Warga

air bersih

KARIMUN

Jumat | 09 November 2018 | 12:00

Aunur Rafiq Jamin Air Bersih Ratusan Warga Parit Benut

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Ratusan warga RT 01 dan RT 2, RW 2, Kelurahan Parit Benut, Kecamanatan Meral berbahagia, Kamis, 8 November 2018. Soalnya, mereka mendapat sumber air bersih berupa sumur serta instalasi penyalurannya.

Bantuan yang diresmikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq ini merupakan Program Nasional Pengembangan Infrastuktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) tahun anggaran 2018 Dirjen Cipta Karya Kemeterian PUPR RI.

Rafiq mengatakan, sumur yang memiliki kedalaman 10 meter itu nantinya akan mengalir melalui pipa sepanjang 2.600 meter dan dapat disalurkan kepada 280 Kepala Kelurga (KK) yang ada di wilayah tersebut.

“Sumber air baku ini dapat disalurkan ke warga RT 01, RT 2 dan RW 2, Kelurahan Parit benut, Kecamanatan Meral,” katanya.

Rafiq menjelaskan, program tersebut ditujukan untuk lima Kecamatan yang ada di Karimun yaitu, Meral, Tebing, Kundur, Kundur Utara dan Kundur Barat. Total anggarannya sebesar Rp 6 miliar. Hanya saja, untuk pembangunannya tergantung kepada kebutuhan di masing-masing kecamatan.

“Untuk pembangunan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 300 juta di atas tanah yang dihibahkan masyarakat setempat. Kita berterimakasih kepada Kemeterian PUPR yang telah memprogramkan ini. Dengan ini akan dapat mengurangi beban masyarakat untuk biaya air,” jelasnya.

Rafiq juga berpesan kepada masyarakat untuk dapat menjaga keberadaan sumber air tersebut. Ini agar sumber air tetap berada di titik yang bagus sehingga dapat memenuhi kebutuhan warga walaupun pada musim kemarau.

“Saya pesan, Kelurahan membuat KSM yang mengelolanya. Dirembukan oleh warga dengan difasilitasi oleh kelurahan. Untuk biaya listriknya bagaimana, juga dibicarakan. Saya juga minta kelurahan untuk memagarnya,” tambahnya. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Seperti terbiasa dengan isu penculikan anak, warga mendapati seorang wanita paruh baya mencurigakan. Warga berpikir, keberadaan perempuan yang berpenampilan tomboy ini mengincar anak-anak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009, Sabtu, 3 November 2018, siang.

Istimewa

Tidak ingin jatuh korban, perempuan paruh baya dibekuk warga, karena diduga hendak menculik siswa siswi SDN 009 Botania, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Kepri.

“Bagi orang tua agar lebih waspada lagi dengan anak-anaknya. Karena barusan terjadi penangkapan pelaku yang diduga akan menculik anak SDN009,” tulis pengirim pesan di Group WA yang diterima mediakepri.co.id.

Perempuan yang diduga hendak melakukan penculikan tersebut dengan ciri-ciri mengenakan baju kaus warna merah, celana warna merah, rambut lurus pendek, umur paruh baya. Tampak warga mengelilingi pelaku yang diduga penculik tersebut. (ali)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Babinsa selaku prajurit TNI yang berada di tengah masyarakat, kerap menjadi tumpuan warga dalam menghadapi permasalahan yang terjadi. Seperti halnya yang terjadi di RW 06 Sepedas Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral, Karimun, Selasa, 30 Oktober 2018

Hujan deras yang disertai angin di wilayah Pasir Panjang, menumbangkan pohon besar yang berada di sisi jalan. Dahan pohon menmpa Posyandu Nusa Indah serta ranting-rantingnya mengenai kabel listrik, Tentu saja hal ini membuat warga khawatir takut tersengat listrik, Pohon tumbang ini juga menganggu arus lalulitas, akrena sebagian badan jalan dipenuhi pohon yang berukuran sedepa orang dewasa itu.

