Tahun

Tenzin Gyatso

HARI INI SEJARAH

Sabtu | 17 November 2018 | 0:14

Anak Petani Ini Jadi Kepala Negara saat Usia 13 Tahun

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tidak ada yang menyangka. Anak kelima dari sembilan bersaudara, keluarga petani ini dinyatakan sebagai tulku (reinkarnasi) Dalai Lama ke-13 pada usia tiga tahun.

Dilangsir dari laman wikipedia.org, ia adalah Tenzin Gyatso (bahasa Tibet: Bstan ‘dzin Rgya mtsho). Pria kelahiran Amdo, Tibet, 6 Juli 1935 adalah Dalai Lama, saat itu yang ke-14.

Pada tanggal 17 November 1950, ia naik takhta sebagai kepala negara Tibet di saat pendudukan daerah itu oleh pasukan Republik Rakyat Tiongkok. Setelah kekalahan gerakan perlawanan Tibet pada 1959, Tenzin Gyatso mengungsi ke India dan mendirikan pemerintah Tibet di pengasingan.

BACA: Dinasti Tang Runtuhkan Kerajaan Chu Hingga Ditemukan Virus SARS

BACA: Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

BACA: 21 Februari 1965, Sejarah Hari Ini: Malcom X Tewas Dibunuh

Ia juga pernah bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II sebanyak 9 kalike Vatikan. ia juga pernah bertemu Bunda Teresa di India

Tenzin Gyatso merupakan Dalai Lama pertama yang mengunjungi dunia Barat. Pada 1989, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel.

Pada sebuah ceramah yang disampaikan pada tanggal 10 Maret 2011, Dalai Lama ke-14 menyampaikan pendapat atas perubahan kepada konstitusi dari Pemerintahan Tibet dalam pengasingan, yang akan menghapus peran Dalai Lama sebagai pemimpin negara, menggantikannya dengan seorang pemimpin terpilih.

BACA: Bintan Tetap Konsisten, Siswa Terima Bantuan Seragam Gratis 2018

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

Jika hal ini diterima oleh Parlemen pemerintah Tibet dalam pengasingan, keputusan ini akan menyatakan pengunduran diri Dalai Lama dari peran politik resminya, walaupun ia akan tetap mengemban posisinya sebagai pemimpin agama.

Ia menyampaikan pengunduran dirinya secara resmi sebagai pemimpin politik kepada Parlemen Tibet dalam pengasingan di Dharamsala, India, pada tanggal 14 Maret 2011. (***)

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto Sik jadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-73 Korps Brimob Polri Tahun 2018, Rabu, 14 November 2018.

Upacara dihadiri Gubernur Provinsi Kepri, Wakapolda Kepri, Danrem 033 WP, Warga Kehormatan Brimob Suryo Respationo, SH,MM., Irwasda Polda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Ketua Bhayangkari Daerah Kepri, beserta pengurus.

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

BACA: Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

Tampak hadir Forkopimda Kepri Danyon 136 Raider Khusus Tuah Sakti, Danyon 10 Marinir, Danlanal Batam, Para Kapolres/ta jajaran Polda Kepri, Para sesepuh, Purnawirawan dan warakauri Korps Brimob Polri, Para Perwira Bintara, Tamtama dan Pns Polri, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan tamu undangan.

” Saya mengapresiasi peran serta Brimob mendukung terlaksananya operasi penegakan hukum terhadap jaringan Terorisme di Sulawesi Tengah dan kelompok kriminal bersenjata di Papua serta pengamanan berbagai aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang besar. Demikian pula dengan torehan prestasi para personel Brimob di berbagai event kejuaraan menembak dan penugasan lain di luar negeri,” kata Andap membaca Amanat Kapolri, Jendral Tito Karnavian.

BACA: Derita Anak Nelayan di Karimun Itu Jadi Perhatian Wakapolda Kepri

BACA: PM Sutan Sjahrir Bentuk Brigade Mobil

BACA: KPU Karimun Tetapkan 168.790 Pemilih Tetap

BACA: 6 Poin Ini Disampaikan Kapolda Kepri saat Silatulrahmi dengan Permabudhi

Brimob juga bergerak cepat dalam membantu penanganan korban bencana alam, baik di Nusa Tenggara Barat maupun pada bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah, sehingga proses evakuasi bisa berjalan dengan cukup baik, termasuk dalam penanganan pasca kejadian.

