Umum

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam-  Wakil Walikota Batam yang juga sebagai Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Amsakar Achmad berkeinginan menggerakkan potensi kader HMI Komisariat Ibnu Sina Batam agar lebih meningkatkan kapasitas dirinya.

Mengingat saat ini tantangan global yang membutuhkan cara untuk disiasati. Menurutnya, yang perlu dilakukan Pertama, bangsa ini memiliki siklus 20 tahunan perjalanan bangsa dimulai dari tahun 1908 ketika Budi Utomo, 1928 sumpah pemuda, 1945 kemerdekaan indonesia, 1966 kemudian orde reformasi dimana dalam 20 tahunan ada puncak pencapaian tertinggi yakni adanya kontribusi generasi pemuda.

Istimewa

“Kita ingin HMI mengambil jalan dan peran tersebut,” ungkap Amsakar saat memberikan kuliah umum usai pelantikan pengurus HMI dan KOHATI Komisariat Ibnu Sina Periode 1440 H/2018-2019 M pada Rabu, 24 September 2018 malam.

Disisi lain, kata Amsakar, Indonesia memiliki bonus demografi yang luar biasa sampai dengan 2030 – 2035 yang akan datang. Estimasi 66% penduduk Indonesia ini adalah penduduk usia produktif. Tapi bila tidak menyiasatinya dari sekarang, generasi muda tidak mempersiapkan dirinya untuk memperkuat kompetensi diri, memperkokoh jati diri maka justru bonus demografi menjadi beban bagi perjalanan Republik Indonesia kedepan.

Saya merasa besar, dan dibesarkan di HMI”. Harapannya kader-kader dapat membangun kesadaran kolektik untuk melakukan upaya-upaya konstruktif terutama dalam peningkatan kapasitas dirinya,” pungkas Amsakar.

Amsakar mengatakan, sebagai sebuah organisasi kader terbesar, tersegar, dan sistem perkaderan yang paling cantik ialah HMI ini. OKP yang memiliki sistem perkaderan yang sangat luar biasa adalah HMI.

Sementara Guntur Gumilang selaku Ketua Umum Komisariat Ibnu Sina periode 2018-2019 M mengatakan, sebagai organisasi kader, diharapkan kader HMI mampu menjadi alat perjuangan dalam mentransformasikan gagasan dan aksi dalam rumusan insan cita yang ingin dibangun dalam perkaderan khususnya pada tingkat komisariat.

“Yang belum mengikuti HMI silahkan tanya saya. Saya kader HMI darah Saya hijau hitam dalam menjalankan perkaderan di Batam, khususnya Ibnu Sina.” Ujar intstruktur HMI termuda di Cabang Batam ini.

Pelantikan Pengurus HMI Mengangkat tema “Optimalisasi Perkaderan Sebagai Ikhtiar Komisariat Dalam Membaca Zaman” tentunya dalam satu tahun periode kedepan tema ini menjadi pokok harapan dan tujuan Guntur Gumilang selaku ketua umum HMI komisariat Ibnu Sina dalam menjalankan perkaderan dibatam, khususnya Ibnu Sina.

Antusias mahasiswa dan pemuda dari beberapa kampus di Batam dan OKP yang hadir pada malam itu sangat tinggi, tercatat 348 peserta yang mengisi lembar absensi kehadiran, menjadikan ruang Aula Ibnu Sina sangat ramai dipenuhi oleh peserta acara.

Turut hadir dalam acara tersebut alumni HMI, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Batam Riama Manurung, SH., MH, Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Batam Haryanto, S. Pd, MH, Koordinator Presidium Kahmi  Kota Batam Akhirman, S.Sos., MM. (*)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Jaksa Agung H.Muhammad Prasetyo meminta semua pejabat di seluruh Provinsi Kepri untuk tidak ragu dalam merealisasikan kebijakan pembangunan di daerah ini, selama tidak menyimpang dari aturan hukum yang berlaku.

Prasetyo menjanjikan, Kejaksaan Agung bakal berperan aktif memberikan bantuan dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dengan demikian, pengawalan pembangunan dan investasi seperti yang diharapkan oleh Presiden bisa terpenuhi. Pejabat maupun investor tidak perlu lagi merasa khawatir atau takut dalam memajukan program pembangunan negara karena dikawal oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan Pembangunan (TP4)

Tim P4 akan menitikberatkan pada pengawalan yang sifatnya preventif atau pencegahan. Meski demikian, jika dalam proses terjadi penyimpangan, Prasetyo menjamin pihaknya tanpa segan bakal melakukan penindakan.

