Tidak

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sebanyak 74 tenaga kontrak yang ada di Pulau Kundur, 10 orang diantaranya diberhentikan karena tak menerima SK perpanjangan.

Pemberhentian 10 orang tenaga kontrak tersebut dikarenakan tidak disiplin saat bekerja.

Itu disampaikan kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karimun, Sudarmadi, Senin, 1 April 2019.

Sementara itu, dari data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tercatat di tahun 2019 Pemkab Karimun memutus 74 orang tenaga kontra.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Mutasi dan Pengadaan Informasi BKPSDM Karimun Kiki Rachmadi.

Dikatakan Kiki, ke 74 honorer yang kontraknya tidak diperpanjang dikarenakan tidak disiplin.

“Selain tidak disiplin, ada juga yang mengundurkan diri,” ucap Kiki Rachmadi. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri ternyata hingga kini belum membayarkan gaji ribuan pegawai tidak tetap (PTT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), PTT guru, PTT sekretariat pemerintah daerah, serta sekretariat DPRD Kepri.

Tak hanya itu, gaji dan tunjangan anggota DPRD Kepri juga turut menjadi imbas dengan pembayaran dicicil dalam waktu dan tanggal pembayaran yang berubah-ubah. Kondisi ini juga menambah masalah dalam lingkungan kerja Pemprov Kepri, selain masih minimnya progres pelaksanaan kegiatan APBD 2019.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi yang memanggil pemerintah provinsi di ruang rapat Pimpinan DPRD Kepri, untuk mempertanyakan dana gaji DPRD dan PTT di Kepri tersebut, pada 25 Februari 2019 lalu.

“Dalam rapat tadi, sejumlah masalah dan kendala terkait masalah gaji dan tunjang DPRD yang dicicil, serta gaji Pegawai PTT rumah sakit, guru serta sekretariat yang hingga saat ini belum dibayarkan,” ujar Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak pada wartawan, usai melaksanakan rapat seperti dikutip dari KMG (Kepri Media Group).

Sambung Jumaga, DPRD Kepri mempertanyakan dan meminta kendala serta kepastian pengucuran alokasi dana DIPA alokasi penggajian DPRD dan ribuan pengawai PTT tersebut kepada Pemerintah provinsi.

Dari pertemuan itu, Jumaga menyatakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri yang datang dalam rapat tersebut memastikan, akan segera menyelesiakan pembayaran gaji DPRD dan PTT di Provinsi Kepri itu pada bulan mendatang.

Sejumlah anggota DPRD Kepri juga mengakui, pengucuran gaji dan tunjangan DPRD dari dana APBD Kepri setiap bulanya kadang tidak menentu.

“Tanggal 5 kadang-kadang, terkadang tanggal 11. Ada juga tanggal 20, macam mencicil,” sebut anggota DPRD Kepri lainnya.

Ditempat yang sama, Sekda Kepri TS Arif Fadillah juga mengakui, terjadinya keterlambatan dari sejumlah progres kegiatan dan keuangan dari APBD. Dalam rapat Evaluasi OPD setiap Senin, juga sudah beberapa kali ditekankan pada kepala OPD, agar dapat mempercepat progres kegiatanya masing-masing.

“Intinya, kami setiap Senin sudah ingatkan, agar sama-sama dapat mempercepat pelaksanaan kegiatan dimasing-masing OPD,” ujar Arif.

Demikian juga mengenai jadwal dan waktu penggajian DPRD serta PTT yang ada di Kepri guna dilakukan penyesuaian tanggal dan waktu.

“Saya juga mengucapakan trimakasih kepada kawan-kawan di DPRD yang mengingatkan juga, terhadap kegiatan yang hingga Februari ini memang masih minim, demikian juga progress keuangan,”ujarnya.

Untuk menyelesaikan hal tersebut, Arif Fadillah mengatakan akan segera memanggil kepala OPD terkait, untuk dapat segera menyelesiakan permasalahaan keterlambatan gaji dan kegiatan lainya. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan dengan tegas bahwa negara dan rakyat tidak boleh kalah dengan pembakaran misterius di daerah Jawa Tengah dan segala bentuk teror lain. Sejauh ini, teror pembakaran terjadi di empat daerah dengan 27 kejadian. Rinciannya, yaitu 17 kasus di Kota Semarang, 8 kasus di Kendal, 1 kasus di Ungaran, dan 1 kasus di Grobogan.

Oleh karena itu, Mendagri Tjahjo menyikapi hal tersebut secara serius dengan menggalakan kerjasama antara aparat pemerintah dan masyarakat. “Untuk itu perlu digalakkan kerjasama antara aparat Pemerintah dan rakyat dalam bentuk menghidupkan lagi Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) khususnya di setiap RT/RW. Bersatu padu menghadapi musuh bersama ialah terorisme”, ujarnya yang Mendagri sampaikan melalui pesan singkatnya, Minggu, 10 februari 2019.

Ia juga melanjutkan bahwa tidak boleh kesatuan dan kedaulatan Negara Pancasila diacak-acak oleh pikiran terorisme dan tindakan teror. Perusakan, ancaman, intimidasi yang menebar rasa takut di tengah – tengah masyarakat semacam itu harus dilawan, apapun dan berapapun biayanya.

