TNI AL

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Tim Gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam dengan Patkamla Sea Rider 1 telah menangkap speedboat tanpa nama bermesin Yamaha 250 PK sebanyak 3 unit.

Dimana speedboat yang membawa TKI Ilegal itu diamankan di perairan Teluk Mata Ikan Nongsa Batam pada koordinat 1° 11′ 20.2956″ N – 104° 6′ 39.1428″ E, Selasa, 17 April 2018 lalu.

Penangkapan berawal dengan adanya informasi Intelijen bahwa akan adanya aktifitas pengiriman TKI illegal dari Batam dengan tujuan Malaysia.

Selanjutnya Tim WFQR IV dengan menggunakan Patkamla Sea Rider 1 Lanal Batam melaksanakan patroli penyekatan di beberapa titik yang kemungkinan akan dilalui oleh kapal pengangkut TKI ilegal tersebut.

Pada saat Tim WFQR Lanal Batam Patkamla Sea Rider 1 melaksanakan penyekatan, terdeteksi secara visual terlihat adanya speedboat yang mencurigakan dari arah Teluk Mata Ikan Nongsa Batam menuju ke arah Malaysia. Selanjutnya dilaksanakan pengejaran.

Patkamla Sea Rider 1 berhasil menghentikan speedboat. Lalu, petugas lakukan pemeriksaan terhadap speedboat dan muatannya. Setelah dilaksanakan pemeriksaan diketahui speedboat tersebut bermuatan TKI Ilegal sebanyak 49 orang terdiri dari WNI 40 orang (laki-laki 36 dan perempuan 4) serta WNA 9 orang warga negara Banglades dengan ABK 4 orang. Para TKI tersebut akan diberangkatkan ke Malaysia.

Selanjutnya speedboat tanpa nama beserta muatan TKI Ilegal dibawa menuju dermaga Lanal Batam untuk proses lebih lanjut. Setibanya di Dermaga Lanal Batam dilanjutkan pemeriksaan terhadap ABK dan para TKI Ilegal serta barang bawaannya untuk mengetahui apakah ada barang-barang terlarang.

Sedangkan untuk ABK kapal dilaksanakan tes urine dengan hasil 2 orang ABK positif mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.

Tindak lanjut terhadap speedboat dan ABK kapal akan dikenakan undang-undang pelayaran, sedangkan para TKI Ilegal akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), Imigrasi dan BNN kota Batam sebagai instansi yang berwenang.

Sedangkan dugaan pelanggaran yang dilakukan adalah tindak pidana pelayaran, keimigrasian, penyalahgunaan Narkotika dan perlindungan pekerja imigran Indonesia.(rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Bunyi dentuman yang disertai guncangan selama sekitar dua detik yang terjadi beberapa kali di bagian timur Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mulai membingungkan dan menakutkan warga.

Sebab, sampai saat ini, dentuman tersebut belum diketahui sumber dan penyebabnya.

Kejadian ini mulai dirasakan sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi dan kemudian kembali muncul sekitar pukul 12.20 WIB siangnya, Selasa 26 Desember 2017.

Meski tidak ada kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkan dari kejadian aneh ini, namun sampai saat ini fenomena itu masih menjadi misterius bagi seluruh warga Batam.

Bahkan guncangan yang ditimbulkan cukup mencemaskan, karena mirip gempa bumi yang sampai menggoyangkan rumah.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Suratman melaui sambungan seluernya mengatakan, berdasarkan hasil analisa peralatan BMKG di Tanjungpinang, Kepri tidak tercatat adanya getaran atau seismik.

“Dari data analisa, tidak ada gempa tektonik di Batam khususnya, dan Kepri umumnya. Bahkan bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG pusat juga mengatakan tidak ada seismik, jadi bukan gempa tektonik,” kata Suratman, Selasa 26 Desember 2017.

Suratman berharap agar warga Batam tidak cemas, karena tidak terjadi gempa seperti yang ditakutkan saat ini.

“Mudah-mudahan ada penjelasan dan kita tunggu info yang valid dari dinas terkait,” tutup Suratman.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R Eko Suyatno mengaku juga merasakan kejadian tersebut. Bahkan dirinya juga sudah memerintahkan anggotanya untuk menelusuri sumber bunyi tersebut.

