Tidak

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam — Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menyesalkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum juga melaksanakan sejumlah pokir (pokok pikiran) anggota dewan. Rencananya hal tersebut akan ditanyakan langsung ke Pemko dalam Rapat Paripurna dengan agenda APBD Perubahan, besok Senin, 3 September 2018.

“Kita berhak menanyakan, kenapa pokir ini belum juga dilaksanakan dalam Paripurna APBD Perubahan,” ujar Nuryanto, Minggu, 2 September 2018.

Semestinya, kata Nuryanto, Pemko Batam berkomitmen dan konsisten dalam penyelesaian pokir ini. Pasalnya pokir itu juga bagian dari aspirasi masyarakat kota Batam melalui DPRD dan sudah tersusun di Rencana Kerja Pembangunan Daerah.

“Sudah menjadi peraturan daerah APBD 2018 pokir wajib dilaksanakan. Kalau Pemko tidak melaksanakan, berarti tidak menjalankan peraturan APBD 2018,” katanya.

Nuryanto menegaskan, Pemko Batam jangan membuat polemik antara wakil rakyat dengan rakyat yang diwakili. Memang, kata dia, DPRD bukan pelaksana. Namun, lembaga ini fungsinya adalah pengambil kebijakan.

“Tidak boleh juga mengubah atau menginisiasi peraturan yang sudah kita sepakati,” tambahnya.

Sementara itu perihal Paripurna pembahasan LKPJ Jumat 31 Agustus lalu, Nuryanto mengatakan, tidak ada hubungannya dengan pokir dewan yang tidak diselenggarakan. Dalam paripurna tersebut seharusnya memberikan catatan-catatan atau temuan kegiatan Pemerintah Kota (Pemko) Batam 2017 lalu. (**)

Sumber : tribunbatam.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi membuka Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batam di Grand i Hotel, Senin, 6 Agustus 2018.

Pada sambutannya, Rudi berharap agar angkutan umum di Kota Batam bisa bersatu, tidak saling bertengkar.

“Kalau semua jadi satu, khususnya hari ini transportasi, Batam akan selamat,” kata dia.

Ia mengatakan transportasi di Batam saat ini belum sempurna. Oleh karena itu ia memberi tugas kepada Organda untuk mencari solusi terbaik mengenai masalah transportasi ini.

Selain itu ia juga berpesan kepada sesama pengemudi angkutan umum, baik massal maupun sewa, agar saling menghormati. Karena posisi keduanya sama-sama sedang mencari nafkah di Kota Batam.

“Mereka mau cari makan, kita silakan. Kita bagi-bagi sajalah Pak. Saya ingin betul bagaimana Batam ini berubah. Niat saya ingin meluruskan masalah Kota Batam. Efek yang lebih besar yang mau kita tarik sebenarnya,” sebut Rudi.

Transportasi umum ini, sambungnya, merupakan salah satu wajah Kota Batam. Sebagai kota yang sedang dikembangkan pariwisatanya, Batam perlu sarana dan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman. Untuk itu, ia berpesan agar angkutan umum ini bisa memperbaiki pelayanannya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Udin mengatakan muscablub dilaksanakan karena anggota merasa kepengurusan saat ini tidak terbuka. Oleh karena itu diadakan pemilihan Ketua baru untuk periode lima tahun ke depan.

“Ada tiga calon. Yang memiliki hak suara adalah operator, pemilik izin transportasi. Jumlahnya ada sekitar 50-an suara,” tuturnya. (***)

sumber: mediacentre.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kasus kekerasan terhadap anak seolah tak pernah ada habisnya. Seperti yang menimpa seorang bocah perempuan berusia 4 tahun berikut ini yang menjadi korban kekejaman ayah kandungnya sendiri.

Bahkan saking parahnya disiksa, bocah malang itu hampir tak mampu membuka kedua matanya.

Tak hanya menerima pukulan tangan keras sang ayah, ia juga dikurung di dalam toilet.

Bak kisah dongeng Cinderella, selain dikurung di toilet bahkan ia juga dipaksa untuk mencuci pakaian.

Dilansir dari laman Metro.co.uk, gadis cilik tersebut ditemukan di dalam toilet gelap dengan kondisi kedua tangannya sedang mencuci pakaian sang ayah di sebuah ember plastik.

Ketika ditemukan kondisi bocah tersebut sungguh mengenaskan. Bagian wajah terutama matanya mengalami luka memar parah dan membengkak.

Tak hanya itu di bagian punggungnya juga ditemukan sejumlah luka bakar dari puntung rokok sang ayah.

Kondisinya yang mengenaskan itu baru terungkap usai keluarganya mengunjungi rumah bocah cilik tersebut.

“Ayahnya yang selama ini mengurungnya di toilet sebelum meninggalkan rumah. Bocah itu dikurung mulai dari jam 6 atau 7 pagi dan baru kembali ke rumah pukul 10-11 malam untuk memberikannya makan,” ungkap pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut pengakuan sang keluarga, ayah bocah tersebut merupakan pecandu alkohol.

Usai mendapatkan laporan mengenai kekerasan pada anak, pihak otoritas lokal langsung mendatangi rumah pria tersebut yang berada di daerah Qingzhen, Giyang, Tiongkok.

Ayah korban yang diyakni bekerja sebagai sopir, telah ditangkap pihak berwajib.

Sementara itu, bocah cilik itu kini telah aman dan menerima perawatan intensif di sebuah rumah sakit setempat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Virus Ebola pertama kali membuat dunia tertegun saat tahun 2016 lalu menunjukkan keganasannya membunuh puluhan ribu korban jiwa di Afrika Barat. Belakangan ada ancaman wabah virus kembali, namun kali ini para ilmuwan sudah bersiap untuk menghadapinya.

Dilaporkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa ada puluhan kasus virus Ebola baru di Republik Demokratik Kongo. Karena tidak ingin mengulang tragedi maka beragam respons darurat diluncurkan dan para ahli optimis virus bisa ditangani.

Nah faktor apa saja yang membuat wabah Ebola di tahun 2016 dan 2018 berbeda? Berikut beberapa poinnya seperti dikuttip dari CNN, Kamis, 31 Mei 2018.

1. Reaksi dunia

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1976 virus Ebola tidak pernah menjadi perhatian serius para peneliti. Oleh karena itu ketika kasus baru mulai bermunculan di Afrika Barat tahun 2014 lalu dunia minim memberikan respons.

Otoritas baru menyadari tingkat kegawatdaruratan wabah setelah korban berjatuhan hingga mayat memenuhi jalan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah pernyataan mengakui kegagalannya, lalai dalam menanggapi virus Ebola.

Nah di tahun 2018 dengan kemunculan kembali kasus-kasus baru Republik Demokratik Kongo langsung berkoordinasi dengan WHO melakukan upaya pencegahan wabah. Selain itu berbagai organisasi global juga ikut turun tangan membantu.

2. Vaksin

Setelah Ebola tahun 2016 lalu memakan korban hingga sekitar 11 ribu jiwa, para peneliti menyadari pentingnya kebutuhan vaksin untuk melawan virus ini. Beberapa pihak berusaha mengembangkan vaksin yang pada tahun 2018 ini sudah masuk tahap uji coba.

Karena kondisinya dianggap darurat WHO pun menggunakan vaksin eksperimental tersebut pada kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo. Total ada sekitar 4.000 vaksin yang disiapkan.

3. Isolasi

Tahun 2014-2016 saat wabah Ebola masih terjadi di tingkat desa tidak ada upaya untuk mengontrol penyebaran penyakit. Akhirnya virus berhasil menyebar sampai ke kota padat penduduk di mana kemunculan kasus dan korban baru langsung meroket.

Nah di Republik Demokratik Kongo kejadiannya hampir serupa namun kali ini otoritas langsung melakukan upaya isolasi. Tujuannya untuk menangani pasien agar bisa kembali sehat dilingkungan terkendali sehingga virus tidak bisa menginfeksi orang lain.

4. Pemahaman lebih dalam

Karena sebelumnya tidak pernah dipelajari detail, ilmuwan kewalahan menghadapi wabah Ebola tahun 2014-2016. Sejak saat itu beragam penelitian dilakukan untuk mengetahui dan memahami virus Ebola secara keseluruhan.

Total saat ini diketahui ada lima spesies virus Ebola di dunia. Pengetahuan tersebut penting untuk tahu bagaimana harus menghadapi wabah dari tiap spesies yang mungkin punya mekanisme berbeda.

5. Tenaga kesehatan berpengalaman

Karena tidak pernah tahu bagaimana harus menghadapi pasien Ebola, tenaga kesehatan pun jadi korban keganasan virus di wabah tahun 2014-2016 lalu. Beberapa kali media internasional mengabarkan ketika ada petugas yang kembali ke negaranya karena terinfeksi bahkan sampai meninggal saat bertugas.

Pengalaman mengajarkan untuk tidak mengulang kesalahan yang sama sehingga pada wabah kali ini petugas lebih berhati-hati menangani pasien.

“Jadi kali ini mereka (tenaga kesehatan -red) sudah cukup berpengalaman bagaimana menghadapi wabah Ebola,” kata dr Anthony Fauci dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases, Amerika Serikat. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bantaeng – Kabar sepasang pelajar yang masih tercatat duduk di sekolah menengah pertama (SMP) buat sensasi.

Mereka tidak melakukan kenakalan remaja seperti remaja lainnya. Akan tetapi mereka ingin mengucap sumpah untuk sehidup semati dalam biduk berumah tangga.

Namun niat mereka ini tidak dapat berjalan mulus setulus cinta mereka. Usia calon pengantin (Catin) pria baru 15 tahun 10 bulan dan wanita masih 14 tahun 9 bulan.

Mereka pun telah mendaftarkan perkawinannya itu ke KUA Kecamatan Bantaeng dan mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Kamis, 12 April 2018.

Penghulu Fungsional pada KUA Kecamatan Bantaeng, Syarif Hidayat mengaku baru kali pertama memeriksa berkas Catin yang usianya begitu belia.

“Ini pertamakalinya saya dapat ada Catin semuda ini. Usianya kan biasa nanti diatas yang dipersyaratkan, apalagi ini dua-duanya sangat muda,” ujarnya via rilis, Sabtu, 14 April 2018.

Dia menyebutkan, karena usianya yang belum memenuhi syarat itu, pihak KUA setempat sempat menolak dengan mengeluarkan blanko N9 (penolakan pencatatan).

Tapi rupanya usaha kedua sejoli ini tak sampai disitu. Mereka mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama Bantaeng dan permohonannya dikabulkan.

“Sempat ditolak, karena usia keduanya masih belum cukup. Tapi rupanya mengajukan dispensasi dan disetujui oleh Pengadilan Agama,” tambahnya.

Karena dispensasi itu, tidak ada lagi alasan pihak KUA untuk menolak permohonan pernikahan kedua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu.

Syarif pun menggali informasi dari keduanya atas keinginan kuat membangun bahtera rumah tangga itu, namun tidak terdapat kejanggalan.

Bukan karena dijodohkan ataupun si wanita tengah berbadan dua, tapi memang keinginan kuat keduanya, ditambah sang wanita yang diketahui takut tidur sendiri. Diketahui anak perempuan ini juga mengalami kisah sedih terkait orangtuanya.