Pembakaran mobil dan motor warga di beberapa daerah harus dicermati gelagat perkembangannya tersebut dengan serius, “ kita percayakan kepada PoIri untuk melacak siapa oknum perorangan atau organisasi tanpa bentuk yang bergentayangan menganggu stabilitas keamanan masyarakat, menurut saya Negara dan rakyat tidak boleh kalah degan aksi pembakaran misterius di daerah Jawa Tengah dan segala bentuk teror lain”, imbu Tjahjo.

Mendagri mengatakan langkah apapun dari jajaran Polri kita apresiasi untuk mengkonsolidasikan komponen-komponen dalam masyarakat, seperti perangkat RT, RW, Satpol-PP dan Linmas, serta Ormas untuk saling kerja sama dalam koordinasi Polri dan BIN setempat serta Kemendagri.

Beberapa hari yang lalu Kemendagri langsung menyelenggarakan Rakornas Pimpinan Satpol PP dan Linmas se- Indonesia dengan pembekalan dar Kabaintelkam dan Kalemdiklat Polri, Kepala Staf Kantor Presiden Jenderan Purnawirawan TNI Moeldoko serta Mendagri sendiri.

“Tujuan dari penyelenggaraan Rakornas Satpol-PP dan Linmas tersebut di bawah Koordinasi Polri di daerah untuk bersama-sama konsolidasi mengerakkan RT, RW, Satpol-PP dan Linmas, Polres sampai Polsek, Kodim dan Koramil serta melibatkan Ormas-ormas yang ada, kita harus berani menentukan sikap Siapa Kawan dan Siapa Lawan yang merusak ketentraman masyarakat”, pungkas Tjahjo. (puspen kemendagri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Perjalanan Pemuda yang satu ini, tidak mudah dan cukup melelahkan. Tanpa jera dari hulu sampai hilir, dan tak mengenal lelah, ia terus berjuang dari pagi siang untuk menyerap aspirasi yang menjadi konstituennya.

INDR4. Tercatat sebagai calon legislatif (caleg) untuk duduk di kursi DPRD Batam ini, telah mendapat restu dari berbagai kalangan. Berada di bawah bendera Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), ia membawa suatu semangat baru agar dapat memenangkan hati masyarakat luas, dan warga Sekupang dan Belakangpadang khususnya.

Begitu berat perjuangan dan perjalanan yang dilaluinya. Caleg dari daerah pemilihan (dapil) Sekupang dan Belakangpadang ini, meringankan beban itu dengan mengusung misi dan visi yang realistis. Ia membangun pola kesadaran yang mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik. Dimana, ia tidak menginginkan masyarakat jadi korban politik itu sendiri.

Dengan mengusungkan tagline dan motto perjuangan ‘Pemimpin yang Baik Itu Memberikan Keadilan Sosial, Bukan Memberikan Bantuan Sosial,’ , INDR4 berniat akan menunaikan tugas suci yang menjadi amanah dan tanggung jawabnya yang diamanahkan kepadanya sebagai anggota DPRD Batam.

Dari motto yang diusungkannya, lebih luas ia memaparkan bahwa keadilan masyarakat, seharusanya dirasakan semua kalangan masyarakat, tidak hanya sebahagian masyarakat saja. Sebagai contoh nyata yang ditemukan dari ‘blusukan’ di Belakangpadang, INDR4 menaruh keprihatinan dengan kondisi masyarakat yang belum bisa menikmati listrik 24 jam. Atas dasar itulah, INDR4 berjanji dan siap akan menghadirkan keadilan sosial itu sendiri.

“Untuk memenuhi keadilan sosial itu hanya dibutuhkan niat. Dan jika saya diberikan amanah, maka saya berjanji untuk memenuhi amanah dalam menegakkan keadilan sosial, bukan bantuan sosial,” ujar caleg muda yang agresif dan inovatif ini dengan tegas. (danny)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun– Setelah SKTM (surat keterangan tidak mampu) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tidak lagi berlaku, maka masyarakat tidak mampu yang berobat di RSUD M Sani, akan diperlakukan sebagai pasien umum.

Pihak rumah sakit dan puskesmas di Karimun juga tidak dapat memberikan solusi pasca penghapusan program jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, per 31 Desember 2018.

Kepala Pusat Layanan Informasi dan Promosi RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun, Muhammad Zulhan mengatakan pihaknya tetap menerima seluruh pasien yang berobat. Namun bagi yang menggunakan Jamkesda, akan diberitahukan baik-baik, dalam arti kata pasien mendaftar sebagai pasien umum.

“Kita belum tau seperti apa solusi dari Pemda. Tapi kita tetap melayani kalau ada yang masuk. Namun kita lebih mengedukasi pihak keluarga,” kata Zulhan.

Ditambahkan Zulhan, pihaknya juga lebih menyarankan agar masyarakat yang mungkin sanggup untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS mandiri.

“Kita hanya mengimbau agar mereka menjadi BPJS mandiri walaupun kelas III saja,” ujarnya.

Dalam satu hari ini pasien yang berobat ke RSUD Muhammas Sani Kabupaten Karimun sekitar 300 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen diantaranya menggunakan jaminan kesehatan, baik itu Jamkesda, BPJS ataupun jaminan kesehatan lainnya.