“Bupati, Walikota jangan kuatir. Saya sudah perintahkan agar Kajati, Kajari untuk mengawal pembangunan.

Kalau ada oknum Kajari bahkan Kajati macam-macam akan kita tertibkan, dan kita eksekusi. Itu sudah kita buktikan,” kata Prasetyo saat memberikan pengarahan dan pemaparan hukum dihadapan kepala daerah dan ASN se-Provinsi Kepri di Aula Kantor Gubernur, Ahad, 23 September 2018.

Untuk proyek pembangunan di Kepri sejauh ini sudah berjalan dengan baik. Bahkan pembangunan-pembangunan yang sudah dikerjakan berjalan dengan baik.

Atas dasar itu, Prasetyo mendukung pelatakan batu pertama pembangunan Gurindam 12.

“Kalau proyek ini selesai, Saya yakin tidak akan kalah dengan Jimbaran di Bali. Bahkan Kepri bisa mengalahkan Singapura jika ini bisa terlaksana,” kata Jaksa Agung.

Lebih lanjut Prasetyo juga meminta agar aparat bekerja dengan kerja cerdas. “Banyak aparat yang masih bekerja santai. Bahasa Jawanya alon-alon asal kelakon. Kalau sekarang, tidak bisa lagi karena kita sedang berada direvolusi industri,” tegasnya.

Sementara itu Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan bahwa saat ini Kepulauan Riau terus mendorong pembangunan di berbagai sektor di seluruh Kabupatan dan Kota secara merata, pelaksanaan dan keberhasilan dari Pembangunan tersebut tidaklah berarti jika tidak ditopang oleh pengetahuan dan pemahaman hukum yang benar.

“Kami siap mendengar dan menjalankan arahan dari pembekalan hukum yang akan disampaikan Bapak Jaksa Agung,” ujar Nurdin pada kesempatan ini.

Nurdin melanjutkan bahwa saat ini, semangat membangun yang dimiliki pemerintah daerah tidaklah memudar bahkan terus membara dan meningkat, salah satunya disektor Infrastrukur, Nurdin menyampaikan salah satu proyek strategis yakni pembangunan jalan lingkar gurindam 12 Tanjungpinang yang mana dalam hal ini kegiatan tersebut telah masuk dalam pengawasan TP4D.

“Pemerintah mendorong sektor pariwisata dalam meningkatkan perekonomian daerah, selain itu sektor lain seperti dibidang kesehatan dan pendidikan juga tetap kami tingkatkan,” lanjut Nurdin.

Hampir seluruh pejabat hadir pada kesempatan ini seperti Wakil Gubernur Kepri H Isdianto, Wali Kota Batam M Rudi, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Bupati Anambas Abdul Harris, Bupati Natuna Hamid Rizal, Bupati Lingga Alias Wello, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam dan Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma .

Dari FKPD sendiri hadir Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema dan Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R Eko Suyatno. Kemudian hadir pula Sekda, Asisten, Kepala OPD dan Pejabat Struktural se Provinsi Kepulauan Riau.

Nurdin mengapresiasi kepada semua pejabat yang hadir dan memenuhi ruangan pada hari ini. Menurut Nurdin ini merupakan kesatuan akan keinginan bagi para pejabat untuk menambah bekal terkait pengarahan dan pembinaan hukum dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Ikuti dan pahami dengan maksimal pembekalan hari ini agar bapak dan ibu dapat menjalankan pembangunan dengan baik lancar dan terarah,” pesan Nurdin.

Sementara itu, Kepala Kejati Kepri Asri Agung Putra mengatakan bahwa di usia nya yang ke-16 Kepulauan Riau saat ini, sedang giat-giatnya menjalankan pembangunan dan dalam hal ini Kejaksaan berusaha semaksimal mungkin untuk ikut serta mengaselerasi dibidang pengawasan dan pengawalan hukum. Yakni dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Asri melanjutkan pada Tahun 2018 ini terdata hingga bulan Agustus sebanyak 208 kegiatan pembangunan di Kepulauan Riau yang ikut dalam pengawalan Kejaksaan dan hingga saat ini belum memiliki kendala yang berarti.

“Kami sadar TP4D masih memiliki kekurangan namun kami tetap berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kualitas kami salah satunya mengingkatkan kompetensi dan pendalaman program dari peran ini,” lanjut Asri.