“Dari informasi tantenya. Anak ini takut tidur sendiri, karena ibunya meninggal setahun lalu dan ayahnya yang kerap keluar daerah karena urusan kerjaan,” tuturnya.

Padahal wanita ini diketahui masih duduk di kelas 2 SMP, bahkan dikenal berprestasi oleh teman sekelasnya.

Aturan Pernikahan di Bawah Umur

Pernikahan di bawah umur dinilai mempunyai banyak dampak negatif, mulai dari kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) yang dinilai belum mampu, kurang mampunya ego dari pasangan rentan menimbulkan kekerasan, hingga perceraian dini.

Tak hanya itu, seorang perempuan remaja dinilai belum siap melahirkan dan mengasuh anak.

Akibatnya, sang calon ibu ini tidak mendapat perhatian sesuai kebutuhan. Selain itu, remaja yang menikah dengan orang dewasa juga rentan dieksploitasi.

Menghindari adanya pernikahan dini, pemerintah telah membentuk UU, agar dapat menekan angka pernikahan dini.

Sesuai dengan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, syarat-syarat yang wajib dipenuhi calon mempelai sebelum melangsungkan pernikahan adalah menurut Pasal 6 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1974, perkawinan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.

Tak hanya itu, Pasal 6 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1974: untuk melangsungkan perkawinan seseorang yang belum mencapai umur 21 (duapuluh satu) tahun harus mendapat ijin kedua orang tua.

Jadi dalam UU, ketika dua mempelai, baik pihak laki-laki maupun perempuan, jika belum berusia 21 tahun, kedua mempelai harus mendapat persetujuan dari orang tua.

Jika tidak, maka pernikahan tersebut tetap dilakukan, pernikahan tersebut telah melanggar hukum.

Salah satu persyaratan dalam kepengurusan pernikahan di bawah umur oleh KUA, pihak calon perempuan harus mengisi formulir N-5 yang berisi surat persetujuan dari orang tua untuk melangsungkan pernikahan.

Tak hanya itu, mempelai juga harus mendapatkan surat izin dari pengadilan Agama untuk melangsungkan pernikahan.

Pernikahan di KUA tidak ada pungutan biaya atau gratis, selama kedua mempelai memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan maupun kecamatan.

Dan untuk pernikahan di luar KUA, calon mempelai harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 600 ribu, yang disetor ke kas negara.

Batal menikah

Pasangan sejoli di Bantaeng yang usianya masih dini batal menikah, Senin, 16 April 2018.

Pasangan SY dan FA yang sebelumnya telah mengikuti mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Kantor KUA, Kecamatan Bantaeng, Kamis, 12 April 2018 itu belum ada dispensasi dari Kantor Camat Bantaeng.

“Belum bisa menikah hari ini katanya karena belum ada dispensasi dari pak Camat Bantaeng,” ujar Sy.

Keduanya pun sempat menyambangi Kantor KUA Kecamatan Bantaeng di Jl Delima, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. SY didampingi oleh ibundanya dan FA didampingi oleh bibinya. Namun pernikahan yang sedianya dijadwalkan siang ini akhirnya batal.

Pernikahan baru akan dilakukan setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Camat Bantaeng. Camat Bantaeng, Chandra beralasan buru-buru dan hendak mendatangi pesta saat keduanya menyambangi kantor camat.

Padahal diketahui proses pencatatan tidak boleh ditolak lagi setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Pengadilan Agama Bantaeng. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Denpasar – AM (38), guru yang tidak pantas untuk ditiru. Dengan ancamannya, guru SMA ini merenggut mahkota Au (17) siswinya di salah satu sekolah di Denpasar.

Tidak butuh waktu lama, AM guru cabul ini harus berurusan dengan pihak berwajib. Ia ditangkap kepolisian, Jumat, 23 Maret 2018.

Informasi kejadia diketahui, guru sebuah sekolah di Denpasar ini sempat mengancam korban akan diberikan nilai jelek bahkan tidak dinaikkan kelas jika tidak melayani nafsu bejat pelaku.

Korban dicabuli setelah sebelumnya diancam gurunya. AM menggauli korban di salah hotel di kawasan Denpasar.

Modal ancaman itulah, yang membuat korban tak berdaya.

“Ada paksaan, jadi siswi ini mau menuruti,” ucap petugas kepolisian, Jumat, 23 Maret 2018.

Menurut dia, si guru ini mengancam akan memberikan nilai jelek.

Bahkan, mengancam tidak akan menaikkan kelas jika korban tak menuruti nafsu bejatnya. Kemudian juga akan digosipkan di sekolah.

Korban kemudian menceritakan kejadian ini ke orangtuanya, dari laporan inilah kemudian dilanjutkan ke kepolisian.

“Langsung diselidiki dan diamankan oleh anggota,” imbuh petugas tadi.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Artha Ariyawan menegaskan, atas kejadian itu pihaknya sudah melakukan penangkapan dan penahanan.

Ia bekoordinasi dengan pihak penggiat perempuan dan anak untuk memulihkan psikologi anak tersebut.

“Sudah kami tetapkan tersangka dan kami tahan,” bebernya.

Pelaku terancam dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cirebon – Pelaku pencabulan berinisial M nekat melakukan pencabulan terhadap keponakannya sendiri, TN (6).

Pelaku melakukan aksi nekatnya tersebut di rumahnya sendiri di Blok 4 Rt 03/04 Desa Sasakkarangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon pada Selasa, 6 Maret 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

“Pelaku nekat melakukan tersebut karena merasa kesepian dan jarang berhubungan dengan istrinya,” ujar Penyidik PPA Polres Cirebon Aiptu Sri Muryanti saat ditemui di Mapolres Cirebon, Senin, 19 Maret 2018.