Pada kesempatan ini pula saya mengingatkan tentang berbagai tantangan tugas ke depan yang akan segera kita hadapi, antara lain pelaksanaan Operasi Lilin 2018, serta Pengamanan Tahapan Pemilu Tahun 2019 yang saat ini tengah berlangsung. Pemilu 2019 memiliki karakteristik dan potensi kerawanan yang khas karena antara Pileg dan Pilpres dilaksanakan secara bersamaan, sehingga berpotensi menimbulkan kompleksitas dalam tahap pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara.

BACA JUGA: Kapolda Kepri Ajak Kobarkan Semangat Pahlawan Didada

BACA JUGA: Kapolda Minta Orangtua Jaga Pergaulan Anak dari Pengaruh Buruk LGBT

BACA JUGA: Irjen Andap Jabat Kapolda Kepri, Ini Harapan Gubernur Nurdin

Seluruh agenda nasional tersebut harus terselenggara secara aman, lancar, dan damai. Sebagaimana tema yang diangkat dalam peringatan hari ulang tahun ke-73 Korps Brimob Polri Tahun 2018, yaitu “Korps Brimob Polri Yang Promoter Siap Mengamankan Agenda Kamtibmas Tahun 2018 Dan 2019”. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Roro Fitria akhirnya divonis lantaran kasus narkoba. Ia dinyatakan bersalah dan dihukum empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta karena disebut sebagai pengedar.

Walhasil Roro pun menangis di meja pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim Ketua, Iswahyu Widodo, pun mengadili Roro Fitria sebagai berikut:

1. Menyatakan terdakwa RF terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana, memiliki narkotika bukan tanaman.

2. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti pidana penjara 8 bulan.

3. Masa tahanan dikurangi sepenuhnya.

4. Menetapkan terdakwa berada di dalam tahanan.

5. Memerintahkan barang bukti berisikan kristal warna putih 1,5998 gram netto, 1 unit hp, buku tabungan, atm bca dikembalikan ke Roro, membebankan biaya perkara Rp 5 ribu.

Usai itu sambil menangis Roro pun langsung dijemput petugas kejakasaan unjuk dibawa ke ruang tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan kelanjutan dari Program ABRI Masuk Desa (AMD) sejak tahun 1990-an dan telah memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam percepatan pembangunan. Pelaksanaan TMMD

TMMD Reguler ke-103 tahun 2018 di Kabupaten Sleman melibatkan prajurit TNI, Polri, Pemda serta komponen masyarakat, berlangsung selama sebulan penuh.

Tema yang diusung pada TMMD ke-103 ini adalah “TNI MANUNGGAL RAKYAT DALAM MEWUJUDKAN DESA YANG MAJU, SEJAHTERA DAN DEMOKRATIS”, Dengan semangat kemanunggan ini, TNI ingin mewujudkan pembangunan secara bergotong-royong dan bersama-sama dengan masyarakat.

Adapun lokasi kegiatan TMMD ke-103 di Kabupaten Sleman diantaranya Dusun temuwuh Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping. Sasaran fisik yang dikerjakan meliputi pembangunan talud, rehab masjid, rehab TPA, pembangunan Poskamling.

Pada kegiatan TMMD ke-103 ini juga dilaksanakan bedah rumah 7 unit, melibatkan personel Kodim 0732/Sleman, Polri, TNI AL, TNI AU, Pemda dan masyarakat. Sedangkan sasaran non fisik yang dilaksanakan berupa penyuluhan kesehatan, Bahaya narkoba, pertanian, Kerukunan kehidupan beragama, serta wawasan kebangsaan bagi generasi muda dan pelajar. (Her)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – DPRD Kabupaten Bintan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan menyepakati persetujuan pengesahan Ranperda Perubahan APBD (APBD P) 2018, Jum’at sore 28 September 2018.

Penandatanganan kesepakatan Ranperda Perubahan APBD 2018 dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Bintan H Nesar Ahmad, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bintan Trijono, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos serta disaksikan Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara MM, Kepala DPKAD Mohd Setioso, anggota dewan dan pimpinan OPD lainnya.

Dalam sidang paripurna tersebut disepakati total belanja APBD P 2018 hingga sampai akhir tahun 2018 mencapai Rp 1,185 Triliun Rupiah. Dari total belanja itu, belanja tidak langsung sebesar Rp 527,819 Milyar Rupiah dan belanja langsung menjadi Rp 657,668 Milyar Rupiah.

Sementara, proyeksi pendapatan sebesar Rp 1,011 Triliun Rupiah dimana selisih antara belanja dengan pendapatan daerah sekitar Rp 174,143 Milyar Rupiah dengan Silpa tahun anggaran sebelumnya mencapai Rp 176,143 Milyar Rupiah.

