Trump

MEDIAKEPRI.CO.ID, Washington – Mantan model Playboy Karen McDougal, yang mengklaim memiliki hubungan perselingkuhan dengan Donald Trump pada 2006, meminta maaf pada istri Presiden AS Melania Trump.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, McDougal mengatakan akan mengatakan pada ibu negara bahwa dia meminta maaf atas dugaan perselingkuhan yang berlangsung selama 10 bulan tersebut dan dia “tidak ingin itu terjadi pada saya”.

Dia juga mengatakan bahwa dia menangis dalam perjalanan ke rumah setelah Trump menawarkan uang dalam pertemuan pertama mereka.

Presiden dan Gedung Putih telah membantah tuduhan perselingkuhan tersebut.

“Saya meminta maaf. Saya tidak ingin itu terjadi pada saya,” kata dia kepada penyiar CNN Anderson Cooper pada Kamis 22 Maret 2018.

“Ketika saya melihat ke belakang, di mana saya ketika itu, saya mengetahui itu salah,” kata dia dalam sebuah pengakuan yang emosional. “Saya meminta maaf untuk itu. Saya tahu itu merupakan sesuatu yang salah untuk dilakukan.”

Meski begitu, artikel tersebut tidak pernah dipublikasikan dan McDougal berkeras bahwa dia ditipu agar tidak mengungkapkan hubungan tersebut.

Saat ini dia menuntut pihak publikasi untuk mengakhiri kesepakatan.

McDougal merupakan salah satu dari tiga perempuan yang mengajukan gugatan hukum terhadap perselingkuhan atau serangan seksual yang diklaim melibatkan presiden. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Washington – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu pada Mei 2018 mendatang. Pertemuan Kim Jong Un dan Trump ini untuk menjamin kesepakatan bersama menghapus senjata nuklir dari Semenanjung Korea.

Demikian kata seorang pejabat senior Korea Selatan setelah pembicaraan di Gedung Putih.

“Saya katakan kepada Presiden Trump dalam pertemuan kami dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, ia berkomitmen untuk denuklirisasi,” ujar kepala Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan setelah kembali dari kunjungan terakhir ke Pyongyang.

“Kim berjanji bahwa Korea Utara akan menahan diri dari pengembangan lanjut nuklir atau uji rudal, ” katanya kepada wartawan, saat masuk Gedung Putih.

“President Trump menghargai hasil pertemuan, dan mengatakan ia akan bertemu Kim Jong Un Mei untuk mencapai keputusan permanen terkait denuklirisasi.”

Dia menambahkan, Korea Selatan, AS dan banyak mitra kami di seluruh dunia tetap sepenuhnya dan tegas berkomitmen untuk berlakukanya denuklirisasi di Semenanjung Korea.

“Sejauh ini dengan Presiden Trump kami optimis tentang melanjutkan proses diplomatik untuk menguji kemungkinan resolusi damai.”

“Korea Selatan, AS dan banyak mitra kami berdiri bersama untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu, dan bahwa tekanan akan terus sampai Korea Utara konsekuen antara kata-katanya dengan tindakan konkret.”

Gedung Putih menegaskan bahwa Trump telah setuju untuk bertemu dengan Pemimpin Korea Utara guna mencari kesepakatan bersama terhadap denuklirisasi.

“Presiden Trump sangat menghargai kata-kata manis delegasi Korea Selatan dan Presiden bulan,” ujar Sekretaris pers Sarah Sanders, dalam sebuah pernyataan bersama delegasi Korea Selatan.

“Trump akan menerima undangan untuk bertemu dengan Kim Jong Un di tempat dan waktu yang harus ditentukan. Kami berharap untuk denuklirisasi Korea Utara. Sementara itu, Semua sanksi dan tekanan maksimum harus tetap berjalan.”

Trump pun menuliskan tweet setelah berbicara dengan Chung.

Dia menambahkan: “Kemajuan luar biasa yang dibuat tetapi sanksi akan tetap sampai tercapainya kesepakatan.”

Namun, seorang ahli percaya bahwa itu masih belum dapat dipastikan apakah pertemuan akan berlangsung.

“Saya berpikir AS akan menunggu untuk melihat bagaimana ternyata perundingan Utara-Selatan pada bulan April ini, sebelum membuat keputusan akhir tentang apakah akan memenuhi undangan pertemuan itu, dan aku melihat tiga skenario yang mungkin, ” kata Presiden dari Institut dunia pendidikan di Universitas Tokyo, Takashi Kawakami.

