Tahun

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Jika kebanyakan orang merayakan malam pergantian tahun 2018 menuju 2019, dengan kegiatan pesta maupun berwisata.

Namun, anggota DPRD yang bernama Rusdi memilih melakukan kegiatan sosial. Ia menyantuni anak yatim piatu di kecamatan bunguran timur laut.

“Alhamdullah pada Tahun ini bisa mengajak Anak Yatim Piatu merayakan malam pergantian akhir tahun, hal ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa, ” ucap Rusdi.

Rusdi, anggota DPRD Natuna santuni yatim piatu

Menurut anggota DPRD Natuna yang akrab disapa Mug ini, kegiatan tersebut juga ditujukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Khusunya kepada anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua.

” Anak-anak Yatim Piatu ini juga merupakan aset masa depan, tentunya sangat penting untuk dibantu agar mendapat kehidupan yang lebih layak dengan harapan mereka dapat terus berkembang dan turut membantu pembangunan di Kabupaten Natuna, ” Kata Politisi PDI Perjuangan ini.

Rusdi pun berpesan kepada anak-anak yatim piatu tersebut, agar senantiasa tegar dan tidak merasa rendah diri.

” Saya mengajak anak-anak yatim piatu di Kabupaten Natuna ini terus belajar meraih prestasi untuk menggapai cita-cita yang lebih baik. Insyaallah kegiatan ini terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian saya sebagai Wakil Rakyat Daerah Pemilihan Satu, ” kata Rusdi.


Rusdi, anggota DPRD Natuna santuni yatim piatu

Pria kelahiran Desa Limau Manis, Natuna ini juga mengingatkan, Indonesia besar karena semangat kegotongroyongan masyarakatnya, didalam gotong royong terdapat semangat saling berbagi antar sesama.

” Sulit untuk mencapai tujuan tanpa gotong royong dan kebersamaan, dari sana akan muncul kepedulian dan kepekaan sosial, semoga kita selalu menjadi manusia yang perduli terhadap sesama, ” Pesan Rusdi. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus seleksi setidaknya harus mengabdi selama 10 tahun di instansi atau daerah yang mereka pilih.

Apabila lulus di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun maka harus bertahan dan baru dapat pindah ke daerah lain setelah 10 tahun dilantik. Jika hal tersebut dilanggar maka dapat diberhentikan sebagai pegawai negeri.

BACA JUGA

Ingat… Ini Lima Warna Surat Suara Pemilu 2019

Pola Swakelola Cetak Sawah di Lingga dan Natuna

Hal tersebut ditegaskan Kabid Mutasi, Pengadaan dan Informasi BKPSDM Kabupaten Karimun, Kiki Rahmadi saat kegiatan pembekalan pemberkasan CPNS di Gedung Nilam Sari belum lama ini.

“Jadi jangan berpikiran dapat pindah. Kalau di bawah 10 tahun ingin pindah maka diberhentikan. Ini ada aturannya,” kata Kiki.

Dijelaskan Kiki, aturan itu telah diatur dalam Peraturan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2018.

KNPI Berdoa dan Kenang Musibah Jemaja

Yaitu tentang kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 atau Permenpan Nomor 36 Tahun 2018.

“Jadi dengan adanya aturan itu, pegawai yang belum mengabdi 10 tahun belum dapat mengajukan surat pindah,” jelasnya. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Polindes Kote ‘Sakti’ memanfaatkan mementum pergantian tahun dengan kegiatan positif. Dengan menggelar Family Gatering, mempererat tali silaturrahmi antara kader Posyandu dengan warga.

Terlihat antusias peserta yang mengikuti kegiatan yang memiliki makna yang besar dan positif karena tujuannya baik. Orang tua dan anak-anak yang mengikuti kegiatan ini tampak ceria dan memancarkan aura kebahagian yang tiada tara.

Mereka jarang berkumpul. Memalui kegiatan ini, keharmonisan tercipta dengan sangat kilat menjelang pergantian tahun. Bagi keluarga yang awalnya jarang berkumpul dan jarang aktif, mereka bercengkarama berselimutkan dinginnya malam itu.

BACA JUGA

Tingginya Angka Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

Danrem 033/WP Tinjau Cetak Sawah di Lingga

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu

Tidak ada yang kuku, apalagi canggung dalam kegiatan itu. Mereka berbaur antara satu dan yang lainnya. Anak-anak bermain dan asik dengan dunianya, kaum hawa mempersiapkan hidangan yang akan disantap bersama-sama. Sedangkan, bapak-bapak saling bertukar pikiran.

Dalam pelaksanaan Family Gathering, tidak ada undangan khusus dan special bagi orang-orang tertentu saja. Karena dari awal perencanaan, pihak Polindes dan panitia mempersilahkan siapapun bagi warga Desa Kote yang ingin datang dan bergabung dalam mempererat tali silaturahmi keluarga.

Bidan Polindes Desa Kote, Murniati mengatakan moment pergantian tahun digunakan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polindes Kote, Kader Posyandu dan warga Desa Kote. Sehingga kedepannya tidak ada jarak diantara kami.

2018, Korem 033/WP Zero Pelanggaran

Ini Tiga Keindahan Geopark Natuna

“Dengan kegiatan ini, kedepan kami dianggap sebagai bagian dari keluarga,” katanya kepada mediakepri.co.id, Jumat, 4 Januari 2019.

