Tim

wasrik

TANJUNG PINANG

Senin | 18 Maret 2019 | 15:30

Tim Wasrik Itdam I/BB Kunjungi Makorem 033/WP

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kasrem 033/WP Kolonel Inf Jimmy Watuseke menerima kunjungan Tim Wasrik Itdam I/BB yang dipimpin oleh Kolonel Inf R. Sidharta Wisnu Graha, S.E, ke Makorem 033/Wira Pratama, Korem 033/WP, Selasa, 12 Maret 2019.

Dalam taklimat awal yang di gelar di Auning Makorem tersebut Kasrem sampaikan sambutan Danrem 033/WP bahwa kegiatan Wasrik sangat bermanfaat dalam memperbaiki sistem operasional satuan agar lebih efektif dan efisien, guna mendukung terwujudnya sosok prajurit profesional, efektif, efisien dan modern.

Kegiatan wasrik ke Korem 033/WP dan jajarannya sebagai bentuk kontrol dalam sistem manajemen yang dilaksanakan oleh komando atas guna menghindari kemungkinan adanya penyimpangan atas pelaksanaan program yang telah ditetapkan.

Dimana 10 orang dari Tim Irdam I/BB tersebut akan verfikasi semua bidang yang ada di Korem 033/Wira Pratama dan jajaran antara lain bidang program/kegiatan, administrasi, keuangan, barang dan inventaris satuan dan lain-lain.

Kegiatan wasrik di Makorem tersebut di rencanakan berlangsung 2 hari di mulai Senin, 18 s.d 19 Maret 2019 dan Rabu, 20 s.d 22 Maret 2019 akan berlanjut ke jajaran di Kodim 0315/Bintan dan Kodim 0317/TBK.

Dalam pelaksanaan taklimat awal juga hadir Kasrem 033/WP, Para Kasi Korem 033/WP, para Dansat jajaran dan Kabalakrem 033/WP. (penrem033wp).

MEDIAKEPRI.C O.ID, Tanjungpinang – Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto bersama ketua komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara melakukan audiensi dengan beberapa perwakilan guru honor SMU sederajat di ruang kerja Wakil Gubernur, Kamis, 14 Maret 2019.

Pertemuan ini merupakan untuk menindaklanjuti keluhan para guru honor SMU sederajat di Kepri. Karena semenjak ada pelimpahan SMU dari tingkat II ke tingkat I, mereka merasa nasib statusnya menjadi tidak jelas. Sebelumnya para guru honor ini juga sudah pernah menyampaikan keluhannya kepada wakil Gubernur, termasuk ke DPRD dan sebagainya.

Menurut Isdianto audiensi yang dia lakukan dengan didampingi komisi IV DPRD  bersama perwakilan para guru honor adalah bentuk upaya Pemprov Kepri untuk mencari solusi atas setiap permasalahan masyarakat yang ada, termasuk permasalahan para guru honor. Isdianto juga tidak ingin persoalan ini nantinya menjadi besar sehingga menimbulkan aksi masa yang seharusnya bisa dihindari. Seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

“Ini adalah follow up atas keluhan masyarakat. Bapak dan ibu guru ini sebelumnya sudah pernah menyampaikan masalah mereka kepada kita. Bahkan mereka juga sudah ke Dewan. Makanya kita ingin masalah guru honor ini segera menemukan solusi. Setidaknya follow up awal ini akan melahirkan titik terang, langkah apa kira-kira yang harus kita lakukan dalam waktu dekat ini. Yang penting para guru honor ini tidak lagi merasa jika masalah mereka seperti dibiarkan oleh pemerintah,” kata Isdianto.Isdianto juga setuju dengan usulan ketua komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara tentang pembentukan tim kecil untuk memfollow up persoalan guru-guru honor yang ada di Kepri ini hingga ketingkat pusat.

“Usulan ketua komisi IV untuk membentuk tim kecil sangat baik menurut saya. Termasuk nanti didalamnya ada dari pihak BKD dan Diinas Pendidikan. Namun kita berharap para guru semua untuk lebih bersabar. Yakinlah, kita Pemprov Kepri akan berusaha semaksimal mungkin mencari solusi masalah ini. Dan saya yakin Gubernur juga memiliki niat yang sama, yakni masalah ini agar segera ada titik terangnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Isdianto kembali menghimbau para guru honor yang ada agar lebih sabar lagi untuk menunggu adanya solusi untuk ini. Apalagi sekarang pihak BKPSDM dan Dinas Pendidikan Kepri sudah mulai melakukan pendataan atas guru-guru honor yang ada. Selanjutnya, tim kecil yang akan segera dibentuk akan segera menggiringnya hingga ke pemerintah pusat, guna mencari formula hukumnya.

“Intinya bersabar dulu lah ya bapak dan ibu. Dan dengan ada pertemuan awal seperti ini, tujuannya agar tidak ada lagi aksi seperti yan sudah-sudah. Karena tentu kita semua tidak menginginkannya,” ujarnya.