“Sejak setengah tahun yang lalu Jamkesda ini sudah disosialisasikan. Sekarang juga tidak banyak pasien yang mengeluh. Ada paling satu atau dua saja” tambah Zulhan.

Diketahui Inpres No. 8 tahun 2017 mengenai pengoptimalan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (PJKN) belum dapat terlaksana pasca penghapusan Jamkesda di Karimun. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sebelum pemerintah pusat mengeluarkan bantuan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun sudah menyiapkan dana cadangan untuk mengakomodirnya. Sedikitnya ada 12.000 warga tidak mampu yang disetujui.

“Semula dana cadangan diusulkan untuk 20.000 orang, namun yang disetujui 12.000 orang. Dana ini untuk PBI JKN yang tidak diakomodir oleh pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi seperti dilansir Antarakepri.com, Jumat, 18 Januari 2019.

Dana cadangan tersebut disiapkan untuk pembayaran iuran warga tidak mampu sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurut dia, besar iuran yang dibayar ke BPJS kesehatan sebagai pelaksana program JKN sebesar Rp 23.000 per bulan untuk satu orang dengan fasilitas dan pelayanan kesehatan kelas 3.

“Angka 12.000 itu merupakan perhitungan sementara, bisa cukup bisa tidak. Karena bisa saja jumlah warga tidak mampu lebih banyak dari data yang kita peroleh dari Dinas Sosial,” kata dia.

Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) di Dinas Sosial Karimun, PBI JKN yang ditanggung pemerintah pusat pada 2018 tercatat sebanyak 48.937 orang.

Data tersebut, kata dia, masih berlaku dan iuran BPJS Kesehatannya masih dibayarkan oleh pemerintah pusat meski sudah memasuki 2019.

“Data PBI JKN diverifikasi setiap tahun sehingga bisa saja angka tersebut berubah, tergantung verifikasi yang akan dilakukan pemerintah pusat,” katanya.

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah pusat sebagai pengganti program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) maupun Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Setiap warga tidak mampu yang tercatat dalam program ini, menurut dia, didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh pemerintah.

Rachmadi memperkirakan masih ada warga tidak mampu yang belum terdata dan belum masuk program JKN, sementara Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), mulai tahun ini tidak berlaku lagi.

“Dengan anggaran cadangan untuk 12.000 orang, kita berharap tidak ada warga tidak mampu yang tidak masuk program JKN. Kalau tidak cukup juga, kita usulkan lagi pada APBD perubahan,” ujarnya. (*)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam — Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menyesalkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum juga melaksanakan sejumlah pokir (pokok pikiran) anggota dewan. Rencananya hal tersebut akan ditanyakan langsung ke Pemko dalam Rapat Paripurna dengan agenda APBD Perubahan, besok Senin, 3 September 2018.

“Kita berhak menanyakan, kenapa pokir ini belum juga dilaksanakan dalam Paripurna APBD Perubahan,” ujar Nuryanto, Minggu, 2 September 2018.

Semestinya, kata Nuryanto, Pemko Batam berkomitmen dan konsisten dalam penyelesaian pokir ini. Pasalnya pokir itu juga bagian dari aspirasi masyarakat kota Batam melalui DPRD dan sudah tersusun di Rencana Kerja Pembangunan Daerah.

“Sudah menjadi peraturan daerah APBD 2018 pokir wajib dilaksanakan. Kalau Pemko tidak melaksanakan, berarti tidak menjalankan peraturan APBD 2018,” katanya.

Nuryanto menegaskan, Pemko Batam jangan membuat polemik antara wakil rakyat dengan rakyat yang diwakili. Memang, kata dia, DPRD bukan pelaksana. Namun, lembaga ini fungsinya adalah pengambil kebijakan.

“Tidak boleh juga mengubah atau menginisiasi peraturan yang sudah kita sepakati,” tambahnya.

Sementara itu perihal Paripurna pembahasan LKPJ Jumat 31 Agustus lalu, Nuryanto mengatakan, tidak ada hubungannya dengan pokir dewan yang tidak diselenggarakan. Dalam paripurna tersebut seharusnya memberikan catatan-catatan atau temuan kegiatan Pemerintah Kota (Pemko) Batam 2017 lalu. (**)

Sumber : tribunbatam.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi membuka Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batam di Grand i Hotel, Senin, 6 Agustus 2018.

Pada sambutannya, Rudi berharap agar angkutan umum di Kota Batam bisa bersatu, tidak saling bertengkar.

“Kalau semua jadi satu, khususnya hari ini transportasi, Batam akan selamat,” kata dia.

Ia mengatakan transportasi di Batam saat ini belum sempurna. Oleh karena itu ia memberi tugas kepada Organda untuk mencari solusi terbaik mengenai masalah transportasi ini.

Selain itu ia juga berpesan kepada sesama pengemudi angkutan umum, baik massal maupun sewa, agar saling menghormati. Karena posisi keduanya sama-sama sedang mencari nafkah di Kota Batam.

“Mereka mau cari makan, kita silakan. Kita bagi-bagi sajalah Pak. Saya ingin betul bagaimana Batam ini berubah. Niat saya ingin meluruskan masalah Kota Batam. Efek yang lebih besar yang mau kita tarik sebenarnya,” sebut Rudi.

