Tak

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bocah perempuan berinisial A viral di media sosial kondisinya memprihatinkan lantarak tak diberi makan oleh ayah tirinya, tubuhnya kurus kering. Foto bocah tersebut viral di media sosial.

foto A telah membuat masyarakat, khususnya warga Cianjur prihatin.

Apalagi sebuah keterangan di media sosial menyebutkan, bocah tersebut telah disiksa oleh ayah tirinya dan tak diberi makan. A selama ini tinggal bersama ayah tirinya, sementara ibu kandungnya sudah 3 bulan jadi TKI ke luar negeri.

Ayah tiri A pun kini telah diperiksa oleh Polsek Agrabinta Cianjur. Sementara A telah mendapatkan perawatan di RSUD Sayang Cianjur.

“Kondisi A memang sangat memprihatinkan bahkan tadi saat dijenguk tidak bisa berbicara,” kata Kapolres Cianjur AKBP Soliyah usai menjenguk A di RSUD Sayang Cianjur, Jumat, 27 Juli 2018.

Selain itu, dari hasil kunjungan, Soliyah mendapat keterangan, nenek dan paman A tak boleh menjenguk A.

Saat ditanyakan apakah benar, A mengalami kekerasan dari ayah tirinya, Soliyah belum bisa menyimpulkan.

Sebab, kasus ini masih diselidiki.

Pihak keluarga juga sempat menolak bertemu dengan siapan termasuk jajaran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan awak media.

Menurut Ketua Bidang Advokasi P2TP2A Cianjur Lidya Indayani Umar, penolakan itu baru pertama kalinya dialami oleh P2TP2A.

Dia pun akan berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Cianjur untuk mencari tahu penyebabnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ombudsman RI melihat para tahanan Rutan Salemba bersantai di selasar di luar sel. Ombudsman meminta penjelasan sebab pihak rutan seolah membiarkan.

Kondisi tersebut terlihat oleh Ombudsman saat melakukan sidak ke Rutan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu 13 Juni 2018 malam.

Komisioner Ombudsman Ninik Rahayu menilai tahanan bisa bersantai di luar sel merupakan kondisi yang tak lazim.

“Setahu saya lebih dari jam 4 sore termasuk di lokasi-lokasi yang over kapasitas itu sama protapnya (tahanan) harus masuk ke ruangan dan dikunci. Itu juga yang tadi saya confirm ke Bu Dirjen juga sama, begitu. Kalau pun ada kebijakan itu yang harus bisa dijelaskan,” kata Ninik di Rutan Salemba.

Dalam sidak ini Ombudsman juga menyoroti soal fasilitas kesehatan di Rutan Salemba. Sebab, tak ada dokter jaga yang bersiaga jika sewaktu-waktu ada tahanan yang sakit.

“Tenaga Kesehatan mungkin harus juga menjadi perhatian, ya. 3.200 (Tahanan) lebih nggak ada dokter yang stand by. Perawat satu, nggak kebayang. Tamping itu, meskipun dilatih dia bukan tenaga medis, dia tidak boleh melakukan tindakan medis,” papar Ninik.

Dalam sidak kali ini, Ninik yang ditemani Komisioner Ombudsman lainnya, Adrianus Meliala juga mengecek kesiapan CCTV. Saat masuk ke ruang CCTV, di monitor nampak sejumlah CCTV yang tidak berfungsi.

“Sejumlah CCTV yang mati dan penjaga yang tidak stand by di tempat menurut saya itu juga musti jadi perhatian. Karena kan lebaran begini, situasi keamanan biasanya harus diperhatikan,” ujar Ninik. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Apakah sering mengalami bau mulut ketika sedang berpuasa?
Tentunya hal itu sangat mengganggu beberapa aktivitas khususnya saat harus berbincang dengan orang lain.

Kita pasti akan mengalami penurunan tingkat kepercayaan diri saat merasa bau mulut.

Namun, tenang saja karena bau mulut ini pasti dialami oleh sebagian besar orang-orang yang berpuasa.

Menurut seorang ahli gizi yaitu dr. Jovita Amelia, bau mulut pada orang berpuasa disebabkan dari asam lambung yang naik.

Selain itu, bisa juga karena kurangnya konsumsi cairan dalam tubuh.

Dengan demikian, Jovita menyarankan saat sahur tidak mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan asam lambung menjadi naik seperti makanan yang mengandung gas, salah satunya adalah sayuran kol atau kubis.

“Kol itu makanan bergas yang dapat meningkatkan asam lambung, maka harus dihindari untuk mencegah bau mulut yang menyengat,” kata Jovita.

Kol mengandung zat riffinose yang tinggi yang merupakan sejenis gula dengan kandungan karbohidrat kompleks.

Zat tersebut akan sulit dicerna oleh lambung, sehingga akan menghasilkan asam di lambung dan menimbulkan gas yang dikeluarkan melalui mulut.