Sementara itu, ketua komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara menyampaikan audiensi seperti ini penting karena para guru ini sebelumnya sudah ke DPRD Kepri mengeluhkan hal ini. “Bersama saya, ini adalah pertemuan kedua. Para guru honor ini mengeluh seakan nasib para guru honor ini seperti dibiarkan tanpa ada solusi. Makanya, pada kesempatan ini kita tegaskan bahwa Pemerintah Kepri, baik eksekutif maupun legislatif sangat perduli dan akan segera mencari solusi. Makanya saya sarankan agar ada tim kecil yang bisa bergerak sampai ke pusat,” ujar Teddy.

Sementara itu, salah seorang perwakilan dari guru honor yang hadir pada kesempatan ini mengatakan bahwa sekitar 2.627 guru honor yang mengajar di sekokah SMA sederajat di Kepri.“Kalo pak Teddy tadi mengatakan kami merasa seperti dibiarkan, memang iya kami merasakan itu pak. Namum dengan pertemuan ini, kami menjadi merasa lega. Kami hanya minta agar kita semua terdata di BKD dan punya status yg sama dengan PTT,” harap mereka. (humaskepri)

Wasev Mabesad

BINTAN

Kamis | 08 November 2018 | 0:19

Tim Wasev Mabesad Tinjau TMMD Ke 103 di Desa Pengudang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Brigjen TNI Makmur Umar, Tim Wasev Mabesad tinjau pelaksanaan TMMD Ke 103 Kodim 0315/Bintan di Desa Pengudang, Kabupaten Bintan didampingi Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos, Rabu, 7 November 2018.

Dimana pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim 0315/Bintan yang saat ini tengah berjalan dan telah memasuki tahap finishing direncanakan akan di tutup pada tanggal 13 November 2018. Dalam kunjungannya Brigjen TNI Makmur Umar menyampaikan kegiatan TMMD 103 Kodim Bintan yang saat ini dilaksanakan sekaligus akan menjadi evaluasi untuk pelaksanaan pada program TMMD kedepannya.

Dimana saat berada di lokasi kegiatan TMMD di Desa Pengudang tersebut Tim Wasev melihat progres pelaksanaan dan hasil yang di capai dalam pelaksanaan TMMD. Dalam acara tatap muka bersama Tim Wasev Mabesad Brigjen TNI Makmur Umar yang didampingi Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos, masyarakat Desa Pengudang manyampaikan rasa harunya dan senang. Hal ini dirasakan masyarakat karena dalam pelaksanaan kegaitan TMMD 103 bukan hanya sebatas membangun infrastruktur desa berupa akses jalan tapi lebih dari itu membuat lahan penghijauan untuk pemukiman baru bagi masyarakat Desa Pengudang.

Disamping itu, Brigjen TNI Makmur Umar menyampaikan kunjungan kali ini, untuk mewakili pimpinan TNI Angkatan Darat untuk melihat sejauh mana pelaksanaan TMMD, Sekaligus, ini akan menjadi evaluasi untuk TMMD selanjutnya, untuk lebih baik. Dijelaskan, sasaran program TMMD untuk setiap daerah berbeda. Hal itu dikarenakan perbedaan kebutuhan masyarakat serta kondisi daerah masing-masing.

Untuk Kepri lanjutnya, memang diutamakan untuk masyarakat yang tinggal di pesisir yang berorientasi pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejauh ini tuturnya, program TMMD sangat membantu masyarakat. Bahkan masyarakat juga memunggu kehadiran kegiatan ini. Hal ini bisa dilihat dari terlaksananya TMMD yang ke 103 Di Pengudang tersebut. Sementara pantauan di lokasi, Tim Wasev Mabesad, yang didampingi Dandim 0315/Bintan beserta staf Kodim melakukan penijauan kesasaran Jalan yang sudah selesai 98%. (penrem033wp).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin, baru bisa ditangkap dan digiring ke Gedung KPK pada Senin, 15 Oktober 2018 malam.

Padahal Neneng sudah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Ahad, 14 Oktober 2018 siang.

Namun, ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, jejak Neneng sempat tak terlacak oleh timnya.

“Terus terang ketika tim di lapangan itu mau menangkap ini, ada 2 mobil. Dua mobil ini pergi di dua arah yang beda sehingga satu berhasil diamankan, sedangkan 1 yang BMW warna putih, saya lupa nopolnya pergi ke tempat lain,” ujar Laode di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 15 Oktober 2018.

Tim Satgas KPK sempat menghadang mobil yang ditumpangi Neneng, namun mobil tersebut berhasil lepas dari pemantauan.

“Dihadang tim kita tapi cukup gesit, sehingga yang difokuskan ke mobil dua ini karena transaksinya terjadi di jalan raya. Jadi jejaknya akhirnya tidak bisa diburu,” ungkap Syarif.

Diketahui, KPK baru saja menetapkan Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin sebagai tersangka terkait dugaan suap pengurusan perizinan pembangunan Meikarta di Bekasi, Jawa Barat.

Laode menerangkan, suap yang diduga melibatkan aparat Pemerintahan Kabupaten Bekasi dan swasta ini terkait dengan izin proyek Meikarta seluas 774 hektare.

Meikarta merupakan bagian proyek dari grup usaha tersebut.

“Diduga Bupati Bekasi dkk menerima hadiah atau janji dari penguasa terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Diduga pemberian terkait izin-izin yang sedang diurus oleh pemilik proyek seluas total 774 hektare ini dibagi ke dalam tiga fase,” kata Laode.