Selain itu, katanya, atas terlaksananya kegiatan Family Gatering ini, Polindes Kote bekerjasama dengan Telkomsel. Dan dalam kegiatan ini, tambahnya, Dodi pimpinan Telkomsel juga turut hadir. (bran)

promo awal tahun

RILIS

Kamis | 03 Januari 2019 | 14:57

Promo Awal Tahun Tunas, Diskon Special Rp30 Juta

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Ini kesempatan terbaru bagi masyarakat Batam, yang berniat untuk memiliki Rumah sendiri di awal tahun 2019. Khusus Perumahan Tunas Regency untuk Cluster Lavender dan Cluster Jasmine

Pengembang memberikan kemudahan dalam bentuk PROMO AWAL TAHUN yang sangat menarik. Yaitu Hanya dengan membayar Angsuran Pertama Rp 2 jutaan, bisa Langsung Terima Kunci dan Langsung Huni. Dengan Type yang di tawarkan yaitu T.39/78 dengan Harga Setara dengan T.36

“Ini Kesempatan yang sangat bagus untuk warga Batam dalam mengawali Tahun 2019 dengan memiliki Rumah sendiri dengan cara yang sangat mudah,”  kata Harry, dari Divisi Marketing & Promo Proyek Perumahan ini menerangkan pada Koran ini kemarin.

Silatulrahmi Jadi Kekuatan Pembangunan 2019

Edy Birton Gantikan Asri Agung sebagai Kejati Kepri

Khusus Rumah Siap Huni untuk blok tertentu, bahkan mendapat Special Diskon tambahan sampai dengan Rp30 juta.

Menariknya selain Promo diatas, Harga Rumah di Tunas Regency ini juga sudah termasuk Biaya Notaris (AJB), Biaya Sertifikat (SHGB), dan Pajak Pembeli (BPHTB).

Perumahan Tunas Regency yang berdiri diatas lahan seluas 52 Ha ini terdiri dari 4(empat) Tahap. Berada pada Posisi dan Lokasi yang Sangat Strategis serta dekat sekali ke berbagai tempat-tempat layanan umum seperti Plaza, Pasar Basah, Bank/Atm, Sekolah, SPBU, dan lainnya.

Ribuan WNA Diberikan Izinkan Tinggal di Karimun, Kepri

Perumahan Tunas Regency ini juga memiliki Fasilitas Umum yang sangat Komplit, antara lain Sekolah SMP & SMU Negeri  dalam Kawasan Perumahan, Sarana Tempat Ibadah, Arena Olah Raga, Clubhouse, Kolam Renang,  Jaringan TV Kabel, dan lain-lain. 

Selain itu, Perumahan ini juga menerapkan Konsep Cluster, yaitu akses ke dalam Perumahan melalui satu pintu gerbang. Di dalam Cluster, Row Jalan perumahan juga cukup lebar sampai 10 meter sehingga memberikan kesan sangat lega dan nyaman.

Usai Kenaikan Pangkat, Kapolda Kepri Lantik Dirintelkam

Harga Rumah Tunas Regency juga masih sangat Terjangkau, Type T.39/78 ditawarkan dengan Harga Setara dengan T.36.Berani diBandingkan dengan harga-harga rumah di beberapa perumahan lain yang Setara.

” Stock rumah yang Siap Huni di Perumahan Tunas Regency di Tahap 1 dan Tahap 2 tidak banyak lagi. Total Stock Tahap 1 dan Tahap 2 tinggal belasan uni saja.  Jadi Segera saja hubungi Team Marketing kami atau Silahkan datang langsung ke Kantor Pemasaran Tunas Regency,” Kata Harry, menambahkan.

Pabuk Terjang Natuna dan Anambas, Warga Diminta Waspada

Informasi lebih lanjut, atau berencana Check Lokasi, Silahkan Hubungi Marketing Tunas Regency : 0812 706 89888, 0821 7226 0005, 0812 7522 8108, 0813 6134 9495.

refleksi 2018

OPINI

Sabtu | 29 Desember 2018 | 13:16

Hadapi Tahun Politik, Catatan PWI Sambut 2019

HAJATAN nasional yang sangat menentukan bagi perjalanan bangsa sudah di depan mata. Tahun depan, kita akan memilih pemimpin untuk 5 tahun ke depan.  Bukan hanya pemilihan presiden-wakil presiden yang kita hadapi, melainkan juga pemilihan legislatif secara serentak. Dalam suasana yang seperti ini, penting sekali untuk saling mengingatkan agar sebagai sesama komponen bangsa, kita terus menjaga semangat persaudaraan dan semangat kerukunan. Berbeda pilihan boleh, berbeda pandangan politik wajar wajar saja. Namun yang paling penting adalah bagaimana tetap menjaga toleransi, kebersamaan dan semangat saling menghormati dalam perbedaan itu.

Semua unsur masyarakat mesti memberikan andil untuk menjaga suasana kemasyarakatan yang tenang, guyup dan kondusif. Tanpa terkecuali komunitas pers nasional. Kepada rekan-rekan wartawan di seluruh Indonesia, mari kita bersama-sama menjaga agar ruang publik media menjadi ruang yang mencerahkan masyarakat dan mendinginkan suasana. Mari kita jaga agar ruang media tidak menjadi ruang provokasi dan ruang pecah belah masyarakat. Teman teman wartawan menjadi andalan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, dengan senantiasa menampilkan pemberitaan yang berkualitas, obyektif dan independen. Media-massa jurnalistik seyogyanya  tidak terseret dalam perkubuan politik, berada di tengah tengah untuk mendampingi masyarakat di kala suasana politik semakin menghangat belakangan ini.

Hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan oleh komunitas pers nasional adalah masalah bangsa ini bukan hanya pemilu dan pergantian kepemimpinan nasional. Bangsa Indonesia memiliki masalah serius yang lain: korupsi, pemerataan pembangunan, pengentasan kemiskinan, kelestarian alam, toleransi antar umat beragama, penanganan bencana dan lain-lain. Jangan sampai karena hiruk-pikuk penyelenggaraan pemilu, kita menjadi abai terhadap masalah-masalah tersebut. Jangan sampai karena terlalu bersemangat mendiskusikan dan mewacanakan suksesi kepemimpinan nasional, komitmen pers menjadi mengendur terhadap persoalan-persoalan bangsa tersebut.