Awalnya korban dijemput oleh pelaku pada saat pulang sekolah kemudian korban diajak kerumah orang tuanya untu mengganti pakaiannya.

Setelah itu korban diajak kembali ke rumah pelaku dan kemudian pelaku melakukan aksi pencabulannya.

Ketika melakukan aksi tersebut, korban merasa kesakitan dan keluar dari kamar tempat pelaku melakukan pencabulan.

Saat itu pelaku mengantarkan korban pulang ke rumah orang tuanya.

Pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB, pelaku melihat korban sedang tertidur di kamarnya.

Situasi tersebut dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan aksi pencabulannya lagi.

Korban merasakan kesakitan dan spontan lari ke luar rumahnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, ketika korban akan dimandikan oleh ibu kandungnya, TN merasakan kesakitan pada bagian kemaluannya.

Setelah itu TN mengaku bahwa dirinya telah dicabuli oleh pamannya sendiri.

Orang tua korban langsung melaporkan perbuatan M ke Polsek Babakan dan selajutnya dilakukan penyidikan.

Atas perbuatan tersebut pelaku mendapat ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Pelaku beserta barang bukti juga sudah diamankan di Mapolres Cirebon. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Belum lama ini sebuah pesan berantai tentang larangan menyalakan AC saat pertama kali masuk mobil beredar di media sosial.

Pesan ini pertama kali muncul di aplikasi chatting.

Pesan berantai tersebut menyatakan bahwa kebiasaan langsung menyalakan AC saat pertama masuk ke dalam mobil tanpa membuka kaca, dapat menyebabkan kanker.

Dalam pesan tersebut juga menyebutkan sebuah penelitian, dashboard mobil, sofa, pengharum mobil dapat menghasilkan Benzene, racun penyebab kanker (karsinogen).

Disebutkan juga bahwa Benzene dapat meracuni tulang, menyebabkan anemia dan menurunkan sel darah putih yang bila dalam waktu panjang menyebabkan Leukimia.

Tentu saja banyak orang menerima pesan ini dan mempercayainya begitu saja tanpa tau kebenarannya.

Toyota Astra Motor (TAM), selaku pihak yang ditulis sebagai sumber info dari pesan berantai tersebut pun memberi jawaban.

Dikutip Grid.ID dari KompasOtomotif, Toyota Astra Motor (TAM) menanggapi pesan berantai tersebut melalui General Manager Technical Service PT TAM, Dadi Hendriadi.

Dirinya mengatakan isi dari pesan tersebut salah.

“Kalau soal uap tersebut, para produsen mobil termasuk Toyota, sudah sangat mempertimbangkan, pada saat mendesain bagian interior mobil.”

“Proses tersebut juga termasuk pemilihan materialnya. Jadi info itu tidak benar,” ujar Dadi.

Dadi melanjutkan, ritual membuka kaca mobil bersamaan dengan menyalakan AC, juga kerap dia lakukan.

Namun, itu bukan untuk mengeluarkan zat beracun, tetapi agar ruang kabin cepat dingin dan kerja AC tidak menjadi berat.

“Saya juga melakukan hal yang sama, buka jendela kalau interior panas berjemur.”

“Namun itu untuk mengeluarkan udara panas di dalam mobil, dan membiarkan udara luar masuk. Ini supaya kabin lekas dingin,” ujar Dadi. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kecilnya alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Kepri untuk Kabupaten Lingga, terutama pembangunan insfrastruktur membuat Bupati Lingga, Alias Wello kecewa. Bahkan pria yang akrab disapa Awe ini mengancam untuk menolak semua plafon pagu dari Pemprov Kepri untuk Lingga.

“Saya sudah perintahkan Kadis PU Lingga gugat itu hari ini. Kalau prelu, tolak semua plafon pagu dari provinsi tersebut, silakan walkout dari forum pembahasan,” kata Bupati Lingga dengan tegas, Rabu, 14 Februari 2018.

Kemarahan Awe terhadap Pemprov tersebut karena Pemprov dinilai sudah keterlaluan. Alokasi anggaran yang diberikan untuk Lingga hanya Rp16 miliar di tahun ini.

“Ini sangat kecil untuk memback up giat perekonomian yang berbasis empat sektor prioritas unggulan daerah yang akan mengharumkan nama Provinsi Kepri di pentas nasional sebagai penguatan kedaulatan pangan bagi kawasan perbatasan,” ujarnya.

Dia menilai, saatnya sekarang ini Lingga menunjukkan sikap penolakan terhadap alokasi-alokasi anggaran provinsi yang tidak mencerminkan azas berkeadilan, pemihakan bagi pertumbuhan ekonomi wilayah yang setara dan proporsional.

“Bagaimana kita mau memacu percepatan pertumbuhan wilayah dan mengundang investor ke Lingga, sementara tidak didukung oleh insfrastruktur yang memadai,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar juga mengaku kecewa dengan apa yang diberikan Pemprov Kepri kepada Pemkab Lingga.

“Yang jelas Pemda kecewe, komitmen kita sudah ditunjukkan oleh PU Lingga untuk menyampaikan suaranya,” ujar Nizar.

Diketahui, untuk pembangunan insfrastruktur dari Pemprov Kepri tahun 2018 ini, Kabupaten Lingga hanya mendapatkan perbaikan 1 Km untuk jalan Lintas Timur Pulau Lingga.

Padahal, jalan tersebut mengalami rusak berat sepanjang 11 Km dan menjadi kewenangan Pemprov Kepri. Bahkan, kawasan tersebut juga ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pertanian (KSP) Provinsi. Namun, perhatian Pemprov untuk Lingga seolah tidak ada. (rilis humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Film ‘Petualangan Sherina’ menjadi film perdana sekaligus satu-satunya film yang dibintangi Sherina Munaf selama 18 tahun terakhir.