Pembekalan hukum sendiri mengambil tema “Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Koruptif di Lingkungan Provinsi Kepri”.

Selaku Ketua Panitia Pelaksana, Sekdapov H TS Arif Fadillah dalam laporannya mengatakan bahwa latar belakang pelaksanaan pembekalan ini adalah terkait permasalahan hukum yang patut didalami oleh semua unsur masyarakat terutama bagi penyelenggara Pemerintahan. Apalagi Kepulauan Riau dengan titik posisi strategis dalam lingkup NKRI yang mana membawa dampak positif, sekaligus dampak negatif.

Kesadaran hukum juga masih perlu ditingkatkan bagi semua elemen masyarkaat terutama pejabat Pemerintahan dalam menjalankan pembangunan. Pun dengan koordinasi antara semua pihak terkait pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga hasil dan pelaporannya perlu berjalan sesuai dengan kaidah hukum.

“Untuk itu Kejaksaan memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan melalui pengawalan dan pengamanan dengan TP4D,” ujar Arif.(***)

sumber: humaskepri.id

Raih Target Juara Umum

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur Nurdin Basirun bertekad agar Kepri dapat mempertahankan dan mengukir sejarah lagi dengan kembali menjadi Juara Umum pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional pada Oktober mendatang di Kota Medan.

“Meraih juara umum bukanlah hal yang mustahil, mengingat berbagai pelatihan dan sejarah juara dari para kafilah yang sudah sering diraih di berbagai perlombaan,” ujar Nurdin saat meninjau pelaksanaan simulasi penampilan peserta MTQ XXVII di Quran Centre, Sekupang, Batam, Jum’at, 14 September 2018.

Untuk itu Nurdin berharap dengan kegiatan simulasi yang dilakukan ini dapat mengukur kemampuan yang telah terbina selama ini serta dengan tetap menjaga kebersamaan, kekompakan saling mendukung antar sesama pelatih dan kafilah, dan juga jaga selalu kesehatan.

“Kekompakan sesama kafilah akan menjadikan tim kita kuat dan menggapai juara umum dengan sangat mudah insyaallah,” lanjut Nurdin.

Menurut Nurdin meskipun hasil dari simulai yang telah terbukti baik namun juha perlu kembali mematangkan dan menguatkan mental.

“Dengan adanya kegiatan ini saya yakin para kafilah semakin matang persiapannya, insyaallah Kepri bisa mendapatkan yang terbaik dalam mengikuti MTQ nasional nanti,” tutup Nurdin.

Sementara itu, Direktur Quran Centre, Mahadi Rahman, mengatakan, kegiatan simulasi ini bertujuan untuk membuat para peserta seolah sudah mengikuti perlombaan sesungguhnya.

Sebanyak 56 orang qari-qariah, hafiz-hafizah, mufassir-mufassiroh, dan kaligrafi dari kabupaten/kota di Kepri telah dibina. Pembinaan dipusatkan di Quran Center Provinsi Kepri di Batam.

”Para kafilah inilah yang kita persiapkan dari Kepri untuk mengikuti MTQ Nasional ke XXVII di Medan nanti, dari simulasi ini kita bisa menilai semua peserta sudah sempurna dan bisa diharapkan mendapat juara,” ujar Mahadi.

Kegiatan simulasi peserta ini dilaksanakan dari pagi sampai sore. Mereka langsung ditampilkan satu per satu sesuai jenis lomba yang diikuti nanti di MTQ Nasional dan langsung mendapat penilaian dari tim dewan juri.

“Dari simulasi ini kita bisa menilai semua peserta sudah sempurna dan bisa diharapkan mendapat juara,” lanjut Mahadi.

Turut mendampingi Gubernur saat meninjau kegiatan simulasi para kafilah Kepri diantaranya KH. Azhar Hasyim selaku ketua tim kafilah Kepri, perwakilan dari Kanwil Kemenag Kepri dan Kabiro Humas Protokol dan Penghubung Nilwan. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun hingga saat ini terus melakukan pemantauan terhadap harga sembako di lima pasar tradisional.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun, Muhammad Yosli mengatakan, pantauan dilakukan untuk melihat ketersediaan kebutuhan sembako di beberapa lokasi.

Kelima pasar tradisional tersebut, diantaranya di pasar Puan Maimun, pasar Baru Meral, pasar Teluk Uma, pasar Kundur dan pasar Moro.