Salah satu masalah yang mengemuka dalam kehidupan pers Indonesia tahun 2018 adalah independensi dan imparsialitas media massa terhadap partai politik dan kandidat presiden/wakil presiden. Kita tidak dapat menutup mata dari fakta bahwa beberapa pemilik media secara terbuka dan dengan kesadaran diri terjun ke dunia politik, dengan menjadi pemimpin partai politik atau menjadi simpatisan dari kandidat tertentu. Tentu saja, terjun ke dunia politik adalah hak setiap orang, termasuk para pemilik media. Namun persoalannya di sisi lain UU Pers menyatakan pers pertama-tama adalah institusi sosial. Dalam kedudukannya sebagai institusi sosial, pers mesti mengedepankan nilai-nilai dan kepentingan publik di atas kepentingan apa pun dan siapa pun. Oleh karena itu, secara etis dan normatif, dalam kaitannya dengan agenda suksesi kepemimpinan nasional, setiap institusi media mesti bersikap independen dan mengedepankan kepentingan-kepentingan bersama.

Terkiat dengan peran pers yang sangat strategis dan menentukan tahun 2019,  serta dalam konteks persoalan bangsa secara lebih luas, pad akhir tahun ini, PWI menyampaikan sikap sebagai berikut:

1.      Di tengah-tengah perkembangan politik yang berjalan sangat dinamis, di mana kekuatan-kekuatan politik bersaing satu sama lain dalam pencitraan diri, penggalangan opini publik dan mobilisasi politik, selalu ada kemungkinan bahwa masyarakat akan memilih “kucing dalam karung”. Memilih para pemimpin karena sekedar harus berpartisipasi dalam pemilu tanpa mengetahui terlebih dahulu kualitas para pemimpin tersebut. Dalam hal ini, persmesti memberikan pendampingan kepada masyarakat. Pers mesti berperan menyediakan informasi dan wacana yang dibutuhkan masyarakat untuk mengenali kelebihan dan kekurangan para Calon Presiden atau Wakil Presiden, Calon Anggota DPD, Calon Anggota DPR RI, Calon Anggota DPRD I dan CalonAnggota DPRD II, tetapi dengan tetap semangat independen dan profesional. Pers menyajikan informasi tentang para kandidat, tetapi memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menentukan sendiri pilihan politiknya.

2.      Pemilu 2019 adaah pemilu sangat kompleks sekaligus rawan. Di bilik suara, kita berhadapan langsung dengan 5 kartu suara yang berbeda. Ada sekitar 20.500 kursi yang diperebutkan oleh lebih dari 300 ribu kandidat. Akan ada 850 ribu TPS dengan total 5.000.000 panitia pemungutan suara. Banyak sekali informasi yang mesti diketahui masyarakat tentang proses persiapan pemilu, pemungutan suara, kandidasi dan lain-lain. Fakta menunjukkan, hingga hari ini sosialisasi tentang berbagai hal ini masih belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hal ini menimbulkan kerawanan mengingat semakin dekatnya penyelenggaraan pemilu. Dalam hal ini, pers perlu diingatkan agar turut berperan dalam sosialisasi tentang tahap-tahap dan tata cara pemilu. Sebagaimana telah terbukti, media massa adalah saluran komunikasi dan informasi yang utama di Indonesia hari ini. Jangan sampai, pers terus-menerus hanya berkutat dengan isu persaingan capres-cawapres dan mengesampingkan pemilihan legislatif. Jangan sampai pers terlalu sibuk dengan kontroversi tentang persaingan antar kandidat sehingga melupakan pentingnya pemberitaan tentang proses-proses penyelenggaraan pemilu.

3.      Yang tidak kalah penting adalah menjaga suasana yang kondusif dan aman menjelang pelaksanaan pemilu. Semua kandidat politik sangat berkepentingan dengan pemberitaan media. Beberapa di antara mereka mungkin akan berusaha menggunakan ruang pemberitaan media untuk menyudutkan pihak-pihak lain. Perlu kedewasaan dan kehati-hatian dalam hal ini, agar media tidak terseret ke dalam konflik atau persaingan politik antar kontestan pemilu.  Media harus menghindari peranan “intensivier of conflict”, peranan mengintensifkan dan memperbesar skala konflik melalui pemberitaan yang bersifat bombastis dan provokatif.

4.      Media-media mesti dapat menahan diri dan tahu-batas dalam menggunakan informasi di media sosial. Jika media-sosial dipenuhi dengan informasi yang spekulatif, agigatif, hoax dan ujaran kebencian, semestinya media massa jurnalistik menyajikan informasi yang lebih baik dan berkualitas. Jika di media sosial banyak orang asal ngomong, asal nuduh dan apriori kepada orang lain, semestinya media massa jurnalistik tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi atau pernyataan yang demikian. Jika di media sosial, publik sering terpancing untuk menggunjingkan masalah-masalah pribadi tokoh politik dan pejabat, semestinya media-massa jurnalistik dapat menghindari eksploitasi urusan-urusan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan publik. Pendek kata, perlu dijaga benar agar media-massa jurnalistik tidak menjadi follower media-sosial dalam hal menyajikan informasi yang tidak kredibel, apriori, bermuatan kebohongan atau kebencian. Di era disrupsi dewasa ini, jati diri pers nasional sedang diuji apakah dapat menampilkan informasi dan wacana yang lebih beradab dibandingkan dengan media sosial.

5. Pers Indonesia mesti dapat mengawal proses penyelenggaraan suksesi kepemimpinan nasional 2019berdasarkan UU Pers No. 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Besar harapan masyarakat agar pers Indonesia dapat menjadi “wasit” yang adil dan proporsional, dan tidak justru menjadi “pemain” dalam proses pemilu yang berlangsung. Menaati Kode Etik Jurnalistik dan berperan sebagai pihak yang netral juga dapat menghindarkan pers, terutama wartawan, dari kemungkinan-kemungkinan kekerasan yang masih sering terjadi dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia.