Sherina yang kini terlibat dalam film layar lebar ‘Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212’, mengatakan dirinya tak pernah hilang dari industri film tanah air.

“Sebenarnya aku enggak berfikir mengenai comeback (ke industri film) atau enggak, karena aku ngerasa aku enggak permah hilang,” kata Sherina ditemui dalam perilisan poster film ‘Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212’, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 13 Februari 2018.

Oleh sebab itu, Sherina menepis jika film yang diadaptasi dari novel ini, mendandai kembalinya ia ke industri film.

Pelantun ‘Geregetan’ itu pun mengungkap alasan dirinya tertarik menerima tawaran berperan sebagai Anggini, pendekar wanita yang merupakan sahabat dari Wiro Sableng.

“Kenapa (bersedia) menjadi Anggini, karena menarik aja karakternya dan berantem dan keren universenya,” katanya.

Persiapan fisik pun dilakukan Sherina, demi mempelajari gerakan pencak silat. Terlebih, Anggini digambarkan sebagai pendekar yang anggun namun juga lihai melakukan jurus pencak silat dengan selendang sebagai senjata.

“Anggini itu tiap melakukan gerakan tetap terlihat seperti pendekar yang terlatih bertahun-tahun,” katanya.

Film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 akan tayang di bioskop tanah air pada September 2018 mendatang.

Film yang didaptasi dari novel dengan judul sama itu telah melalui proses selama tiga bulan syuting yang dimulai sejak 21 Agustus 2018 lalu.

Tokoh utama yakni Wiro Sableng, diperankan oleh Vino G Bastian.

Selain Vino dan Sherina, deretan artis peran yang ikut berperan dalam film garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko ini di antaranya Marsha Timothy, Andy /Rif, Marsha Timothy hingga Yayan Ruhian. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDAKEPRI.CO.ID – Indonesia banyak menyimpan surga tersembunyi, beberapa diantaranya berada di Pulau Seram bagian Utara.
Pulau Seram Utara ternyata menyimpan keindahan alam yang luar biasa indahnya. Keindahan pantai dan lautnya terdengar harum bagi bangsa lain, kekayaan alam melimpah baik yang terlihat di permukaan, maupun di dalam laut.

Tanpa harus bersusah payah menyelam pun, kita bisa menikmati aneka ikan berwarna warni dari permukaan. Bulan Desember termasuk bulan yang baik untuk berkunjung ke Pulau Seram, karena laut tidak terlalu bergejolak, seiring dengan liburan sekolah dan liburan Natal juga Tahun Baru yang memungkinkan saya berangkat bersama keluarga.

Sebelum ke Pulau Seram, kami bermalam terlebih dahulu di kota Ambon selama 3 hari, dilanjutkan dengan perjalanan menuju Pulau Seram dari Pelabuhan Tulehu, yang jaraknya sekitar 40 menit dari kota Ambon. Untuk menyeberang ke Pulau Seram, ada dua kali keberangkatan, dan kami mengambil yang berangkat pukul 16 WIT.

Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, akhirnya kami tiba menjelang malam di Pelabuhan Amahai. Di Amahai kami menginap beberapa malam di Lounusa beach resort, sebelum akhirnya kami menyewa mobil untuk ke negeri Saleman, yang terletak di Seram Utara. Salah satu spot menarik di Amahai yang kami kunjungi dan kami rekomendasikan adalah Pantai Kuako. Pantai berbatu-batu yang sangat bersih dan sepi pengunjung, namun agak sulit dicapai karena untuk menuju ke pantai ini, setidaknya harus menyewa mobil, angkot, atau naik motor.

Penduduk percaya bahwa air di Pantai Kuako sanggup menyembuhkan berbagai penyakit luar maupun dalam.

Walaupun pantainya berbatu, namun batunya sama sekali tidak tajam, dan sangat nyaman di jadikan alas tiduran atau berendam tanpa harus menimbulkan luka di tubuh. Dari kejauhan, kami bisa melihat Tanjung Kuako, yang dipercaya penduduk setempat, sangat terlarang untuk dilihat atau dikunjungi oleh istri-istri Latuny.

Konon di Tanjung Kuako tersebut ada danau besar keramat, namun karena saya termasuk istri Latuny, jadi saya tidak bisa menyaksikan keindahannya dari jauh maupun dekat.

Perjalanan dari Amahai menuju negeri Saleman memakan waktu 2,5 jam, dengan menempuh perjalanan berliku, naik turun pegunungan, namun kami bersyukur jalan raya yang kami tempuh sangat mulus, dan agak heran karena di pedalaman seperti itu kami bisa menemukan kondisi jalanan yang prima.Sepanjang perjalanan kami bisa melihat hutan yang masih rimbun, serta pemandangan hijau yang luar biasa menyejukkan mata.

Sesekali mobil berhenti di spot spot strategis, untuk mengizinkan kami melihat kota Amahai dan lautnya yang biru dari kejauhan, serta pemandangan yang memperlihatkan Taman Nasional Manusela dari kejauhan. Sangat sangat indah, dan menyejukkan mata.

Sewa mobil untuk menuju ke/dari negeri Saleman: Rp. 1,2 juta. Akhirnya mobil sampai di negeri Saleman, suatu kawasan di Pulau Seram Utara yang menjadi titik transit bagi pengunjung, untuk menuju ke Pantai Ora, Tebing Batu, dan Air Belanda.

Dengan menyewa kapal seharga Rp. 600,000,- kami sudah bisa menikmati pesiar ke tiga lokasi tersebut satu hari penuh sepuasnya.

