusantara dan diawasi setidaknya 64 cabang Bank BTN.

Sejak diluncurkan sampai sekarang aset yang terjual rata-rata dengan rentang harga Rp 300 -900 juta dengan lokasi tersebar seperti Serpong, Bekasi, Tangerang, Purwakarta, Semarang, Manado, Makassar, Kendari, Jambi, Pontianak, Balikapapan, Medan.

Dari aplikasi ini anda akan mendapatkan informasi jumlah rumah yang dijual di seluruh Indonesia. Kemudian, anda juga bisa mendapatkan informasi harga, lokasi dan luas bangunan hingga harga yang dipasang. Untuk informasi lebih lanjut anda diminta menghubungi PIC melalui nomor handphone yang dipasang di website. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, R Evi Suhartantyo yang didampingi Kepala Seksi Layanan Informasi, Frans I Depari mengatakan akhir-akhir ini sering tersiar kabar, BC jual murah hape dan laptop tangkapan, itu berita hoax.

Dia menyebutkan BC tak pernah melakukan jual beli barang sitaan tanpa proses putusan pengadilan dan lelang. Apalagi dijualnya atau diumumkan melalui media sosial.

“Sudah pasti bohong itu, jadi waspadalah, jangan mudah terpengaruh,” katanya hadapan ratusan mahasiswa yang mengikuti dialog interaktif bertema ‘Mengenal Bea dan Cukai Lebih Dekat’ di Aula Kampus Ibnu Sina, Selasa, 10 April 2018.

Dijelaskannya, ramainya pelaku usaha jual beli melalui online yang digandrungi oleh para remaja, mahasiswa dan ibu rumah tangga, mewajibkan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Batam, lebih tanggap dan jemput bola dalam mengenalkan dan menjelaskan tugas dan fungsinya.

Audien begitu antusias dan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar tata cara ekspor dan impor barang yang baik dan sesuai aturan, termasuk lelang barang hasil tangkapan atau sitaan.

Dijelaskannya, kegiatan yang akan menjadi agenda tahunan ini, dimaksud untuk menjelaskan kepada mahasiswa, pelaku usaha ekspor/impor tentang tuga dan fungsi dari Bea dan Cukai.

“Sebagai lembaga negara yang memiliki tugas perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, kami harus memberikan informasi-informasi seputar hal tersebut kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha,” ujar Evi.

Evi mengatakan Bea Cukai memegang prinsip Imposible Treenity yang artinya memfasilitasi industri dan perdagangan, melindungi masyarakat serta sebagai pengumpul pengiriman barang.

“Sehingga kami terus berupaya memberikan kemudahan-kemudahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Salah satu kemudahan yang diberikan adalah dengan diluncurkannya Perijinan Online Kepabeanan oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Kalau dulu, masyarakat haus datang ke Kantor BC untuk mendaftar agar mendapatkan izin impor atau ekspor barang, saat ini tak perlu lagi, cukup daftar melalui jaringan internet, perizinan pun akan dipermudah,” jelasnya. (kmg/elin)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Solo – Pemerintah Kota Surakarta menerima 1.211 senjata tradisional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Senjata tradisional itu disimpan di Museum Keris Nusantara.

Keris, tombak, pedang dan senjata khas nusantara itu dibawa menggunakan jasa ekspedisi melalui jalur darat. Senjata dikemas dalam enam peti kayu dan dua boks plastik.

Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan (Disbud), Bambang MBS, mengatakan senjata tersebut diperoleh Kemendikbud dari hasil sitaan bea cukai.

“Ini hasil sitaan yang akan dibawa ke luar negeri. Kemudian dikumpulkan, inisiatif Mendikbud dan Wali Kota bisa mengisi museum keris ini,” kata Bambang saat ditemui di Museum Keris Nusantara, Rabu 14 Maret 2018.

Dia mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi senjata yang dia terima. Disbud bersama tim akan segera melakukan proses kurasi.

“Ragam jenisnya dari tombak, pancasona, keris luk tiga sampai 13 juga ada. Perkiraan kebanyakan dari Tuban,” ujarnya.

Adapun pengemasan dilakukan dengan sangat hati-hati, sehingga membutuhkan waktu seminggu. Selama pengemasan hingga disimpan di museum, pihaknya memberi perlakuan khusus.

“Sejak dari Jakarta sampai sini selalu kita pasang sajen, karena kita menggunakan pendekatan spiritual. Di sini juga masih pakai (sajen),” ujar dia.

Peti akan dibuka bersama-sama dengan tim cagar budaya Provinsi Jawa Tengah dan tim kurator. Bambang belum dapat memastikan kapan proses kurasi selesai.

“Proses kurasi satu keris itu bisa 3-4 jam. Kalau yang mudah ya bisa 5 menit. Karena memang ini yang berat pertanggungjawaban moralnya,” ungkap dia.

Koleksi-koleksi itu tidak seluruhnya dipajang. Beberapa koleksi nantinya dipajang secara bergantian.

“Museum ini hanya bisa memajang 240 koleksi. Setiap 3-4 bulan kita ganti yang dipajang biar pengunjung juga rutin ke sini,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

KRIMINALITAS

Rabu | 20 September 2017 | 11:41

Lelang Murah Mobil Sitaan KPK Disambut Antusias Oleh Masyarakat

MEDIAKEPRI.CO.ID Jakarta – Lelang mobil hasil sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rencananya akan digelar pada Jumat 22 September 2017 di JCC Senayan, Ruang Cendrawasih. Ini adalah kendaraan yang menjadi barang bukti pada berbagai kasus korupsi di tanah air dan bakal dilelang dengan banderol murah.

Masyarakat yang telah mendapatkan informasi tersebut sejak awal berbondong-bondong ingin melihat langsung puluhan kendaraan yang diparkir di halaman area parkir Gedung KPK lama di Kuningan Jakarta Pusat.

Berbagai jenis mobil seperti Honda CR-V, VW Beetle, Isuzu Panther dan lainnya berjajar rapi menunggu dipinang oleh pemilik baru.

Salah satu warga yang datang ke area parkir tersebut adalah Fery, berasal dari Palembang. Ia mengaku ingin membeli dan memakai sendiri kendaraan hasil lelang KPK, namun tak menutup kemungkinan jika ada yang ingin membeli dari dirinya ia akan menjual kembali dengan harga lebih tinggi.

“Saya sudah ikutin lelang KPK ini sejak 2014, memang biasanya saya gunakan pribadi,” ungkap dia kepada VIVA, Selasa 19 September 2017.

Umumnya masyarakat berduit yang tertarik ikut lelang yang digelar KPK itu karena alasan harga yang jauh dari harga pasar.

“Saya baru pertama kali mengikuti lelang KPK karena mobilnya bagus-bagus dan harganya miring,” ungkap Frandi, salah satu calon peserta lelang dari Makassar.

Sekedar informasi, harga pembukaan awal untul mobil jenis Isuzu Panther adalah Rp28,8 juta. Honda CRV tahun 2004 dibuka dengan penawaran Rp33 jutaan.

Suzuki Swift tahun 2011 ditawarkan dengan banderol Rp56 jutaan. Bahkan mobil mewah jenis Toyota Alphard 2.4 AT tahun 2009 dijual seharga Rp153 jutaan.

Bagaimana, apakah Anda juga tertarik untuk membeli mobil lelang KPK tersebut, ikuti saja evennya di JCC Senayan.

Sumber :Sidomi