6. Persoalan korupsi masih menjadi masalah utama bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sudah semestinya pers Indonesia terus-menerus menguatkan komitmen dalam membantu upaya memerangi korupsi. Hal ini dilakukan dengan terus-menerus memberitakan kasus-kasus korupsi, melakukan indepth reporting atau jurnalisme investigatif, tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah, prinsip akurasi dan keberimbangan berita.

7. Tahun 2018, bangsa Indonesia tak henti-henti dirundung musibah bencana alam dan bencana sosial. Dari gunung meletus, gempa bumi, terorisme hingga tsunami silih berganti melanda negeri tercinta ini. Tentu saja, bencana itu menjadi perhatian pers nasional. Dalam beberapa momentum, masih ditemukan kecenderungan pers untuk mendramatisasi keadaan korban dan dampak bencana secara berlebihan. Alih-alih menghormati perasaan traumatik korban sebagaimana telah diatur dalam Kode Etik Jurnalistik, sebagian media justru mengeksploitasi perasaan traumatik korban bencana. Ke depan, perlu diingatkan pentingnya menegakkan Kode Etik Jurnalistik dalam liputan bencana alam dan bencana sosial. Dramatisasi atas keadaan kebencanaan dan eksploitasi atas keadaan korban mesti dieliminir dalam pemberitaan pers nasional. Digantikan dengan pemberitaan yang lebih berorientasi pada penyelesaian masalah, mitigasi bencana, penanganan trauma korban dan pemulihan harapan dan optimisme para korban (manufacturing hopes). Pers juga mesti mempertimbangkan benar dampak-dampak pemberitaan bencana alam terhadap kepentingan publik yang lain: keamanan nasional, penanganan terorisme, perekonomian nasional, pariwisata, penerimaan devisa negara dan lain-lain.

Demikian pernyataan PWI dalam momentum pergantian tahun 2018 ke 2019. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, kami mengucapkan selamat tahun baru. Semoga perjalanan kita sebagai bangsa akan semakin baik dan sesuai harapan tahun depan. *

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Polres Karimun lakukan persiapan pengamanan jelang Natal dan tahun baru 2019. Hal ini ditandai dengan apel pasukan operasi lilin seligi di Mapolres Karimun, belum lama ini.

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya mengatakan, pengamanan berlangsung selama 10 hari, dimulai sejak 23 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

“Pengamanan nantinya berlangsung selama 10 hari ke depan. Sejak 23 Desember 2018 hingga Januari 2019 nanti,” kata Kapolres.

Hengky menuturkan, perayaan natal dan tahun baru merupakan momen masyarakat khususnya pemeluk agama nasrani untuk berkumpul bersama sanak keluarga. Maka dengan harapan pada saat perayaan dapat berjalan aman, nyaman dan sejuk.

Untuk pengamanan sendiri, Hengky mengatakan akan melibatkan TNI dan Pemerintah Daerah. Selain itu pihaknya juga menyediakan lima pos pengamanan, tujuh pos pelayanan terpadu.

“Tentunya dibantu beberapa instansi terkait untuk menjaga keamanan dan pelayanan agar pada saat perayaan natal dan tahun baru dapat berjalan dengan lancar serta aman,” katanya. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Timor Timur merupakan sebuah wilayah bekas koloni Portugis. Wilayah ini lalu dianeksasi oleh militer Indonesia menjadi sebuah provinsi di Indonesia antara 17 Juli 1976 sampai resminya pada 19 Oktober 1999.

Kala itu wilayah ini menjadi provinsi yang merupakan provinsi di Indonesia ke-27. Perjalanan panjang yang tercatat, Timor Timur berintegrasi dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dijajah selama 450 tahun oleh Portugal.

BACA JUGA

Sejarah Lahirnya Rupiah

Panglima Terhebat dalam Sejarah Dunia

Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

Wilayah provinsi ini meliputi bagian timur pulau Timor, pulau Kambing atau Atauro, pulau Jaco dan sebuah eksklave di Timor Barat yang dikelilingi oleh provinsi Nusa Tenggara Timur.

Timor Timur secara resmi merdeka menjadi negara Timor Leste pada 20 Mei 2002.

Disadur dari wikipedia.org, berawal dari keinginan sebuah partai politik yaitu APODETI bersama UDT yang ingin berintegrasi dengan Indonesia pada 28 November 1975. Lalu, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), yang kini disebut dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan invasi militer ke Timor Timur pada 7 Desember 1975.

Natuna Dapat Dua Kapal Perkuat Transportasi Laut

‘Rahim’ FSIGB Lahirkan Penyair Perempuan Indonesia

Kolonel Ariful Lepas Kontingen FKPPI Kepri ke Jambore Nasional

Dua Putra Lingga Terpilih Wakili Kepri di Kejurnas Atletik

Kekuatan Investigasi Media hingga Mundurnya Presiden

Selama masa invasi, massa penolak integrasi (FRETILIN) dibantai oleh pasukan ABRI, sedangkan anak-anaknya dibawa ke Indonesia untuk diasuh oleh keluarga militer Indonesia. Setelah berhasil ditaklukkan, koalisi APODETI-UDT membentuk Pemerintah Sementara Timor Timur dengan Arnaldo dos Reis Araújo sebagai ketuanya.

Masyarakat merasa ingin bersatu dengan Indonesia karena persamaan budaya dengan saudara serumpunnya, Timor Barat. Bahkan pada saat Presiden Soeharto menghadiri peringatan 2 tahun Integrasi Timtim di Gedung DPRD Tingkat I Timor Timur, ia mengatakan bahwa Timor Timur adalah ‘anak yang hilang dan telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi’. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sutardji Cholzum Bakri, penyair yang terkenal dengan karya kreatifnya berjulukan ‘kredo puisi’. Membawa corak baru kepenyairan sastra Indonesia. Dalam sejarah sastra Indonesia mencatat, Sutardji berhasil membawa dan berjalan dijalan ke-puisi-anya.

BACA: Tembakan Lee Harvey Oswald Tewaskan John F Kennedy

Sebelum saya melanjutkan essay ini, saya ingin mengucapkan ‘Tabek Dato’. Sebuah ungkapan transenden dalam kultur luhur Melayu. Sekaligus kepada, Sutardji Cholzoum Bakri.