“Hindari juga gorengan dan makanan bergas lainnya seperti ubi dan sawi agar asam lambung tidak meningkat,” ujar Jovita saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat, 4 Mei 2018.

Serta yang paling penting adalah tetap konsumsi air putih minimal delapan gelas perhari. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sukabumi – Zidan Nurholis (15) pelajar SMP di Sukabumi, Jawa Barat tewas setelah dikeroyok pelajar sekolah lain. Zidan terkena pukulan kayu di bagian belakang kepalanya.

Informasi dihimpun peristiwa yang terjadi pada Jumat, 27 April 2018 itu bermula saat korban yang merupakan siswa SMPN 1 Sukalarang menaiki angkutan kota bersama tiga temannya. Ketika melintasi kawasan Tugu Meong Sukalarang, tepatnya di depan kios pupuk Budi jaya, korban turun dari angkot bersama seorang temannya.

Saat korban turun tiba-tiba sekelompok pelajar dari sekolah lain datang menyerang. Zidan terkena beberapa kali pukulan salah satunya tepat mengenai kepala belakangnya sementara temannya terkena pukulan di bagian punggung.

“Korban Zidan dan temannya langsung diserang oleh 4 pelaku yang rata-rata masih berusia 13 – 15 tahun. Almarhum Zidan mengalami luka di bagian belakang kepalanya akibat dipukul menggunakan sebatang kayu sementara temannya mengalami luka ringan,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo, Minggu, 29 April 2018.

Melihat kejadian itu, angkot meninggalkan lokasi kejadian. “Korban pulang, sesampainya di rumah korban mengeluhkan sakit di bagian belakang kepalanya. Oleh keluarga korban di bawa ke RS Hermina, Sukaraja,” lanjutnya.

Sabtu, 28 April 2018 sekitar pukul 07.00 WIB, Zidan menghembuskan nafas terakhirnya, keluarga melapor polisi. Tidak lama pelaku tertangkap. Mereka berjumlah 4 orang dan terbukti melakukan pengeroyokan kepada korban hingga tewas.

“Jasad korban tadi malam diautopsi, empat pelaku kita amankan berikut barang bukti sebatang kayu yang digunakan untuk memukul korban. Saat ini masih dalam proses penyidikan,” tandas Susatyo. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cerita menarik datang dari sebuah kasus kriminal di Amerika. Alkisah, ada dua detektif yang ingin melakukan investigasi terhadap sebuah kasus kematian yang tak wajar dari seorang pria.

Si korban diketahui bernama Linus Phillip, ditembak mati oleh seorang anggota kepolisian di luar sebuah toko serba ada di Largo, Florida. Detektif pun diterjunkan untuk mengumpulkan informasi tentang penyebab kematian Phillip.

Kedua detektif yang ditunjuk kemudian mendatangi rumah duka pada bulan Maret lalu dan mencoba membuka ponsel Phillip menggunakan sidik jarinya.

Apa yang dilakukan kedua detektif adalah legal di AS. Namun yang menarik adalah mereka tidak bisa membuka ponsel si korban kendati sudah diberi akses pada jenazahnya.

Profesor ilmu komputer dari Michigan University bernama Anil Jain menambahkan, makin lama seseorang meninggal, maka akan makin sulit membuka ponsel yang terkunci dengan sidik jari yang bersangkutan.

“Ini karena pada sebagian besar ponsel pintar, identifikasi dengan sidik jari bekerja melalui konduksi listrik, dari tubuh manusia ke perangkatnya,” terang Jain seperti dilaporkan Livescience.

Seperti kita tahu, tubuh manusia memang mengandung listrik dalam frekuensi rendah. Jain menjelaskan, listrik yang mengalir dalam tubuh manusia inilah yang ‘dimanfaatkan’ untuk membuka scanner, semisal pada ponsel.

“Saat menyentuh scanner, ada sensor yang bertugas untuk mengenali pola pada ‘tonjolan’ sidik jari dengan bantuan listrik dalam tubuh. Tetapi jika seseorang meninggal, aliran listrik itu juga berhenti dan scanner tak lagi bisa mengenali pola yang ada,” papar pria yang juga menulis buku “Handbook of Fingerprint Recognition” ini.

Namun tak ada peneliti yang dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk seseorang kehilangan konduksi listrik dalam tubuhnya. “Kalaupun ada yang mau tahu, kita butuh banyak sekali jenazah dan harus mencoba unlock ponsel mereka dengan sidik jari tiap jam atau mungkin lebih, selama berturut-turut. Bisa dikatakan ini juga eksperimen yang sulit,” tambah Jain.