Transportasi umum ini, sambungnya, merupakan salah satu wajah Kota Batam. Sebagai kota yang sedang dikembangkan pariwisatanya, Batam perlu sarana dan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman. Untuk itu, ia berpesan agar angkutan umum ini bisa memperbaiki pelayanannya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Udin mengatakan muscablub dilaksanakan karena anggota merasa kepengurusan saat ini tidak terbuka. Oleh karena itu diadakan pemilihan Ketua baru untuk periode lima tahun ke depan.

“Ada tiga calon. Yang memiliki hak suara adalah operator, pemilik izin transportasi. Jumlahnya ada sekitar 50-an suara,” tuturnya. (***)

sumber: mediacentre.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kasus kekerasan terhadap anak seolah tak pernah ada habisnya. Seperti yang menimpa seorang bocah perempuan berusia 4 tahun berikut ini yang menjadi korban kekejaman ayah kandungnya sendiri.

Bahkan saking parahnya disiksa, bocah malang itu hampir tak mampu membuka kedua matanya.

Tak hanya menerima pukulan tangan keras sang ayah, ia juga dikurung di dalam toilet.

Bak kisah dongeng Cinderella, selain dikurung di toilet bahkan ia juga dipaksa untuk mencuci pakaian.

Dilansir dari laman Metro.co.uk, gadis cilik tersebut ditemukan di dalam toilet gelap dengan kondisi kedua tangannya sedang mencuci pakaian sang ayah di sebuah ember plastik.

Ketika ditemukan kondisi bocah tersebut sungguh mengenaskan. Bagian wajah terutama matanya mengalami luka memar parah dan membengkak.

Tak hanya itu di bagian punggungnya juga ditemukan sejumlah luka bakar dari puntung rokok sang ayah.

Kondisinya yang mengenaskan itu baru terungkap usai keluarganya mengunjungi rumah bocah cilik tersebut.

“Ayahnya yang selama ini mengurungnya di toilet sebelum meninggalkan rumah. Bocah itu dikurung mulai dari jam 6 atau 7 pagi dan baru kembali ke rumah pukul 10-11 malam untuk memberikannya makan,” ungkap pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut pengakuan sang keluarga, ayah bocah tersebut merupakan pecandu alkohol.

Usai mendapatkan laporan mengenai kekerasan pada anak, pihak otoritas lokal langsung mendatangi rumah pria tersebut yang berada di daerah Qingzhen, Giyang, Tiongkok.

Ayah korban yang diyakni bekerja sebagai sopir, telah ditangkap pihak berwajib.

Sementara itu, bocah cilik itu kini telah aman dan menerima perawatan intensif di sebuah rumah sakit setempat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Virus Ebola pertama kali membuat dunia tertegun saat tahun 2016 lalu menunjukkan keganasannya membunuh puluhan ribu korban jiwa di Afrika Barat. Belakangan ada ancaman wabah virus kembali, namun kali ini para ilmuwan sudah bersiap untuk menghadapinya.

Dilaporkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa ada puluhan kasus virus Ebola baru di Republik Demokratik Kongo. Karena tidak ingin mengulang tragedi maka beragam respons darurat diluncurkan dan para ahli optimis virus bisa ditangani.

Nah faktor apa saja yang membuat wabah Ebola di tahun 2016 dan 2018 berbeda? Berikut beberapa poinnya seperti dikuttip dari CNN, Kamis, 31 Mei 2018.

1. Reaksi dunia

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1976 virus Ebola tidak pernah menjadi perhatian serius para peneliti. Oleh karena itu ketika kasus baru mulai bermunculan di Afrika Barat tahun 2014 lalu dunia minim memberikan respons.

Otoritas baru menyadari tingkat kegawatdaruratan wabah setelah korban berjatuhan hingga mayat memenuhi jalan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah pernyataan mengakui kegagalannya, lalai dalam menanggapi virus Ebola.

Nah di tahun 2018 dengan kemunculan kembali kasus-kasus baru Republik Demokratik Kongo langsung berkoordinasi dengan WHO melakukan upaya pencegahan wabah. Selain itu berbagai organisasi global juga ikut turun tangan membantu.

2. Vaksin

Setelah Ebola tahun 2016 lalu memakan korban hingga sekitar 11 ribu jiwa, para peneliti menyadari pentingnya kebutuhan vaksin untuk melawan virus ini. Beberapa pihak berusaha mengembangkan vaksin yang pada tahun 2018 ini sudah masuk tahap uji coba.

Karena kondisinya dianggap darurat WHO pun menggunakan vaksin eksperimental tersebut pada kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo. Total ada sekitar 4.000 vaksin yang disiapkan.

3. Isolasi

Tahun 2014-2016 saat wabah Ebola masih terjadi di tingkat desa tidak ada upaya untuk mengontrol penyebaran penyakit. Akhirnya virus berhasil menyebar sampai ke kota padat penduduk di mana kemunculan kasus dan korban baru langsung meroket.

Nah di Republik Demokratik Kongo kejadiannya hampir serupa namun kali ini otoritas langsung melakukan upaya isolasi. Tujuannya untuk menangani pasien agar bisa kembali sehat dilingkungan terkendali sehingga virus tidak bisa menginfeksi orang lain.