Terjadi surplus mencapai Rp 2 Milyar Rupiah, hingga bisa dipastikan Kab Bintan tidak mengalami defisit anggaran hingga akhir tahun 2018 karena anggaran untuk pembangunan daerah lebih besar dari belanja ” ujarnya

Dikatakannya juga bahwa, dirinya sangat mengapresiasi atas kerja keras Badan Anggaran serta Komisi DPRD Kabupaten Bintan yang telah bekerja keras dalam pembahasan anggaran, dimana hal ini merupakan suatu bentuk kontrol fungsi pengawasan anggaran oleh legislatif dalam pembangunan daerah.

” Kita juga sangat berterimakasih atas kerja keras dari Banggar dan Komisi DPRD Kabupaten Bintan yang melakukan pembahasan dalam pengawasan anggaran tentunya sangat kita apresiasi ” tutupnya.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karawang – Bocah lelaki usia 10 tahun ditangkap warga lantaran diduga mencabuli bayi di Karawang. Bayi lelaki umur 1,5 tahun tersebut tewas akibat kejadian tersebut. Terduga pelaku mengaku mabuk lem kepada warga yang menginterogasinya.

Yadi (41), tetangga korban sekaligus saksi, orang yang pertama kali menemukan bayi malang itu bersama terduga pelaku. Keduanya tengah berada dalam toilet musala di sebuah perumahan, kawasan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 27 September 2018 sore.

“Saat ditanyai warga, dia (bocah terduga pelaku) mengaku berumur sepuluh tahun. Kelihatannya seperti sedang teler,” kata Yadi di tempat kejadian perkara, Jumat 28 September 2018.

Lokasi toilet musala itu dekat dari rumah korban. Yadi mengungkapkan bocah tersebut berpakaian lusuh dan tanpa alas kaki. Dia dan warga lainnya tak mengenali si bocah.

Melihat si bocah memeluk dan membekap korban, Yadi sigap bereaksi. Dia langsung meraih bayi yang bibirnya membiru.

Warga yang kesal, kata Yadi, sempat menjitak si bocah lelaki. “Tapi pelaku seperti tidak kesakitan. Dia mengaku baru selesai mengisap lem,” tutur Yadi.

Korban sempat dibawa orang tuanya ke Klinik Graha Medis. Namun dokter menyebut sang bayi sudah meninggal.

Polisi menyelidiki perkara dugaan pencabulan tersebut. Kasus ini ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Karawang. Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan polisi. (***)

sumber: detik.com

BATAM

Selasa | 25 September 2018 | 11:36

Ini Harapan Walikota di Hari Jadi Kepri yang Ke-16 Tahun

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi berharap ada perubahan di masyarakat dan pemerintah dalam usia 16 tahun Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini disampaikan Rudi usai memimpin upacara Hari Jadi Kepri tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri Batam Centre, Senin, 24 September 2018.

“Kita berharap ada perubahan yang harus dilakukan bersama pemerintah, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat. Kita harap seluruh ASN dan masyarakat Kepri bekerja lebih giat, lebih cepat, sehingga pembangunan bisa dicapai lebih dini,” kata Rudi.

Saat ini, menurutnya, mental kerja ASN Batam sudah bagus sekali. Aparatur sipil negara sudah berubah dan bekerja lebih cepat. Sehingga pembangunan di Batam pun terwujud lebih cepat.

Dalam amanahnya sebagai inspektur upacara, Rudi mengatakan pertumbuhan Provinsi Kepri ini tidak lepas dari peran Kota Batam. Berbagai program pembangunan telah berlangsung di Batam hingga menjadi ujung tombak pusat pertumbuhan regional dan lokomotif perekonomian nasional.

Rudi mengatakan, Hari Jadi Provinsi Kepri ini harus dijadikan momentum untuk memupuk semangat kebersamaan dan persatuan.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau ini juga harus kita jadikan sebagai momentum perubahan tatanan sosial ke arah yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” tuturnya.

Upacara Hari Jadi Kepri ini dilaksanakan dengan para peserta dari ASN Pemerintah Kota Batam. Peserta upacara dan tamu undangan mengenakan pakaian melayu. Baju kurung melayu ini juga akan dikenakan ASN Pemko Batam selama sepekan. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur Dr, H Nurdin Basirun, S.Sos, M, Si dan Wakil Gubernur H Isdianto, S.Sos, MM, menegaskan pelayanan haji pada musim haji tahun 1440 H harus semakin baik. Segala pelaksanaan dan pelayanan musim ini harus terus dievaluasi, agar pada tahun depan jamaah calon haji dari Embarkasi Batam semakin baik.

