Tingkat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersyukur atas tingginya tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu Serentak 2019.

Menurut Tjahjo, tingkat partisipasi masyarakat bahkan melampaui target yang telah dicanangkan KPU sebagaimana yang tercantum dalam RPJM Nasional 2014 – 2019 tingkat partisipasi pemilu sebesar 77,5 persen.

“Kami bersyukur tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu Serentak 2019 sesuai dengan harapan kami, yaitu mencapai 80 persen,” ungkap Tjahjo.

Atas prestasi masyarakat tersebut, Tjahjo mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak, terutama penyelenggara Pemilu yang telah bekerja keras menyukseskan Pesta Demokrasi ini.

“Terimakasih kepada seluruh penyelenggara Pemilu, seluruh aparatur negara, peserta Pemilu, pers, LSM/Ormas, akademisi, dan seluruh masyarakat, bangsa Indonesia,” pungkasnya. (puspen kemendagri)

UN

HEADLINE

Senin | 25 Maret 2019 | 10:34

Hari Pertama UN Tingkat SMK di Batam Berjalan Lancar

MEDIAKEPRI.CO.ID BATAM – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hari ini, Senin, 25 Maret 2019.

Untuk pelaksanaan UN tahun ini dilaksanakan selama empat hari. Dan pelaksanaannya berakhir hingga Kamis 28 Maret 2019 mendatang.

Dari pantauan mediakepri.co.id di beberapa sejumlah sekolah di Batam, hari pertama UN berjalan dengan lancar dan aman, tanpa ada kendala yang cukup berarti.

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Batam, Nursya’bani M.Pd mengatakan, UN hari pertama di sekolahnya berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah, dari awal dimulai UN tadi pagi, hingga sekarang tidak ada kendala, semuanya berjalan dengan lancar dan aman,” katanya. (sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Anggota DPRD Natuna dari daerah pemilihan III, yakni Marzuki, Syaifullah dan Yohanis, memiliki pandangan yang sama dalam hal pemerataan pembangunan di setiap kecamatan.

Marzuki, wakil rakyat dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ketika dimintai keterangan berharap, agar Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, melalui kebijakannnya bisa menetapkan pagu anggaran untuk setiap Kecamatan.

Marzuki

“Saya berharap ada pagu anggaran yang disiapkan untuk setiap kecamatan supaya pembangunan itu benar-benar merata, bukan hanya sekedar ungkapan tentang pemerataan pembangunan saja,” ujar Marzuki, dilansir dari media koranperbatasan.com.

Menurut lelaki yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Natuna itu, indikator untuk penetapan jumlah anggaran bisa mengacu pada berapa banyak jumlah penduduk, luas wilayah, dan tingkat kesulitan suatu daerah.

Jadi kita tidak lagi meraba-raba, artinya jika setiap kecamatan sudah disediakan pagu anggarannya tentu mereka (pihak kecamatan-red) bisa menyesuaikan apa yang akan mereka usulkan sesuai dengan jumlah anggaran yang telah ditetapkan,“ terang Marzuki.

Lebih jauh lagi Marzuki menyebutkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali meminta kepada Bupati dan Bappeda agar setiap kecamatan diberikan pagu anggaran secara khusus.

“Sayangnya mereka selalu beralasan bahwa anggaran defisit. Sebenarnya tidak ada pengaruh kalau terjadi defisit anggaranya kita sesuaikan saja. Misalnya Kecamatan Bunguran Utara kita tetapkan pagu dananya sebesar Rp 4 miliar kalau defisit kita sesuaikan saja menjadi Rp 3 miliar, jangan sampai dihilangkan,“ ujar Marzuki.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN), Yohanis.

Ia mengatakan, pada prinsipnya Musrenbang yang dilaksanakan dengan cara menggabungkan semua Kecamatan dan Desa serta kelurahan yang ada diwilayah II terbilang bagus. Salah satunya bisa menjalin hubungan silaturahmi antar pemerintah kecamatan desa dan kelurahan termasuk mempersingkat waktu.

Yohanis yang juga merupakan Ketua Komisi II DPRD Natuna, berharap pada tahun 2019 ini masing-masing kecamatan mendapatkan porsi pembangunan yang merata.

“Jadi tidak ada lagi yang dianak tirikan dan dianak kandungkan. Mari kita ciptakan rasa kebersamaan dan bahu membahu jangan jadikan perbedaan warna membuat kita berpecah belah dalam membangun Natuna,“ ujar Yohanis.

Syaifullah

Sementara itu, Syaifullah anggota DPRD Natuna dari partai Hanura, menuturkan dirinya bersama rekan-rekan di DPRD akan menggiring usulan prioritas masyarakat dari level kecamatan hingga kabupaten.