”Hingga saat ini stok sembako masih mencukupi. Inilah, manfaatnya kita melakukan pemantauan setiap pekan,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli M Yosli, Senin, 9 April 2018.

Dari 19 komoditi sembako yang rata-rata dikonsumsi masyarakat setiap harinya, harga satuan atau per kilogramnya tidak jauh berbeda dengan harga di pasar lainnya. Artinya, harga komodisi tersebut masih terjangkau oleh masyarakat walaupun ada beberapa jenis komoditi yang naik.

”Kalau dilihat sih, pasar Moro harganya ada selisih sekitar Rp 2 ribu hingga Rp 4 ribu di beberapa komoditi sembako,” ujarnya.

Rata-rata jenis komoditi yang di beli oleh masyarakat yaitu beras, telor ayam ras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit. Sedangkan, untuk daging segar hingga saat ini masih tetap harganya Rp 150 per kilogram, sementara daging beku hanya Rp 80 ribu per kilogram. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kanker ovarium adalah jenis kanker yang ditakuti hampir seluruh wanita. Kanker ini biasanya menyerang wanita berusia di atas 50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan wanita berusia di bawah itu juga bisa terkena kanker jenis ini.

Hanya 20 persen dari kanker ovarium yang terdeteksi, karena gejalanya tidak signifikan. Beberapa gejala umum yang bisa kita waspadai adalah sebagai berikut:

1. Kembung yang tidak hilang

Hampir semua orang pasti pernah merasakan kembung, suatu hal yang tidak nyaman. Perut kembung bisa terjadi karena berbagai hal, misal terlalu banyak makan makanan yang mengandung gas.

Tapi bisa jadi suatu tanda awal masalah serius. seperti kanker ovarium. Berdasarkan survey terbaru oleh badan amal di Inggris, Target Ovarian Cancer menemukan bahwa 20 persen wanita yang mengalami perut kembung merupakan tanda dari kanker ovarium.

“Jika kembung terus-menerus dan tidak hilang setelah mengubah kebiasaan makan atau buang air besar, itu saatnya untuk mencari perawatan medis,” ujar profesor kedokteran di University of Nebraska Medical Center, dr Alex Hewlett, DO.

2. Nyeri di perut

Kembung yang merupakan tanda kanker ovarium disebabkan oleh penumpukkan cairan yang disebut asites di perut, nah ini juga bisa menyebabkan sakit dan nyeri.

Menurut profesor ginekologi, onkologi, dan reproduksi dari Pusat Kanker MD Anderson University of Texas, Lauren Cobb, sebagian besar cairan tersebut terbentuk dari sel-sel kanker yang bisa menyebabkan penyumbatan di limfatik atau penyumbatan usus.

3. Perubahan kebiasaan buang air

Tanda lain yang bisa diwaspadai sebagai tanda kanker ovarium adalah perubahan kebiasaan buang air, kecil maupun besar. Misal, frekuensi buang air kecil menjadi meningkat dari biasanya.

“Ini mungkin dikarenakan massa yang cukup besar dan menekan kandung kemih,” kata dokter kandungan dan ginekolog di Henry Ford Health System di Detroit, dr Monique Swain, MD.

4. Nafsu makan berkurang

Kembung mengambil alih kondisi di dalam perut, seakan perut terasa penuh dan tetap merasa kenyang. Ini lah yang mengakibatkan seseorang dengan kanker ovarium nafsu makannya berkurang.

5. Mudah lelah

Mudah merasa lelah bisa disebabkan oleh banyak faktor, termasuk beberapa penyakit. Jika kelelahan yang terus-menerus padahal kamu tidak melakukan aktivitas berat, patut kamu waspadai dan segera periksa ke dokter. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menutup Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Buru, yang digelar di lapangan kantor camat buru, jalan bukit Mencali, Minggu, 4 Maret 2018.

“Semoga dengan pelaksanaan MTQ ini para generasi muda Kabupaten Karimun khususnya Kecamatan Buru dapat terjauhkan dari narkoba dan penyakit masyarakat lain nya,” kata Rafiq dalam sambutannya.

Rafiq mengatakan, semaraknya pelaksanaan MTQ ini dari mulainya pawai ta’arufnya, dan dilihat dari bangunan bazar dan lain sebagainya, menunjukkan masyarakat buru mampu dan bisa bekerja sama dengan baik untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ ini.

“MTQ di Kecamatan Buru Alhamdulillah cukup megah, baik dari pawai ta’aruf nya, stand bazar dan lain sebagainya. Ini menunjukkan masyarakat buru mampu dan bisa bekerja sama dengan baik,” ujarnya.