“Saat ini lanal Batam tengah melakukan penelusuran asal muasal bunyi dentuman yang disertai guncangan. Bahkan pihak Polda Kepri juga menelusuri kejadian tersebut,” kata Eko mengakhiri. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, TANJUNGPINANG – Lebih dari 600 warga Kota Tanjungpinang sejak pagi hari berduyun-duyun memadati Anjung Cahaya, Teluk Keriting hingga ke Plantar dua Tanjungpinang dalam rangka gotong royong membersihkan sampah dan kampaye mengajak masyarakat Kota Tanjungpinang membersihkan pantai dan tidak membuang sampah ke laut dan sungai, Selasa (22/8 2017).‎

Ajakan sekaligus kampanye dan penyadaran masyarakat tersebut di prakarsai oleh gabungan TNI AL Lantamal IV, AD Korem 033/WP, AU Lanud RHF dan Kepolisian Polres Tanjungpinang, Instansi Pemda Kota Tanjungpinang, Jalasenastri Korcab IV DJAB, Mahasiswa, KSOP,Bea Cukai, Pelindo, Pramuka dan masyarakat yang bermukim di pesisir pantai Kota Tanjungpinang.

Penyelenggara yang diinisiasi Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Lantamal IV Tanjungpinang ini mengusung tema “Lantamal IV Mengajak Masyarakat Tidak Membuang Sampah Plastik di Sungai dan Laut”. Hal ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Kota Tanjungpinang.

Dari pantauan dilapangan tumpukan sampah yang menggunung didominasi sampah plastik diangkut puluhan mobil truk dari Dinas Kebersihan Kota Tanjungpinang dan mobil truk TNI/Polri berjejer menampung sampah dari laut dan selanjutnya dibawah ketempat pembuangan akhir sampah.

Sementara itu dari laut puluhan perahu karet dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV dan speed boat Satkamla Lantamal IV bergerak dari laut memungut sampah plastik yang berserahkan dilaut.

Menurut Danlantamal IV Laksma TNI R.Eko Suyatno yang diwakili Wadan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Dwika Tjahya Setiawan,S.H mengatakan, bahwa upaya yang digagas TNI Polri ini merupakan bagian dari kampaye anti sampah dan menginginkan laut dan sungai di Kota Tanjungpinang bebas dari sampah, hal ini membutuhkan peran dan kesadaran masyarakat yang bermukim disepanjang garis pantai untuk tidak membuang sampah kelaut dan sungai.

Seperti halnya salahsatu spot dikota Tanjungpinang khususnya disekitar Pasar Plantardua permasalahan sampah yang dibuang kelaut dari dulu sampai sekarang tidak pernah selesai, ini mengindikasikan masih kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri, berbagai upaya terobosan dilakukan oleh Pemko Tanjungpinang untuk mengatasi sampah plastik yang berserakan di laut harus kita dukung bersama agar tidak mencemari laut Kota Tanjungpinang.

Selain itu himbauan Wadan Lantamal IV didepan mata kita ada pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura merupakan pintu gerbang masuknya wisatawan dari Negara tetangga dan dari daerah-daerah lain di Indonesia masuk kewilayah Kota Tanjungpinang, kita ciptakan kesan yang baik terutama laut harus bebas sampah.

Untuk itu Wadan Lantamal IV mengajak agar mulai sekarang warga Kota Tanjungpinang bersatu padu dan berkomitmen perang terhadap sampah, mari kita bekerjasama, jangan saling menyalahkan tetapi disini merlukan kesadaran dan aksinyata dari masyarakat itu sendiri, khususnya yang bermukim disepanjang garis pantai agar tidak membuang sampah kelaut dan sungai mulai sekarang.

Kerja bhakti membersihkan pantai dari sampah dihadiri Sekda Kota Tanjungpinang,Wadan Lantamal IV,Kasiop Korem 033/WP,Wakapolres Tanjungpinang,Kadisops Lanud RHF,Camat Tanjungpinang barat,Ketua Korcab IV DJAB dan Unsur Pemda Kota Tanjungpinang.(***).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksma TNI R.Eko Suyatno,S.E,M.M yang duduk sebagai Dewan Penasehat HAPKIDO Cabang Tanjungpinang menyambut kedatangan pahlawan Kontingen beladiri HAPKIDO Cabang Tanjungpinang Kepri yang baru saja mengikuti Kejuaraan Nasional HAPKIDO di Jogyakarta berlangsung tanggal 26-27 Agustus 2017 dan keluar sebagai juara umum.

Menurut Danyonmarhanlan IV Letkol Marinir Didik, Kontingen HAPKIDO Kepri turut di perkuat dua (2) orang prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV yaitu Serda Marinir Hutasoit dan Prada Marinir Rafa keduanya menyabet medali emas dan perunggu, Prestasi luar biasa di capai Kontingen HAPKIDO Cabang Tanjungpinang (Kepri) keluar sebagai juara umum dengan perolehan medali (Emas 13,Perak 9 dan Perunggu sebanyak 13).

Hapkido adalah seni bela diri yang populer dikalangan Militer dan sipil seperti yang dikembangkan dikalangan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV dengan ciri memakai teknik-teknik kuncian (joint locks), bergulat (grappling) dan teknik seni bela diri tendangan (kicks), pukulan (punches),lemparan (throwing),serangan sabetan dan tusukan (striking).