“kita giring agar pemerataan pembangunan bisa terwujud. Jadi untuk mendapatkan pembangunan itu, tidak lagi tergantung kedekatan maupun lobby,“ kata Saifullah.

Menurut Saifullah, selama ini pembagian kue pembangunan khususnya untuk di wilayah kecamatan masih belum maksimal karena pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dan masyarakatnya masih harus bekerja keras untuk memperoleh apa yang menjadi kebutuhan daerahnya.

Oleh karena itu, lanjut Saifullah, penetapan pagu anggaran untuk setiap kecamatan menjadi sangat penting agar tidak terjadi ketimpangan dalam mempercepat pembangunan di daerah.

“Jadi anggaran untuk kecamatan ini penting biar semuanya bisa merasakan. Kasian mereka yang tidak memiliki kedekatan dengan instansi terkait maupun kepala daerahnya. Jika kita ingin daerah ini maju, dan menjadi lebih baik tentunya kita harus menghidari pembangunan yang berdasarkan kepentingan dan keinginan,“ pungkasnya. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID,Bintan – Pada hari Senin, 22 Oktober 2018 pekan mendatang, sekitar 3.000 santri se-Kabupaten Bintan akan mulai memadati Mesjid Baitul Makmur, Kecamatan Bintan Utara guna memeriahkan sejumlah kegiatan pada peringatan Hari Santri Nasional 2018 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Bintan Lukman di Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Kamis, 18 Oktober 2018 pagi menuturkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018, Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Bagian Kesra Setda Kabupaten Bintan rencananya akan menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya Pawai Santri, Wisuda Santri, Launching Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji serta Pembukaan MTQ Santri.

” Ada sekitar 3.000 santri yang akan mengikuti pawai dan diikuti oleh seluruh santri mulai dari santri rumah tahfidz, darul qur’an dan TPQ se Kabupaten Bintan, lalu 180 hafidz dan hafidzah yang akan diwisuda, serta kita juga akan melaunching Program Gerakan Masyarakat Bintan Maghrib Mengaji bagi siswa-siswi SD, SMP se Kabupaten Bintan,” ujarnya.

Dikatakannya juga, bahwa untuk Program Gerakan Masyarakat Bintan Maghrib Mengaji diharapkan siswa-siswi SD/SMP se Kabupaten Bintan nantinya dapat membiasakan diri untuk mengaji di Mesjid atau Mushola.

” Ini sebagai bagian, dari bagaimana usaha pemerintah untuk membangkitkan budaya gemar mengaji,”ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengutarakan bahwa dirinya sangat menekankan agar generasi muda Bintan dapat membangkitkan gemar mengaji yang mulai terkalahkan dengan arus perkembangan tekhnologi. Ditambahkannya juga bahwa dirinya mengingat masa-masa kanak-kanak dahulunya yang sangat sering meng-khatamkan Al-Qur’an.

” Saat ini, banyak anak-anak mulai terpengaruh dengan perkembangan tekhnologi, kecanduan game maupun gadget. Susah diajak ke Mesjid, apalagi mengaji. Dengan adanya program ini, bagaimana nantinya anak-anak dapat membiasakan diri mengaji ke mesjid minimal seminggu sekali, kita akan buatkan buku panduan. Kita ingin bangkitkan masa-masa khatam Al-Qur’an,” tutupnya.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kampung Tua Tanjungsengkuang Kecamatan Batuampar meraih juara pertama Lombaan Hias Gerbang Semarak Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia Tingkat Kota Batam.

Tanjungsengkuang menang untuk kategori Kampung Tua. Dan Juara II kategori yang sama diraih oleh Kampung Tua Tiangwangkang Kecamatan Sagulung. Hadiah diserahkan kepada para pemenang usai upacara Hari Perhubungan Nasional di Dataran Engku Putri, Senin, 17 September 2018.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Batam, Rudi Panjaitan mengatakan Lomba Semarak Kampung Merdeka ini dibagi menjadi lima kategori. Yakni Kampung Tua, Kampung Nelayan, Kavling Siap Bangun, Perumahan Sederhana dan Sedang, serta Perumahan Mewah atau Elite.

“Total hadiah Rp 54 juta untuk para pemenang lomba ini. Melihat antusias masyarakat Batam ikut serta pada lomba ini, tahun depan akan kita gelar kembali dan ini menjadi agenda rutin peringatan HUT RI Tingkat Kota Batam,” ujar Rudi.