Laode mengatakan, pemberian dalam perkara ini diduga sebagai bagian dari commitment fee fase proyek pertama dan bukan pemberian yang pertama dari total komitmen Rp 13 miliar melalui sejumlah dinas yaitu Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, dan DPM-PPT.

“Diduga realisasi pemberian sampai saat ini adalah sekitar Rp7 miliar melalui beberapa kepala dinas yaitu pemberian pada bulan April, Mei, dan Juni 2018,” tutur Laode.

Selain Neneng, KPK berhasil mengamankan 10 orang dari pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi dan swasta.

Laode mengatakan informasi kasus ini berasal dari masyarakat sejak satu tahun lalu.

Tim penindakan KPK dalam operasi senyap itu menyita uang sekitar Rp 1 miliar dari lokasi sebagai barang bukti dan menyegel beberapa ruang Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Selain itu KPK juga melakukan penyegelan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi.

KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan 9 orang tersangka.

Empat di antaranya diduga sebagai pemberi suap yaitu Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, dan pegawai Lippo Group Henry Jasmen. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rembang – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Tahun 2018, yang digelar Kodim 0720 Rembang berimbas pada pedagang keliling seperti Ibu Sumiati (38).

Pedagang jualan keliling di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang yang dijadikan sasaran lokasi TMMD Reguler ke-103 tahun 2018 mengaku terbantu dengan kehadiran para anggota TNI tersebut.

Dengan kehadiran bapak TNI di kampung kami, nantinya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat baik pedagang sayuran, buah-buahan, jajan pasar, nasi bungkus dan kebutuan dapur maupun pedagang minuman serta pedagang bakso keliling yang biasanya mangkal di lokasi Desa Ngotoko,” ungkap Ibu Sumiati.

Kehadiran para Satgas TMMD di Kampung kami diharapkan bisa menambah pendapatan kami dalam berdagang, sehingga dampak adanya TMMD bisa kami rasakan langsung khususnya kami para penjual makanan dalam mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga kami.

Masih menurut Sumiati, dengan adanya anggota Satgas TNI, menambah pendapatan penghasilan dari hari- hari biasa.

“Harapan kami bila nanti sudah ada pelaksanaan kegiatan TMMD, mudah-mudahan bisa tambah laris manis dagangan saya,” ungkapnya lagi dengan wajah polos.
Kehadiran anggota TNI tidak hanya meningkatkan perekonomian saja, lanjut Sumiati, bahkan suasana di Dukuh Ngotoko jadi terlihat ramai dibandingkan sebelum adanya program TMMD. (0720) (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta- Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu mengatakan, pagi ini pukul 07.00 WIB Tim Pemulihan Bencana Sulawesi Tengah di bawah pimpinan Kementerian Polhukam siap berangkat menuju Palu dengan menggunakan Pesawat Hercules. Tim terdiri atas Bazarnas, BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Kominfo, jurnalis.

Dikatakan Ferdinandus, tim dari BAKTI Kementerian Kominfo membawa 30 unit telepon satelit yang akan digunakan untuk komunikasi bagi para petugas posko pemulihan bencana selama masa tanggap darurat pasca gempa. Tim BAKTI Kemkominfo akan bergabung bersama 25 Tim Kominfo Palu.

“Update dari wilayah gempa, hingga pukul 05.00 pagi tadi, lebih dari 500 BTS telelomunikasi seluler tidak bisa berfungsi, antara lain karena terhentinya pasokan listrik dari PLN,” ungkap Ferdinandus dalam rilisnya yang diterima mediakepri.co.id, Sabtu, 29 September 2018.

Kementerian Kominfo, kata Ferdinan, juga akan segera siapkan perangkat internet satelit untuk memudahkan pengiriman informasi dan data pesca-bencana.

“Masyarakat Sulawesi Tengah dan Sekitarnya diminta tetap tenang dan tetap waspada,” imbuhnya.(*)

Sumber: humas Kemkominfo RI

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tuan rumah Sriwijaya FC bermain imbang 3-3 dengan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2018 pekan ke-22 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Ahad, 16 September 2018.

Tiga gol Sriwijaya FC sukses dicetak oleh Esteban Vizcarra, Manuchekhr Dzahalilov, dan Alberto Goncalves.

Gol dari Persebaya berhasil dicetak oleh O.K John dan David da Silva (2).

Pada babak pertama, Persebaya Surabaya berhasil unggul lebih dulu lewat gol cepat dari David da Silva pada menit ketiga.

Kemudian, Sriwijaya FC yang tampil terus menekan sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-18 lewat tembakan keras dari luar kotak penalti oleh Esteban Vizcarra.

Namun pada menit ke-20, Persebaya berhasil kembali unggul lewat sundulan dari O.K John memanfaatkan tendangan sudut.

Seusai jeda, tuan rumah Sriwijaya FC yang bermain dalam keadaan tertinggal terus melakukan tekanan.

Namun, Persebaya Surabaya malah sukses menambah keunggulan lewat David da Silva pada menit ke-53.

Hanya berselang satu menit, Sriwijaya FC sukses memperkecil kedudukan menjadi 2-3 lewat gol dari Manuchekhr Dzahalilov.

Sriwijaya FC akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-61 lewat gol dari Alberto Goncalves yang sukses memanfaatkan umpan dari Manuchekhr Dzagalilov.