Babinsa Pasir Panjang, Sertu Sarmo yang menerima laporan warga, langsung menuju ke lokasi. Bersama warga Babinsa melakukan gotong-royong mendadak untuk memotong dahan pohon.

“Setelah gotong royong dengan warga, kami juga menghubungi Kantor PLN. ALhamdulillah, petugas PLN langsung datang untuk memperbaiki arus listrik yang terganggu,” kata Sertu Sarmo.

Menurut Sarmo, akibat pohon tumbang itu bagian depan Posyandu rusak. “Kaca jendelanya juga pecah. Setelah gotong royong dahan dan ranting pohon akhirnya bsia dibersihkan dan selesai menjelang magrib,” sebutnya.(***)

BAKTI TNI

Jumat | 19 Oktober 2018 | 10:00

Satgas Lakukan Pembagian Tugas Kerja Bersama Warga.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rembang – Komunikasi adalah sistem aliran berita yang menghubungkan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan suatu sinergi. Dalam melaksanakan proses pekerjaan yang menyangkut orang banyak diperlukan komunikasi aktif sehingga terjadi keselarasan dan keterpaduan dalam pekerjaan.

Pagi ini Satgas (Satuan Tugas) TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang bersama warga yang membantu pekerjaan, memulai pekerjaannya diawali dengan rembugan untuk berkoordinasi agar pekerjaannya dapat tepat sesuai sasaran. Rabu, 17 Oktober 2018.

Mereka berkumpul terlebih dahulu, yang dipimpin oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pasedan Kecamatan Bulu (Serda Umar Said) menyampaikan beberapa poin yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dihari ini.

“Kami kumpulkan semua yang bekerja dipagi ini, dengan tujuan untuk membagikan informasi mengenai apa-apa yang harus kami kerjakan dan sasaran yang sudah diplot menjadi tujuan dalam mengutamakan pekerjaan”. Tutur Umar Said.(0720)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Program Tentara Mamunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 di wilayah Kodim 0732/Sleman semangat dari personil satgas dengan masyarakat Desa Balecatur semakin hari semakin kompak, semangat jiwa korsa itulah kira-kira bahasa yang cocok untuk kerjasama kekompakan tersebut. Talud jalan yang sedang dikerjakan oleh para anggota satgas TMMD bersama warga Desa setempat hari ini melaksanakan penimbunan badan jalan.

Warga dan anggota Satgas saling bahu membahu dan bergantian untuk meratakan badan jalan yang sebelumnya sudah diratakan dengan alat berat. Hal ini juga dilakukan untuk merapikan dan meratakan seluruh permukaan badan jalan yang menjadi sasaran TMMD kali ini.

Bukan lelah melainkan keceriaan yang didapat oleh warga desa dengan anggota Satgas dikarenakan selama proses pengerjaan diiringi dengan canda tawa oleh warga, sehingga pekerjaan tidak terasa berjalan dengan cepat, tepat waktu yang di harapkan pada akhirnya.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Pelaksanaan TMMD Ke-103 Tahun 2018 Kodim 0732/Sleman, di Desa Balecatur, Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman, selain terwujudnya kerja sama antara pemerintah dengan TNI-Polri dan masyarakat, juga dalam rangka membangun infrastruktur dan sarana prasarana masyarakat Desa. Rabu, 17 Oktober 2018.