4. Pemahaman lebih dalam

Karena sebelumnya tidak pernah dipelajari detail, ilmuwan kewalahan menghadapi wabah Ebola tahun 2014-2016. Sejak saat itu beragam penelitian dilakukan untuk mengetahui dan memahami virus Ebola secara keseluruhan.

Total saat ini diketahui ada lima spesies virus Ebola di dunia. Pengetahuan tersebut penting untuk tahu bagaimana harus menghadapi wabah dari tiap spesies yang mungkin punya mekanisme berbeda.

5. Tenaga kesehatan berpengalaman

Karena tidak pernah tahu bagaimana harus menghadapi pasien Ebola, tenaga kesehatan pun jadi korban keganasan virus di wabah tahun 2014-2016 lalu. Beberapa kali media internasional mengabarkan ketika ada petugas yang kembali ke negaranya karena terinfeksi bahkan sampai meninggal saat bertugas.

Pengalaman mengajarkan untuk tidak mengulang kesalahan yang sama sehingga pada wabah kali ini petugas lebih berhati-hati menangani pasien.

“Jadi kali ini mereka (tenaga kesehatan -red) sudah cukup berpengalaman bagaimana menghadapi wabah Ebola,” kata dr Anthony Fauci dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases, Amerika Serikat. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bantaeng – Kabar sepasang pelajar yang masih tercatat duduk di sekolah menengah pertama (SMP) buat sensasi.

Mereka tidak melakukan kenakalan remaja seperti remaja lainnya. Akan tetapi mereka ingin mengucap sumpah untuk sehidup semati dalam biduk berumah tangga.

Namun niat mereka ini tidak dapat berjalan mulus setulus cinta mereka. Usia calon pengantin (Catin) pria baru 15 tahun 10 bulan dan wanita masih 14 tahun 9 bulan.

Mereka pun telah mendaftarkan perkawinannya itu ke KUA Kecamatan Bantaeng dan mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Kamis, 12 April 2018.

Penghulu Fungsional pada KUA Kecamatan Bantaeng, Syarif Hidayat mengaku baru kali pertama memeriksa berkas Catin yang usianya begitu belia.

“Ini pertamakalinya saya dapat ada Catin semuda ini. Usianya kan biasa nanti diatas yang dipersyaratkan, apalagi ini dua-duanya sangat muda,” ujarnya via rilis, Sabtu, 14 April 2018.

Dia menyebutkan, karena usianya yang belum memenuhi syarat itu, pihak KUA setempat sempat menolak dengan mengeluarkan blanko N9 (penolakan pencatatan).

Tapi rupanya usaha kedua sejoli ini tak sampai disitu. Mereka mengajukan permohonan dispensasi ke Pengadilan Agama Bantaeng dan permohonannya dikabulkan.

“Sempat ditolak, karena usia keduanya masih belum cukup. Tapi rupanya mengajukan dispensasi dan disetujui oleh Pengadilan Agama,” tambahnya.

Karena dispensasi itu, tidak ada lagi alasan pihak KUA untuk menolak permohonan pernikahan kedua sejoli yang tengah dimabuk cinta itu.

Syarif pun menggali informasi dari keduanya atas keinginan kuat membangun bahtera rumah tangga itu, namun tidak terdapat kejanggalan.

Bukan karena dijodohkan ataupun si wanita tengah berbadan dua, tapi memang keinginan kuat keduanya, ditambah sang wanita yang diketahui takut tidur sendiri. Diketahui anak perempuan ini juga mengalami kisah sedih terkait orangtuanya.

“Dari informasi tantenya. Anak ini takut tidur sendiri, karena ibunya meninggal setahun lalu dan ayahnya yang kerap keluar daerah karena urusan kerjaan,” tuturnya.

Padahal wanita ini diketahui masih duduk di kelas 2 SMP, bahkan dikenal berprestasi oleh teman sekelasnya.

Aturan Pernikahan di Bawah Umur

Pernikahan di bawah umur dinilai mempunyai banyak dampak negatif, mulai dari kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) yang dinilai belum mampu, kurang mampunya ego dari pasangan rentan menimbulkan kekerasan, hingga perceraian dini.

Tak hanya itu, seorang perempuan remaja dinilai belum siap melahirkan dan mengasuh anak.

Akibatnya, sang calon ibu ini tidak mendapat perhatian sesuai kebutuhan. Selain itu, remaja yang menikah dengan orang dewasa juga rentan dieksploitasi.

Menghindari adanya pernikahan dini, pemerintah telah membentuk UU, agar dapat menekan angka pernikahan dini.

Sesuai dengan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, syarat-syarat yang wajib dipenuhi calon mempelai sebelum melangsungkan pernikahan adalah menurut Pasal 6 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1974, perkawinan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai.

Tak hanya itu, Pasal 6 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1974: untuk melangsungkan perkawinan seseorang yang belum mencapai umur 21 (duapuluh satu) tahun harus mendapat ijin kedua orang tua.

Jadi dalam UU, ketika dua mempelai, baik pihak laki-laki maupun perempuan, jika belum berusia 21 tahun, kedua mempelai harus mendapat persetujuan dari orang tua.

Jika tidak, maka pernikahan tersebut tetap dilakukan, pernikahan tersebut telah melanggar hukum.