Setelah skor imbang 3-3, pertandingan semakin memanas dan kedua tim saling melakukan jual beli serangan.

Akan tetapi, sampai wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya babak kedua, skor 3-3 tetap bertahan.

Susunan Pemain:

Sriwijaya FC: 12-Teja Paku Alam, 22-Marckho Merauje, 18-Achmad Faris, 16-Goran Gancev, 27-Zalnando, 35-Zulfiandi, 6-Yu Hyun-goo, 63-Manuchekhr Dzagalilov, 17-Muhammad Nur Iskandar, 11-Esteban Vizcarra, 9-Alberto Goncalves

Pelatih: Subangkit

Persebaya Surabaya: 33-Miswar Saputra, 22-Abu Rizal, 4-O.K. John, 44-Andri Muladi, 25-Irvan Febrianto, 6-Misbakus Solikin, 96-Muhammad Hidayat, 41-Irfan Jaya, 10-Robertino Pugliara, 20-Osvaldo Haay, 17-David da Silva

Pelatih: Djadjang Nurdjaman.  (***)

sumber: bolasport.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun bersama beberapa jajarannya menerima kunjungan tim ekspedisi jalur darat 34 Gubernur di Gedung Graha Kepri Batam , Jumat, 14 September 2018.

Kepri merupakan Provinsi ke-4 yang disinggahi Tim ekspedisi setelah memulai perjalanan dari Aceh.

Nurdin Basirun langsung mengekspose seluruh keunggulan tujuh Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri. Termasuk berbagai keinginan untuk memajukan Kepri.

“Saya sangat senang Tim ekspedisi ini sudah sampai di Kepri. Mohon digali dan diekspose seluruh keunggulan Kepri ini. Sampaikan ke dunia luar bahwa Kepri ini istimewa dengan berbagai kelebihannya. Biar masyarakat tahu dan pemerintah pusat juga mendukung penuh dengan regulasinya,” kata Nurdin yang juga menjabat sebagai Korwil APPSI Sumatera ini.

Tidak itu saja, Nurdin juga meminta Tim Ekspedisi mengekpose khusus Kabupaten Bintan. Dan kalau sempat bisa mampit ke Kabupaten Anambas dan Kabupaten Natuna dengan potensi Sumber Daya Alam dan Pariwisata yang mempesona.

“Kalau sempat datanglah ke Anambas. Lihat wisata bawah air nya yang melebihi Raja Ampat. Dan potensi alam lainnya. Kepri juga kaya dengan adat budaya yang hampir ada dari seluruh provinsi di Indonesia. Kepri juga punya beragam kuliner dan produk unggulan. Industri galangan kapal juga paling bagus di Kepri. Bahkan bisa untuk pembuatan kapal perang. Semoga tim ekspedisi dengan misi yang diembannya bisa mengekspose seluruh keunggulan Kepri,” harap Nurdin.

Nurdin menambahkan sebagai Korwil APPSI Sumatera, saat ini sedang memperjuangkan undang-undang mengenai Provinsi Kepulauan. Beberapa keinginan dalam undang-undang itu, adanya regulasi dan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat yang berbeda untuk provinsi kepulauan.

Selain keunggulan geografis, alam dan pariwisata, Tim ekspedisi nanti nya juga akan mengeskpose potesi UKM (usaha kecil menengah) di Kepri.

Untuk hal ini Tim ekspedisi menggandeng Bukalapak. Tujuannya agar produk-produk UKM Kepri bisa dijual di Bukalapak.

Menurut Community Manager Pasar online Bukalapak Leyana Riesca Ariesta saat ini Bukalapak sudah mengadopsi penjualan tradisional sebanyak 4 juta org pelapak. Ada 50 juta pengguna dengan 13 juta pengunjung per hari atau 400 juta pengunjung perbulan.

“Target kami dalam ekspedisi ini adalah para pengusaha UKM bisa berjualan secara online dibantu oleh Bukalapak yang memiliki jumlah pengunjung jutaan tiap.bulannya. UKM tradisional bisa go digital,” tukasnya.

Ketua Tunas Muda Jatim yang merupakan ketua Tim Ekspedisi Jalur Darat 34 Provinsi, Kiagus Firdaus menjelaskan tujuan tim ekspedisi tersebut adalah untuk mengekspose seluruh keunggulan tiap provinsi yang tergabung kedalam Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

“Selama ini di setiap provinsi yang terekspose lebih banyak negatifnya dibanding keunggulannya. Maka dengan ekspedisi ini kita balik pemikiran masyarakat. Bahwa tiap provinsi di Indonesia itu punya banyak keunggulannya,” ungkap Kiagus.

Kiagus menjelaskan, beberapa misi yang akan mereka lakukan pada setiap provinsi yang akan dikunjungi adalah mengangkat inovasi tiap provinsi, keunggulan-keunggulan, potensi-potensi yang selama ini tidak diketahui masyatakat luas, mengenalkan sosok tiap Gubernur di tiap provinsi yang diekspose, dan membantu membranding UKM yang ada di tiap Provinsi.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bappeda Kepri Naharuddin, Asisten II Syamsul Kepri, Sekretaris Dinas UKM Koperasi Kepri Faturrahman, Kabid Industri Disperindag Asniah dan beberapa jajaran lainnya. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mendukung penuh pengembangan ekowisata di sejumlah hutan produksi lestari di pulau pulau potential di Kepri. Apapun program untuk meningkatkan ekonomi daerah, harus didukung dengan maksimal. Tapi, Jakarta diminta juga memberi dukungan penuh, apalagi terkait perizinan di kawasan hutan produksi tersebut.