“Proses pelayanan haji semakin hari semakin baik. Keterlibatan masing-masing Pemda agar para jamaah mendapatkan pelayanan yang baik terlihat dengan atensi dari masing-masing kepala daerahnya,” kata Nurdin saat menyambut Jamaah Haji Kloter 19 Debarkasi Batam, Selasa, 19 September 2018 dini hari.

Di Asrama Haji Batam Centre, selain Gubernur dan Wagub hadir juga Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Wakil Bupati Bintan Dalmasry Syam.

Sebelum tiba di Asrama Haji, Wagub Isdianto menyambut jamaah haji di Bandara Hang Nadim Batam. Isdianto yang didampingi Hj Rosmerry menyalami jamaah dari pesawat yang mendarat pada pukul 21.46 di Bandara Hang Nadim Batam

Dalam kesempatan itu, Gubernur Nurdin mengucapkan selamat kembali ke Tanah Air. Nurdin berpesan kepada kepala daerah yang hadir untuk mengantar para jamaah hingga ke rumahnya dengan selamat.

Kepada jamaah yang baru tiba, Nurdin mengajak untuk semakin meningkatkan lagi ketaatan dalam beribadah.

Kloter 19 Debarkasi Batam kembali ke Tanah Air dengan membawa 443 jamaah. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Dalam rangka memeriahkan pergantian Tahun Baru Islam 1440 H / 2018 M, Santriwan dan Santriwati Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) di Kabupaten Natuna, menghadiri acara Tabliq Akbar yang diselenggarakan di Masjid Al-Jamik Kelurahan Ranai Kota, Ahad, 16 September 2018.

Menurut Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto sekaligus sebagai Ketua Panitia acara Tabliq Akbar menyampaikan, Tabliq Akbar tersebut, pertama kali diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Guru (BMG-TPQ) Kabupaten Natuna.

Acara ini bertujuan agar anak -anak lebih mengenal apa itu tahun Islam. Sebab kata Dedi, tidak sedikit orang islam sendiri yang tidak tau kapan itu datangnya tahun baru islam. Inilah pentingnya kita selalu memperingati sejarah tahun baru islam, papar Dedi.

Sambung dedi, bahwa makmur suatu negeri sebab banyaknya masyarakatnya yang bersyukur, Menegakkan Sholat dan Membaca Al-quran.

“Jadi dua miliar, atau dua triliun pun uang yang digelontorkan oleh pemerintah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, belum tentu dapat merubah nasib bangsa ini. Namun, kalau doa- doa anak-anak Sholeh dan Sholeha Insya’Allah akan dapat menembus langit dan bumi ini. Oleh sebab itu marilah kita semua menjaga anak-anak, antarkalah mereka dalam menuntut ilmu seperti menulis dan membaca Al-quran di TPQ terdekat di sekitar kita,”pesan Dedi.

Acara tersebut juga disisi oleh Ustad H. Tirta Yasa, S. Ag. Turut hadir Kepala Kemenag Kabupaten Natuna Drs. Ahmad Husaen, Ketua DPRD Natuna Yusri Pandi, Ketua BMG-TPQ Kabupaten Natuna Dedi Maryanto, S. Pd.I, Wakil Ketua H. Sholat, S. Ag, Ketua BMG Kecamatan Bunguran Selatan, Agustri, Kepala serta Ustad dan Ustadzah TPQ Se- Natuna dan Ribuan Santri TPQ.

Pantauan media ini dilapangan lokasi acara berlangsung di Masjid Al-jami’ Ranai, sangat disayangkan sebab dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna ataupun perwakilan tidak nampak hadir pada acara tersebut, meskipun pihak panitia dari BMG menyebut sudah mengundang.

Sementara itu, Kepala Kemenag Ahmad Husaen, dalam sambutanya mengatakan, pihak Kemenag sangat memberikan apresiasi atas acara yang dimotori oleh BMG-TPQ Kabupaten Natuna.

Anak- anak santri TPQ ini, kata Ahmad Husen, adalah aset kita, aset orang tua yang harus kita jaga dan pelihara bersama.

“Inilah generasi penerus kita kedepan, yang akan meneruskan menjadi imam, yang akan jadi pengurus islam kedepan, bahkan yang menggantikan para pejabat yang ada saat ini,”ujar Ahmad Husaen.