Tak usah khawatir, teknologi identifikasi yang digunakan oleh ponsel pun berkembang. Sejumlah produk ponsel yang beredar di pasaran saat ini ada yang menggunakan sistem identifikasi wajah. Ponsel-ponsel masa depan juga bisa saja menggunakan sensor optik atau mata untuk membuka perangkat ini.

“Tetapi jika orangnya belum lama meninggal mungkin masih ada kesempatan untuk membuka ponsel dengan sidik jarinya. Hanya saja kita tidak tahu persis berapa lama konduksi itu akan hilang pada orang yang sudah meninggal,” kiranya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Ratih (30), dari balik jeruji di rumah tahanan (rutan) Tanjung Balai Karimun mengaku bingung.

Ibu satu anak berusia 3 tahun jadi warga binaan di rutan karena seorang pengusaha ternama di Karimun menuduh dirinya menggelapkan uang perusahaan. Tak tanggung-tanggung, nilai uang perusahaan yang digelapkan sebesar Rp273 juta.

Saat dilakukan pemeriksaan awal, Ratih tidak mengakui adanya penggelapan uang perusahaan dengan nilai uang yang dituduhkan kepadanya. Namun, ia tetap dipaksa untuk mengakui kejahatan yang tak dilakukannya.

“Saya sudah tidak sanggup lagi. Apapun yang disampaikan, saya ia kan saja. Soalnya apapun yang saya sampaikan sepertinya tidak ada gunanya. Saya jawab lupa polisi bilang kok lupa, saya terangkan tidak diterima,” ucap Ratih kepada wartawan, Jumat, 6 April 2018.

Ratih menceritakan, awal kejadian adanya tuduhan dirinya menggelapkan uang perusahaan bermula pada 10 Februari 2018 siang. Saat itu, ia ditelpon salah seorang supervisor ditempat ia bekerja bernama Sandi. Saat itu, ia ditanya tentang tagihan dan menyuruhnya datang ke kantor.

Selang sepuluh menit usai dipanggil managemen di tempat ia bekerja, sekira pukul 12.30 WIB, Polisi langsung tiba di kantornya dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap Ratih. Kemudian, selang 5 jam dirinya langsung digiring ke polsek Tebing.

Ratih mengaku langsung diperiksa kembali dan menunjukkan berbagai bukti yang diadukan oleh pengusaha tersebut, namun dirinya tetap membantah tidak melakukan perbuatan tersebut.

Besok harinya pemeriksaan dilakukan kembali, dirinya merasa semakin bingung karena penyidik terus melakukan desakan terkait yang dituduhkan, namun dalam pemeriksaan ini nilainya langsung turun fantastis menjadi Rp16 juta.

“Saya harus bagaimana? Begitu ada kejadian ini, polisi sudah langsung ada dan saya tidak ada kesempatan untuk menjelaskan,” katanya sambil meneteskan air mata.

Ratih mengaku pasrah akan nasip yang menimpanya. Dirinya hanya berharap agar mendapat keadilan dari para penegak hukum, karena ia menyadari orang tidak mampu seperti dirinya tidak akan sanggup melakukan perlawanan karena disadari orang yang melaporkannya merupakan salah satu pengusaha terbesar di Kabupaten Karimun

“Saya memang berharap keadilan ada, tapi waktu saya di periksa di kantor tempat bekerja, bos saya sudah mengancam saya “Kamu mau dilaporkan di mana? kamu tinggal pilih” kata Ratih menirukan ucapan pengusaha tersebut. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kontainer gandeng bermuatan pipa menabrak mobil honda mobilio di depan Simpang Mediterania Jumat, 6 April 2018. Akibat laka lantas sopir truk dan mobil Honda Mobilio tersebut selamat dan tidak ada korban jiwa.

Supir Honda Mobilio dengan plat nomor BP 999 DF, Azrul (41), mengatakan dari jarak tertentu ia sudah berada di jalur kanan, tiba-tiba mobil yang dikendarainya, setir mobilnya hilang kendali.

Begitu cepat kejadiannya, kata Azrul mobil terlempar keluar jalur dan terbalik di kanan jalan.

“Lebih kurang 15 meter lah Pak. Mobil terasa diangkat. Alhamdulillah kondisi saya selamat,”ujarnya.

Dituturkan, ia bersama istrinya berkendara dari Penuin. Karena mau pulang kekediamannya di perumahan KDA.

“Saya menyalip mobil truk itu di Legenda. Sebelum saya nyalip saya juga lihat kaca spion,” sebutnya.

Azrul menyalip dari kiri dengan cepat disaat kondisi jalan cukup padat. Saat akan beralih ke lajur kanan, mobil warna putihnya ditabrak truk bernomor polisi BP 9764 ZE. Bodi kanannya ditabrak dengan cukup keras.

Ditempat yang sama, Titin istri Azrul mengaku selamat. Ia mengatakan kejadian tersebut begitu cepat.