Dari lima kategori, untuk kategori Kampung Tua ditetapkan dua pemenang juara 1 dan 2. Untuk Kampung Nelayan satu pemenang yakni Kampung Nelayan Sijantung Kecamatan Galang. Kategori Perumahan Menengah ke Atas tiga pemenang yakni Perumahan Baloi Mas, Lubuk Baja sebagai juara pertama, Perumahan Sandona, Sekupang juara kedua dan Puri Casablanca, Batamkota juara ketiga.

Perumahan Sederhana dan Kavling ditetapkan empat pemenang, juara pertama sampai juara keempat. Perumahan sederhana sebagai juara pertama Perumahan Graha Permata Indah-Cluster Cendana Tiban Indah, Sekupang. Juara kedua diraih Perumahan Villa Muka Kuning, Kecamatan Sagulung, juara ketiga Perumahan Bida Asri 1 Batam Kota dan juara ke empat Perumahan Griya Permai Sungai Binti, Sagulung.

Untuk kategori Kavling, Rudi mengatakan Tembesi Tower RW 16 Sagulung berhasil meraih juara pertama. Bengkong Indah, Bengkong meraih juara kedua, RT06/RW 01 Tiban Lama, Sekupang sebagai juara ketiha dan Pasir Mantang, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar sebagai juara keempat.

“Peringkat pertama masing-masing kategori menerima uang pembinaan sebesar Rp4 juta. Untuk peringkat ke dua menerima Rp3 juta, juara ketiga mendapat Rp1,5 juta dan juara ke empat menerima Rp1 juta. Kita juga berikan piala dan piagam penghargaan,” sebutnya.

Kriteria penilaian antara lain kedisplinan warga menaikkan bendera di depan rumah. Kemudian kebersihan lingkungan terjaga, gapura dihias corak kemerdekaan, dan sebagainya. Juri juga melihat event yang dilaksanakan, yang bersifat merakyat, misal lomba-lomba dalam rangka 17-an. Selain itu juga dinilai dari kerukunan warganya. Juri terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup untuk penilaian kebersihan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk gapura hias, dan Badan Kesbangpol untuk kerukunan warganya. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Selain membuka Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelapa ke-2, awal Oktober 2018 mendatang, kehadiran Presiden RI, Joko Widodo ke Kabupaten Lingga juga dijadwalkan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Timah di kompleks Eks perkantoran PT Timah (Implasemen) Dabo Singkep.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Lingga, Said Nursyahdu, Senin, 11 September 2018.

” Saat ini DPUPR Lingga sedang melakukan pembongkaran bangunan di implasemen. Rencananya dilokasi ini nantinya akan dibangun Museum Timah yang peletakan batu pertamanya dijadwalkan dilakukan Presiden RI, sempena kunjungan kerja meresmikan KTT Kelapa,” kata Said Nursyahdu.

Dikatakan, selain museum, dilokasi yang sama juga dibangun tugu timah. Pembangunan museum dan tugu ditimah ini nantinya sejalan dengan rencana Pemkab Lingga menjadikan kawasan implasemen sebagai Kawasan Singkep Bisnis Centre (SBC).

” Untuk pembangunan museum ini akan dibiayai oleh PT. Timah Tbk. Sedangkan tugu timah menggunakan dana APBD Lingga tahun 2019,” terang pria yang akrab disapa Jon ini.

Dia menuturkan, Pemkab Lingga awalnya merencanakan pembangunan SBC dikawasan impalasemen. SBC ini dilengkapi dengan taman dan berbagi fasilitas umum lainnya. Seiring dalam perjalananannya diusulkan untuk dibangun Museum Timah, dengan tugu sebagai lambang kejayaan masa pertambangan timah di Pulau Singkep.

” Pembangunan dimulai dengan pembangunan jalan lingkar di kawasan ini. Jalan dibangun dengan dua ruas. Seiring kedagangan presiden dan rencana pembangunan museum pekerjaan pembongkatan gedung lama sebagi lokasi museum kami gesa. Saat ini telah 80 persen bangunan dibongkar,” terangnya.

Ada 10 bangunan bekas kantor PT Timah saat beraktivitas di Singkep. Lokasi ini telah menjadi aset Pemkab Lingga sejak dihibahkan PT Timah karena tidak lagi beraktivitas.

” Kawasan ini nantinya menjadi kawasan terpadu, pasar modern, kantor, taman bermain dengan berbagai fasilitas umum yang disiapkan,” imbuhnya.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq membuka secara resmi jambore PKK tingkat Kabupaten Karimun tahun 2018. Acara dilangsungkan di Panggung Rakyat Kediaman Dinas Bupati, Senin, 10 September 2018.