Salah satu persyaratan dalam kepengurusan pernikahan di bawah umur oleh KUA, pihak calon perempuan harus mengisi formulir N-5 yang berisi surat persetujuan dari orang tua untuk melangsungkan pernikahan.

Tak hanya itu, mempelai juga harus mendapatkan surat izin dari pengadilan Agama untuk melangsungkan pernikahan.

Pernikahan di KUA tidak ada pungutan biaya atau gratis, selama kedua mempelai memiliki surat keterangan tidak mampu dari kelurahan maupun kecamatan.

Dan untuk pernikahan di luar KUA, calon mempelai harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 600 ribu, yang disetor ke kas negara.

Batal menikah

Pasangan sejoli di Bantaeng yang usianya masih dini batal menikah, Senin, 16 April 2018.

Pasangan SY dan FA yang sebelumnya telah mengikuti mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Kantor KUA, Kecamatan Bantaeng, Kamis, 12 April 2018 itu belum ada dispensasi dari Kantor Camat Bantaeng.

“Belum bisa menikah hari ini katanya karena belum ada dispensasi dari pak Camat Bantaeng,” ujar Sy.

Keduanya pun sempat menyambangi Kantor KUA Kecamatan Bantaeng di Jl Delima, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. SY didampingi oleh ibundanya dan FA didampingi oleh bibinya. Namun pernikahan yang sedianya dijadwalkan siang ini akhirnya batal.

Pernikahan baru akan dilakukan setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Camat Bantaeng. Camat Bantaeng, Chandra beralasan buru-buru dan hendak mendatangi pesta saat keduanya menyambangi kantor camat.

Padahal diketahui proses pencatatan tidak boleh ditolak lagi setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Pengadilan Agama Bantaeng. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Denpasar – AM (38), guru yang tidak pantas untuk ditiru. Dengan ancamannya, guru SMA ini merenggut mahkota Au (17) siswinya di salah satu sekolah di Denpasar.

Tidak butuh waktu lama, AM guru cabul ini harus berurusan dengan pihak berwajib. Ia ditangkap kepolisian, Jumat, 23 Maret 2018.

Informasi kejadia diketahui, guru sebuah sekolah di Denpasar ini sempat mengancam korban akan diberikan nilai jelek bahkan tidak dinaikkan kelas jika tidak melayani nafsu bejat pelaku.

Korban dicabuli setelah sebelumnya diancam gurunya. AM menggauli korban di salah hotel di kawasan Denpasar.

Modal ancaman itulah, yang membuat korban tak berdaya.

“Ada paksaan, jadi siswi ini mau menuruti,” ucap petugas kepolisian, Jumat, 23 Maret 2018.

Menurut dia, si guru ini mengancam akan memberikan nilai jelek.

Bahkan, mengancam tidak akan menaikkan kelas jika korban tak menuruti nafsu bejatnya. Kemudian juga akan digosipkan di sekolah.

Korban kemudian menceritakan kejadian ini ke orangtuanya, dari laporan inilah kemudian dilanjutkan ke kepolisian.

“Langsung diselidiki dan diamankan oleh anggota,” imbuh petugas tadi.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Artha Ariyawan menegaskan, atas kejadian itu pihaknya sudah melakukan penangkapan dan penahanan.

Ia bekoordinasi dengan pihak penggiat perempuan dan anak untuk memulihkan psikologi anak tersebut.

“Sudah kami tetapkan tersangka dan kami tahan,” bebernya.

Pelaku terancam dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cirebon – Pelaku pencabulan berinisial M nekat melakukan pencabulan terhadap keponakannya sendiri, TN (6).

Pelaku melakukan aksi nekatnya tersebut di rumahnya sendiri di Blok 4 Rt 03/04 Desa Sasakkarangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon pada Selasa, 6 Maret 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

“Pelaku nekat melakukan tersebut karena merasa kesepian dan jarang berhubungan dengan istrinya,” ujar Penyidik PPA Polres Cirebon Aiptu Sri Muryanti saat ditemui di Mapolres Cirebon, Senin, 19 Maret 2018.

Awalnya korban dijemput oleh pelaku pada saat pulang sekolah kemudian korban diajak kerumah orang tuanya untu mengganti pakaiannya.

Setelah itu korban diajak kembali ke rumah pelaku dan kemudian pelaku melakukan aksi pencabulannya.

Ketika melakukan aksi tersebut, korban merasa kesakitan dan keluar dari kamar tempat pelaku melakukan pencabulan.

Saat itu pelaku mengantarkan korban pulang ke rumah orang tuanya.

Pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB, pelaku melihat korban sedang tertidur di kamarnya.

Situasi tersebut dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan aksi pencabulannya lagi.

Korban merasakan kesakitan dan spontan lari ke luar rumahnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, ketika korban akan dimandikan oleh ibu kandungnya, TN merasakan kesakitan pada bagian kemaluannya.

Setelah itu TN mengaku bahwa dirinya telah dicabuli oleh pamannya sendiri.

Orang tua korban langsung melaporkan perbuatan M ke Polsek Babakan dan selajutnya dilakukan penyidikan.

Atas perbuatan tersebut pelaku mendapat ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Pelaku beserta barang bukti juga sudah diamankan di Mapolres Cirebon. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Belum lama ini sebuah pesan berantai tentang larangan menyalakan AC saat pertama kali masuk mobil beredar di media sosial.