“Kayak terbang mobilnya. Alhamdulillah nggak apa apa,”Alhamdullah kami tidak ada yang luka. Kami pakai safety bell. Hanya sedikit syok saja,” sebutnya.

Sopir truck gandeng yang bemuatan pipa tersebut Andi (50) mengalami luka ringan.
“Untung saya pakai safety belt. Jika tidak mati saya dihantam pipa,”sebutnya.

Laka lantas tersebut, berhasil dievakuasi petugas Satlantas Polresta Barelang. Wakasatlantas AKP Kartijo dan sejumlah petugas langsung ke TKP sehingga keramaian lalu lintas tetap normal.

Kanit Laka Polresta Barelang Iptu E Marpaung nengatakan kejadian lakalantas kendaraan truck gandeng dan mobil honda mobilio tersebut di perkirakan jam 15.00 WIB.

“Arah Simpang Kabil menuju Bandara. Sehingga yang dari belakang menabraknya. Tidak ada korban jiwa. Cuma luka ringan dan langsung dilarikan ke RS Elizabeth,”ujarnya.

Dikatakan, lakalantas tersebut langsung dievakuasi. Saat ini petugas Satlantas Polresta Barelang mengolah TKP.

“Kita masih lidik. Kita juga akan periksa saksi dan korban. Untuk kemacetan kita berhasil urai dengan cepat,” pungkasnya.(adinarof)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kabar duka datang dari Liga Kroasia, nyawa Bruno Boban tidak lagi tertolong setelah jatuh pingsan di tengah pertandingan.

Dilansir BolaSport.com dari lad Bible, pemain klub Marsonia bernama Bruno Boban tiba-tiba jatuh pingsan di tengah lapangan.

Sebelumnya Bruno Boban terkena bola di bagian dada saat pertandingan memasuki menit ke-15.

Salah satu pemain tim Slavonija Pozega melesatkan tembakan dari jarak dekat yang kemudian mengenai dada Bruno.

Awalnya pemain berusia 25 tahun itu tidak merasakan sakit yang cukup berarti dan masih bisa melanjutkan pertandingan.

Namun tak lama kemudian, Bruno Boban langsung tersungkur pingsan di tengah lapangan.

Tim medis pun langsung turun tangan dengan membawa ambulan untuk membawa Bruno ke ruang perawatan.

Nahas, 40 menit setelah menjalani perawatan, nyawa pemain asal Kroasia itu tidak dapat tertolong lagi.

Para pemain lain yang menyaksikan kejadian tragis itu pun tak kuasa untuk menahan air mata.

Sampai saat ini penyebab pasti kematian Bruno Boban masih belum diketahui. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Bagian (Kabag) Humas Rumah Sakit Syekh Yusuf, Muhammad Taslim mencurigai telur yang di dalam tubuh Akmal (14) sengaja dimasukkan sendiri. Sebab, secara logika medis tak mungkin telur itu bisa berada di saluran pencernaan.

“Sejauh ini kecurigaan kita seperti itu. Tapi kan kita nggak lihat langsung. Tapi kecurigaan kita ada sengaja dimasukkan. Tapi kita tidak lihat,” kata Taslim saat dihubungi, Senin 19 Februari 2018.

“Kalau secara ilmiah tidak mungkin ada telur di dalam tubuh manusia. Itu tidak mungkin, apalagi itu di salur pencernaan,” imbuhnya.

Diketahui, Akmal, bocah asal Gowa, Sulsel, mengeluarkan telur dari tubuhnya sejak 2015. Terakhir malam kemarin 18 Februari 2018 ia diberitakan kembali mengeluarkan dua butir telur.

BACA: Akmal, Remaja Ini Kembali Bertelur di Rumah Sakit

Setelah melalui pemeriksaan, kata Taslim, kondisi tubuh Akmal dalam keadaan normal. Asal muasal telur itu bisa berada di dalam tubuhnya tidak bisa dijelaskan.

“Nggak ada. Semuanya normal,” sebutnya.

Belum ada observasi lebih lanjut soal dua telur baru yang dikeluarkan oleh Akmal. Namun, Taslim mengatakan telur-telur yang pernah dikeluarkan pada 2015 dinyatakan sebagai telur ayam biasa.

“Dua tahun lalu kita minta ada pemeriksaan itu telurnya. Tapi saya tidak tahu hasil terakhir. Tapi setahu saya terakhir dicek bahwa itu hanya telur ayam. Kalau yang saat ini saya belum konfirmasi lagi,” ucap Taslim.

Hingga kini Akmal masih menjalani perawatan medis di rumah sakit Syech Yusuf Sungguminasa dan rencananya akan menjalani isolasi selama tujuh hari guna mengungkap penyebab keberadaan telur di dalam tubuhnya.

Tak Pernah

Sementara itu, ayah Akmal, Rusli, menegaskan, anaknya tidak pernah menelan telur secara bulat-bulat.