Sebanyak 12 tim PKK dari 12 Kecamatan mengikuti jambore PKK tingkat Kabupaten Karimun tahun 2018 ini. Berbagai penampilan dan kostum unik yang bertujuan mengajak masyarakat untuk mewujudkan hidup sehat dan sejahtera melalui 10 program pokok PKK.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang membuka jambore mengapresiasi kostum-kostum kreatif yang ditampilkan para peserta. Para peserta diantaranya memakai daun-daun tanaman obat dan koran bekas sebagai penghias kostum.

“Nanti acara gerak jalan kabupaten menggunakan kreasi seperti ini saja,” kata Rafiq dalam sambutannya.

Rafiq menambahkan, tim terbaik akan dikirim untuk mengikuti jambore tingkat Provinsi Kepri. Untuk mendukung program-program PKK, Rafiq mengimbau agar tingkat Kecamatan dan OPD terkait dapat menyediakan anggaran khusus.

“Semoga 10 program pokok PKK dapat dilaksanakan sehingga keluarga dan masyarakat menjadi sehat dan sejahtera,” tambahnya.

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Karimun, Raja Asmah Aunur Rafiq mengatakan jambore hendaknya dijadikan sebagai ajang silaturahmi dan pemersatu sesama kader.

“Dengan pelaksanaan jambore tahun 2018 ini kami berpesan kepada tim penggerak PKK untuk senantiasa bekerja menjaga semangat relawan dan terus menimba ilmu. Dimana ilmu dewasa ini menuntut kita mengembangkan diri dalam pengembangan program-program PKK,” papar Raja Asmah.

Sementara Dewan Pembina PKK Provinsi Kepri, Noorliza Nurdin Basirun yang ikut menghadiri jambore juga menyampaikan hal yang senada. Istri dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun itu mengatakan jambore PKK tingkat Provinsi Kepri tahun 2017 akan diadakan di Karimun.

“Jambore PKK tahun 2018 akan diadakan 20 September akan diadakan di Karimun. Saya yakin karimun bisa dan ready. Semoga acara itu dapat kita sukseskan bersama,” paparnya. (kmg/Parulian Turnip)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam- Sebanyak 35 orang Anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kota Batam tahun 2018, dikukuhkan Walikota Batam, Muhammad Rudi, di Aula Engku Hamidah Kantor Walikota Batam, Selasa, 14 Agustus 2018.

Anggota Paskibra yang terdiri dari para siswa-siswi SMA/sederajat di Kota Batam ini akan bertugas pada upacara HUT ke-73 RI di Dataran Engku Putri Batam Centre, 17 Agustus 2018 mendatang.

Paskibraka Kota Batam ini sebelumnya telah mengikuti pelatihan dan dikarantina selama 20 hari. Karantina dilaksanakan di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Batam.

Kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah dikukuhkan, Rudi berpesan agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya di Kota Batam.

“Kalian sudah resmi dikukuhkan sebagai pembawa bendera khusus Kota Batam. Merah Putih sudah di dadamu, apakah darah yang mengalir sudah sesuai dengan NKRI? tugas kita semua dan tugas kalian yang baru dikukuhkan untuk membangun dan mempersatukan bangsa ini,” sebut Rudi dalam amanahnya.

Sebagai ujung tombak pembangunan NKRI, anggota Paskibraka diharapkan dapat menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak saling menghujat dan membangun Indonesia dengan kebersamaan.

“Yang membangun Negara ini adalah kita sendiri, jika kita tidak akur satu dan yang lain apa yang akan terjadi. Ini perlu saya sampaikan agar ke depan Bangsa Indonesia menjadi Negara besar dan disegani,” katanya.(mcb)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam- Sebanyak 505 tim meramaikan Lomba Gerak Jalan Beregu Tingkat Kota Batam tahun 2018, Sabtu,1 1 Agustus 2018. Perlombaan ini digelar dalam rangkaian kemeriahan Peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, Hendriana Gustini mengatakan lomba gerak jalan ini dibagi menjadi tiga kategori yakni 5 kilometer (km), 8 km, dan 17 km. Kategori 5 km diikuti 76 regu SD putra, 79 regu SD putri, serta 36 regu dari perwakilan PGRI 12 kecamatan, organisasi wanita, perbankan putri, asuransi putri, perhotelan putri, dan masyarakat umum putri.

Sedangkan kategori 8 km diikuti masing-masing 68 regu SMP putra dan putri. Kemudian 45 regu SMA/SMK putri, 31 regu OPD, BUMN, umum, dan perhotelan putra. Serta 13 regu OPD, BUMN putri, dan mahasiswi.

“Kategori 17 km pesertanya SMA/SMK putra 58 regu. Ormas, OKP, mahasiswa dan instansi putra 23 regu. Serta TNI/Polri delapan regu,” kata Hendriana saat pelepasan gerak jalan di depan Kantor Walikota Batam.