Beladiri ini sangat dinamis dan elektik, namun sangat mematikan. Beladiri ini salahsatu bentuk pertahanan diri dan lahir dari negeri ginseng Korea, beladiri ini telah berkembang di Eropa, Australia dan sejumlah Negara di Asia termasuk di Indonesia.

Beladiri HAPKIDO dideklarasikan pada 14 Mei 2014 di Jogyakarta walau usianya tergolong baru di Indonesia namun perkembanganya sangat pesat.

Di lingkungan Korps Marinir Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV Lantamal IV Tanjungpinang telah menetapkan beladiri ini wajib dikuasai oleh prajurit Marinir, Beladiri ini mempunyai kelebihan dan kekhasan sangat mematikan.

Beladiri ini sangat cocok untuk kalangan Militer, seperti halnya di kalangan beberapa militer di Negara di Eropa,Asia bahkan Afrika merupakan beladiri wajib bagi kalangan militer mereka.

HAPKIDO merupakan bela diri kolaborasi teknik melumpuhkan lawan dengan pemahaman dan memanfaatkan titik-titik kelemahan yang ada pada anatomi tubuh manusia.(***).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tim WFQR Western Fleet Quick Response Lantamal IV Kembali menangkap 29 Orang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang terdiri dari 28 orang Laki-laki dan 1 orang perempuan di Sei Ladi Senggarang, sedangkan 1 orang Tekong dan 3 ABK yang sempat melarikan diri kembali tertangkap oleh Tim Intel Lantamal IV di Batu 8 Tanjungpinang pukul 02.00 Wib dinihari (Minggu, 27/8 2017).

Menurut Komandan Lantamal IV Laksma TNI R.Eko Suyatno, Peristiwa berawal ketika pada Sabtu pukul 17.00 Wib Tim Intel Lantamal IV memperoleh informasi terkait aktifitas pendaratan TKI Ilegal, yang semula berada di Batam beralih ke perairan Senggarang Tanjungpinang tepatnya di perairan Sungai Carang dan Sungai Ladi, dengan menggunakan speed boat yang sudah dimodifikasi.

Dengan mesin berkecepatan tinggi para tekong gunakan sebagai sarana untuk mengangkut TKI Ilegal dengan harapan akan lolos dari pantauan TNI AL.

“Saat ini ada perubahan modus operandi yang dilakukan oleh para penyeludup TKI Ilegal, semula mereka menggunakan daerah Batam khususnya wilayah pesisir yang minim pengawasan aparat, namun saat ini mereka bergeser ke wilayah Tanjungpinang untuk mendaratkan TKI Ilegal dari luar negeri untuk menghindari petugas,” hal tersebut sudah kita antisipasi ujar Danlantamal IV.

Dijelaskan bahwa pada pukul 17.30 Wib speed boat yang telah diincar Tim Intel tersebut keluar dari lokasi sandar di daerah Sei Jang, kemudian Tim WFQR IV melaporkan informasi tersebut kepada Asintel Danlantamal IV dan diteruskan kepada Danlantamal IV.

Setelah diadakan pengintaian pada Sabtu 26 Agustus pukul 18.00 Wib, Asintel Danlantamal IV memerintahkan anggota WFQR Lantamal IV untuk melaksanakan penyekatan untuk mempersempit ruang gerak mereka, dari informasi para pelaku disinyalir terkenal sangat licin dan sangat menguasai wilayah pesisir Tanjungpinang.

Apa lagi bergerak pada malam hari mereka sangat piawai, hal ini disinyalir diotaki pemain lama TKI sehingga anggota Tim WFQR IV dilapangan harus bergerak cepat, karena apa bila lengah sedikit para pelaku pasti lolos.

Aksi perburuan dibagi dalam dua tim yaitu Tim Darat dan Tim Laut, Tim Laut menggunakan Patkamla Paku dan diperkuat Tim Intel WFQR IV sedangkan Tim Darat terdiri dari 4 orang personel Intelijen.

Sekira pukul 21.00 Wib Tim WFQR IV sudah menempati di daerah penyekatan (tim darat berada di Sungai Ladi Senggarang dan Sungai Carang Senggarang dan Tim Laut berada di perairan Senggarang berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku kembali melarikan kearah laut).

Selanjutnya pada Sabtu dini hari pukul 01.00 Wib tim laut mendeteksi pergerakan speed boat yang menjadi target, saat melintas di perairan senggarang langsung melaksanakan pengejaran speed boat target.

Sementara tim darat yang sudah bersiaga melihat gelagat mencurigakan sebuah bus yang diduga bekerja sama dengan sindikat TKI Ilegal akan mengangkut TKI diikuti pergerakan bus tersebut dan benar adanya.