“Saya siap ikut turun ke lapangan mendampingi Tim Kementerian, terutama untuk meninjau potensi potensi wisata yang ada di Kepri. Sekarang masih banyak hutan produksi di lokasi wisata kita yang agak terkendala dalam hal perizinan,” kata Nurdin saat menerima Team Leader to Accelerate Ecotourisme Development Kementerian Pariwisata RI, di Istana Kota Piring Perkantoran Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu, 12 September 2018 malam.

David Makes, Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan mewakili Kemenpar dan Johan Direktur Usaha Jasa Lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu Hutan Produksi dari Kementrian LHK tersebut datang bersama sejumlah anggota dan bakal menggelar Focus Discusion Group (FGD) dengan mengundang calon investor di Batam. Nurdin pada pertemuan itu didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Syamsul Bahrum.

Nurdin berpesan kepada tim untuk mengajak serta Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup ikut serta ke Kepri. Agar semua bisa diakselerasikan lebih cepat untuk pengembangan ekowisata.

Menurut Nurdin, apa yang disampaikan pihak kementerian pariwisata sudah sejalan dengan konsep pengembangan kepariwisataan di Kepri. Pemprov Kepri pun sangat fokus dalam mengembangkan sektor ini.

Segera perizinan untuk sektor ini ikut dibantu dipercepat. Apalagi, banyak pulau di Kepri yang memiliki potensi tersendiri untuk pengembangan wisata.

“Kita punya 2.408 pulau, banyak yang punya pesona untuk pariwisata,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, soal lokasi terbaik, dunia sudah mengakuinya. Seperti Pulau Bawah atau kawasan-kawasan lainnya. Malah, beberapa temlat disanding dan dibandingkan dengan Maldives.

Pada Agustus lalu, misalnya, Nurdin mengunjungi sejumlah pulau yang sedang dikembangkan untuk daerah tujuan wisata baru. Para investor, sudah tidak ragu lagi untuk berinvestasi di bidang pariwisata. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Timnas Indonesia akan menghadapi Mauritius di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Selasa, 11 September 2018 dalam laga uji coba yang masuk dalam kalender FIFA.

Jelang pertandingan ini, gelandang Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly mengaku buta kekuatan Mauritius, negara dari Afrika. Namun yang pasti, Lilipaly menyebut tim asal Afrika punya fisik yang kuat.

“Saya tidak tahu bagaimana tim Mauritius. Tapi secara umum para pemain Afrika sangat kuat. Mereka rata-rata memiliki postur tubuh besar dan juga agresif,” ujar Lilipaly.

Untuk menghadapi Mauritius, Lilipaly optimistis Timnas Indonesia punya kesempatan mengalahkan Mauritius. Dia menyebut Skuat Garuda punya kecepatan yang bisa merepotkan lini pertahanan negara Afrika tersebut.

“Saya rasa uji coba nanti akan bagus untuk Timnas Indonesia. Kami punya banyak pemain yang memiliki kecepatan dan juga tehnik yang bagus. Kita lihat aja apa yang akan terjadi nanti,” ucap gelandang Bali United tersebut.

Sebelum bertolak menuju Cikarang, Lilipaly sempat berbagi cerita tentang perasaannya setelah kembali mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia. Ia juga siap beradaptasi dengan beberapa pemain baru di Timnas Indonesia.

“Tentunya sangat senang bisa dipercaya kembali memperkuat Timnas Indonesia. Saya juga siap untuk beradaptasi dengan pemain lainnya yang baru mendapat panggilan,” katanya.

“Saya rasa sesuatu yang normal karena tentu pelatih ingin memberikan kesempatan bagi siapa saja pemain yang tampil bagus di Liga 1,” ujar Lilipaly menambahkan.

Mauritius Tangguh

Calon lawan Timnas Indonesia ini merupakan sebuah negara kepulauan di barat daya Samudra Hindia, sekitar 900 km sebelah timur Madagaskar. Selain Pulau Mauritius, negara ini juga mencakup Kepulauan Cargados Carajos, Rodrigues dan Kepulauan Agalega.

Bila dibandingkan dengan negara-negara Afrika lainnya, sepak bola Mauritius jauh dari kata istimewa. Prestasi terbaik Mauritius hanya mencapai babak pertama Piala Afrika pada tahun 1974.

Meski sepak bola mereka tak terkenal, posisi Mauritius di ranking FIFA lebih baik dari Timnas Indonesia. Mauritius berada di peringkat 155, sembilan tingkat di atas Skuat Garuda. (***)

sumber: liputan6.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di Kecamatan Jemaja masih berlangsung, tampak terlihat tim Kesebelasan dari Sunggak FC berhadapan dengan Djumaya FC di Lapangan Kelurahan Letung sangat memukau Rabu, 5 September 2018.