“Tidak pernah dia makan telur bulat-bulat, telur utuh, buat apa?” ujar Rusli saat dikonfirmasi.

Rusli juga membantah adanya isu santet terhadap anaknya. Dia sampai saat ini tidak tahu penyebab anaknya mengeluarkan telur dari tubuhnya.

“Saya ini imam di kampung saya, tidak ada santet. Saya hanya percaya pada Maha Kuasa,” ucapnya.

Rusli berharap hasil penelitian medis kedokteran bisa menjawab apa yang diidap anaknya. Dia mengatakan, sudah ada telur yang dipegang dokter untuk diteliti.

“Sudah ada yang diteliti dokter tapi belum ada hasilnya,” ucap Rusli. (***)

sumber: hariansib.co

Unsur mengandung babi dalam kedua obat yang dinyatakan BPOM ada di cangkang kapsul.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Unsur halal-haram dalam hukum Islam secara syariat juga terkait situasi-situasi darurat. Dua obat yang disebut mengandung DNA babi, Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dan tablet Enzyplex produksi PT Medifarma Laboratories, dinilai tak memenuhi unsur kedaruratan tersebut.

BACA: Ini Tanggapan BPOM Terkait Berita Viostin DS dan Enzyplex Tablet yang Mengandung DNA Babi

“Kedua obat ini bukan termasuk obat untuk kondisi darurat sehingga memang tidak perlu digunakan secara darurat kalau tidak halal,” ujar dr Ari F Syam SpPD dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM kepada Republika.co.id, Jumat 2 Februari 2018.

Berdasarkan pengamatannya, selama ini, kedua produk tersebut memang sudah umum digunakan oleh masyarakat.

Enzyplex yang mengandung enzim, antikembung, dan vitamin B kompleks biasanya digunakan untuk mengatasi kembuh dan gangguan pencernaan lain.

Sedangkan, Viostin DS mengandung glukosamin dan khondriotin sulfat sebagai suplemen sendi. “Banyak pasien yang merasa nyaman setelah menggunakan obat ini,” ujarnya. Namun, lanjutnya, sebenarnya masyarakat tidak perlu panik dengan ditariknya kedua produk ini karena ada obat lain di pasaran yang bisa menggantikan manfaat dari kedua suplemen tersebut.

Apalagi kalau selama ini kedua produk tersebut digunakan hanya untuk kesehatan sendi untuk Viostin DS atau kesehatan pencernaan untuk Enzyplex. “Sehingga, menyetop obat ini tidak akan membuat masalah buat kesehatan,” tambahnya.

Akan tetapi, untuk masyarakat yang selama ini menggunakan kedua suplemen ini sebagai obat, sebaiknya memang ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab dari nyeri sendi atau keluhan kembung yang terjadi. Dengan begitu, pengobatan yang tepat dapat dilakukan.

Sejauh ini, unsur mengandung babi dalam kedua obat dan suplemen yang dinyatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah cangkang kapsul. Penemuan DNA babi berhasil ditelusuri setelah dilakukan analisis berbasis asam nukleat.

Kepala Laboratorium UI Halal Center, Amarila Malik, mengatakan, gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen dari kulit, jaringan ikat putih, dan tulang hewan. Dalam industri farmasi, gelatin digunakan dalam pembuatan kapsul lunak dan kapsul keras, tablet, granul, suplemen makanan, dan sebagai penyalut bagi produk-produk obat.

“Sumber gelatin dapat berasal dari mamalia, seperti sapi dan babi, juga dari unggas dan ikan. Namun, paling sering digunakan adalah gelatin yang berasal dari sapi atau babi,” ujarnya kepada Republika.co.id, kemarin

Amarila dan tim riset bioteknologi farmasi menjelaskan proses pembuatannya, gelatin terbagi menjadi dua tipe, yaitu gelatin tipe A dan gelatin tipe B. Gelatin tipe A umumnya dibuat dari kulit hewan muda (seperti kulit babi) dengan cara direndam dalam larutan asam sehingga proses pelunakannya dapat terjadi lebih cepat. Sedangkan, gelatin tipe B umumnya dibuat dari kulit atau tulang sapi dengan cara direndam dalam larutan basa.

Secara ekonomis, gelatin tipe A lebih disukai produsen obat-obatam dibandingkan dengan gelatin tipe B. Gelatin yang direndam dalam larutan asam (gelatin tipe A) membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu 3-4 minggu dibandingkan dengan gelatin yang direndam dalam larutan basa (sekitar 3 bulan).

Gelatin tipe A juga tidak memerlukan larutan pencuci yang banyak dan prosesnya lebih singkat. Namun, di Indonesia gelatin tipe A yang berasal dari babi memiliki permasalahan terkait dengan status nonhalalnya.

