Siur

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Simpang siurnya perekrutan anggota Komisi penyiaran Indonesia daerah (KPID) Provinsi Kepri membuat banyak tanda tanya, hal tersebut juga dipertanyakan oleh Pemuda Perkumpulan Kekeluargaan Indonesia Timur (Perkit) Kota Batam.

Sekretaris Pemuda Perkit, Abdurrahman mengatakan, sampai saat ini perekrutan anggota KPID belum ada kejelasan terhadap hasil yang disampaikan oleh DPRD Kepri, dimana awalnya ada sembilan nama yang diusulkan DPRD Kepri. Menjadi tujuh orang dalam perekrutan anggota KPID Kepri.

“Kami sebagai pemuda Perkit sangat menyayangkan terhadap persoalan perekrutan anggota KPID ini yang belum ada kejelasan hingga saat ini,”katanya, Sabtu, 3 Maret 2018

Disebutkannya lagi, apalagi tahapan perekrutan melalui prosedur yang telah disiapkan, tentu pemuda Perkit sangat menyayangkan terhadap persoalan perekrutan anggota KPID ini yang belum ada kejelasan hingga saat ini

“Pihaknya juga menduga ada apa dibalik semua ini, jika tidak lulus kan bisa di umumkan, tentu peserta siap menerimannaya, jangan digantung seperti ini,”kata Abdurahman kepada awak media.

Menurutnya, jika ini tidak diselesaikan secepatnya kita takutkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan, makanya kita minta kepada Pemerintah Provinsi Kepri mohon kiranya berikan kejelasan kepada anggota KPID.

“Kami berharap kepada komisi III DPRD Kepri tolong lah diselesaikan permasalahan perekrutan anggota komisi penyiaran ini, agar tidak menjadi permasalahan, kalau ini tidak juga, ya kami akan tempuh jalur hukum.

Selain itu, hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi kita semua, soalnya belum ada tanggapan dari Pemprov Kepri,” ungkapnya.

Pemuda Perkit, berharap penetapan 7 nama sesuai hasil fit and proper test, atau berdasarkan rangking (penilaian) di komisi III DPRD.

“Kita meminta Gubernur mngembalikan 7 nama Yg diserahkan DPRD jika tak sesuai rangking, Jika tidak pemuda Perkit akan menggugat,” tegasnya. (kmg)