Skenario pertama adalah bahwa Korea Utara akan setuju untuk denuklirisasi. Kedua, Korea Utara akan setuju untuk membekukan nuklir dengan AS. Dan ketiga menarik diri dari kesepakatan dan kembali ke misil.(Channel News Asia)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Amerika -Pengalaman perjalanan satu hari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Melania, istrinya kembali menjadi sorotan. Ini terjadi saat menghadiri pemakaman Billy Graham.

Donald Trump dikritik karena bersikap mengabaikan istrinya, Melania Trump. Ini terjadi saat Trump naik sendiri ke tangga pesawat kepresidenan Air Force One dan meninggalkan Melania, yang naik tangga sambil memegangi roknya agar tidak tersingkap hembusan angin kencang.

Melania Trump, 47, dan Trump, 71, berangkat dari Bandara Internasional Dulles pada Jumat pagi, 2 Maret 2018, untuk menghadiri pemakaman Pendeta Billy Graham di Charlotte, Carolina Utara.

Seperti dilansir Daily Mail dan ABC News, Pasangan ini mengalami hembusan angin kencang saat keduanya keluar dari kendaraan Limousine untuk naik pesawat. Hembusan angin mencapai sekitar 30 mil atau 45 kilometer per jam di area Washington, D.C saat itu.

Di tengah kondisi cuaca yang menantang itu, Donald Trump terlihat bergegas menaiki tangga pesawat meninggalkan istrinya, yang naik belakangan sambil berusaha berpegangan pada pegangan pesawat.

Trump terlihat segera memasuki badan pesawat sembari menggenggam dua eksemplar koran di tangannya.

Melania, yang ditinggalkan di belakang terlihat mencoba melindungi diri dari hembusan kencang angin dengan membungkus dirinya dengan mantel hitam dan menariknya ke atas menutup kepalanya.

Melania kemudian menaiki tangga dengan sepatu hak setinggi lima inci, mencoba memegang pakaiannya untuk menghindarinya tersingkap diterpa angin.

Sikap Trump itu diduga membuat Melania marah. Ini terlihat saat keduanya mendarat di Bandara Charlotte. Saat itu Trump berulang kali mencoba meraih tangan Melania agar terlihat berpegangan tangan saat turun dari pesawat. Namun Melania terlihat cuek saja sambil terus memegangi bajunya.

Namun, Melania menunjukkan sikap lebih ramah setelah keduanya tiba di pemakaman Pendeta Billy Graham. Keduanya terlihat saling merangkul saat memasuki lokasi upacara pemakaman bersama Wakil Presiden Mike Pence dan istrinya, Karen.

Pasangan ini berusaha untuk menunjukkan kemesraan mereka di depan umum dalam beberapa hari terakhir. Ini terjadi setelah munculnya tudingan perselingkuhan Trump dengan bintang porno, StormyDaniels.

Pada Kamis, Donald menyambut hangat Melania saat dia tampil mengejutkan di sebuah KTT Gedung Putih mengenai krisis opioid.

Awal pekan ini, Trump dan Melania berpegangan tangan di depan umum selama penghormatan kepada Pendeta Graham di bawah rotunda Capitol. (kmg)

sumber: tempo.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Amerika – Jika foto bisa mengungkapkan sejuta makna maka sepertinya foto Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang satu ini bisa menjadi bukti. Bedanya bukan hanya makna di baliknya, foto dimaksud juga memunculkan berjuta tanda tanya.

Dikutip dari MirrorUK beberapa waktu lalu, adalah foto yang mengabadikan momen resmi Trump bersama First Lady Melania dan Wakil Presiden Mike Pence beserta istri Karen yang membuat netizen bingung. Apa pasal?

Di acara pemakaman Billy Graham itu, Trump yang duduk berdampingan dengan Pence –hanya terpisah oleh Melania– melakukan gerakan yang entah apa maksudnya. Mungkin tak sengaja terabadikan kamera dengan “bias konteks” tapi tetap saja foto tadi membuat warganet ramai berkomentar.

Trump terlihat mengulurkan tangan melewati Melania untuk sepertinya menyentuh atau bisa jadi menepuk ujung paha, tepatnya bagian di atas lutut Mike Pence. Sangat mungkin Trump berusaha menenangkan Pence atau sebuah gestur simpati di momen kepergian figur yang dihormani penganut Nasrani tersebut. Mungkin, yang pasti netizen kadung menginterpretasikannya untuk berbagai alasan, mulai dari yang serius hingga lucu. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tampaknya akan memasukkan Inggris dan lebih dari 100 negara sebagai “musuh Amerika” dalam pidato kenegaraannya di hadapan Kongres AS. Hal itu dipicu serentetan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Dengan menegaskan “hak kedaulatan” AS untuk mengambil keputusan itu, Trump menyesalkan bahwa miliaran dolar bantuan asing telah sampai ke beberapa dari 128 negara yang mendukung sebuah resolusi PBB yang mengecamnya pada bulan Desember.