Kami sengaja tidak menginap di Ora dan memakai jasa agen tours dan travel, karena kami mengatur sendiri semua perjalanan kami, dan itu lebih memuaskan hati. Sungguh pengalaman yang luar biasa, dimana semua pengeluaran terbayar dengan kepuasan hati dengan indahnya pemandangan yang kami nikmati. Suatu hari nanti pasti kami akan kembali. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekalongan – Yunan (35) warga Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan nekat melakukan aksi bakar diri di depan rumah mantan pacarnya berinisial Dr (24) warga Ambukembang, Kedungwuni, Pekalongan karena cemburu.

Awal peristiwa, pelaku yang cemburu terhadap korban Dr datang. Minggu, 14 Januari 2018 siang, pelaku datang ke rumah korban, kemudian menyiramkan bahan bakar minyak ke arah korban dan membakarnya.

“Jadi si pria ini mendatangi rumah DR. Saat itu memberikan paketan kardus. Setelah itu si pria kembali ke motornya mengambil botol (berisi minyak),” kata Saim, warga Kedungwuni saat ditemui detikcom di lokasi kejadian.

Saat mengambil botol yang diduga berisi bahan bakar minyak itu, pelaku kemudian kembali mendatangi DR dan langsung menyiramkannya.

“Dengan botol yang berisi cairan itu disiramkan ke DR. Namun dirinya juga terkena cairan. Bersamaan dengan itu dirinya menyalakan korek api dan langsung terbakar,” kata Saim.

Menurut Saim, warga yang saat itu mendengar keributan sudah mendapati keduanya terbakar. Warga langsung berupaya memadamkan api pada keduanya.

“DR langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis. Sementara warga masih berupaya memadamkan api pada pelaku,” katanya.

Setelah api yang membakar tubur pelaku, petugas dari Polsek Kedungwuni kemudian membawa pelaku ke RSI Pekajangan. Pelaku juga mengalami luka bakar.

“Masih ada beberapa botol yang berisi cairan yang sama di motor pelaku dan tiga buah korek api,” jelas Saim.

Akibat kejadian tersebut, korban yakni DR mengalami luka bakar di bagian kedua tangannya, badan dan kaki. Sedangkan pelaku sendiri mengalami luka bakar di sekujur tubuh, tangan dan kaki.

“Baik pelaku maupun korban mengalami luka bakar. Pelaku mengalami luka bakar sampai 60 persen, sedangkan korban mengalami luka bakar 50 persen,” Kata Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP M. Dahyar.

Menurutnya dari beberapa keterangan yang telah dikumpulkan petugas, motifnya cemburu terhadap korban.

“Pelaku cemburu terhadap korban, karena tidak mau kembali menjalin hubungan asmara lagi,” katanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang pengguna akun Facebook bernama Kenny Matthew Alexanders Monroe, mencurahkan isi hati karena suami meninggalkannya, Sabtu (30/12/2017).

Melalui sebuah forum di grup, Kenny blak-blakan suaminya direbut oleh seorang gadis belia yang masih berusia 15 tahun.

Kenny menyebut, gadis berinsial TY tersebut telah menjalin hubungan dengan suaminya sejak 2014.

Suami lebih memilih TY dan tak mempedulikan dirinya dan anaknya yang masih berusia balita.

Bahkan saat anak-anaknya sakit, suaminya juga tak menyempatkan diri untuk pulang.

“Gara-gara dia, anak-anak terlantar, saya pisah rumah dan bapaknya enggak ma ketemu anak-anak, menghubungi apalagi,” tulis Kenny.

Dalam curhatnya itu, Kenny juga menyertakan foto-foto screenshot yang diduga unggahan milik TY.

TY tak sungkan untuk memamerkan kemesraan dengan pria yang disebut-sebut suami Kenny.

Bahkan pada sebuah postingan, TY meminta agar Kenny tidak mengganggunya dan suami Kenny lagi.

TY yang masih berusia remaja ini diketahui duduk di bangku sekolah swasta internasional di Kelapa Gading, Jakarta Utara. (***)

sumber: bangkapos.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pangan pokok Indonesia diwarnai keanehan yang biasa disebut anomali pasar. Indikasi anomali terlihat dari disparitas harga yang tinggi antara harga di petani dan di eceran (konsumen).

Kepala Pusat Data dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan walaupun pasokan pangan surplus namun terjadi disparitas harga bawang merah, cabai, telur ayam, daging ayam, minyak goreng, jagung dan lainnya sangat tinggi berkisar 160-400 persen.

“Fenomena ini menunjukkan pasar tidak sehat, akibatnya para petani dan konsumen menanggung derita,” ujar Suwandi, Senin, 25 Desember 2017.

Kata Suwandi, Indonesia tengah mengalami surplus bawang merah dan berhasil ekspor komoditi tersebut pada Januari-November 2017 lalu sebesar 7.561 ton (BPS).

“Artinya tidak ada masalah di pasokan. Namun yang terjadi di pasaran ternyata harga di konsumen sangat tinggi sementara harga di petani jatuh,” jelasnya.

Dia membeberkan bila saat ini disparitas harga bawang merah hampir 400 persen. Harga bawang merah tingkat eceran pada Minggu-II Desember 2017 sebesar Rp 26.187 per kg (Sumber BPS diolah Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan). Harga rata-rata pasar di Jakarta melalui situs yang tersebar di www.infopangan.jakarta.go.id per tanggal 24 Desember 2017 disebutkan harga bawang merah Rp 26.933 per kg sementara harga di petani berkisar Rp. 7.000-9.000 perkg.

“Bahkan di Enrekang beberapa bulan lalu harga jatuh menjadi Rp 3.000. Kondisi menyedihkan karena harga di petani jatuh, tidak diperhatikan, sementara bila harga di konsumen naik sedikit saja langsung mendapat perhatian semua pihak,” ungkapnya.