Dengan cara pembuatan gelatin lewat ekstraksi dengan menggunakan suhu tinggi, sterilisasi, dan pengeringan serta tak terstandardisasi, ini menimbulkan dampak jumlah materi yang dapat dianalisis untuk mengetahui sumber asalnya menjadi sekelumit karena amat terdegradasi. Degradasi gelatin menyebabkan kesulitan tersendiri dalam identifikasi spesies asal gelatin berbasis protein gelatin.

Namun, karena gelatin berasal dari jaringan hewan, seperti kulit dan tulang, di dalam gelatin tersebut masih mengandung asam nukleat DNA yang terbawa pada saat proses pembuatan. “Sekelumit asam nukleat DNA ini dapat dimanfaatkan untuk analisis gelatin sehingga dapat diketahui asal spesies gelatin yang digunakan,” kata Amarila. n ed: fitriyan zamzami. (***)

sumber: republika.co.id

KRIMINALITAS

Jumat | 02 Februari 2018 | 9:48

Warisan Tak Dibagi, Sukarno Tusuk Ibu Tiri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kediri – Seorang pria berusia lanjut diamankan polisi setelah melakukan percobaan pembunuhan terhadap ibu tirinya. Pelaku menusuk korban menggunakan pisau.

Anak durhaka ini adalah Sukarno (61) warga Wonotengah, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Dia sudah diamankan di Polsek Purwoasri. Sedangkan korban Suwarti (72) dilarikan ke Rumah Sakit HVA Pare.

“Benar telah terjadi kasus percobaan pembunuhan yang dilakukan anak terhadap ibu tirinya. Kasus ini ditangani Polsek Purwoasri,” kata Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatikh Wicaksono, Jumat 2 Februari 2018.

Peristiwa berdarah itu terjadi di rumah korban, pada Kamis 1 Februari 2018 pukul 02.30 WIB. Korban dan pelaku tinggal serumah di Desa Wonotengah.

Sudah dua bulan terakhir, selama mereka tinggal serumah selalu terlibat pertengkaran atau cekcok. Pelaku meminta warisan tanah rumah peninggalan ayahnya.

Sukarno yang terbakar emosi kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan pisau dan balok kayu. Akibatnya korban mengalami tusuk dan pukulan.

Karena kondisi lukanya parah, masyarakat setempat melarikan korban ke RS HVA Tulungrejo Pare. Sementara itu, anggota Polsek Purwoasri yang mendapat laporan, langsung mengamankan pelaku bersama barang bukti pisau dan balok kayu.

Informasi yang didapat menyebutkan, Sukarno sakit hati kepada korban karena tidak diberi warisan dan bahkan diusir. Akhirnya pelaku kalap hingga melakukan tindakan nekat itu. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Petualangan Kurniawan alias Micung (23) dan Juni Anwar alias Micky (19) melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) atau membegal berakhir setelah diberondong peluru tim Anaconda Polres Karawang, Kamis 25 Januari 2018 dini hari.

Tapi sebelumnya mereka masih sempat lari sambil mengacungkan pistol airsoft gun ke arah petugas meski sudah diberondong dua peluru.

Dua begal sadis asal Kampung Sukasenang, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, itu merupakan eksekutor jaringan Odet (19), yang sudah lebih dulu ditembak polisi.

Bahkan, sebelumnya, akun Facebook Pamanah Rasa mengunggah ke grup Facebook Karawang Info yang berisi tantangan kepada polisi dan mengaku tak mempan ditembak.

Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan menduga akun tersebut milik salah satu dari kedua pelaku.

Hendy mengatakan, berdasarkan penuturan MR (19), rekan pelaku yang ditangkap lebih dulu, keduanya sudah berguru untuk memperoleh ilmu kebal sehingga tidak takut saat beraksi.

“Kami tidak tahu jenis ngilmu seperti apa,” kata Hendy saat ekspose di kamar mayat RSUD Karawang, Kamis 25 Januari 2018.

Selain diduga mempunyai ilmu kebal, saat ditangkap, Micky dan Micung juga menodongkan pistol airsoft gun kepada petugas. Saat ini polisi masih menelusuri asal senjata tersebut.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, diperoleh informasi dari MR bahwa Micky dan Micung akan kembali beraksi di wilayah Cikampek.

Tim Anaconda kemudian melakukan patroli dan mendapati keduanya.

“Begitu melihat kami, keduanya langsung mengacungkan senjata. Karena membahayakan nyawa petugas dan orang-orang di sekitar, keduanya kemudian dilakukan tindakan tegas terukur,” ujar Maradona.

Bahkan, setelah diberondong dua peluru pun, keduanya masih berlari dan mengacungkan senjata kepada petugas.

Petugas terpaksa kembali melakukan tembakan. Setelah itu, keduanya tersungkur.

