Udin

MEDIAKEPRI.CO.ID, BATAM – Rencana Wali Kota Batam, Muhammad Rudi beserta jajaran turun ke jalan galang dana untuk korban gempa Lombok dikritik Udin P Sihaloho, anggota DPRD Kota Batam.

BACA : Walikota Batam dan Wakil Akan Turun ke Jalan Galang Bantuan untuk Lombok

Menurut Udin, akan jauh lebih efektif jika penggalangan dana itu dilakukan lewat pemotongan gaji secara sukarela, baik di tingkat aparatur sipil negara (ASN) maupun di DPRD Kota Batam.

Ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar argumennya. Pertama, kegiatan penggalangan dana di simpang lampu merah tersebut sudah banyak dilakukan oleh kelompok masyarakat, paguyuban maupun mahasiswa.

“Justru kalau seperti itu, tak ada beda dengan kelompok lain yang sudah melakukannya. Masyarakat juga bisa,” kata Udin, Rabu, 29 Agustus 2018.

Kedua, dari sisi pencapaian sumbangan. Ia khawatir jika penggalangan dana tetap dilakukan dan hasilnya tak sesuai harapan masyarakat, nanti akan menimbulkan isu-isu atau berita miring di kemudian hari.

Udin juga berpendapat, lebih tak etis kepala daerah turun tapi hasilnya tak memuaskan. Akan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat. “Bisa saja masyarakat berpikir, seperti tak punya kerja yang lain saja. Sementara kita tahu, kondisi Batam seperti apa saat ini,” ujarnya.

Dijelaskan Udin, jika pemberian sumbangan dilakukan lewat pemotongan gaji ASN atau anggota DPRD secara sukarela, hal-hal seperti itu dampaknya bisa diperkecil. Yang penting bisa membantu meringankan saudara-saudara kita di Lombok yang menjadi korban gempa.

“Lebih baik dibuat kotak sumbangan di masing-masing OPD, misal dari tanggal berapa sampai tanggal berapa. Nanti itu dikumpulkan dari setiap OPD,” saran Udin. (**)

Sumber