Diwawancara terpisah, Kosim, petani yang tinggal di Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk mengatakan harga bawang merah di petani Rp 8.000-9.000 per kg dan harga di penebas untuk kualitas bagus Rp 10.000-11.000 perkg.

“Sementara biaya saprodi dan obat-obatan mencapai Rp 12.000 perkg, kondisi ini memprihatinkan pak,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Muslikhudin, Ketua Gapoktan Margo Makmur, Desa Bremi, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak mengatakan harga bawang merah di petani anjlok. Ia sebutkan saat ini di pasaran harga bawang merah kotor Rp 6.500 dan sudah bersih Rp 8.500 per kg.

“Walaupun pasokan cabai surplus namun terjadi disparitas harga cabai mencapai 180 persen. Harga rata-rata di Jakarta tanggal 24 Desember 2017 cabai rawit merah Rp 42.433 perkg dan cabai merah besar Rp 37.200 perkg,” jelasnya.

Sebagai informasi saat ini harga cabai rawit di sekitar area Lembang, Bandung Barat sekitar Rp 25 ribu per kilogram dan cabai merah besar Rp20 ribu per kilogram.

Harga Daging

Tak lagi impor, berdasarkan data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui kini Indonesia sudah berhasil mengekspor daging ayam hingga 276 ton tahun 2016 ini. Meski demikian disparitas harga ayam broiler kembali terjadi di pasaran. Data BPS pada minggu kedua Desember 2017 diketahui harga daging naik 160 persen menjadi Rp 32.070 per kilogram, sementara harga di Jakarta per tanggal 24 Desember 2017 sebesar Rp 34.500 per kilogram.

Manajer Rumah Potong Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Nover mengatakan pihaknya membeli harga daging ayam seharga Rp19.000 – Rp20.000 per kilogram dari peternakan di area Serang, Jawa Barat.

“Biaya prosesing yang pasti kami keluarkan sebanyak 10 persen,” sebutnya.

Harga Telur

Tak hanya daging, harga telur juga mengalami perbedaan yang sangat mencolok. Kepala Pusat Data dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Suwandi Mengatakan Indonesia sudah berhasil mengekspor telur dibperiode Januari – November 2017 sebanyak 374 ton.

“Artinya stok juga aman kan. Namun anomali pasar kembali terjadi. Harga telur ayam di Jakarta tanggal 24 Desember 2017 sebesar Rp 26.150 per kilogram, sementara harga di peternak berkisar Rp 20.000 – 22.500 per kilogram,” jelas Suwandi.

Menurut Denny, salah satu pemasok telur untuk wilayah Jakarta, selama ini ia membeli telur dari peternak ayam petelur di Lampung dengan harga Rp 21.500-22.000 per kilogram. Harga tersebut akan ditambah dengan biaya ongkos angkutan sebesar Rp800 – Rp1.000 per kilogram. K

“Kalau harga telur di peternak di Blitar, Kediri dan sekitarnya per kilogramnya Rp 20.500-22.000. Begitu juga di Magelang Rp21.500 – Rp22.000 per kilogram,” sebutnya. (***)

sumber: rmol

MEDIAKEPRI.CO.ID, Makasar  Kasus kematian Martina Marni (21), mahasiswi jurusan Bahasa Inggris semester 7, Universitas Kristen Indonesia, di Toraja, akhirnya bisa diungkap aparat Polda Sulsel.

Pelaku pembunuhan Martina adalah seorang pemuda bernama Putra alias Utta (19), mahasiswa pelayaran Barombong, Makassar.

Utta yang juga warga Kampung Gentengan, Desa Rante Kalua, Kecamatan Mangkendek, Kabupaten Tana Toraja, ini nekat membunuh korban, karena cintanya ditolak.

Pelaku ditangkap oleh tim unit khusus Polda Sulsel di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu, 23 Desember 2017.

Setelah membunuh dan menyetubuhi jenazah korban, pelaku lalu kabur ke Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Polres Toraja berhasil mengungkap identitas pelaku pembunuhan korban.

Diketahui pula bahwa pelaku kabur ke Makassar dan tinggal di sekitar kompleks Pelayaran Barombong.

Polres Toraja kemudian berkoordinasi dengan tim unit khusus Polda Sulsel.

“Setelah melakukan penjajakan terhadap siswa-siswa pelayaran dari Tana Toraja, maka ditemukan identitas pelaku yang dimaksud sebagai pelaku pembunuh Martina.

Akhirnya, pelaku pun berhasil diringkus tanpa perlawanan.

Pelaku pun mengakui telah membunuh Martina dan jenazahnya dia setubuhi.

Rencananya, pelaku akan dijemput oleh personel Polres Toraja untuk diproses hukum lebih lanjut,” katanya.

Menurut Danny, dari pengakuan pelaku saat diintrogasi tim unit khusus Polda Sulsel, setelah membunuh dan menyetubuhi jenazah korban, pelaku lalu membuang jasad korban ke semak-semak.

Pelaku nekat membunuh korban, karena cintanya ditolak.

“Adapun barang bukti yang disita polisi berupa 2 buah Hp merek Samsung. Hp tersebut adalah milik korban yang diambil oleh pelaku setelah melakukan pembunuhan,” tambahnya.

Sebelumnya telah diberitakan, sesosok mayat perempuan dengan tubuh penuh luka tusukan ditemukan di semak-semak tertutupi ranting pohon dan daun di Marrang, Kelurahan Tampo Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa, 19 Desember 2017 malam.

Korban diketahui bernama Martina Marni (21), mahasiswi jurusan Bahasa Inggris semester 7, Universitas Kristen Indonesia Toraja.

Korban meninggalkan rumah pada pagi hari.

Namun hingga malam, korban tak kunjung pulang.

Merasa khawatir, keluarga korban, Medi Tandi (38) dan Andarias Tappi (35) mencari korban.