Sutardji, ketika berada di pusat imperium Kerajaan Lingga Riau yang pernah berjaya dimasanya, tepatnya di kota kecil yang disebut Daik, memberikan kesan kepuitisan tersendiri. Bahkan kesan tersebut memberi aura baru. Seumpama spiritual yang tak pernah padam.

BACA: I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Sutardji, di mata penulis, bukan lagi sebagai penyair, penyihir, atau pembaca mantra, namun lebih dari itu, Sutardji seperti rasa kekaguman. Bersuanya penulis dengan Sutardji di tanah yang menyimpan semangat jiwa-jiwa kesultanan tersebut, memberikan preseden baru atas sebuah analogi kesadaran. Atas nalar intuitif sebagai seorang yang disebut sebagai penetak kerja kreatif yang terus mengalir seperti karyanya yang berjudul “Q”. Karya yang padat makna, seakan mengajak untuk terus berkarya, sebagai proses humanisme di tengah belantara kemanusiaan.

BACA: Columbus, Penjelajah Dunia Pertama Injak Kaki di Puerto Rico

Hari ini, nyaris hampir sekitar satu tahun yang lalu, Kota Daik dikunjungi bersama oleh sejumlah tokoh-tokoh. Baik budayawan, sastrawan, yang menyinta, meraih akan sebuah rasa kata ‘Melayu’. Berkumpul bersama untuk kembali membangun dan melestarikan fondasi, atas harfiahnya kata bangsa, dan bahasa Melayu pada perhelatan yang digadang-gadangkan dengan nama Tamadun Melayu.

BACA: Islam Banyak Dipengaruhi Hal Mistik, Ahmad Dahlan Dirikan Muhammadiyah

Sutardji Cholzum Bakri,sumbangsihnya menghadiri langsung perhelatan tersebut di Kota Daik. Sutardji, yang tidak diragukan lagi sebagai tokoh atau yang berjuang melalui logika ‘kalam’ seakan terpesona dengan alam Daik. Sebuah alam yang indah.

Sekilas, tubuh Sutardji, dengan pancaran mata yang membawa aura spirit, tidak kalah oleh kerentaan usia. Semangat berkalam seakan tak pernah padam di jiwanya. Apa lagi semangat tersebut diasup kadar oksigen yang tiada polusi. Alam yang jauh dari kebisingan, kehingar-bingaran, duduk bersama di kota kecil yang awalnya dibangun oleh Sultan Mahmut sekitar akhir abad 16-an dan awal abad ke-17-an.

BACA: Ini Sejarahnya, Kenapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional

Tanah Daik yang menyimpan cahaya keemasan Melayu seakan terus bergeliat. Seiring perkembangan dari pusat kerajaan Lingga-Riau, hingga kini sebagai kota administratif atau disebut pusat kota Kabupaten Lingga. Namun, rasa ‘Melayu’ terus dinukilkan sebagai spirit dalam mengisi pembangunan kota budaya yang modern dan maju.

Menariknya, sejarah Daik terus diperbaharui melalui ‘kalam’ yang tidak hilang dari acuan makna Melayu. Yang mana, dalam berbagai catatan sejarah, imperium Melayu berjaya membangun sebuah bangsa yang berbudaya di kota Daik. Bangsa yang penuh sopan santun, dan pekerti mulia serta melestarikan warisan budaya bangsa melalui poin poin etiknya.

BACA: Sejarah Lahirnya Rupiah

Perjalanan panjang sejarah Kota Daik juga merupakan sejarah bangsa Melayu dan serumpunnya. Meski di awal abad ke-19-an, imperium tersebut seolah-olah ter-reduksi akibat kolonialisasi yang pernah mengagresi kejayaanya. Namun, bangsa Melayu dengan kharismatiknya terus mengasimilasi kebentuk yang elastis, adab maupun peradaban Melayu.

Daik terus bergeliat. Seumpama bunga yang bermahkota. Bersinar di ufuk pantai timur Sumatera. Dengan khasanah dan berbudaya. Hingga kini, tanah yang diracik oleh kelenturan tangan Sultan Mahmud tersebut diprediksi berusia sudah 350 tahun lebih. Semakin bercahaya di tengah geliat perkembangan zaman.

BACA: Panglima Terhebat dalam Sejarah Dunia Itu, Napoleon Bonaparte Wafat Diusia 52 Tahun

Pandangan Sutardji, kota kecil tersebut pantas diberikan sanjungan pada tataran nilai yang tak bisa diangkakan. Bahkan Sutardji melihat semangat immanen yang dalam, untuk spirit sebagai unsur hara pedoman kemajuan bangsa Melayu untuk masa akan datang. Sebagaimana penulis mengutip kata-kata Sutardji.

“Di sini, di Lingga. Kita dekat dengan Tuhan,” tutur Sutardji.

Menurut Sutardji, kalimat tersebut bukan tanpa alasan. Kedekatannya dengan Tuhan, apa lagi di Lingga, karena Lingga kota yang hening. Normal tanpa polusi.

“Lingga hening, normal. Alamnya tanpa polusi,” ujarnya lagi dalam intonasi yang saklek, dengan pengucapan yang datar, namun memberikan rasa spiritualitas seorang manusiawi yang teraksesi kepada yang cosmic atau keilahian.

“Itulah kebesaran (Nya),”sambungnya lagi.

BACA: Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

Ketika ucapan tersebut mengalir di telinga penulis, terdengar nilai yang tak terbantahkan. Sebagaimana spiritualitas yang dialirkan kepada penulis dalam obrolan singkat di gedung Anjungan Negeri Daik Lingga tempat diselenggarakannya perhelatan Tamadun Melayu yang pertama pada tahun 2017.

