Turki

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa pada bangsa Indonesia menyusul bencana gempa bumi dan tsunami dahsyat yang menerjang Sulawesi Tengah.

Erdogan pun mengatakan, Turki siap memberikan bantuan apapun yang diperlukan Indonesia.

“Saya berdoa untuk saudara-saudara dan saudari-saudari kami, yang meninggal dalam gempa bumi dan tsunami di Indonesia, semoga pemulihan cepat untuk yang terluka dan saya menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada rakyat Indonesia,” demikian disampaikan Erdogan dalam postingan di Twitter seperti dilansir Daily Sabah, Senin, 1 Oktober 2018.

“Turki siap untuk melakukan segala daya untuk membantu Indonesia menyembuhkan luka-lukanya,” imbuh Erdogan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Turki juga menyampaikan belasungkawa mendalam pada kerabat keluarga dari mereka yang kehilangan nyawa dan mengharapkan pemulihan yang cepat bagi para korban yang terluka.

“Kami telah mengetahui dengan kesedihan mendalam bahwa gempa bumi dan tsunami di pulau Sulawesi di Indonesia, menyebabkan hilangnya banyak nyawa, luka-luka dan kerusakan yang luas. Turki sangat solidaritas dengan pemerintah dan rakyat Indonesia dan siap untuk memberikan bantuan apapun yang mungkin diperlukan,” demikian disampaikan kementerian dalam sebuah pernyataan.

Sebagai bagian dari operasi kemanusiaan, Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) telah mengirimkan sebuah tim bantuan darurat ke Indonesia menyusul gempa dan tsunami dahsyat di Palu dan Donggala. Dalam statemennya, IHH menyatakan telah mengirimkan sebuah tim yang terdiri dari lima orang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayah tersebut.

Data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Ahad, 30 September 2018, menyebut sedikitnya 832 orang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Jumlah itu terdiri dari 821 korban tewas di Palu dan 11 korban tewas di Donggala. Jumlah korban luka berat dilaporkan mencapai 540 orang dan jumlah pengungsi mencapai 16.732 jiwa yang tersebar di 24 titik. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang TKW Indonesia asal Bali dikabarkan meninggal dunia di Turki.

Wanita bernama Kadek Pariani (33) asal Dusun Alassari, Tejakula, Buleleng, Bali bekerja menjadi terapis di sebuah Spa di Turki.

Pariani bekerja ke Turki sejak 2 Juni 2017 lalu.

Ia dikabarkan meninggal oleh sepupunya yang juga seorang TKW pada Ahad, 26 Juni 2018.

Sebelum meninggal Pariani dirawat di sebuah rumah sakit di Turki dan mengalami koma selama 12 hari.

Dilansir Tribun Video dari Tribun Bali, menurut keterangan keluarga dokter yang menangani mengatakan almarhum telah koma selama dua pekan dan mereka tidak bisa mengubah keadaan.

Pihak keluarga membuat surat pernyataan mengizinkan untuk mencabut selang oksigen dan membuka alat-alat medis yang dipasangkan di tubuh Pariani.

Belum diketahui pasti penyakit apa yang diderita oleh wanita ini hingga ia meninggal dunia.

Ibu Pariani, Made Srigati (51) mengatakan jika ia mengalami firasat buruk tentang anaknya.

Foto almarhum semasa hidup yang tertempel di dinding terjatuh saat malam hari, dan ia juga bermimpi buruk tentang anaknya.

Ia mengaku saat berkomunikasi lewat telepon, anaknya tak pernah mengeluh sakit.

Bahkan Pariani sempat mengatakan jika ia ingin menikah dengan seorang pria asal Turki.

Rencananya almarhum akan membawa kekasihnya itu ke kampung halaman untuk meminta restu menikah pada Desember 2018 nanti.

Keluarga merasa sangat terpukul mendengar kabar kematian Pariani.

Saat ini keluarga masih berharap agar pemerintah dapat membantu untuk memulangkan jenazah almarhum ke Bali. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Istanbul – Militer Turki, Sabtu, membantah menyerang sebuah rumah sakit di Afrin, Suriah. Turki mengempur habis-habisan Afrin selama hampir dua bulan untuk melawan pasukan YPG Kurdi.

YPG dan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan sebuah serangan udara Turki mengenai rumah sakit utama kota Afrin pada Jumat malam. Serangan menewaskan 16 orang.

“Laporan bahwa angkatan bersenjata Turki mengebom sebuah rumah sakit di Afrin salah, ” kata militer Turki di Twitter. Turki, kata Militer, sedang melakukan kampanye dengan cara yang tidak akan menyakiti warga sipil.

Sejak meluncurkan seran gan daratnya di wilayah Afrin pada Januari, militer Turki telah mendorong kekuatan YPG mundur dari perbatasan Turki dan maju di sisi barat dan timurkota Afrin itu sendiri.

Seorang juru bicara kantor hak asasi manusia Perserikata n Bangsa Bangsa mengaku memiliki laporan yang sangat mengkhawatirkan bahwa warga sipil terbunuh dan terluka diAfrin, dan warga Kurdi mencegah warga sipil untuk pergi.