“Uang itu seharusnya hanya pergi ke teman-teman Amerika, bukan musuh Amerika”, kata Trump dalam pidatonya ke Kongres pada Selasa malam seperti disitir dari Independent, Rabu, 31 Januari 2018.

Dia mengatakan, “Bulan lalu, saya juga mengambil sebuah tindakan yang didukung dengan suara bulat oleh Senat beberapa bulan sebelumnya – saya mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.”

“Tak lama kemudian, puluhan negara memberikan suara di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa melawan hak kedaulatan Amerika untuk membuat keputusan ini,” sambungnya.

“Pada tahun 2016, pembayar pajak Amerika dengan murah hati mengirim negara-negara yang sama lebih dari USD20 milyar untuk bantuan setiap tahun,” tuturnya.

“Itulah sebabnya, malam ini, saya meminta Kongres untuk mengeluarkan undang-undang untuk membantu memastikan dolar bantuan luar negeri Amerika selalu melayani kepentingan Amerika, dan hanya pergi ke teman Amerika, bukan musuh Amerika,” tegasnya.

Namun, dalam pernyataan berikutnya, dia mengatakan AS terus memperkuat persahabatan di seluruh dunia.

Keputusan Trump untuk secara resmi mengakui Yerusalem dan mengumumkan niatnya untuk memindahkan kedutaan AS di sana dari Tel Aviv menyebabkan aksi demonstrasi oleh para aktivis Palestina, yang mengakibatkan sejumlah kematian.

Menjelang pemilihan suara PBB duta besar AS untuk badan internasional tersebut, Nikki Haley, memperingatkan bahwa ia “mencatat nama” negara-negara yang memilih untuk mengutuk pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Saya ingin Anda tahu Presiden dan AS menyikapi pengambilan suara ini secara pribadi. Presiden akan mengawasi pemungutan suara ini secara hati-hati dan meminta saya melaporkan kembali kepadanya mereka yang telah memilih untuk melawan kami”, katanya kala itu.

Ini bukan pertama kalinya Trump terlibat bentrok dengan Inggris. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dinobatkan sebagai “Misinformer of the Year” atau jika diterjemahkan kurang lebih “pemberi informasi salah/palsu sepanjang tahun”. Penghargaan itu diberikan oleh Media Matters for America (MMFA), kelompok progresif yang dibentuk untuk megawasi pergerakan media-media dan konten di dalamnya.

Setelah Pemilu AS 2016, MMFA semakin fokus memperhatikan platform media sosial semacam Facebook, Twitter, Snapchat, hingga YouTube. Hasil analisa MMFA kemudian meruncing ke Facebook, utamanya Mark Zuckerberg.

Facebook pertama kali disoroti pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Pasalnya, ada sebuah artikel hoax yang viral di Facebook dan berpotensi memprovokasi masyarakat untuk memilih Donald Trump.

Awalnya Facebook tak terima disalahkan, namun belakangan mulai melunak dan mengakui kelalaiannya. Sejak itu, Facebook pun berkali-kali melontarkan janji untuk memberantas hoax dari jejaring sosialnya.

Ada beberapa upaya yang dilakukan Facebook, mulai dari mempermudah proses pelaporan berita hoax oleh pengguna, memperingatkan pengguna ketika hendak membagi berita-berita yang diperdebatkan, hingga memutuskan insentif bagi penyebar berita palsu.

Kendati begitu, MMFA melihat upaya-upaya Facebook sifatnya masih di permukaan, belum menyentuh akar sistem. Facebook belum benar-benar tulus ingin memberantas hoax, setidaknya begitu menurut Presiden MMFA, Angelo Carusone.

“Apa yang Facebook lakukan pada 2017 lebih kepada upaya public relation (hubungan masyarakat), daripada pendekatan sistemik yang dalam dan substantif,” kata dia, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (22/12/2017), dari Mashable.

“Peran Facebook dalam Pemilu AS sangat jelas menggambarkan masalah mendasar, yakni memungkinkan informasi-informasi salah tersebar luas,” ia menambahkan.

Angelo Carusone mencontohkan implementasi ikon “trust indicator” di Facebook yang melibatkan pengguna dalam mengukur kredibilitas artikel. Upaya itu diibaratkan seperti sendok kecil yang mencoba mengangkut semen berton-ton.