Hari ini, kontemplasi Sutardji, dapat penulis terima dan diambil intisari dan harfiahnya. Bagi penulis, apa yang disampaikan Sutardji, sebuah nalar intuitif yang semua kita disadarkan bahwa, ekskalasi imperium ‘Melayu’ di Kota Daik-Lingga sudah sewajarnya menjadi nilai transenden baru yang bertumbuh, tak pernah padam dan masih lestari sejak berdirinya Kota Daik yang masyarakatnya adalah Bangsa Melayu.

BACA JUGA: 

Meskipun perubahan zaman terus berlalu, namun ciri khas khasanah bangsa Melayu berkembang seumpama mekar mahkota. Bergeliat. Sebagaimana dalam salah satu bait pantun terus bergema dalam akal budi leluhur Melayu yakni “Tuah Sakti Hamba Negeri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang berganti, Tak Kan Melayu Hilang di Bumi,”.

Pantun tersebut, menyenaraikan bahwa bangsa Melayu yang kharismatik, serta kejayaanya, maupun pusat geografisnya. Menumbuhkan cita rasa adab yang elastis dan lestari. Hingga kini Daik, memberikan rasa yang baru, yang musti tetap dijaga ke-adab-nya hingga tinggi dan abadi selama-lamanya. Seperti yang dikatakan Sutardji, “Di Daik, kita dekat dengan Tuhan,” takzimnya.

Penulis
Nofriadi Putra. Alumni Sastra Indonesia UNP. Lahir di 50 Kota, Tahun 1983

pahlawan nasional

HARI INI SEJARAH

Selasa | 20 November 2018 | 0:07

I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

MEDIAKEPRI.CO.ID – Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai adalah seorang pahlawan Indonesia dari Kabupaten Badung, Bali.

BACA: Ini Sejarahnya, Kenapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional

Pahlawan Nasional ini lahir di Desa Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Bali, Hindia Belanda, 30 Januari 1917. Data yang disadur di wikipedia.org, ia meninggal di Marga, Tabanan, Bali, Indonesia, 20 November 1946 pada usia 29 tahun.

BACA: Columbus, Penjelajah Dunia Pertama Injak Kaki di Puerto Rico

Ngurah Rai memiliki pasukan yang bernama pasukan “Ciung Wanara” yang melakukan pertempuran terakhir yang dikenal dengan nama Puputan Margarana. (Puputan, dalam bahasa bali, berarti “habis-habisan”, sedangkan Margarana berarti “Pertempuran di Marga”; Marga adalah sebuah desa ibukota kecamatan di pelosok Kabupaten Tabanan, Bali) Di tempat puputan tersebut lalu didirikan Taman Makam Pahlawan Margarana.

BACA: Islam Banyak Dipengaruhi Hal Mistik, Ahmad Dahlan Dirikan Muhammadiyah

Bersama 1.372 anggotanya pejuang MBO (Markas Besar Oemoem) Dewan Perjoeangan Republik Indonesia Sunda Kecil (DPRI SK) dibuatkan nisan di Kompleks Monumen de Kleine Sunda Eilanden, Candi Marga, Tabanan. Detil perjuangan I Gusti Ngurah Rai dan resimen CW dapat disimak dari beberapa buku, seperti “Bergerilya Bersama Ngurah Rai” (Denpasar: BP, 1994).

Lalu, ada kesaksian salah seorang staf MBO DPRI SK, I Gusti Bagus Meraku Tirtayasa peraih “Anugrah Jurnalistik Harkitnas 1993”, buku “Orang-orang di Sekitar Pak Rai: Cerita Para Sahabat Pahlawan Nasional Brigjen TNI (anumerta) I Gusti Ngurah Rai” (Denpasar: Upada Sastra, 1995), atau buku “Puputan Margarana Tanggal 20 November 1946” yang disusun oleh Wayan Djegug A Giri (Denpasar: YKP, 1990).

BACA JUGA: 

Kakak Tua Putih Itu Diselamatkan Polisi di Pelabuhan Tikus Botania

Lantaran Masih Keluarga, Dua Pencuri Tangkapan Warga Tak Dihukum

Syahrul Bangga Prestasi Kontingen Tanjungpinang di Pesta Siaga Kwartir

Baladewa Kuburkan Mimpi 24 TKI Ilegal yang Ingin Bergaji Ringgit

Rendahnya Kelulusan CPNS, BKPSDM Karimun Tunggu Kebijakan BKN

Polisi SP3 Dugaan Gratifikasi Komisioner Bawaslu Kepri

Pemerintah Indonesia menganugerahkan Bintang Mahaputra dan kenaikan pangkat menjadi Brigjen TNI (anumerta). Namanya kemudian diabadikan dalam nama bandar udara di Bali, Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. (***)

Tenzin Gyatso

HARI INI SEJARAH

Sabtu | 17 November 2018 | 0:14

Anak Petani Ini Jadi Kepala Negara saat Usia 13 Tahun

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tidak ada yang menyangka. Anak kelima dari sembilan bersaudara, keluarga petani ini dinyatakan sebagai tulku (reinkarnasi) Dalai Lama ke-13 pada usia tiga tahun.

Dilangsir dari laman wikipedia.org, ia adalah Tenzin Gyatso (bahasa Tibet: Bstan ‘dzin Rgya mtsho). Pria kelahiran Amdo, Tibet, 6 Juli 1935 adalah Dalai Lama, saat itu yang ke-14.

Pada tanggal 17 November 1950, ia naik takhta sebagai kepala negara Tibet di saat pendudukan daerah itu oleh pasukan Republik Rakyat Tiongkok. Setelah kekalahan gerakan perlawanan Tibet pada 1959, Tenzin Gyatso mengungsi ke India dan mendirikan pemerintah Tibet di pengasingan.

BACA: Dinasti Tang Runtuhkan Kerajaan Chu Hingga Ditemukan Virus SARS

BACA: Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

BACA: 21 Februari 1965, Sejarah Hari Ini: Malcom X Tewas Dibunuh

Ia juga pernah bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II sebanyak 9 kalike Vatikan. ia juga pernah bertemu Bunda Teresa di India

Tenzin Gyatso merupakan Dalai Lama pertama yang mengunjungi dunia Barat. Pada 1989, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel.