Kepala Desa Sunggak Mus Mulyadi menjelaskan kepada awak media terkait pertandingan yang sedang berlangsung, Sangat memukau di lapangan hijau kelurahan letung, Mus Mulyadi juga mengatakan bahwasanya ke dua kesebelasan sangat bagus dan bermain rapi, disini kami juga mendatangkan pemain dari Batam sebanyak 4 orang untuk memperkuat tim kesebelasan Sunggak FC tuturnya.

Diperkirakan penonton yang hadir menyaksikan pertandingan Bola Kaki antara Sunggak FC berhadapan dengan kesebelasan Djumaya FC sekitar 1000 Orang penonton yang memadati lapangan tersebut.

Hingga laga usai ke dua kesebelasan belum bisa membobol gawang dari masing masing tim kesebelasan, yang mengakibatkan adu pinalti. Pertandingan hari ini masih berpihak kepada kesebelasan Djumaya FC dengan perolehan tendangan 4-1 untuk Djumaya FC.

Ditanbahkan lagi oleh Kepala Desa Sunggak bahwasanya pertandingan hari ini meskipun Kalah Namun memuaskan dan Patut diapresiasi serta tetap memberikan Selamat kepada ke dua tim kesebelasan terutama kepada Tim Djumaya FC.

“Ini adalah awal kebangkitan Sepak bola Desa Sunggak dan akan selalu kami tingkatkan lagi sehingga di pertandingan berikutnya Sunggak FC akan menjuarai di segala pertandingan di tingkat kecamatan maupun di tingkat Kabupaten nantinya,” ujar Mulyadi.

Afrizal salah seorang penonton yang ikut menyaksikan pertandingan tersebut menjelaskan terkait pertandingan yang ia saksikan hari ini sangat memuaskan dan memukau.

” Terlihat dari jumlah penonton yang hadir serasa enggan meninggalkan pertandingan di karenakan seru,” tutur Afrizal. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Gubernur H Nurdin Basirun tampaknya memberi tuah bagi kesebelasan Pemprov Kepri All Star. Sebab, tak lama setelah masuk ke lapangan, gawang lawan, tim Pemkab Karimun All Star langsung bobol.

Nurdin yang masuk di pertengahan babak pertama langsung memberi warna pada permainan Pemprov Kepri All Star. Begitu dapat bola, Nurdin sedikit mengocek dan melepas umpan pendek ke rekan se timnya.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Badang Perkasa, Karimun, Jumat 31 Agustus 2018 petang itu juga disaksikan Wakil Bupati Karimun, H Anwar Hasyim.

Nurdin pun memberi andil bagi terciptanya gol Pemprov Kepri All Star.

Setelah kemelut di depan gawang Karimun, bola akhirnya jatuh ke kaki Ibnu. Begitu melihat peluang, pemain bernomor punggung 8 ini melepas tendangan ke arah tiang jauh Karimun.

Nurdin tampak melompat, dan lompatan itu sepertinya melindungi penglihatan penjaga gawang Karimun. Keadaan ini memaksa penjaga gawang Karimun memungut bola dari gawangnya. Kepri memimpin satu gol.

Memakai nomor punggung 10, Nurdin juga ikut aktif dalam pertahanan. Dia sekali melakukan sliding ketika bola di kaki lawan. Nurdin meluncur dan mencuri bola dari kaki lawan.

Selain Nurdin, tim Kepri All Star diperkuat Kadis Pendidikan Muhammad Dali, Karieperindag Burhanuddin, Kadispora Maifrizon, Karo Humas Protokol dan Penghubung Nilwan. Ada juga Staf Ahli Syamsuardi, tokoh masyarakat Endi Maulidi, pelatih 757 Kepri Jaya Ibnu.

Di babak kedua, Nurdin hanya bermain setengah babak. Hingga peluit akhir ditiup, kedudukan tak berubah 1-0 untuk kemenangan Kepri All Star.

Pertandingan eksebisi ini mengisi pertandingan persahabatan antara 757 Kepri Jaya melawan tuan rumah PSK Karimun.

Nurdin, yang memberi perhatian besar bagi perkembangan sepak bola di Kepri menyambut baik pertandingan persahabatan ini. Menurut Nurdin, pertandingan silaturahmi ini sangat penting untuk digelar.

“Semoga tim yang bertanding semakin meningkat permainannya,” kata Nurdin. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq melepas tim masyarakat Karimun peduli Lombok. Tim ini nantinya akan disebar untuk penggalangan dana bagi korban gempa Lombok.

Acara pelepasan tim dilakukan di depan rumah dinas Bupati Karimun, Sabtu 18 Agustus 2018 pagi.

Tim ini terdiri dari beberapa organisasi kepemudaan seperti, Persatuan Marga Tiong Hoa Indonesia Karimun, Pemuda Pancasila, Forum Pembauran Kebangsaan, FKPPI, Tagana, dan masih banyak lagi.

Aunur Rafiq mengatakan, seluruh tim penggalangan dana akan mengumpulkan dana selama dua Minggu. Di mana nantinya dana yang terkumpul akan langsung segera disalurkan.

“Penggalangan dana dilakukan selama dua Minggu, jika sudah terkumpul langsung disalurkan,” kata Rafiq.

Bantuan kali ini dikatakan Rafiq, hanya dalam bentuk uang tunai. Untuk bantuan berupa barang-barang tidak dilakukan, hal tersebut dikarenakan lokasi Lombok yang sangat jauh dari wilayah Karimun.