Pekan lalu, seorang pejabat tinggi Kurdi Suriah menuduh Turki menempatkan keluarga Turkmen dan Arab di desa-desa yang direbut dalam kampanye tentara Turki di wilayah Kurdi, Afrin.

Seorang pejabat senior Turki mengatakan tuduhan itu “benar-benar salah”.Turki melancarkan serangan besar di wilayah Suriah barat laut pada bulan Januari, yang bertujuan untuk mengusir milisi YPG Kurdi.

Redur Xelil, kepala hubungan luar negeri di Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah aliansi milisi yang didominasi YPG, mengatakan bahwa Turki sedang melakukan kebijakan “perubahan demografis” di wilayah tersebut.

“Pemerintah Turki menempatkan keluarga Turkmen dan Arab di desa Afrin yang diduduki setelah memaksa pergi orang-orangnya dan mendistribusikan barang-barang milik orang-orang Afrin ke pemukim baru,” katanya dalam sebuah pesan tertulis kepada Reuters.

Pejabat senior Turki tersebut mengatakan: “Klaim bahwa orang-orang Arab dan Turkmen ditempatkan di Afrin benar-benar salah … Pengalihan populasi ke wilayah tersebut untuk mengubah struktur demografis tidak mungkin.”

Turki memandang YPG sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melakukan pemberontakan tiga dekade di Turki dan didaftar sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa dan Turki.

Amerika Serikat menganggap YPG sebagai mitra berharga dalam perang melawan militan IS di Suriah utara. (***)

sumber : republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bali – Perjuangan seorang mahasiswi asal turki berinisial Nb (27) ini luar biasa. Tidak ingin jadi korban, ia menggigit lidah tukang ojek berinisial Es (23) yang ingin memperkosanya di Jimbaran, Badung, Senin, 13 November 2017 sekitar pukul 21.30 WIB.

Untuk mempertahankan ‘mahkota’ dari serangan orang yang sedang kesetanan, korban mengalami luka ditubuhnya. Disaat melawan, pelaku langsung membenturkan kepala dan tangan korban ke tanah.

Kejadian ini dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, Iptu Andi Yakin. “Kita memeriksa saksi,” ujar Andi, Selasa, 14 November 2017 dikutip di trubunnews.com.

Awal kejadian terjadi berawal saat korban awalnya memesan ojek online dari Bali Galeria Kuta dengan tujuan Ke Bali Buda Sanur sekira pukul 16.30 Wita.

Setelah sampai di Bali Buda Sanur, sekira pukul 17.30 Wita korban kembali memesan ojek online untuk tujuan Jimbaran (kos kosan korban), ternyata yang datang pelaku.

“Dalam perjalanan menuju Jimbaran, sesampai di simpang Mc Donald, terlapor membelokan sepeda motornya ke kanan. Sedangkan korban minta diantar ke kos,” ucapnya.

Akhirnya sampai di TKP, tepatnya di semak-semak dekat Hotel Muvenpik korban diturunkan dan hendak diperkosa. Korban pun melawan. “Korban lari meninggalkan terlapor dan ada seorang saksi yang melihat dan menyelamatkan korban hingga dibawa ke RS Kedonganan,” bebernya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sakarya- Universitas Sakarya , salah satu universitas negeri di Turki masih membuka kesempatan bagi siswa siswi Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah di universitas tersebut hingga Jumat, 6 Oktober 2017. Hal ini dikemukan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Turki Doddy Hidayat.

“Iya kami baru saja bertemu dengan wakil rektor Sakarya Univerisity di Turki, dan ia menyampaikan bahwa khusus untuk siswa/i dari Indonesia, mereka masih membuka pendaftaran hingga 6 Oktober,” ujarnya.

Universitas Sakarya terletak di kota Sakarya, tidak jauh dari Istanbul. Hanya sekitar dua jam perjalanan darat. Sakarya adalah satu kota besar di Turki dengan kemajuan yang pesat. Sakarya menggabungkan keindahan alamnya dengan kekayaan budayanya.

Universitas Sakarya pertama kali dibentuk oleh Sekolah Teknik dan Arsitektur Turki pada tahun 1970. Akhirnya, sekolah diubah menjadi Universitas Sakarya pada tanggal 3 Juli 1992. Dan saat ini Sakarya University termasuk dalam jajaran universitas yang terkemuka di Turki.

Seleksi calon mahasiswa baru Universitas Sakarya ini adalah melalui seleksi dokumen. Tidak melalui ujian tulis maupun wawancara. Persyaratan siswa yang dapat mendaftar adalah lulusan SMA/SMK/MA sederajat lulusan tahun 2014-2017 dengan rata-rata nilai ijazah minimal 7.00 (tujuh koma nol nol ). Bagi siswa-siswi indonesia yang ingin kuliah di universitas ini dapat mendaftar di www.kuliahditurki.com

Ini adalah kuliah dengan biaya mandiri, bukan beasiswa. Namun Doddy mengatakan siswa-siswi dapat kuliah di salah satu universitas terkemuka di Turki dengan biaya yang cukup terjangkau.

Sumber : Republika