Program pengecekan fakta pada Facebook juga diyakini tak efektif. Hal yang sama disepakati mitra organisasi media yang digandeng Facebook, seperti Associated Press dan FactCheck.org.

Saat fitur pengecekan fakta diluncurkan, Facebook mengatakan para mitra jurnalis bisa memberikan “tag” pada artikel-artikel yang tak memenuhi standar jurnalistik. Kenyataannya, para jurnalis tak benar-benar diberikan akses tersebut.

Ketidakseriusan Facebook dinilai Angelo Carusone sebagai bentuk kejahatan publik. Pasalnya, sepertiga pengguna Facebook benar-benar menjadikan platform tersebut sebagai sumber informasi.

Penelitian dari Pew Research Center pada 2016 bahkan menyebut Facebook sebagai platform di mana sebagian besar penduduk global melihat dunia.

Facebook tak berkomentar soal penghargaan yang diberikan MMFA ke Mark Zuckerberg, maupun upaya-upayanya memberantas hoax yang dianggap tak efektif. (***)

sumber: banjarmasinpost.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kuala Lumpur – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Jumat menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump “perundung dunia” dan penjahat karena mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Presiden Trump pada pekan lalu membalikkan kebijakan AS yang telah berjalan beberapa dasawarsa, dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengatakan bahwa Amerika Serikat akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dari Tel Aviv dalam beberapa tahun ke depan.

Kedudukan Yerusalem adalah salah satu penghalang paling kuat dalam penciptaan perdamaian abadi Israel-Palestina. Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kota abadinya dan tak terbagi serta menginginkan semua kedutaan besar negara penjalin hubungan dengan Israel berada di sana.

Sementara warga Palestina menginginkan berdirinya negara merdeka. Dengan ibu kota negara berada di wilayah Yerusalem timur, yang dicaplok Israel dalam perang Timur Tengah pada 1967. Kedaulatan Israel atas wilayah tersebut tidak pernah diakui secara internasional.

“Kemarahan atas keputusan Trump akan mengarah pada apa yang disebut sebagai tindak terorisme,” kata Mahathir yang kini berusia 93 tahun, dalam unjuk rasa di depan kedutaan besar AS di Kualalumpur.

“Pada hari ini, kita memiliki seorang perundung dunia. Trump, itu hanya akan memicu kemarahan kaum muslimin,” kata Mahathir, ketua gabungan oposisi Malaysia.

“Kita harus menggunakan seluruh kekuatan untuk melawan penjahat ini yang merupakan presiden Amerika Serikat,” katanya.

Ia juga mendesak kepada semua negara Muslim agar memutuskan hubungan dengan Israel. Muhyiddin Yassin, pemimpin oposisi lainnya, meminta Pemerintah Malaysia tidak melanjutkan rencana penanaman modal di Amerika Serikat.

Pada pekan lalu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendesak umat Muslim di seluruh dunia untuk menentang pengakuan Yerusalem sebagai Ibu kota Israel. (***)

sumber: republika.co.id

NEWS

Sabtu | 07 Oktober 2017 | 15:33

Facebook Kunci Kemenangan Trump

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Platform jejaring sosial Facebook merupakan salah satu kunci utama Donald Trump untuk memenangi kursi Presiden AS. Hal itu disampaikan oleh ahli digital media & periklanan Brad Parscale, yang juga merupakan penasihat kampanye Trump.

Dalam wawancaranya di acara 60 Minutes di CBS News Amerika Serikat Parscale mengatakan bahwa kampanye melalui Facebook sangatlah berpengaruh dalam mengangkat populasi penduduk pro-Trump dalam pilpres tahun lalu.

Adapun, sesi wawancara itu sedianya akan ditayangkan pada Minggu (8/10) waktu setempat. Hanya saja, draft wawancara tersebut terlebih dulu bocor ke sejumlah pihak.

“Twitter adalah platformbagi Trump untuk berbicara ke orang-orang. Sementara Facebook adalah platform uang akan membantu menjelaskan bagaimana dia menang,” kata Parscale, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu 7 Oktober 2017.

Platform Facebook dinilainya sangat membantu tim kampanye Trump secara efektif mengirimkan pesan kampanye ke audiens yang menjadi target.

Parscale meminta salah satu karyawan Facebook untuk bekerja di kantornya selama beberapa hari dalam seminggu. Dia diminta untuk menjelaskan dan memberikan panduan cara terbaik menggunakan fasilitas Facebook untuk menggaet dukungan publik.

Ketika dimintai konfirmasi mengenai kebenaran draft wawancara tersebut, Parscale belum mau memberikan tanggapan. Sementara itu, juru bicara Facebook mengatakan, bahwa perusahaannya menyediakan panduan penggunaan platformnya kepada tim kampanye Trump, sama dengan yang ditawarkannya kepada perusahaan lain. Facebook menampik jika pihaknya mengistimewakan Trump.