“Setelah di RSUD Karawang, dalam tubuh Micky ditemukan tiga peluru dan dalam tubuh Micung ditemukan empat peluru,” ungkapnya.(***)

sumber: tribunnes.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Publik masih saja tidak percaya atas berita gugatan cerai yang diajukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada sang istri, Veronica Tan.

Bagaimana tidak. Keduanya selama ini dikenal sangat mesra.

Rumah tangga mereka juga begitu harmonis.

Bahkan, saat Ahok menghadapi kasus hukum hingga memenjarakan dirinya, pasangan suami istri ini terlihat tetap kompak dan saling dukung satu sama lain.

Keromantisan keduanya pun ditunjukkan tidak hanya saat bersama. Ketika Ahok mendekam di penjara ia juga menunjukkan rasa cinta yang besar kepada sang istri.

Salah satunya dengan membuat puisinya sangat romantis,

Puisi dalam bentuk surat itu dibuat Ahok sebagai ungkapan perasaan kepada istrinya bertepatan di hari ulangtahun ke-20 pernikahan mereka.

Surat itu, juga pernah dibacakan oleh putra sulungnya, Nicholas Sean Purnama, saat Malam Apresiasi kepada penulis buku “Ahok di Mata Mereka” pada 7 September 2017.

Berikut isi surat itu:

“Hadiah terbesar hari ulang tahun pernikahan ke-20 adalah aku di dalam tahanan menyadari betapa beruntungnya pernikahan kita masih utuh dan engkau memaafkan semua kegilaan kerjaku, melayani masyarakat dan sekali pun mendapat balasan masuk dalam tahanan dan tidak dipilih. Tapi saya mendapatkan istri yang mengasihi aku dan anak-anak kembali”.

“Kalau ada yang salah dalam hubungan suami istri, umumnya yang salah pasti suaminya,” lanjut Sean membacakan surat ayahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahok menggugat cerai istrinya, Veronica Tan, yang sudah dinikahinya selama 20 tahun.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh pengacaranya, Josefina Agatha Syukur, Senin8 Januari 2018. (***)

Simak video lengkapnya di bawah ini:

 

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Sebuah screenshoot yang memperlihatkan bukti transfer yang dilakukan Raffi Ahmad beredar di dunia maya . Raffi Ahmad diduga mentransfer uang ke rekening Ayu Ting Ting.

Tak tanggung-tanggung, suami Nagita Slavina itu diduga berikan uang sejumlah Rp 52 juta ke pelantun tembang Geboy Mujaer itu

Dari bukti transfer yang beredar di dunia maya, rekening tabungan atas nama Raffi Farid Ahmad diduga mengirimkan uang puluhan juta ke rekening atas nama Ayu Rosmalina pada tanggal 28 Desember 2017.

Foto tersebut diposting oleh akun gosip Instagram @dramakuin. Akun ini memposting bukti transfer tersebut hingga menuai beragam asumsi netizen.

Belum diketahui pasti foto bukti trensfer tersebut merupakan asli, ataukah hanya rekayasa

Pasca bukti transfer beredar di dunia maya, maka netizen pun heboh mengatakan salam lima puluh dua. Namun belum tahu kiriman uang itu ditujukan untuk apa. Benarkah merupakan jatah simpanan atau berkaitan dengan pekerjaan?

Istimewa

Ini memang bukan kali pertama, Raffi dan Ayu kepergok saling transfer. Sebelumnya, Ayu juga pernah ketahuan transfer ke rekening ibunda Raffi, Amy Qanita, sebesar Rp 5 juta. Dalam keterangan tertulis, ‘uang bulanan mama’.

Walau netizen heboh dengan salam lima puluh dua, namun tak sedikit yang beranggapan bahwa jumlah uang yang diberikan Raffi pada Ayu tak seberapa dibandingkan dengan harga satu tas branded milik Nagita Slavina. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Seorang pria di Jember ditangkap diduga mencabuli anak di bawah umur. Choirul (38), ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Padomasan, Kecamatan Jombang. Pria warga Kecamatan Kencong itu kini meringkuk di tahanan.

“Tersangka berhasil kita tangkap selang seminggu dari laporan pihak korban,” kata Kanitreskrim Polsek Kencong, Aiptu Suryono, Senin, 1 Januari 2018.

Dia menerangkan, korban seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang masih kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Korban merupakan murid mengaji istri tersangka.

“Istri tersangka ini guru ngaji di rumahnya dan korban merupakan salah satu murid istri tersangka ini,” kata Suryono.

Pencabulan terjadi saat korban hendak mengaji di tempat tersangka. Kebetulan saat itu istri tersangka sedang tidak berada di rumah.

“Rupanya situasi itu dimanfaatkan tersangka mencabuli korban. Tersangka juga mengancam korban agar tidak memberitahu siapapun,” ungkap Suryono.