Ustad H. Tirta Yasa, pada ceramahnya juga menyampaikan, untuk orang tua Santri yang hadir, akan ditanya dikubur apabila anak Adam sudah meninggal, tidak Malaikat menanyakan Eselon berapa? Apa jabatan, berapa Mobil dan berapa banyak hartamu, itu tidak ditanya sedikitpun oleh malaikat, selain amal ibadah yang engkau kerjakan di dunia. “terang Tirta.

Oleh sebab itu, marilah kita upaya kan anak – anak kita untuk menjadi anak-anak yang Sholeh dan solehah. Rajin sholat, pandai baca Al-Qur’an.

Kepada ibu dan bapak orang tua santri jangan sampai kita kalau untuk les bahasan Inggris, Komputer dan lainya kita berani bayar iuran Rp. 100 ribu. Terapi giliran bayar iyuran Mengaji di TPQ Rp. 20 Ribu, Bapak dan Ibu berat.

Bahkan nunggu 5 bulan, lansung suruh anak kita berhenti dari TPQ. Ilmu yang dipelajari anak di TPQ inilah nantinya yang akan membantu anak anak kita serta tuanya kelak dari ancaman api neraka.

Sebab selain amal ibadah kita, do’a anak Sholeh dan Sholehahlah yang diharapkan orang tua kalau sudah meninggal dunia aku,”terang ustad Titayasa. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Provinsi Kepulauan Riau diprediksi kembali mengalami inflasi pada September 2018. Bulan sebelumnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri mencatatkan deflasi sebesar 0,53 persen (month to month/mtm).

Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan ada beberapa potensi pendorong inflasi di Kepri bulan ini, terutama dari sektor pangan.

“Curah hujan tinggi menjelang akhir tahun. Diperkirakan dapat mempengaruhi produksi komoditas pertanian seperti bayam, kangkung, dan kacang panjang. Gelombang laut juga tinggi, mengakibatkan terbatasnya aktivitas nelayan sehingga pasokan ikan segar diperkirakan menurun,” tutur Gusti di Batam Centre, pekan lalu.

Keterbatasan pasokan daging ayam ras di Kota Batam diperkirakan akan berlanjut sehingga harga diprediksi masih tinggi. Harga beras juga berpotensi naik akibat peningkatan harga gabah di tingkat petani sebesar 3,05 persen (mtm) pada Agustus 2018. Serta potensi kenaikan harga cabai merah karena penurunan pasokan seiring berakhirnya masa panen.

“Berdasarkan pola historis inflasi komoditas juga menunjukkan tren meningkat pada September hingga akhir tahun,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri ini.

TPID memiliki beberapa rekomendasi untuk mitigasi risiko inflasi terutama menjelang akhir tahun. Di antaranya dengan mengintensifkan Kerjasama Antar Daerah (KAD) yang telah disepakati serta mendorong KAD baru untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan makanan. Kemudian menjaga kelancaran arus bongkar muat dan distribusi angkutan barang komoditas pangan ke Kepri, dan mengawasi ketersediaan pasokan beras.

Pengawasan terhadap ketersediaan daging ayam ras harus diintensifkan. Juga perlu pengembangan program urban farming dengan skala yang lebih luas seperti penanaman komoditas sayuran yang menjadi penyumbang inflasi.

Serta menyelenggarakan pasar murah TPID sebagai pasar penyeimbang yang intensif dan berkesinambungan dengan menjual berbagai komoditas penyumbang inflasi. Pasar murah ini bekerjasama dengan distributor, BULOG, BUMD, kelompok tani/urban farming.

“Terakhir, perlu dibangun Pasar Induk beserta gudang yang dilengkapi dengan cold storage untuk memitigasi kelangkaan pasokan ikan segar saat musim angin utara,” sebutnya. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun meminta kepada orang tua agar dapat membimbing anak-anak mereka menjadi pribadi yang baik. Apalagi dengan berlandaskan keislaman yang kuat serta berpegang teguh pada pedoman hidup yakni Alquran agar mendapat masa depan terbaik untuk pribadi, agama, bangsa dan negara.

“Kami titip anak-anak kami, beri laluan, antar mereka ke gerbang keberhasilan itu,” pesan Nurdin dalam acara peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H di Masjid Baiturrahim, Desa Berakit, Kabupaten Bintan, Rabu, 12 September 2018 malam.