Pada sebuah ceramah yang disampaikan pada tanggal 10 Maret 2011, Dalai Lama ke-14 menyampaikan pendapat atas perubahan kepada konstitusi dari Pemerintahan Tibet dalam pengasingan, yang akan menghapus peran Dalai Lama sebagai pemimpin negara, menggantikannya dengan seorang pemimpin terpilih.

BACA: Bintan Tetap Konsisten, Siswa Terima Bantuan Seragam Gratis 2018

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

Jika hal ini diterima oleh Parlemen pemerintah Tibet dalam pengasingan, keputusan ini akan menyatakan pengunduran diri Dalai Lama dari peran politik resminya, walaupun ia akan tetap mengemban posisinya sebagai pemimpin agama.

Ia menyampaikan pengunduran dirinya secara resmi sebagai pemimpin politik kepada Parlemen Tibet dalam pengasingan di Dharamsala, India, pada tanggal 14 Maret 2011. (***)

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto Sik jadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-73 Korps Brimob Polri Tahun 2018, Rabu, 14 November 2018.

Upacara dihadiri Gubernur Provinsi Kepri, Wakapolda Kepri, Danrem 033 WP, Warga Kehormatan Brimob Suryo Respationo, SH,MM., Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Ketua Bhayangkari Daerah Kepri, beserta pengurus.

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

BACA: Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

Tampak hadir Forkopimda Kepri Danyon 136 Raider Khusus Tuah Sakti, Danyon 10 Marinir, Danlanal Batam, Para Kapolres/ta jajaran Polda Kepri, Para sesepuh, Purnawirawan dan warakauri Korps Brimob Polri, Para Perwira Bintara, Tamtama dan Pns Polri, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan tamu undangan.

” Saya mengapresiasi peran serta Brimob mendukung terlaksananya operasi penegakan hukum terhadap jaringan Terorisme di Sulawesi Tengah dan kelompok kriminal bersenjata di Papua serta pengamanan berbagai aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang besar. Demikian pula dengan torehan prestasi para personel Brimob di berbagai event kejuaraan menembak dan penugasan lain di luar negeri,” kata Andap membaca Amanat Kapolri, Jendral Tito Karnavian.

BACA: Derita Anak Nelayan di Karimun Itu Jadi Perhatian Wakapolda Kepri

BACA: PM Sutan Sjahrir Bentuk Brigade Mobil

BACA: KPU Karimun Tetapkan 168.790 Pemilih Tetap

BACA: 6 Poin Ini Disampaikan Kapolda Kepri saat Silatulrahmi dengan Permabudhi

Brimob juga bergerak cepat dalam membantu penanganan korban bencana alam, baik di Nusa Tenggara Barat maupun pada bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah, sehingga proses evakuasi bisa berjalan dengan cukup baik, termasuk dalam penanganan pasca kejadian.

Pada kesempatan ini pula saya mengingatkan tentang berbagai tantangan tugas ke depan yang akan segera kita hadapi, antara lain pelaksanaan Operasi Lilin 2018, serta Pengamanan Tahapan Pemilu Tahun 2019 yang saat ini tengah berlangsung. Pemilu 2019 memiliki karakteristik dan potensi kerawanan yang khas karena antara Pileg dan Pilpres dilaksanakan secara bersamaan, sehingga berpotensi menimbulkan kompleksitas dalam tahap pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara.

BACA JUGA: Kapolda Kepri Ajak Kobarkan Semangat Pahlawan Didada

BACA JUGA: Kapolda Minta Orangtua Jaga Pergaulan Anak dari Pengaruh Buruk LGBT

BACA JUGA: Irjen Andap Jabat Kapolda Kepri, Ini Harapan Gubernur Nurdin

Seluruh agenda nasional tersebut harus terselenggara secara aman, lancar, dan damai. Sebagaimana tema yang diangkat dalam peringatan hari ulang tahun ke-73 Korps Brimob Polri Tahun 2018, yaitu “Korps Brimob Polri Yang Promoter Siap Mengamankan Agenda Kamtibmas Tahun 2018 Dan 2019”. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Roro Fitria akhirnya divonis lantaran kasus narkoba. Ia dinyatakan bersalah dan dihukum empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta karena disebut sebagai pengedar.

Walhasil Roro pun menangis di meja pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim Ketua, Iswahyu Widodo, pun mengadili Roro Fitria sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa RF terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana, memiliki narkotika bukan tanaman.

2. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti pidana penjara 8 bulan.

3. Masa tahanan dikurangi sepenuhnya.

4. Menetapkan terdakwa berada di dalam tahanan.

5. Memerintahkan barang bukti berisikan kristal warna putih 1,5998 gram netto, 1 unit hp, buku tabungan, atm bca dikembalikan ke Roro, membebankan biaya perkara Rp 5 ribu.

Usai itu sambil menangis Roro pun langsung dijemput petugas kejakasaan unjuk dibawa ke ruang tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan kelanjutan dari Program ABRI Masuk Desa (AMD) sejak tahun 1990-an dan telah memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam percepatan pembangunan. Pelaksanaan TMMD

TMMD Reguler ke-103 tahun 2018 di Kabupaten Sleman melibatkan prajurit TNI, Polri, Pemda serta komponen masyarakat, berlangsung selama sebulan penuh.

Tema yang diusung pada TMMD ke-103 ini adalah “TNI MANUNGGAL RAKYAT DALAM MEWUJUDKAN DESA YANG MAJU, SEJAHTERA DAN DEMOKRATIS”, Dengan semangat kemanunggan ini, TNI ingin mewujudkan pembangunan secara bergotong-royong dan bersama-sama dengan masyarakat.