Namun ancaman tersangka ini tak mempan. Begitu pulang dan sampai di rumah, korban yang merasa diperlakukan tak senonoh langsung menceritakan ke orang tuanya. Ulah tersangka ini pun akhirnya dilaporkan ke polisi.

“Tersangka sendiri langsung kabur dari rumah begitu tahu keluarga korban melapor ke polisi. Bahkan ketika kita tangkap di tempat persembunyianya, tersangka ini hendak kabur ke Kalimantan,” pungkas Suryono. (***)

sumber: detik

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Taman Bugis Junction jadi perhatian masyarakat. Di lokasi ini, Winner Bugis Junction fokus menyambut pergantian tahun. Berbagai kegiatan berjalan baik dengan puncak menggelar pesta kembang api menyambut datangnya tahun 2018 itu.

Penyelenggara menyediakan berbagai fasilitas keluarga seperti stand kuliner dan tempat permainan anak-anak. Semua itu dilengkapi dengan panggung hiburan diiringi alunan musik yang khusus untuk masyarakat pengunjung.

“Disini kita banyak menyediakan bermacam kuliner serta memberikan fasilitas hiburan. Termasuk permainan anak-anak. Alhamdulillah, banyak sekali keluarga yang datang kesini,” ujar Manager Kawasan Winner Bugis Junction, Andri Fajari, Minggu, 31 Desember 2017.

Kedepan, Andri berharap Winner Bugis Junction akan semakin maju, sukses dan tentunya semakin ramai. Harapan inilah yang mesti dioptimalkan, sehingga di tahun 2018 bisa lebih maksimal lagi berada ditengah-tengah masyarakat Batam, khususnya Batuaji.

“Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Begitu juga buat masyarakat Batuaji yang telah datang berkunjung melengkapi kemeriahan pesta kembang api akhir tahun ini,” ucapnya.

Mei, pedagang di angkringan sekitar Taman Winner Bugis Junction mengatakan bahwa antusias warga Batam khususnya yang berada di daerah Batuaji terlihat sangat senang menikmati pesta kembang api tersebut. Ramainya pengunjung yang datang, memberikan keuntungan terhadap para pedagang di angkringan sekitar taman.

“Masyarakat tampak antusias menyaksikan pesta kembang api disini. Mereka pun banyak yang datang belanja ke angkringan para pedagang hanya untuk melihat kembang api. Ada yang berkeluarga dan ada pula yang berpasangan,” ungkapnya.

Wanto, seorang pengunjung mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Winner Bugis Junction yang telah mengadakan pesta kembang api perayaan pergantian tahun ini. Semoga kedepan tempat ini bertambah ramai dikunjungi oleh masyarakat.

“Terimakasih karena telah menggelar pesta kembang api disini, sehingga kami warga sini tidak perlu jauh lagi untuk menyaksikannya di tempat lain seperti Batam Centre atau di Marina,” ujar warga Dapur 12 Batuaji ini.

Untuk diketahui, pesta kembang api yang dibuat oleh salah satu perusahaan property ternama di Batam ini, memang untuk menghibur serta menciptakan suasana kebersamaan dengan masyarakat Kota Batam khususnya Batuaji dalam menyemarakkan perayaan malam pergantian tahun.

Serangkaian acara dilengkapi dengan berbagai aksi panggung pilihan dari pihak penyelenggara, adapun seperti nyanyian dengan musik dangdut, dan nyanyian lainnya. Disamping itu, dilokasi juga terdapat angkringan yang diisi oleh para pedagang, termasuk fasilitas permainan untuk anak-anak. (kmg/ria)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah foto beredar di Figure 1, sebuah forum berbagi untuk kalangan dokter dari seluruh dunia. Foto tersebut menampilkan urine dengan warna tak biasa, yakni hijau.

Lazimnya, urine berwarna jernih hingga kekuningan. Urine berwarna hijau dalam sebuah kantong yang tersambung dengan kateter tersebut jadi perbincangan karena dianggap tidak lazim.

Dikutip dari Mayo Clinic, urine berwarna hijau bisa disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah pemakaian pewarna methylen blue untuk menguji fungsi ginjal. Warna biru yang dihasilkan senyawa ini bisa menghasilkan warna hijau ketika berpadu dengan warna kuning dari urine.

Kemungkinan lainnya adalah penggunaan obat-obat tertentu, seperti amitriptyline, indomethacin, dan propofol. Bisa juga disebabkan oleh hypercalcemia, sebuah kelainan langka yang diturunkan dan sering disebut juga blue diaper syndrome.

Beberapa jenis infeksi saluran kemih juga menyebabkan urine berwarna hijau. Salah satunya adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri pseudomonas.

Dalam foto yang jadi perbincangan tersebut, catheter bag yang menampung urine memberikan petunjuk bahwa urine berwarna hijau berasal dari pasien yang tengah dirawat intensif.

sumber: detik.com