“Kita tidak mengumpulkan dalam bentuk barang. Karena mengingat Lombok itu sangat jauh maka sebaiknya kita kumpulkan uang saja,” ujar Rafiq.

Untuk itu, Bupati meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk ringan tangan dan bahu membahu dalam meringankan beban warga Lombok yang saat ini sedang memerlukan bantuan.

Sementara untuk posko pengumpulan bantuan akan di pusatkan di Gedung Nasional. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam- Sebanyak 505 tim meramaikan Lomba Gerak Jalan Beregu Tingkat Kota Batam tahun 2018, Sabtu,1 1 Agustus 2018. Perlombaan ini digelar dalam rangkaian kemeriahan Peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, Hendriana Gustini mengatakan lomba gerak jalan ini dibagi menjadi tiga kategori yakni 5 kilometer (km), 8 km, dan 17 km. Kategori 5 km diikuti 76 regu SD putra, 79 regu SD putri, serta 36 regu dari perwakilan PGRI 12 kecamatan, organisasi wanita, perbankan putri, asuransi putri, perhotelan putri, dan masyarakat umum putri.

Sedangkan kategori 8 km diikuti masing-masing 68 regu SMP putra dan putri. Kemudian 45 regu SMA/SMK putri, 31 regu OPD, BUMN, umum, dan perhotelan putra. Serta 13 regu OPD, BUMN putri, dan mahasiswi.

“Kategori 17 km pesertanya SMA/SMK putra 58 regu. Ormas, OKP, mahasiswa dan instansi putra 23 regu. Serta TNI/Polri delapan regu,” kata Hendriana saat pelepasan gerak jalan di depan Kantor Walikota Batam.

Adapun rute untuk kategori 5 km start dari Masjid Agung belok kiri ke Panasonic, Ruko Purimas, Polsek Batam Kota, dan masuk ke bundaran Asrama Haji, sampai ke garis finish di titik awal. Sementara kategori 8 km dari titik start belok kanan, ke BP Batam, Hotel 01, belok kiri ke My Mart, Sekolah Yos Sudarso, Perumahan Seruni lanjut Simpang Rosedale, Sekolah Harapan Utama, Simpang Frengki, belok kiri ke arah Masjid Agung, dan kembali ke titik finish.

Peserta kategori 17 km menempuh rute dari titik start ke BP Batam, Ruko Pasir Ris, Bundaran Madani, Seruni, Simpang Jam, jalur lambat Simpang Kabil, Sekolah Global, Morning Bakery Green Land, My Mart, Pasir Ris, BP Batam, finish.

“Total hadiah Rp 224 juta untuk 11 kelompok tiga kategori,” tuturnya.

Walikota Batam, Muhammad Rudi berpesan agar juri bersikap netral. Jangan sampai ada titipan pada penilaian juri.

“Tidak ada titipan sponsor di sini,” tegasnya.

Kegiatan gerak jalan ini, kata Rudi, patut dijadikan sebagai momen memperingati HUT RI. Yaitu ada perjuangan yang dilakukan orang tua terdahulu dalam merebut kemerdekaan 17 Agustus 1945.

“Hari ini kita harus sama-sama mengisi apa yang diperjuangkan orang tua kita. Mari kira percepat pembangunan kota ini. Kita harus bersinergi, bersama, bersatu. Tak ada lagi kata, itu kerja kamu, ini kerja saya,” sebutnya.(mcb)

LINGGA

Minggu | 12 Agustus 2018 | 15:11

64 Tim Sepak Bola Rebut Piala Penuba Cup I Tahun 2018

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Meski diguyur hujan dan lapangan berlumpur pembukaan Turnamen Sepak Bola Penuba Cup I Tahun 2018 di Desa Penuba Kecamatan Selayar berlangsung meriah.

Turnamen ini dibuka langsung oleh Sekretaris Disparpora Kabupaten Lingga Abang Syafril di lapangan Sepak Bola Muhamad Noum Desa Penuba, pKecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Sekretaris Disparpora dalam sambutannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara dan pemuda khususnya Karang Taruna Desa Penuba atas terselenggaranya turnamen sepak bola Penuba Cup I 2018. Dirinya berharap melalui even tersebut bisa membangun komunikasi pemuda melalui olahraga Sepak Bola tingkat Desa ini.

“Turnamen sepak bola Penuba Cup 2018 ini semoga dapat menjadi sarana pembinaan dan pengembangan pemain muda lokal,” ujar Sekretaris Disparpora.

Lahirnya pemain bertalenta lanjut Sekretaris Disparpora, tidak akan datang secara tiba-tiba, namun dibutuhkan perencanaan yang sistematis, terarah dan berkelanjutan salah satunya melaui even seperti digagas oleh masyarakat Desa Penuba hari ini.

”Kompetisi seperti ini mestinya menjadi solusi membuka peta jalan prestasi atlet sepakbola”, pungkasnya.

Sementara Kades Penuba, Safri mengatakan turnamen Penuba Cup I tahun 2018 digelar dalam Peringatan Hari Besar Nasional akan berlangsung dari tanggal 11 Agustus hingga 22 September 2018 mendatang dengan diikuti sebanyak 64 klub sepak bola se Kabupaten Lingga.