Memperingati tahun baru islam sendiri menurut Nurdin merupakan waktu yang tepat bagi umat untuk menegaskan, bahwa inilah waktu yang tepat untuk dirayakan, bukan malah latah memeriahkan hari lain yang malah tidak memiliki manfaat yang tidak berarti.

“Karna Inilah pakaian kita, tahun baru kita yang harus dirayakan dengan senantiasa intropeksi menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tegas Nurdin.

Untuk itu Nurdin menambahkan bahwa pada perayaan tahun baru islam inilah dijadikan ajang untuk mengintropeksi diri tentang apa-apa saja yang telah dilakukan selama hidup.

“Yang baik kita tingkatkan yang buruk kita tinggalkan,” tutup Nurdin.
Sementara itu, Kepala Desa Berakit Adnan merasa senang sekaligus terkejut ketika mendengar bahwa Gubernur bersedia hadir dalam acara peringatan tahun baru islam di Berakit.

“Alhamdulillah ditengah kesibukan bapak bisa berkenan hadir bersama kami masyarakat Desa Berakit,” ujar Adnan.

Adnan melanjutkan bahwa dalam menyambut tahun baru islam, Desa Berakit tidak hanya memperingati nya dalam satu malam saja.

“Kita akan merayakan beberapa hari dari masjid ke masjid,” lanjut Adnan.

Dikesempatan ini Kades juga berkeluh kesah, salah satunya tentang kondisi jalan Desa menuju menara lampu Suar. Dimana menara tersebut menandakan semenanjung berakit tanda nya alur lintas pelayaran internasional dan perbatasan dengan East Out Port Limit (East OPL).

“Karna Pak Gubernur sudah datang, Boleh lah kami meminta kepada Bapak untuk buatkan jalan aspal internasional ini,” pinta Adnan.

Pada kesempatan tersebut juga diisi dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Raja Sofyan yang bercerita tentang intisari dari tahun baru.

Yang mana dalam tausiyahnya beliau mengatakan bahwa perbedaan terletak pada pergantian tahun masehi yang selalu meriah dan antusias bertumpah ruah untuk merasakannya. Padahal yang harus umat islam meriahkan adalah pergantian tahun 1 muharram dengan mengisi berzikir, sholawat dan mengaji berjemaah.

“Hai nak jangan main di pantai, jangan berlari-lari di luar, ini kan 1 muharram, jangan yang salah itu menjadi kebiasaan,” ujar Ust Sofyan.
Ustadz Sofyan melanjutkan, bahwa dalam menjalankan kehidupan selalu lah ingat akan akhirat, jadikan kesempurnaan hidup dengan bekal akhirat sebanyak-banyak nya.

“Umat islam bila lelah, terluka ataupun sakit selalu lah menyebut Alhamdulillah. InshaAllah kita akan dijauhkan dari api neraka,” tambah Ustadz lagi.

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Kepri Syarifah Elvizana, Pj Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Staf Ahli Gubernur Syamsuardi, Kepala Dinas Kelautan Eddy Sofyan, Kepala Biro Humprohub Nilwan, Tokoh Masyarakat Endi Maulidi beserta masyarakat Desa Berakit. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Postingan artis Luna Maya, Rabu 12 September 2018, di Instagram menjadi sorotan netizen.

Pasalnya pada keterangan foto itu Luna Maya seolah mengisyaratkan putus dari kekasihnya Reino Barack.

Kabar Luna Maya putus dari Reino Barack makin kuat setelah rekannya Ayu Dewi dan Melaney Ricardo ikut berkomentar.

Artis kelahiran Denpasar Bali 35 tahun silam itu mengungkap hubungannya dengan Reino Barack.

“Ini adalah hubungan yang luar biasa dan terbaik selama 5 tahun.”

“Maaf atas semua kesalahan yang telah saya lakukan, dan terima kasih atas dukungan mu yang luar biasa.”

“Selalu menjadi berkat memiliki mu dalam hidup saya,”

“Dan dengan tulus saya mengucapkan semoga kamu bahagia dan damai.” tulis Luna dalam bahasa Inggris.

Postingan itu kemudian di tanggapi rekan Luna Maya dari kelangan sesama artis.

“Love u. Super Strong Virgo.” tulis Ayu Dewi. (***)

sumber: tribunnews.com

KEPRI

Selasa | 11 September 2018 | 10:14

Makin Cepat, Makin Bagus, DPR Usahakan Selesai Tahun Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Ketua Badan Kerja Sama (BKS) Provinsi Kepulauan H Nurdin Basirun menyambut baik komitmen DPR RI untuk mengesahkan RUU Daerah Kepulauan sebelum tahun berganti.