Pesan ini pertama kali muncul di aplikasi chatting.

Pesan berantai tersebut menyatakan bahwa kebiasaan langsung menyalakan AC saat pertama masuk ke dalam mobil tanpa membuka kaca, dapat menyebabkan kanker.

Dalam pesan tersebut juga menyebutkan sebuah penelitian, dashboard mobil, sofa, pengharum mobil dapat menghasilkan Benzene, racun penyebab kanker (karsinogen).

Disebutkan juga bahwa Benzene dapat meracuni tulang, menyebabkan anemia dan menurunkan sel darah putih yang bila dalam waktu panjang menyebabkan Leukimia.

Tentu saja banyak orang menerima pesan ini dan mempercayainya begitu saja tanpa tau kebenarannya.

Toyota Astra Motor (TAM), selaku pihak yang ditulis sebagai sumber info dari pesan berantai tersebut pun memberi jawaban.

Dikutip Grid.ID dari KompasOtomotif, Toyota Astra Motor (TAM) menanggapi pesan berantai tersebut melalui General Manager Technical Service PT TAM, Dadi Hendriadi.

Dirinya mengatakan isi dari pesan tersebut salah.

“Kalau soal uap tersebut, para produsen mobil termasuk Toyota, sudah sangat mempertimbangkan, pada saat mendesain bagian interior mobil.”

“Proses tersebut juga termasuk pemilihan materialnya. Jadi info itu tidak benar,” ujar Dadi.

Dadi melanjutkan, ritual membuka kaca mobil bersamaan dengan menyalakan AC, juga kerap dia lakukan.

Namun, itu bukan untuk mengeluarkan zat beracun, tetapi agar ruang kabin cepat dingin dan kerja AC tidak menjadi berat.

“Saya juga melakukan hal yang sama, buka jendela kalau interior panas berjemur.”

“Namun itu untuk mengeluarkan udara panas di dalam mobil, dan membiarkan udara luar masuk. Ini supaya kabin lekas dingin,” ujar Dadi. (***)

sumber: grid.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kecilnya alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Kepri untuk Kabupaten Lingga, terutama pembangunan insfrastruktur membuat Bupati Lingga, Alias Wello kecewa. Bahkan pria yang akrab disapa Awe ini mengancam untuk menolak semua plafon pagu dari Pemprov Kepri untuk Lingga.

“Saya sudah perintahkan Kadis PU Lingga gugat itu hari ini. Kalau prelu, tolak semua plafon pagu dari provinsi tersebut, silakan walkout dari forum pembahasan,” kata Bupati Lingga dengan tegas, Rabu, 14 Februari 2018.

Kemarahan Awe terhadap Pemprov tersebut karena Pemprov dinilai sudah keterlaluan. Alokasi anggaran yang diberikan untuk Lingga hanya Rp16 miliar di tahun ini.

“Ini sangat kecil untuk memback up giat perekonomian yang berbasis empat sektor prioritas unggulan daerah yang akan mengharumkan nama Provinsi Kepri di pentas nasional sebagai penguatan kedaulatan pangan bagi kawasan perbatasan,” ujarnya.

Dia menilai, saatnya sekarang ini Lingga menunjukkan sikap penolakan terhadap alokasi-alokasi anggaran provinsi yang tidak mencerminkan azas berkeadilan, pemihakan bagi pertumbuhan ekonomi wilayah yang setara dan proporsional.

“Bagaimana kita mau memacu percepatan pertumbuhan wilayah dan mengundang investor ke Lingga, sementara tidak didukung oleh insfrastruktur yang memadai,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar juga mengaku kecewa dengan apa yang diberikan Pemprov Kepri kepada Pemkab Lingga.

“Yang jelas Pemda kecewe, komitmen kita sudah ditunjukkan oleh PU Lingga untuk menyampaikan suaranya,” ujar Nizar.

Diketahui, untuk pembangunan insfrastruktur dari Pemprov Kepri tahun 2018 ini, Kabupaten Lingga hanya mendapatkan perbaikan 1 Km untuk jalan Lintas Timur Pulau Lingga.

Padahal, jalan tersebut mengalami rusak berat sepanjang 11 Km dan menjadi kewenangan Pemprov Kepri. Bahkan, kawasan tersebut juga ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pertanian (KSP) Provinsi. Namun, perhatian Pemprov untuk Lingga seolah tidak ada. (rilis humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Film ‘Petualangan Sherina’ menjadi film perdana sekaligus satu-satunya film yang dibintangi Sherina Munaf selama 18 tahun terakhir.

Sherina yang kini terlibat dalam film layar lebar ‘Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212’, mengatakan dirinya tak pernah hilang dari industri film tanah air.

“Sebenarnya aku enggak berfikir mengenai comeback (ke industri film) atau enggak, karena aku ngerasa aku enggak permah hilang,” kata Sherina ditemui dalam perilisan poster film ‘Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212’, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 13 Februari 2018.

Oleh sebab itu, Sherina menepis jika film yang diadaptasi dari novel ini, mendandai kembalinya ia ke industri film.

Pelantun ‘Geregetan’ itu pun mengungkap alasan dirinya tertarik menerima tawaran berperan sebagai Anggini, pendekar wanita yang merupakan sahabat dari Wiro Sableng.