Rafiq menambahkan, suksesnya pelaksanaan MTQ ini, tentu pula akan ada Qori Qoriah yang berkualitas disamping suksesnya pelaksanaan MTQ itu.

“Jika pelaksanaan MTQ ini sukses, tentu kita harapkan, kualitas dan hasil yang didapatkan dari pelaksanaan MTQ ini juga harus baik dari Qori Qoriah. Dari kecamatan buru ini nantinya akan dapat mengirimkan Qori Qoriah nya di MTQ tingkat kabupaten karimun yang insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 4 April 2018 mendatang di kecamatan ungar,” tutupnya.

Diketahui, pelaksanaan MTQ yang berlangsung pada 1-4 Maret 2018 tersebut, Kelurahan Lubuk Puding keluar sebagai juara umum dengan nilai 1,260.

Sedangkan, Desa Tanjung Batu Kecil juara dua dengan nilai 1,216. Selanjutnya Kelurahan Buru mendapatkan juara tiga dengan poin 1,185 dan Desa Tanjung Hutan sebagai juara harapan satu dengan poin 1,123. (kmg/riandi)

KESEHATAN

Senin | 05 Februari 2018 | 15:13

Beberapa Tips Sehat Saat di Toilet Umum

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Saat berada di kantor, mal atau tempat lain, toilet umum merupakan fasilitas yang selalu dicari. Apalagi saat hujan seperti ini, penggunaan toilet umum adalah sebuah keniscayaan. Pada dasarnya, sebersih apapun toilet, tetap saja banyak kuman di dalamnya. Terlebih toilet umum yang digunakan oleh banyak orang.

Tentu Anda harus tetap berhati-hati menggunakannya. Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari paparan bakteri tersebut? Dikutip dari Women’s Weekly, berikut tips sehat menggunakan toilet umum.

1. Hindari kenop pintu

Cobalah untuk membuka atau menutup pintu dengan memegang permukaan lain dari pintu, selain kenop pintu. Sebab, semua orang yang mengunjungi toilet umum pasti memegang kenop pintu yang sama dan tentu membawa berbagai jenis bakteri.

2. Jangan letakkan barang apapun di lantai

Ke mana pun pergi, sebaiknya jangan pernah meletakkan tas atau barang apapun di lantai. Apalagi ketika berada di toilet umum. Lantai toilet merupakan sarang kuman. Walau lantai tersebut dalam keadaan kering, tetap saja terkontaminasi kuman.

3. Hindari penggunaan toilet tengah

Peneliti menunjukkan bahwa sebaiknya Anda menghindari toilet yang berada di tengah-tengah. Karena orang-orang pun akan berpikir sama dengan Anda, sehingga mereka akan memilih toilet yang berada di tengah-tengah juga, atau dari segi psikologis hal ini disebut dengan ‘centrality preferrence’.

4. Bersihkan dudukan toilet sebelum digunakan

Sebagian besar orang takut menggunakan toilet duduk yang ada di tempat umum lantaran dianggap bisa menularkan penyakit menular seksual atau PMS. Padahal tidak demikian. Meski kemungkinannya rendah, tapi bisa saja terjadi bila Anda tidak membersihkan dudukan atas toilet terlebih dahulu.

Sebab bagaimana pun, toilet umum memiliki potensial lebih tinggi mengandung kuman gastrointestinal seperti E.coli yang diketahui bisa menyebabkan diare serta gangguan perut. Kuman lainnya yang harus Anda perhatikan adalah virus norovirus.

Sama seperti E.coli, norovirus menginfeksi perut dan bisa menempel di kursi toilet selama dua minggu. Dengan demikian, para ahli menyarankan membawa sanitizer atau tisu basah saat Anda hendak menggunakan toilet umum.

5. Tutup kloset saat menyiram

Tutup kloset sebelum menekan flush supaya kuman tidak menyebar ke udara dan mengenai Anda. Jika tidak ada penutup, jauhi kloset saat melakukan flush atau menyiram air.

6. Selalu cuci tangan

Selesai menggunakan toilet, jangan lupa mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Keringkan tangan dengan menggunakan tisu setelah mencuci tangan dan hindari menggunakan pengering otomatis. Pasalnya menggunakan pengering tangan berisiko perpindahan kuman melalui udara. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Pro kontra mewarnai wacana peluang Presiden Jokowi diusung menjadi ketua umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin tegas sangsi dengan wacana itu.