Pernyataan Parscale ini menjadi isu krusial, setelah Facebook selama ini dituding mengetahui keterlibatan Rusia dalam pilpres AS 2016 lalu.

Adapun sebelumnya, pada Juli 2017 Facebook Inc menemukan dana sekitar US$100.000 dalam pendapatan dari iklan, yang terhubung dengan sejumlah akun palsu. Adapun, akun palsu tersebut terdeteksi dijalankan dari Rusia dan diduga digunakan untuk menyebarkan berita palsu selama pemilu AS tahun lalu.

Faceboook mengatakan, dana tersebut terkumpul pada rentang waktu Juni 2015-Mei 2017. Perusahaan teknologi itu juga menyebutkan dana tersebut terhubung dengan akun-akun palsu yang berjumlah kurang lebih 470 akun dan 3.000 iklan.

Meskipun tak selalu merujuk pada tema mengenai pemilihan umum Amerika Serikat (AS), akun-akun palsu itu acap kali menyerbarkan pesan sosial dan politik yang memecah belah. Temuan ini pun telah diserahkan kepada pihak penyelidik di AS.

Perusahaan teknologi terbesar di AS itu pun telah menyerahkan rincian data iklan tersebut ke Kongres AS dan penasihat khusus Robert Mueller, yang memimpin penyelidikan campur tangan Rusia dalam kampanye Trump.

Terpisah, salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, Facebook sebenarnya juga telah menawarkan layanan serupa yang diberikan ke Trump kepada calon Presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton. Namun tak dijelaskannya apakah Hillary juga mengambil tawaran tersebut.

Bisnis.com

INTERNASIONAL

Sabtu | 23 September 2017 | 10:09

Rusia Minta Trump Dan Kim Jong Un Dinginkan Kepala

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Rusia mendesak kepada pemimpin Amerika Serikat dan Korea Utara untuk tidak lagi mengeluarkan retorika yang membuat gaduh.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mendesak Donald Trump dan Kim Jong Un untuk tidak mengumbar ancaman.

“Pertukaran ancaman sangat buruk dan tidak dapat diterima. Kita harus menenangkan kepala yang panas,” kata Lavrov seperti dikutip Reuters, Sabtu 23 September 2017.

Lavrov yakin krisis yang terjadi di Korea Utara bisa diselesaikan dengan solusi diplomatik. Dia yakin proposal dari Rusia dan China bisa membuka jalan diplomatik tersebut.

Saling ejek menjurus ancaman perang dikeluarkan oleh Trump dan Kim Jong Un. Trump sempat menyebut Kim Jong Un sebagai orang gila. Tak lama berselang, Kim menjuluki Trump sebagai si tua yang sakit jiwa.

Trump dalam Sidang Majelis Umum PBB bahkan mengeluarkan ancaman akan menghancurkan Korut, jika negara komunis itu masih mengancam AS dan sekutu.

Sumber : Rmol.co

MEDIAKEPRI.CO.ID Jakarta – Harga emas mendapatkan dorongan baru dari pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang akan menghancurkan Korea Utara. Pelaku pasar kembali memburu aset safe haven.

Pada perdagangan Rabu 20 September 2017 pukul 11.27 WIB, harga emas spot naik 0,96 poin atau 0,07% menuju US$1.312,11 per troy ounce. Adapun emas Comex kontrak Desember 2017 naik 5 poin atau 0,38% menjadi US$1.315 per troy ounce.

Trump mengatakan akan menghancurkan Korut secara total bila negara itu terus melakukan aksi provokasi. Kondisi ini meningkatkan kembali permintaan aset lindung nilai seperti emas. Tercatat harga emas kembali menguat pada sesi perdagangan semalam.

Di lain sisi pelaku pasar juga sedang menanti hasil rapat FOMC Rabu 20 Septembe 2017 atau Kamis 21 September 2017 dini hari WIB. Pelaku pasar berharap The Fed melakukan pemangkasan aset sebesar $4.5 triliun.

Sementara itu, positifnya data Building Permits AS diabaikan oleh pelaku pasar. Kemarin, tercatat emas ditutup menguat 0,27% di level US$1.310,88 per troy ounce.

Berikut rekomendasi harga emas spot (XAU/USD) pada hari ini:
Support : US$1.300,24; US$1.302,62; US$1.306,75
Pivot : US$1.309,13
Resistan : US$1.313,26; US$1.315,64; US$1.319,77

Sumber : Bisnis