Selang beberapa saat tim laut terus melaksanakan pengejaran sang target, setelah tiba di perairan Sungai Ladi Tim melaksanakan penyergapan namun speed tersebut piawai dan kembali kabur setelah berhasil mendaratkan seluruh TKI, kemudian Tim laut terus melaksanakan pengejaran hingga di periaran Sei Jang.

Sementara tim darat WFQR IV berhasil mengamankan 29 orang TKI (28 orang pria dan 1 orang perempuan), selain itu tekong yang berhasil kabur pada Minggu 27 Agustus pukul 02.00 Wib berhasil ditangkap ditempat persembunyianya di Batu Delapan oleh Tim Intel Lantamal IV.

Tidak hanya itu diamankan juga 1 unit bus sewaan dengan No Pol BP 7058 TU yang akan mengangkut TKI tersebut turut diamankan sebagai barang bukti.

Hanya berselang beberapa waktu speed boat yang sempat melarikan diri usai mendaratkan 29 TKI tersebut pada pukul 02.15 Wib ditemukan Tim WFQR Lantamal IV di sekitar perairan Sei Jang namun kondisi speed boat sudah kosong dan sudah dikandaskan, selanjutnya diamankan oleh Tim WFQR IV

Sampai saat ini ke 29 orang TKI, 1 Tekong dan 4 ABK telah diamankan di Mako Lantamal IV, dari hasil pemeriksaan sementara para TKI berasal dari beberapa daerah seperti Lombok (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura, Jambi, Lampung, Bugis dan Aceh.

Selain itu barang bawaan TKI tidak luput dari pemeriksaan namun sampai saat ini tidak diketemuakan barang-barang terlarang seperti narkoba, selain itu dilaksanakan juga pemeriksaan kesehatan dan tes urine kepada para TKI dan ABK oleh Diskes Lantamal IV.

Dari pengakuan TKI umumnya TKI masuk ke Malaysia melalui jalur tidak resmi melalui Batam/Tanjung Balai Karimun ke Malaysia Port Klang, Johor dan Kuala Lumpur, mereka pada umumnya pekerja kasar di Malaysia masuk tanpa permit dan tidak ada yang melalui BPTKI (jalur resmi).

Usai melaksanakan koordinasi Lantamal IV dan pihak BP3TKI terkait tindaklanjut terhadap para TKI Ilegal tersebut rencananya pada Hari Senin tanggal 28 Agusutus 2017 Pukul 09.00 Wib akan dilakasanakan serah terima TKI Ilegal dari Lantamal IV kepada BP3TKI Tanjungpinang pungkas Danlantamal IV.(***).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang -Insiden kecelakaan laut tabrakan kapal USS John S Mccain (DDG) 56 dengan MV Alnic MC berbendera Liberia yang terjadi di timur Selat Malaka (202,5” / 4,57 NM) Tg Pergam Bintan pada Senin pagi 21/8 2017.

Mendapat informasi tersebut Danlantamal IV Laksma TNI R.Eko Suyatno berkoordinasi dengan jajaran Gugus Keamanan Laut Barat (Guskamlabar) Laksma TNI Bambang Irawanto dan jajaran Pos Angkatan Laut Berakit, Posal Lagoi dengan menurunkan unsur KRI Cucut-886 ,KRI Parang-647 serta 1 Helly 409 dan unsur Patkamla Lantamal IV untuk membantu melaksanakan SAR pencarian Korban.

Sampai saat ini diperoleh informasi 10 Crew hilang dan masih dalam pencarian, sementara itu USS John S Mccain (DDG) 56 mengalami kerusakan dibagian buritan lambung kiri bangunan kapal.

Sementara itu dilokasi kejadian SAR yang sedang melaksanakan pencarian MMEA (Malaysian Maritime Enforcement Agency) dan RMN (Royal Malaysian Navy) dengan mengerahkan 1 kapal dan 2 fast boat.

Selain itu juga pihak Negara tetangga Singapura menurunkan PCG (Police Coast Guard dan RSN (Royal Singapore Navy) melibatkan RSS Gallant dan RSS Resilence serta Basking Shark SAR. 1 Heli Sea Hawk dari USS John S Mccain telah diterbangkan melakukan pencarian dilokasi kejadian.

Sampai saat ini upaya yang dilakukan oleh TNI AL dalam hal ini Lantamal IV bergerak cepat berkoordinasi dengan Guskamlabar dan ILO Singapura untuk perkembangan dilapangan. Saat ini KRI Cucut-886 dan KRI Parang-647 BKO Guskamlabar dan 1 Helly 409 melaksanakan bantuan pencarian korban.

Untuk mengantisipasi adanya tumpahan minyak Lantamal IV sudah berkoordinasi dengan instansi lingkungan hidup terkait antisipasi terhadap kemungkinan adanya tumpahan minyak, namun sampai saat ini belum ada tumpampahan minyak yang terlihat dilokasi kejadian.(***)