“Kenapa (bersedia) menjadi Anggini, karena menarik aja karakternya dan berantem dan keren universenya,” katanya.

Persiapan fisik pun dilakukan Sherina, demi mempelajari gerakan pencak silat. Terlebih, Anggini digambarkan sebagai pendekar yang anggun namun juga lihai melakukan jurus pencak silat dengan selendang sebagai senjata.

“Anggini itu tiap melakukan gerakan tetap terlihat seperti pendekar yang terlatih bertahun-tahun,” katanya.

Film Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 akan tayang di bioskop tanah air pada September 2018 mendatang.

Film yang didaptasi dari novel dengan judul sama itu telah melalui proses selama tiga bulan syuting yang dimulai sejak 21 Agustus 2018 lalu.

Tokoh utama yakni Wiro Sableng, diperankan oleh Vino G Bastian.

Selain Vino dan Sherina, deretan artis peran yang ikut berperan dalam film garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko ini di antaranya Marsha Timothy, Andy /Rif, Marsha Timothy hingga Yayan Ruhian. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDAKEPRI.CO.ID – Indonesia banyak menyimpan surga tersembunyi, beberapa diantaranya berada di Pulau Seram bagian Utara.
Pulau Seram Utara ternyata menyimpan keindahan alam yang luar biasa indahnya. Keindahan pantai dan lautnya terdengar harum bagi bangsa lain, kekayaan alam melimpah baik yang terlihat di permukaan, maupun di dalam laut.

Tanpa harus bersusah payah menyelam pun, kita bisa menikmati aneka ikan berwarna warni dari permukaan. Bulan Desember termasuk bulan yang baik untuk berkunjung ke Pulau Seram, karena laut tidak terlalu bergejolak, seiring dengan liburan sekolah dan liburan Natal juga Tahun Baru yang memungkinkan saya berangkat bersama keluarga.

Sebelum ke Pulau Seram, kami bermalam terlebih dahulu di kota Ambon selama 3 hari, dilanjutkan dengan perjalanan menuju Pulau Seram dari Pelabuhan Tulehu, yang jaraknya sekitar 40 menit dari kota Ambon. Untuk menyeberang ke Pulau Seram, ada dua kali keberangkatan, dan kami mengambil yang berangkat pukul 16 WIT.

Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, akhirnya kami tiba menjelang malam di Pelabuhan Amahai. Di Amahai kami menginap beberapa malam di Lounusa beach resort, sebelum akhirnya kami menyewa mobil untuk ke negeri Saleman, yang terletak di Seram Utara. Salah satu spot menarik di Amahai yang kami kunjungi dan kami rekomendasikan adalah Pantai Kuako. Pantai berbatu-batu yang sangat bersih dan sepi pengunjung, namun agak sulit dicapai karena untuk menuju ke pantai ini, setidaknya harus menyewa mobil, angkot, atau naik motor.

Penduduk percaya bahwa air di Pantai Kuako sanggup menyembuhkan berbagai penyakit luar maupun dalam.

Walaupun pantainya berbatu, namun batunya sama sekali tidak tajam, dan sangat nyaman di jadikan alas tiduran atau berendam tanpa harus menimbulkan luka di tubuh. Dari kejauhan, kami bisa melihat Tanjung Kuako, yang dipercaya penduduk setempat, sangat terlarang untuk dilihat atau dikunjungi oleh istri-istri Latuny.

Konon di Tanjung Kuako tersebut ada danau besar keramat, namun karena saya termasuk istri Latuny, jadi saya tidak bisa menyaksikan keindahannya dari jauh maupun dekat.

Perjalanan dari Amahai menuju negeri Saleman memakan waktu 2,5 jam, dengan menempuh perjalanan berliku, naik turun pegunungan, namun kami bersyukur jalan raya yang kami tempuh sangat mulus, dan agak heran karena di pedalaman seperti itu kami bisa menemukan kondisi jalanan yang prima.Sepanjang perjalanan kami bisa melihat hutan yang masih rimbun, serta pemandangan hijau yang luar biasa menyejukkan mata.

Sesekali mobil berhenti di spot spot strategis, untuk mengizinkan kami melihat kota Amahai dan lautnya yang biru dari kejauhan, serta pemandangan yang memperlihatkan Taman Nasional Manusela dari kejauhan. Sangat sangat indah, dan menyejukkan mata.

Sewa mobil untuk menuju ke/dari negeri Saleman: Rp. 1,2 juta. Akhirnya mobil sampai di negeri Saleman, suatu kawasan di Pulau Seram Utara yang menjadi titik transit bagi pengunjung, untuk menuju ke Pantai Ora, Tebing Batu, dan Air Belanda.

Dengan menyewa kapal seharga Rp. 600,000,- kami sudah bisa menikmati pesiar ke tiga lokasi tersebut satu hari penuh sepuasnya.

Kami sengaja tidak menginap di Ora dan memakai jasa agen tours dan travel, karena kami mengatur sendiri semua perjalanan kami, dan itu lebih memuaskan hati. Sungguh pengalaman yang luar biasa, dimana semua pengeluaran terbayar dengan kepuasan hati dengan indahnya pemandangan yang kami nikmati. Suatu hari nanti pasti kami akan kembali. (***)

sumber: detik.com