DPR RI yang sudah membentuk Pansus RUU Daerah Kepulauan ingin kerja mereka cepat selesai.

“DPR bertekad menggolkannya tahun ini. Ini juga untuk penguatan Poros Maritim yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” kata Nurdin usai melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di ruang kerjanya, Jakarta, Senin, 10 September 2018.

Nurdin, dalam pertemuan itu didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Asisten Ekonomi Pembangunan Syamsul Bahrum dan Karo Humas Protokol Penghubung Nilwan.

Fahri Hamzah, dalam pertemuan itu, berjanji akhir tahun ini disahkan. Menurut Fahri pengesahan RUU Daerah Kepulauan merupakan pemenuhan janji pemerintah, dengan poros maritimnya. Dengan demikian, ada platform pemerintah dalam memperjuangkan keadilan bagi daerah kepulauan.

“Makin cepat, makin bagus,” janji Fahri.

Menurut Fahri, UU ini akan menjadi dasar Indonesia sebagai wilayah maritim.

Untuk percepatan itu, Fahri minta Nurdin sebagai Ketua BKS untuk intensif melakukan lobi-lobi ke Jakarta. Baik ke Pemerintah Pusat maupun ke DPR RI. Dalam waktu singkat pun, Pansus segera berkunjung ke delapan Provinsi Kepulauan yang terbagung dalam BKS.

“Manfaatkan momentum ini dengan cepat,” kata Fahri.

Nurdin, memang segera mengumpulkan para gubernur dalam BKS. Mereka di antaranya dari Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara.

Bagi Nurdin, perjuangan pengesahan RUU Daerah Kepulauan ini muaranya memang untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dukungan dan doa masyarakat diharapkan Nurdin untuk kelancaran dan kecepatan pengesahan ini.

“Sahnya UU Daerah Kepulauan ini akan semakin mempercepat kemajuan provinsi kepulauan dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Nurdin.

Pekan lalu, Pimpinan Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Daerah Kepulauan. Anggota DPR RI Edison Betaubun (F-Golkar) terpilih menjadi Ketua Pansus RUU Daerah Kepulauan. Selain Edison, ada juga Mercy Chriesty Barends (F-PDI Perjuangan), Wenny Warouw (F-Gerindra) dan Amir Uskara (F-PPP) dalam Pansus. Selain penetapan pimpinan Pansus, disepakati pencalonan wakil rakyat dari provinsi yang tergabung dalam BKS Provinsi Kepulauan untuk duduk di panitia khusus.(***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Perayaan tahun baru 1 Muharram 1440 H bertepatan pada Selasa, 11 September 2018. Bagi masyarakat Jawa, 1 Muharam dikenal dengan 1 Suro.

Malam 1 Suro dalam pandangan sebagian masyarakat Jawa dianggap punya makna mistis dibanding hari-hari biasa.

Sejumlah keraton dari Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, hingga Kasepuhan Cirebon bahkan punya tradisi masing-masing untuk merayakan 1 Suro.

Keraton Surakarta misalnya. Pada malam 1 Suro biasanya akan menjamas (memandikan) pusaka-pusaka keraton termasuk mengirab kerbau bule, Kiai Slamet.

Nama lain malam 1 Suro adalah malam 1 Muharam dalam penanggalan Hijriyah atau Islam.

Ihwal ini tak terlepas soal penanggalan Jawa dan kalender Hijriah yang memiliki korelasi dekat.

Khususnya sejak zaman Mataram Islam di bawah Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (1613-1645).

Penanggalan Hijriyah memang di awali bulan Muharam. Oleh Sultan Agung kemudian dinamai bulan Suro.

Kala itu Sultan Agung berinisiatif mengubah sistem kalender Saka yang merupakan kalender perpaduan Jawa asli dengan Hindu.

Sultan terbesar Mataram tersebut lantas memadupadankan kalender Saka dengan penanggalan Hijriyah.

Hal ini memang sangat unik mengingat kalender Saka berbasis sistem lunar atau Matahari sementara Hijriyah pergerakan Bulan.

Kalender Hijriyah banyak dipakai oleh masyarakat pesisir yang pengaruh Islamnya kuat, kalender Saka banyak digunakan oleh masyarakat Jawa pedalaman.

Rupanya Sultan Agung ingin mempersatukan masyarakat Jawa yang pada waktu itu agak terpecah antara kaum Abangan (Kejawen) dan Putihan (Islam).