“Tak baik Jokowi menjadi ketum Golkar,” katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa 28 november 2017.

Ia percaya Jokowi tak akan mau menggantikan posisi Setya Novanto yang saat ini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Ada dua alasan yang menguatkan keyakinannya itu. Pertama, menurut dia, karena Jokowi bukan kader Golkar, melainkan PDI Perjuangan.

“Yang kedua, akan mengingkari ucapan dan perintahnya sendiri. Kan Pak Jokowi meminta ketua umum partai tidak boleh merangkap jabatan sebagai Menteri. Termasuk Pak JK (Wapres Jusuf Kalla) juga tidak menjadi ketua partai. Masa memberi contoh yang tidak baik,” imbuhnya.

“Saya rasa Pak Jokowi tidak akan mau menjadi ketum Golkar. Karena kan menjilat ludahnya sendiri,” pungkasnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID,Jakarta – Indonesia memastikan diri sebagai juara umum, menutup pertandingan dengan tambahan 9 medali emas dan kokoh di puncak klasemen dengan raihan 126 medali emas, atau selisih 36 medali dengan tuan rumah Malaysia di urutan kedua.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengekspresikan rasa sukacitanya atas raihan atlet-atlet Indonesia ini, di sela-sela kegiatannya mengunjungi Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON).

“Alhamdulillah, Indonesia Juara umum Asean Para Games 2017, inilah pencapaian terbaik Indonesia,” seru Menpora bangga.

Dari 11 cabang yang diikuti, sebanyak 36 rekor baru ditorehkan oleh para atlet, yakni, 28 rekor di cabang renang, 4 rekor atletik dan 4 rekor angkat berat.

“Sebuah perjuangan dan dedikasi luar biasa, untuk tidak sekedar jadi juara tapi juga hadirkan kebanggaan bagi kita,” ucap Imam.

Ke depan, Ia memastikan komitmen pemerintah untuk mendukung dan memberi perhatian penuh pada perjuangan atlet Indonesia, termasuk dukungan kepada atlet dengan disabilitas.

“Dukungan tidak hanya terkait proses latihan dan pemenuhan kebutuhan atlet untuk menghadapi pertandingan, tetapi termasuk kesetaraan dalam memenuhi apa yang menjadi hak-hak atlet termasuk pemberian bonus, “tegasnya.

Menurutnya bonus bukan tujuan, tapi bonus akan menjadi tambahan semangat untuk terus menerus tingkatkan kemampuan diri dalam berbagai event dan kejuaraan yang diikuti hingga level tertinggi olimpiade.

Minggu sore esok 24 September 2017 seluruh atlet Indonesia di ASEAN Para Games, akan kembali ke Solo, Jawa Tengah dengan pesawat Garuda Indonesia GA 821 dan akan disambut langsung oleh Menpora.

Skuat ini juga direncanakan akan melanjutkan pemusatan latihan di Solo dan bersiap menghadapi multievent yang akan diikuti berikutnya yakni Asian Para Games 2018.

“Raihan positif dalam ASEAN Para Games akan menjadi modal yang baik untuk menghadapi Asian Para Games 2018 dimana kita menjadi tuan rumah,” tutup menpora

Sumber : Tribunnews

OLAHRAGA

Jumat | 22 September 2017 | 0:14

Angkat Berat Indonesia Jadi Juara Umum

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kuala Lumpur – Kontingen Indonesia menambah dua emas dan dua perak di hari terakhir cabang angkat berat. Hasil tersebut memastikan Indonesia juara umum cabang angkat berat di ASEAN Para Games 2017.

Di hari terakhir lomba cabang angkat berat, Kamis 21 September 2017, Indonesia menambah dua medali emas dan dua medali perak. Indonesia keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi tujuh emas dan empat perak di cabang tersebut.

Alhamdulillah kami berhasil merebut predikat angkat berat ASEAN Para Games 2017,” terang pelatih angkat berat, Coni Ruswanta.

“Ini semua berkat kerja keras para atlet dan dukungan yang kami dapatkan dan juga karena strategi yang kami terapkan, tambah Coni.

Ni Nengah Widiasih menjadi peraih emas yang diperoleh Indonesia di angkat berat hari ini. Lifter putri asal Bali menang di kelas 86 kg dengan mencatat angkatan terbaik, 95 kg.