Adapun rute untuk kategori 5 km start dari Masjid Agung belok kiri ke Panasonic, Ruko Purimas, Polsek Batam Kota, dan masuk ke bundaran Asrama Haji, sampai ke garis finish di titik awal. Sementara kategori 8 km dari titik start belok kanan, ke BP Batam, Hotel 01, belok kiri ke My Mart, Sekolah Yos Sudarso, Perumahan Seruni lanjut Simpang Rosedale, Sekolah Harapan Utama, Simpang Frengki, belok kiri ke arah Masjid Agung, dan kembali ke titik finish.

Peserta kategori 17 km menempuh rute dari titik start ke BP Batam, Ruko Pasir Ris, Bundaran Madani, Seruni, Simpang Jam, jalur lambat Simpang Kabil, Sekolah Global, Morning Bakery Green Land, My Mart, Pasir Ris, BP Batam, finish.

“Total hadiah Rp 224 juta untuk 11 kelompok tiga kategori,” tuturnya.

Walikota Batam, Muhammad Rudi berpesan agar juri bersikap netral. Jangan sampai ada titipan pada penilaian juri.

“Tidak ada titipan sponsor di sini,” tegasnya.

Kegiatan gerak jalan ini, kata Rudi, patut dijadikan sebagai momen memperingati HUT RI. Yaitu ada perjuangan yang dilakukan orang tua terdahulu dalam merebut kemerdekaan 17 Agustus 1945.

“Hari ini kita harus sama-sama mengisi apa yang diperjuangkan orang tua kita. Mari kira percepat pembangunan kota ini. Kita harus bersinergi, bersama, bersatu. Tak ada lagi kata, itu kerja kamu, ini kerja saya,” sebutnya.(mcb)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang perempuan Vermont, Amerika Serikat, menderita luka bakar kimia tingkat dua dan mengunggah peristiwa ini ke Facebook minggu lalu untuk memperingatkan orang lain tentang efek berbahaya ubi liar pada kulit seseorang.

Dilansir dari Sputniknews, 20 Juli 2018, Charlotte Murphy menjelaskan dalam unggahan di Facebook bahwa beberapa hari setelah dia tersandung ke tanaman ubi liar, benjolan merah kecil yang muncul di salah satu kakinya berubah menjadi lecet yang menyakitkan, kuning, dan bernanah.

“Seminggu kemudian kemerahan meningkat dan mulai gatal,” tulis Murphy. “Sayangnya aku sering menggaruknya saat tidur dan terbangun dengan lecet di kakiku. Sepanjang hari luka tumbuh ke titik di mana kakiku bengkak dan aku tidak bisa berjalan.”

Dia kemudian dibawa ke klinik perawatan darurat lokal dan sejak itu melakukan kunjungan harian untuk inspeksi dan perban baru, karena lecetnya telah menyebar ke lengan, jari-jari dan kaki kanannya.

Tanaman ubi liar (Istimewa)

Meskipun Murphy tahu tentang tanaman itu dan potensi bahayanya, ia tidak menyadari bahwa getah ubi liar telah mengenai kakinya. Sementara dia terus berjalan di bawah sinar matahari, yang membantu memperparah dampak getah ubi liar.

Menurut ahli biologi di Pennsylvania State University, ubi liar, juga dikenal sebagai ubi racun, dapat tumbuh hingga satu setengah meter, dengan beberapa bunga kuning kecil yang berukuran sekitar 5 sentimeter. Getah dari ubi liar mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan luka bakar parah setelah terpapar sinar matahari.

“Getah itu beracun dan pada dasarnya melucuti kemampuan tubuh untuk mengendalikan radiasi sinar UV dari sinar matahari,” ujar Joellen Lampman, seorang pendidik dengan program Manajemen Hama Terpadu Negara Bagian New York di Cornell University.

Murphy bukan satu-satunya orang yang menjadi mangsa anggota keluarga tanaman ini. Sebelumnya seorang remaja asal Virginia akhirnya dirawat di rumah sakit setelah ia menderita luka bakar tingkat dua dan tiga dari menyentuh tanaman ubi liar beracun. (***)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Bintan mendapatkan Investment Award 2018 dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. DPMPTSP-TK Bintan, dinilai sebagai yang terbaik Nasional untuk tingkat kabupaten.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BKPM RI Thomas Trikasih Lembong didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos melalui Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Bintan Hasfarizal Handra di Kantor BKPM Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juli 2018 siang.

Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengutarakan bahwa sistem pelayanan perizinan di DPMPTSPTK Kab Bintan terus berbenah. Pemerintah daerah pada prinsipnya akan berupaya meningkatkan investasi melalui pelayanan perijinan yang mudah, cepat dan terpadu.

” Kita terus melakukan inovasi terkait pelayanan perizinan di daerah yang bisa mendatangkan banyak investasi. Kita menginginkan agar proses perizinan investasi lebih mudah, cepat, dan terpadu,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Bintan Hasfarizal Handra mengungkapkan bahwa DPMPTSPTK Kabupaten Bintan mendapatkan Investment Awards berdasarkan beberapa unsur penilaian yaitu Sumber Daya Manusia, Kelembagaan dan Sarana dan Prasarana pendukung.

” Kita dinilai sebagai Pemerintah Kabupaten yang terbaik ditingkat nasional dalam investasi ” ujarnya saat dihubungi, Jum’at, 13 Juli 2018 siang.

Berdasarkan data DPMPTSPTK Kabupaten Bintan saja, tercatat bahwa sejak tahun 2014 jumlah PMA di Kabupaten Bintan sebanyak 179 PMA dengan nilai investasi mencapai US $ 959,9 juta lalu PMDN sebanyak 30 perusahaan dengan nilai investasi 1,45 Triliun lebih , lalu pada tahun 2015, mencatat perusahaan 186 PMA dengan nilai investasi US $ 865,3 Juta serta 57 PMDN dengan nilai investasi mencapai 1,46 Triliun.

Lalu pada tahun 2016, jumlah perusahaan kembali meningkat dengan menyentuh angka 201 PMA dengan nilai 1,03 Juta US Dollar serta 60 PMDN dengan nilai investasi 4,935 Triliun dan terakhir pada tahun 2017, jumlah perusahaan investasi terus meningkat menjadi 223 PMA dengan nilai investasi US Dollar 7,7844 Juta dan 68 PMDN mencapai 6,7526 Triliun lebih.

” Grafik realisasi investasi semakin meningkat kita harapkan ditahun 2018 ini, iklim investasi di Kabupaten Bintan semakin baik ” tutupnya.(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tanjungbalai Karimun Cabang Batam menggelar dialog ekonomi daerah di Gedung Nasional Karimun, Kamis, 5 Juli 2018.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyampaikan bahwa Kabupaten Karimun memiliki sebanyak 42 Desa yang mana telah melakukan skala prioritas infrastruktur dan sektor lainnya di setiap desa.

“Tingkat kehidupan di desa semakin baik serta pertumbuhan ekonomi pedesaan. Karena 42 desa di Kabupaten Karimun tidak ada lagi yang tertinggal apalagi terisolir,” katanya.

Rafiq menjelaskan, pertumbuhan ekonomi desa saat ini telah diperkuat dengan berbagai hal. Baik melalui dana desa, alokasi dana desa dan APBD. Meskipun belum semua desa memiliki Bumdes, namun pemerintah akan tetap berupaya.

“Meskipun belum menyeluruh, namun dengan adanya alokasi dana desa dan Bumdes bisa menggali potensi sumber daya alam sehingga menambah pendapatan ekonomi di desa itu sendiri. Bumdes wajib dibentuk agar bisa bergerak menjadi simpan pinjam dan membantu ekonomi kreatif,” ujarnya.

Rafiq menambahkan, Pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten berkomitmen memberikan pendampingan sehingga kelengkapan instrumen pembangunan desa dapat terselesaikan. (kmg/riandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam MM membuka Festival Tari 2018 Tingkat Kabupaten Bintan di Relief Antam Kijang, Selasa, 3 Juli 2018 malam.

Pemenang Lomba Festival akan mewakili Kabupaten Bintan ke Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2018.

Festival Tari yang diselenggarakan sekaligus memperkenalkan bahwa tarian Melayu merupakan suatu budaya yang penuh dengan kreativitas.

” Hari semarak tarian rentak Melayu , dengan berbagai kreasi dan kreativitas tentunya menjadi daya tarik dan budaya yang yang dilestarikan oleh daerah ” ujarnya.

Ajang Festival Tari 2018 Tingkat Kabupaten Bintan menghasilkan Juara 1 Sanggar Seni Tuah Pusaka ( Kec Bintan Timur) , Juara 2 Sanggar Guntur Sakti ( Kec Mantang), Juara 3 Sanggar Sang Nila Utama ( Kec Bintan Utara), Juara Harapan 1 Sanggar YKPP ( Kec Teluk Sebong).(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (Pansus LKPJ) menilai dua tahun kepimpinan Nurdin Basirun mengalami kemunduran.

Proses penilaian dilakukan dengan cara menganalisis hasil capaian target kinerja dan realisasi pelaksanaan program kegiatan tahun berdasarkan dokumen pembangunan.