“Saya berharap selama turnamen berlangsung semua team dapat menjaga kondusifitas dan keamanan bersama dengan menjunjung tinggi sportifitas dan fairplay”kata Safri. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Belasan anggota tim tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Karimun dibawah kendali Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) AKP Lulik Febyantara mendatangi DRPD Karimun, Senin, 7 Mei 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedatangan tim Tipikor Polres Karimun ini dalam upaya melakukan penggeledahan dokumen terkait adanya dugaan surat pertanggungjawaban (SPJ) fiktif.

Dalam melakukan penggeledahan ini, tim Tipikor ini dilengkapi dengan sejumlah ‘senjata’ dari instansinya. Adapun perlengkapan yang dibawa dalam menjalankan penggeledahan yakni surat perintah untuk melakukan penggeledahan.

“Intinya saat melakukan penggeledahan sudah dilengkapi dengan surat perintah dari pimpinannya. Dan polisi punya alasan khusus terkait dengan hal ini. Jadi mari kita sama-sama saling menghormati,” ujar Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Karimun , Bakti Lubis, Senin, 7 Mei 2018 siang.

Namun tindakan tim Tipikor yang ‘mengacak’ gedung wakil rakyat ini mendapat kritikan dan protes Zainuddin Ahmad anggota DPRD Karimun dari Fraksi Gerindra.

“Karena pimpinan kami berhalangan tidak ada, jangan seenak-enak dia (polisi). Saya protes ini, tak benar itu, kita kan punya mekanismenya, jangan seenaknya bongkar sana sini, tidak senang saya seperti ini,” katanya.

Zainuddin Ahmad atau biasa dipanggil Kapt Din ini juga menyebut bahwa, penggeledahan harus melalui mekanisme yang ada. Diantaranya mendatangi terlebih dahulu Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Karimun.

Pantauan di lapangan, wajah-wajah pegawai dan beberapa anggota dewan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun mendadak tegang. Ketegangan tersebut terjadi setelah anggota Satreskrim Polres Karimun melakukan penggeledahan di ruangan DPRD Karimun, sejak pukul 10.00 WIB.

Penggeledahan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara dengan didampingi sekitar 12 anggota Reskrim.

Penggeledahan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara dengan didampingi sekitar 12 anggota Reskrim.

Menurut informasi di lingkungan DPRD Karimun, kedatangan polisi tersebut diduga terkait pemeriksaan anggaran tahun 2016 yang berkaitan dengan dugaan fiktif SPJ (surat pertanggungjawaban) dan kunjungan kerja para anggota DPRD. (fajar)

sumber: lendoot.com/keprionline.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq membuka turnamen sepak bola tahunan SPE’86 yang diselenggarakan di lapangan Bola Sungai Pasir, Sabtu, 14 April 2018 sore.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan turnamen sepak bola SPE’86 yang merupakan telah menjadi kegiatan tahunan.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Karimun mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan turnamen sepak bola SPE’86 2018 yang menjadi kalender tahunan masyarakat. Saya juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada karang taruna yang sudah 32 tahun keberadaannya,” kata Rafiq.

Rafiq juga mengatakan, dengan janji yang telah disampaikan pada penutupan Turnamen sepakbola tahun lalu, bahwa kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan oleh pemuda bersama Pemerintah Kecamatan, sekarang telah menjadi agenda tahunan melalui Dinas pemuda dan olahraga Kabupaten Karimun.

“Alhamdulillah, sesuai janji yang kami sampaikan waktu penutupan pada tahun lalu, bahwa seluruh kegiatan yang dulunya dilaksanakan oleh pemuda bersama pemerintah kecamatan, hari ini sudah menjadi kalender tahunan di anggaran pendapatan belanja daerah yang melekat di dinas pemuda dan olahraga,” kata Rafiq.

Rafiq berharap, dengan diselenggarakannya turnamen tersebut, semoga dapat menjadi ajang pembinaan serta mengembangkan bakat para atlet generasi muda yang akan datang melalui turnamen sepakbola ini.

“Semoga pertandingan ini sebagai ajang pembinaan bagi generasi muda atlit dimasa yang akan datang. Diharapkan juga, kegiatan ini harus terus berkelanjutan, jangan tahun ini ada, tahun depan tak ada pulak,” ujar Rafiq.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana, Raja Nurul mengatakan, turnamen sepak bola SPE’86 ini diikuti sebanyak 16 peserta se-Kabupaten Karimun di bawah umur 15 tahun.

“Kegiatan ini dalam rangka ulang tahun karang taruna ke-32 tahun. Untuk peserta yang ikut sebanyak 16 Se-Kabupaten Karimun dengan syarat maksimal umur 15 tahun dan diatas 10 tahun,” ujarnya.

Raja menambahkan, untuk para juara nantinya akan diberikan uang pembinaan, Piala dan Medali.

“Hadiah untuk juara satu mendapat Rp 12 juta, juara dua Rp 8 juta, juara tiga Rp 6 juta dan juara empat Rp 4 juta. Yang juara satu selain dapat tetap mereka juga mendapatkan piala bergilir. Kemudian untuk top score juga diberikan hadiah sebesar Rp 500 begitu juga pemain terbaiknya,” tutupnya. (kmg/riandi)