Sriyanti, yang turun di kelas 86 kg mendulang perak hari ini. Ia menjadi peringkat kedua dengan angkatan 105 kg.

Lifter putra, Anto Boi merebut medali emas di kelas 88 kg. Angkatan yang ia dapatkan adalah 180 kg dan menjadi yang terbaik di nomor tersebut.

Atmaji Priambodo membawa pulang perak di nomor 97 kg putra. Ia membukukan angkatan terbaik sebesar 175 kg.

Sumber : inilahcom

KRIMINALITAS

Jumat | 08 September 2017 | 18:16

SMSI Resmi Daftar di Dewan Pers

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) resmi mendaftarkan diri sebagai konstituen Dewan Pers, Jumat (8/9/2017) pagi. Pengurus SMSI pusat bersama dewan penasehat dan sejumlah perwakilan provinsi se-Indonesia mengantarkan langsung berkas ke gedung Dewan Pers lantai VII Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Rombongan diterima Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Jauhar bersama Wakil Ketua Komisi Pendataan Hendri CH Bangun. Penyerahan berkas pendaftaran dilakukan Ketua SMSI Teguh Santosa disaksikan Penasehat SMSI, Rizal Ramli dan Atal S Depari.

Teguh Santosa menjelaskan, SMSI didirikan oleh sejumlah pemilik dan pengelola media Siber pada April 2017. Kini kepengurusan SMSI telah terbentuk di 26 provinsi, dengan 600 media Siber yang mendaftar sebagai anggota.

“Setelah kami lakukan verifikasi administrasi, hanya 265 media Siber yang memenuhi persyaratan yang berasal dari 17 provinsi. Dari Dewan Pers hanya 15 kepengurusan provinsi dan 200 media yang dipersyaratkan,” jelas Teguh saat memberi pengantar.

Ahmad Jauhar menyampaikan terimakasih kepada SMSI yang sudah membantu Dewan Pers melakukan verifikasi administrasi kepada media Siber, terutama yang mendaftar di SMSI. Sebab dengan begitu, tidak akan sulit lagi DP melakukan verifikasi terhadap media-media di tanah air.

“Selain itu (syarat administrasi), juga persyaratan kualitas. Misal pemberitaan seperti apa. Karena sampai 80 persen media online itu sumbernya media sosial,” kata wartawan senior Bisnis Indonesia ini.

Karenanya dia berharap SMSI menerapkan prinsip yang dipegang media mainstream selama ini. Sehingga dapat menggantikan peran Medsos sebagai sumber informasi utama masyarakat.

Sementara Wakil Ketua Komisi Pendataan DP, Hendri CH Bangun mengatakan, verifikasi akhir dari pendataan media nantinya ada di Dewan Pers. Verifikasi administrasi oleh organisasi memudahkan dewan beranggotakan sembilan orang ini mendata perusahaan media. (***)

KARIMUN

Kamis | 31 Agustus 2017 | 14:58

Polres Karimun Amankan Bawang dan Garam Selundupan

MEDIAKEPRI.CO.ID.COM, Karimun – Satuan Reserse Kriminal (Satreserse) Polres Karimun, Kepulauan Riau, mengamankan barang selundupan dari Malaysia berupa 10.000 kilogram bawang merah dan 7.500 kilogram garam.

“Penangkapan dilakukan pada Senin (21/) sekitar pukul 02.30 WIB di Pantai Sawang Kecamatan Kundur Barat,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febryantara saat menggelar konferensi pers di Mapolres Karimun sebagaimana dilansir Antara.

Bawang dan garam selundupan diangkut Kapal KM Meisya II GT 30 asal Selatpanjang, Riau.

Kapal tidak dilengkapi dokumen kapal dan manifes barang bawaan yang sah.

“Dokumen kapal tidak ada,” kata Lulik.

Penangkapan itu berdasarkan laporan masyarakat yang menduga kapal memuat barang-barang ilegal dan melakukan kegiatan bongkar muat bawang merah dan garam asal Malaysia tujuan Sawang.

“Sesampainya kita di Sawang, kapal ini tengah melakukan bongkar barang ke daratan sebanyak 200 kampit bawang merah oleh 5 orang kuli panggul,” katanya.

Ia mengatakan, dari pemeriksaan awal, pihaknya belum mengetahui nama nakhoda dan rencara peredaran barang ilegal itu, karena saat tiba di lokasi, nakhoda dan ABK kapal sudah tidak ada.