Dari hasil penilaian, didapati beberapa indikator yang sungguh memprihatikan.

“Tingkat kemiskinan, jumlah penduduk miskin dan angka pengangguran terbuka meningkat. Sementara disatu sisi, pertumbuhan ekonomi kita mengalami penurunan,” kata ketua Pansus LKPj, Taba Iskandar saat rapat istimewa di Gedung DPRD Kepri, Senin, 28 Mei 2018.

Tingkat kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau kata Taba, terus meningkat, yaitu tahun 2015 sebesar 5,78 persen, tahun 2016 naik menjadi 5,84 persen dan tahun 2017 kembali naik menjadi 6,13 persen.

Selain itu secara absolut, jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepulauan Riau dalam lima tahun terakhir mengalami kenaikan, yaitu tahun 2015 sebanyak 125.020 jiwa dan pada tahun 2017 menjadi sebanyak 128.430 jiwa atau naik sebanyak 3.410 jiwa.

Akibatnya, jumlah Penduduk Miskin Provinsi Kepulauan Riau tahun 2013 hingga tahun 2017 kenaikan, yaitu pada tahun 2013 sebesar 119.000 jiwa meningkat menjadi sebanyak 125.370 jiwa pada tahun 2017. Kondisi ini berbeda dengan kondisi nasional tahun 2017 yang secara nasional malah mengalami penurunan.

Di sektor lapangan kerja, Pemprov Kepri gagal membuat terobosan untuk membuka lapangan kerja. Akibatnya, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2017 mencapai 7,16 persen, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 sebesar 5,63%. “Dibandingkan dengan Provinsi lain di Wilayah Sumatera, tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Kepulauan Riau paling tinggi,” kritik Taba.

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 menurun menjadi 2,01 padahal sebelumnya pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi 5,03 dan pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi 6,02.

Selain angka-angka tersebut, kinerja anggaran Pemprov Kepri dinilai pansus memprihatinkan. Sumber Pendapatan Daerah Provinsi Kepri saat ini 39,88 persen masih bersumber Pendapatan Transfer dan 0,021 persen bersumber dari lain-lain pendapatan yang sah. Hal ini menunjukan bahwa APBD Provinsi Kepulauan Riau masih bergantung dari pemerintah pusat sebesar 39,88 persen untuk membiayai pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan.

Terhadap pengelolaan pendapatan daerah, pansus memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk elakukan kajian atas potensi pendapatan daerah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku terkait pendapatan daerah. Kedua, membentuk tim khusus untuk mendorong pencapaian realisasi pendapatan.

Sebeb, realisasi penerimaan yang telah ditetapkan banyak yang tidak mencapai target. “Selain Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, Dana alokasi umum dan Lain-lain pendapatan daerah yang sah, yang sesuai target ditetapkan, seluruh jenis pendapatan belum mencapai target yang ditetapkan. Capaian terendah adalah Retribusi Daerah yang hanya mencapai 4,98% dari target yang ditetapkan,” paparnya.

Ditempat yang sama, ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menyampaikan bahwa pada 21 Mei lalu seluruh fraksi telah menyampaikan pandangan umumnya. “Seluruh rekomendasi dan catatan strategis yang disampaikan oleh pansus telah disetujui oleh seluruh fraksi untuk disampaikan kepada pemerintah daerah,” tegas Jumaga.

Usai paripurna Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengucapkan terimakasih atas rekomendasi, dan catatan strategis yang disampaikan. Pihaknya berjanji untuk mempelajari seluruh masukan dan catatan yang diberikan DPRD. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga –  Setelah berlangsungnya MTQ VII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau selama 7 hari di Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto Resmi menutup kegiatan MTQ VII Tingkat Provinsi. Dabo Singkep, Selasa, 14 Mei 2018.

Pada acara penutupan MTQ tersebut, ditampilkan dengan tarian rentak bunga rampai dan dilanjutkan dengan penurunan bendera MTQ Provinsi oleh Paskibraka Kabupaten Lingga.

Pada kesempatan itu, Wagub mengungkapkan lantunan Qalam Ilahi yang menggema selama MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri ini diyakini mampu menciptakan, mencari wujud dan menghadirkan suasana yang memberikan kesejukan bagi masyarakat.

“Pelaksanaan MTQ tidak hanya merupakan seremonial saja, akan tetapi MTQ mampu menjadi sarana pembinaan dan pendidikan disamping sebagai syiar agama” sebut Wagub Isdianto dalam sambutannya.

Dia juga mengungkapkan, sebagai wahana MTQ memiliki peran ganda yang berlangsung secara terus menerus.