Hingga akhirnya mereka menemukan korban di semak-semak. (***)

sumber: surya.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta -Keinginan Timnas Indonesia menjajal kekuatan besar Asia, Timnas Jepang, dalam laga uji coba dipastikan batal. Hal itu dikonfirmasi Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Ratu Tisha Destria.

Menurut Tisha, PSSI memang tidak mengundang Jepang dalam rangka test event pada menuju Asian Games 2018, pada Februari 2018 nanti. Pada November lalu, PSSI hanya mengundang tujuh negara yang terdiri dari China, Malaysia, Singapura, Qatar, Vietnam, dan Arab Saudi.

“Jepang tidak bisa, dan tidak ada dalam daftar undangan waktu pertama kali negara mengundang,” ujar Tisha kepada wartawan.

Tidak adanya Jepang dalam tim-tim test event sangat disayangkan. Terlebih lagi, PSSI telah bekerja sama dengan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) pada awal Desember lalu.

Tanpa adanya Jepang, sampai dengan saat ini, hanya ada tiga negara yang sudah menyertakan kesiapannya menjalani test event di Jakarta. Sedangkan, empat negara lainnya masih diupayakan untuk bisa ambil bagian dalam uji coba nanti.

“Jadi, yang (menyatakan) bisa itu China, Korea Selatan, Vietnam. Malaysia masih 50-50,” Tisha menjelaskan.

Tisha melanjutkan, tiga negara lain yang masih ditunggu konfirmasinya selain Malaysia adalah, Yordania, Iran, dan Singapura. PSSI berharap, ketujuh negara peserta test event nanti segera mendapat kepastian.

“Semoga saja tujuh negara yang direncanakan ini bisa konfirmasi. Arab Saudi dan Qatar itu kayaknya akan diganti Iran dan Yordania. Keempatnya (Arab Saudi, Qatar, Iran, Yordania) diundang, lihat saja nanti siapa yang konfirmasi,” ucap Tisha melanjutkan.

Test event ini merupakan kesempatan bagi Indonesia dalam mengukur kesiapan sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Saat ini menurut Tisha, PSSI terus berkomunikasi dengan panitia lokal penyelenggara Asian Games 2018, INASGOC untuk bisa mempercepat proses undangan verifikasi dan sebagainya.

“Karena, agenda federasi cukup padat, konfirmasi peserta masih minim secara formal. Kami terus mencoba sampai akhir tahun ini agar bisa mengetahui siapa saja pesertanya yang konfirmasi. Tapi kalau format, tidak berubah yakni mengundang tujuh negara,” ucap Tisha.

Di luar uji coba, sebagai persiapan menuju Asian Games 2018, PSSI akan menggabungkan program latihan Timnas Indonesia U-23 dengan U-19. Karena, untuk Timnas Indonesia U-19 juga akan melakoni turnamen di Piala Asia U-19.

“Karena, itu program kepelatihan yang berkesinambungan. Maka dari itu, maka baik TC (training center) maupun evaluasi tekniknya itu akan dalam kontrol Luis Milla (pelatih Timnas Indonesia),” ucap Tisha.

“Jadi jadwal latihannya itu mengikuti U-23 di satu tempat dan pada akhir bulan. Begitu caranya,” Tisha menambahkan. (***)

sumber: hariansib.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Penyakit difteri merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan bisa menyebabkan komplikasi kematian. Jika ditangani dengan cepat, penyakit ini bisa disembuhkan.

Difteri adalah penyakit yang menyerang saluran napas atas dan kulit akibat bakteri Corynebacterium diphtheriae. Kuman difteri menyebar melalui percikan air liur di udara, misalnya bersin dan batuk, sehingga amat mudah menular. Jadi, pasien difteri harus diisolasi.

“Isolasi juga bertujuan untuk membuat pasien tidak tertular infeksi lain sehingga daya tahan tubuhnya menguat,” kata Dr.dr.Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), ahli infeksi tropik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Menurut dokter yang akrab disapa Hinki ini, difteri mematikan karena bakteri penyebabnya akan menghasilkan toksin dan membentuk membran putih tebal di tenggorokan atau amandel.

“Membran putih itu dalam beberapa hari akan menutup saluran napas sehingga pasien sesak. Jika terus turun ke saluran napas bawah, pasien makin susah bernapas sehingga harus dilubangi lehernya untuk memberi jalan napas,” kata Hinki.

Racun difteri juga dapat terus menyebar ke jantung dan saraf melalui aliran darah, sehingga menimbulkan kematian.

Kondisi RSPI Sulianti Saroso, Senin 11 Desember 2017. Rumah sakit ini menjadi rujukan perawatan pasien difteri yang saat ini berstatus Kejadian Luar Biasa(Kompas.com)

Istimewa

Untuk mencegah komplikasi tersebut, pasien harus dibawa ke dokter dalam kurun waktu 72 jam setelah tertular.

“Karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri, penangannya dengan diberikan antibiotik dan juga serum antidifteri. Pasien juga harus diisolasi, diberi asupan makanan dan cairan agar kekebalan tubuh kuat. Sementara anggota keluarganya divaksin,” ujar Hinki.

Dijelaskan oleh Prof.Dr.Sri Rezeki Hadinegoro SpA (K), walau penyakit ini mematikan tetapi sejatinya bisa dicegah dengan imunisasi. Tidak hanya pada anak-anak, imunisasi juga perlu dilakukan oleh orang dewasa karena kekebalan dari vaksin lama kelamaan akan berkurang.

“Saat ini banyak orang dewasa yang menjadi pembawa (carier) kuman difteri.

Walau tidak menimbulkan gejala penyakit, tapi tetap bisa menularkan,” katanya. (***)