“Penangkapan ini tanpa tersangka, jadi barang tersebut berstatus barang temuan,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, selain garam dan bawang pihaknya tidak menemukan barang-barang ilegal lainnya di dalam kapal tersebut, seperti narkoba dan senjata api.

Guna penyidikan lebih lanjut KM Meisya II dibawa ke dermaga Polair Polres Karimun dengan penjagaan ketat, sementara muatan kapal akan diserahkan ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun untuk proses kepabeanannya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Taufik mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja Polres Karimun yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang-barang ilegal.

“Hal ini tentunya sangat membantu sekali tugas bea dan cukai,” kata Taufik.

Bea dan Cukai akan menyelidiki urusan kepabeanan barang temuan tersebut.

“Kami selidiki terlebih dahulu, apa dimungkinkan untuk dihibahkan,” katanya.

Pihak Bea dan Cukai akan melakukan penyelidikan sesegera mungkin, mengingat barang temuan itu tidak tahan lama. (***)

LINGGA

Kamis | 31 Agustus 2017 | 14:18

Kemeriahan Gelar Lomba Masak TP-PKK Kecamatan Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga(TP-PKK) kecamatan lingga gelar lomba masak dalam rangka mengisi pekan kemerdekaan yang ke -72. Lomba yang diikuti se-kecamatan ini hanya dihadiri dari tiga desa dan satu kelurahan, yakni Desa Panggak Darat, Desa Panggak Laut, Desa Merawang dan Kelurahan Daik.

Seri Nawati Yulis, Ketua TP- PKK Kecamatan mengatakan untuk peserta yang mengikuti lomba harusnya lebih ramai lagi. Karena Kecamatan Lingga terdiri dari sepuluh desa  satu kelurahan

Dikatakannya, karna angin laut kuat, cuaca yang sedikit ekstrim juga menjadi sebuah hambatan bagi desa yang diseberang pulau untuk hadir. Dan desa yang tidak ikut menghadiri yakni Desa Mepar, kelombok yang masuk wilayah Kecamatan Lingga.

“Kedepan Acara lomba masak ini akan tetap dilaksanakan dari pihak  kecamatan. Karena, kecamatan akan memberikan sebuah tropi secara bergilir,” kata dia kepada mata kepri.com 25/08

Dijelaskannya, tropi yang diberikan ini agar desa-desa yang belum dapat mengikuti ajang lomba masak ditahun ini bisa memacu semangat. Dan diharapkan tahun berikutnya punya gairah untuk merebut gelar juara.

Diakuinya, karena ini baru bertama kali dilakukan, walau ini hanya cuma empat tim yang mengikuti, tapi ini sangat meriah sekali.

“Kepada ibu- ibu PKK desa serta kelurahan yang telah  mengikuti, pihak TP-PKK kecamatan sangat memberikan apresiasi sekali. Karena sudah berpartisipasi dalam memeriahkan pekan kemerdekaan,” katanya. (***)

LINGGA

Senin | 21 Agustus 2017 | 20:46

Ini Tradisi Masyarakat Panuba Isi Hari Kemerdekaan RI

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Desa Penuba, Kecamatan Selayar mempunyai tradisi dalam mengisi dan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Hal unik yang menjadi tradisi tersebut yakni mengadakan perlombaan memancing.

Kepala Desa Penuba, syafri mengatakan perayaan memancing sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Penuba. Hal ini menunjukkan bahwa, wilayahnya ini masuk dalam kategori daerah nelayan yang potensinya laut. Makanya, kegiatan yang sesuai yakni lomba memancing.

“Untuk katagori juara, desa memilih siapa diantara masyarakat yang mendapat ikan paling banyak serta paling berat timbangannya. Dan untuk jenis ikan, tidak harus ikan yang khusus,” ujarnya seraya menjelaskan bahwa waktu yang diberikan tidak lebih dari dua jam.

Kegiatan yang menjadi tradisi masyarakat ini, katanya, begitu meenarik perhatian. Sehingga, menambah antusias warga untuk mengikuti lomba ini.

“Selain memancing, lomba dayung sampan juga ikut memeriahkan hari ulang tahun Republik Indonesia,” ujarnya.

Kedepan, dirinya berharap lomba memancing akan tetap menjadi yang terfavorit. Karena dengan lomba memancing masyarakat banyak diajarkan nilai-nilai kesabaran, serta bagaiman melihat kondisi ekosistem untuk perlu menjaga laut.

“Jage laut. Karana laut memberikan suatu kehidupan,” katanya menegaskan. (bran)