“Penyelenggaraan MTQ juga harus mampu mendidik masyarakat dimanapun MTQ tersebut dilaksanakan” ujarnya.

Setelah menutup secara resmi kegiatan MTQ VII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau, Dewan Hakim pun membacakan dan mengumumkan juara umum dari kegiatan MTQ Tingkat Provinsi ini.

Diketahui yang mendapatkan Juara umum dalam kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Kepri ini yakni Juara umum I dimenangkan oleh Kabupaten Karimun dengan perolehan nilai 131, sedangkan Juara umum II di pegang oleh Kota Batam dengan jumlah nilai 118, sedangkan juara umum III di pegang oleh Kabupaten Lingga selaku tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Kepri dengan jumlah nilai 50.

Sedangkan juara daripada perlombaan Qasidah Rebana dalam kegiatan MTQ ini yakni urutan terbaik I dimenangkan oleh utusan Kota Batam, sedang grup terbaik kedua dimenangkan oleh utusan Kabupaten Karimun, sementara urutan terbaik ketiga di pegang oleh Kabupaten Lingga.

Sementara itu pada perlombaan Pawai Ta’aruf pada MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri tahun 2018 di Kabupaten Lingga ini dimenangkan oleh Kabupaten Lingga sebagai peserta terbaik I dengan jumlah nilai 1475, sedangkan peserta terbaik II dipegang oleh Kabupaten Karimun dengan perolehan nilai 1470, sementara peserta terbaik III dimenangkan oleh peserta dari Kota Batam dengan jumlah nilai 1415. (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sebanyak 1.025 rombongan dari Kabupaten Karimun ikuti Pawai Ta’aruf pada pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Ke-7 di Kabupaten Lingga, Kecamatan Dabok Singkep, Selasa, 8 Mei 2018.

”Alhamdulillah kita membawa hampir 700 orang. Namun digabung dengan masyarakat Karimun yang telah menetap di Kabupaten Lingga ini, mereka ikut serta meramaikan pawai kafilah kita. Jadi total keseluruhan 1025 orang,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, usai hadiri pelaksanaan Pawa Ta’aruf.

Dalam kesempatan ini, Rafiq juga mengucapkan terimakasih nya kepada masyarakat Kabupaten Karimun yang telah ikut tampil untuk Pawai Ta’aruf dengan semangat yang sangat luas biasa.

“Saya berterimakasih kepada masyarakat Kabupaten Karimun khususnya yang hari ini ikut tampil pawai takruf. Sampai-sampai masyarakat Karimun yang bermukim di Kabupaten Lingga juga ikut. Masalah nanti juara atau tidaknya terpulang kepada tim penilai,” ujarnya.

Rafiq menjelaskan, dalam pelaksanaan Pawai Ta’aruf MtQ Tingkat Provinsi Kepri Ke-7 tersebut Kabupaten Karimun menampilkan empat Azam Kabupaten Karimun, mulai dari Azam iman dan taqwa, Azam sumberdaya manusia, Azam ekonomi kerakyatan dan juga Azam seni dan budaya.

“Yang kita tampilkan adalah empat azam pembangunan Kabupaten Karimun yang merupakan empat azam yang dikaitkan dengan MTQ. Oleh karena itu yang kita tampilkan adalah berkaitan dengan adat istiadat kita Melayu.

Agama, budaya, ekonomi, pemerintahan, termasuk forum pembaharuan karena ada reog dan barongsai. Ini adalah seni dan budaya bagaimana merekat persamaan dan kesatuan seluruh etnis di Kabupaten Karimun,” jelasnya.

Rafiq menambahkan, selain itu juga membawa serta menampilkan produk-produk makanan tradisional dan produk ekonomi kerakyatan Kabupaten Karimun.

“Contoh produknya makanan tradisional seperti ketupat loe, bingka, lakse dan makanan tradisional lainnya. Disamping itu kita juga menampilkan produk ekonomi kerakyatan kita.

Ada kerajinan yang bersumber dari timah, ada kerajinan ukiran, lukisan dan semua bisa jadi souvenir dan dapat dipesan baik masyarakt Kepri dan Karimun tentunya,” tambahnya. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Ujian Nasional biasa disingkat UN/UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional. Selain itu untuk persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia.

Hal ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik. Dengan pelaksanaan ini untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.

Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.

Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten, bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas, antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu, dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional, atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan. Adapun kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.

Manfaat pengaturan standar ujian akhir yakni adanya batas kelulusan setiap mata pelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi minimum. Lalu, adanya standar yang sama untuk setiap mata pelajaran sebagai standar minimum pencapaian kompetensi.

sumber: wikipedia.org