Dalam kepecayaan Kejawen, bulan Suro memang dianggap istimewa.

Muhammad Sholikhin dalam buku Misteri Bulan Suro Perspektif Islam Jawa menjelaskan, penganut Kejawen percaya bulan tersebut merupakan bulan kedatangan Aji Saka ke Pulau Jawa.

Aji Saka kemudian membebaskan rakyat Jawa dari cengkeraman mahluk gaib raksasa.

Selain itu bulan ini juga dipercayai sebagai bulan kelahiran huruf Jawa.

Kepercayaan tersebut ternyata terus turun menurun hingga saat ini.

Bahkan sebagian kalangan menganggap bulan Suro, terutama malam 1 Suro punya nilai mistis tersendiri atau cenderung dianggap angker.

Malam 1 Suro tahun ini akan diperingati pada Senin 10 September 2018 malam sebab 1 Muharam jatuh pada Selasa 11 September 2018. (***)

sumber: tribunnews.com

BINTAN

Senin | 10 September 2018 | 13:57

Sambut Tahun Baru Islam, Ini Momentum Pererat Persaudaraan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Sebentar lagi umat muslim akan menyambut Tahun Baru Islam atau lebih dikenal dengan 1 Muharam 1440 Hijriyah.

Kabag Kesra Setda Kabupaten Bintan Lukman menuturkan bahwa penyelenggaraan peringatan 1 Muharam 1440 Hijriyah Tingkat Kabupaten Bintan tahun 2018 ini, akan diselenggarakan di Lapangan Bola Kaki Desa Sri Bintan, Kec Teluk Sebong.

“Ahad, 9 September 2018 malam akan diselenggarakan di Desa Sri Bintan , masyarakat diminta beramai-ramai memeriahkannya,” ujarnya.

Dikatakannya juga bahwa peringatan 1 Muharam 1440 Hijriyah akan menghadirkan tausyiah oleh KH Khoiruddin dari pengasuh pondok pesantren Darul Fallah Kota Batam.

Sementara itu, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam harus mampu membawa kesadaran kita terhadap makna sesungguhnya syiar Islam yakni peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Kota Madinah.

“Peringatan Tahun Baru Islam itu harus dijadikan sebagai syiar Islam, kita mengingatkan kembali umat Islam bahwa ini loh tahun baru kita. Harus menjadi budaya umat Islam, kalau jaman sekarang orang-orang sudah pada lupa. Padahal maknanya besar, tanggal 1 Muharam itu saat nabi hijrah,” tutupnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mengajak umat untuk membawa pergantian tahun baru hijriah ke arah perubahan yang semakin baik. Pergantian tahun harus mampu menghijrahkan diri untuk hidup lebih baik dan diridhoi Allah.

“Tahun baru ini harus berdampak positif kepada kita. Jadikan momentum tahun baru ini sebagai ajang untuk meningkatkan kemajuan negeri ini,” kata Nurdin usai Safari Subuh di Masjid Ash Haburijal Jl Sunaryo, Tanjungpinang, Jumat, 7 September 2018.

Nurdin juga mengajak masyarakat menyambut tahun baru hijriah dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Pemprov sendiri akan menggelar tabliqh akbar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin, 10 September 2018 ba’da Isya. Ustaz Syekh Ali Jaber akan mengisi ceramah pada peringatan pergantian tahun itu.

Dalam kesempatan subuh itu, Gubernur Nurdin didampingi Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah, Asisten Administrasi Umum Muhammad Hasbi serta sejumlah Kepala OPD. Pada kesempatan itu, Nurdin menyampaikan apapun yang manusia rencana dan inginkan, tetap Allah SWT juga yang akan menentukan hal tersebut.

“Iman dan taqwa kita yang menentukan karena Allah Maha Tahu mana yang dulu mana yang ditunda buat umatnya,” ujar Nurdin.

Nurdin juga terus mengimbau agar masyarakat terus berbuat baik untuk sesama. Jangan memandang sesorang baru berbuat baik. Terus tebar kebaikan. Karena berbuat baik tidak akan rugi, dan akan kembali kepada diri sendiri. Inilah yang menjadikan panduan dan intropeksi diri kepada Allah SWT.

Nurdin menjelaskan dengan iman dan taqwa kepada Allah SWT pula yang menjadi dasar dan landasan awal dalam membangun negeri.

“Tidak akan ada pembangunan yang maksimal apa lagi mensejahterakan masyarakat kalau kita tidak di ridoi oleh Allah”, lanjut Nurdin. (***)

sumber: humaskepri.id