Adapun lokasi kegiatan TMMD ke-103 di Kabupaten Sleman diantaranya Dusun temuwuh Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping. Sasaran fisik yang dikerjakan meliputi pembangunan talud, rehab masjid, rehab TPA, pembangunan Poskamling.

Pada kegiatan TMMD ke-103 ini juga dilaksanakan bedah rumah 7 unit, melibatkan personel Kodim 0732/Sleman, Polri, TNI AL, TNI AU, Pemda dan masyarakat. Sedangkan sasaran non fisik yang dilaksanakan berupa penyuluhan kesehatan, Bahaya narkoba, pertanian, Kerukunan kehidupan beragama, serta wawasan kebangsaan bagi generasi muda dan pelajar. (Her)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – DPRD Kabupaten Bintan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan menyepakati persetujuan pengesahan Ranperda Perubahan APBD (APBD P) 2018, Jum’at sore 28 September 2018.

Penandatanganan kesepakatan Ranperda Perubahan APBD 2018 dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Bintan H Nesar Ahmad, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bintan Trijono, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos serta disaksikan Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara MM, Kepala DPKAD Mohd Setioso, anggota dewan dan pimpinan OPD lainnya.

Dalam sidang paripurna tersebut disepakati total belanja APBD P 2018 hingga sampai akhir tahun 2018 mencapai Rp 1,185 Triliun Rupiah. Dari total belanja itu, belanja tidak langsung sebesar Rp 527,819 Milyar Rupiah dan belanja langsung menjadi Rp 657,668 Milyar Rupiah.

Sementara, proyeksi pendapatan sebesar Rp 1,011 Triliun Rupiah dimana selisih antara belanja dengan pendapatan daerah sekitar Rp 174,143 Milyar Rupiah dengan Silpa tahun anggaran sebelumnya mencapai Rp 176,143 Milyar Rupiah.

Terjadi surplus mencapai Rp 2 Milyar Rupiah, hingga bisa dipastikan Kab Bintan tidak mengalami defisit anggaran hingga akhir tahun 2018 karena anggaran untuk pembangunan daerah lebih besar dari belanja ” ujarnya

Dikatakannya juga bahwa, dirinya sangat mengapresiasi atas kerja keras Badan Anggaran serta Komisi DPRD Kabupaten Bintan yang telah bekerja keras dalam pembahasan anggaran, dimana hal ini merupakan suatu bentuk kontrol fungsi pengawasan anggaran oleh legislatif dalam pembangunan daerah.

” Kita juga sangat berterimakasih atas kerja keras dari Banggar dan Komisi DPRD Kabupaten Bintan yang melakukan pembahasan dalam pengawasan anggaran tentunya sangat kita apresiasi ” tutupnya.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karawang – Bocah lelaki usia 10 tahun ditangkap warga lantaran diduga mencabuli bayi di Karawang. Bayi lelaki umur 1,5 tahun tersebut tewas akibat kejadian tersebut. Terduga pelaku mengaku mabuk lem kepada warga yang menginterogasinya.

Yadi (41), tetangga korban sekaligus saksi, orang yang pertama kali menemukan bayi malang itu bersama terduga pelaku. Keduanya tengah berada dalam toilet musala di sebuah perumahan, kawasan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 27 September 2018 sore.

“Saat ditanyai warga, dia (bocah terduga pelaku) mengaku berumur sepuluh tahun. Kelihatannya seperti sedang teler,” kata Yadi di tempat kejadian perkara, Jumat 28 September 2018.

Lokasi toilet musala itu dekat dari rumah korban. Yadi mengungkapkan bocah tersebut berpakaian lusuh dan tanpa alas kaki. Dia dan warga lainnya tak mengenali si bocah.

Melihat si bocah memeluk dan membekap korban, Yadi sigap bereaksi. Dia langsung meraih bayi yang bibirnya membiru.

Warga yang kesal, kata Yadi, sempat menjitak si bocah lelaki. “Tapi pelaku seperti tidak kesakitan. Dia mengaku baru selesai mengisap lem,” tutur Yadi.

Korban sempat dibawa orang tuanya ke Klinik Graha Medis. Namun dokter menyebut sang bayi sudah meninggal.

Polisi menyelidiki perkara dugaan pencabulan tersebut. Kasus ini ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Karawang. Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan polisi. (***)

sumber: detik.com

BATAM

Selasa | 25 September 2018 | 11:36

Ini Harapan Walikota di Hari Jadi Kepri yang Ke-16 Tahun

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi berharap ada perubahan di masyarakat dan pemerintah dalam usia 16 tahun Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini disampaikan Rudi usai memimpin upacara Hari Jadi Kepri tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri Batam Centre, Senin, 24 September 2018.

“Kita berharap ada perubahan yang harus dilakukan bersama pemerintah, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat. Kita harap seluruh ASN dan masyarakat Kepri bekerja lebih giat, lebih cepat, sehingga pembangunan bisa dicapai lebih dini,” kata Rudi.

Saat ini, menurutnya, mental kerja ASN Batam sudah bagus sekali. Aparatur sipil negara sudah berubah dan bekerja lebih cepat. Sehingga pembangunan di Batam pun terwujud lebih cepat.

Dalam amanahnya sebagai inspektur upacara, Rudi mengatakan pertumbuhan Provinsi Kepri ini tidak lepas dari peran Kota Batam. Berbagai program pembangunan telah berlangsung di Batam hingga menjadi ujung tombak pusat pertumbuhan regional dan lokomotif perekonomian nasional.

Rudi mengatakan, Hari Jadi Provinsi Kepri ini harus dijadikan momentum untuk memupuk semangat kebersamaan dan persatuan.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau ini juga harus kita jadikan sebagai momentum perubahan tatanan sosial ke arah yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” tuturnya.

Upacara Hari Jadi Kepri ini dilaksanakan dengan para peserta dari ASN Pemerintah Kota Batam. Peserta upacara dan tamu undangan mengenakan pakaian melayu. Baju kurung melayu ini juga akan dikenakan ASN Pemko Batam selama sepekan. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id