Pantauan Danramil 17/Gamping Mayor Arh Sugeng dilokasi, terlihat anggota Satgas TMMD dan Masyarakat bahu membahu dengan warga untuk membantu melaksanakan pembangunan Talud yang merupakan program fisik TMMD. Untuk pelaksanaan TMMD ke-103 ini, memiliki target sasaran Fisik maupun non fisik yang harus dicapai selama waktu 30 hari, serta melibatkan berbagai instansi lintas sektoral baik TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Saat ini, Kodim 0732/Sleman tengah bersama seluruh unsur yang terkait baik Pemda, Polri dan Rakyat bahu-membahu melaksanakan percepatan pembangunan di Kabupaten Sleman, tepatnya di Desa Balecatur, Kecamatan Gamping. (Her)

BAKTI TNI

Kamis | 18 Oktober 2018 | 14:30

Bantuan Warga Desa Tentukan Keberhasilan Program TMMD

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Kebersamaan Satgas TMMD Reguler 103 tercermin saat mendengarkan keluh-kesah maupun suka-duka rakyat kecil di pelosok Dusun Temuwuh Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman yang sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Rabu, 17 Oktober 2018.

Bapak Miharjo adalah salah satunya. Warga Desa Balecatur sangat berterimakasih kepada TNI khususnya Kodim 0732/Sleman atas pembangunan sasaran fisiknya berupa talud jalan 1000 meter.

“Matur nuwun kanggge TNI Kodim Sleman dan Pemkab Sleman yang telah memberikan harapan baru dengan adanya TMMD, yang nantinya akan meningkatkan perekonomi masyarakat termasuk saya. Saya juga berjanji akan maksimal mengerahkan segala kemampuan yang saya miliki untuk membantu Bapak-bapak TNI membangun desa saya,” ujarnya.

Bantuan baik tenaga, pikiran serta semangat warga kepada para personel Satgas TMMD jajaran Kodim Sleman merupakan gambaran dan bukti kepekaan, antusias maupun ucapan terimakasih warga kepada TNI. Hal ini akan sangat menentukan keberhasilan serta percepatan pembangunan baik sasaran fisik maupun non fisik TMMD yang hanya ditargetkan selama 30 hari. “Bersama rakyat pekerjaan jadi tidak berat”. (Zhoel)

BAKTI TNI

Rabu | 17 Oktober 2018 | 9:43

Ngaji Bareng Bersama Warga Pasedan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rembang – Dengan kemampuan baca Al Qur’an dengan fasih salah satu anggota Satgas TMMD Regule Serda W. Sutrisno ,mengajari Warga Pasedan ngaji.di sela – sela kesibukan pengerjaan fisik jalan.dengan sabar angggota Koramil 06/Lasem itu ngaji bersama warga RT 05 RW 05 di rumah Bapak Suwarsono Pasedan Ahad, 14 Oktober 2018.

Sambil menunggu waktu sholat maghrib Serda W. Sutrisno dengan sabar ajari warga yang rata – rata berusia lanjut untuk belajar baca Al Qur’an,memang ada yang berbeda dari Satgas TMMD,semua lapisan masyarakat tersentuh.bukan hanya kegiatan fisik saja.akan tetapi ada kegiatan Rohani yang memang juga ada di program non fisik.dengan memanfaatkan potensi anggota Satgas TMMD sendiri.

Selain itu juga penting karena dalam kurun waktu satu bulan kedepan anggota Satgas akan selalu berkumpul dan bergaul bersama warga Pasedan.

Kebersamaan dan saling mendukung menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pelaksanaan tugas. Lettu Inf Supriyanto yang merupakan Komandan Kompi SSK Satgas TMMD Reguler ke 103 Kodim Rembang menuturkan “bahwa anggota satgas yang menginap dan tinggal bersama rakyat harus membaur dan ada di dalam segala kegiatan masyarakat Pasedan ” termasuk Saya,Danki menambahkan.sebelum menutup obrolan sore itu.(0720)

BAKTI TNI

Selasa | 16 Oktober 2018 | 21:00

Alhamdulillah, Bantuan Dari Langit Itu Datang untuk Warga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rembang – Selesai pelaksanaan Upacara pembukaan TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, Wakil Gubernur Jawa tengah (Taj Yasin Maemoen/Gus Yasin) yang bertindak sebagai Inspektur Upacara melanjutkan kegiatannya untuk membagikan beberapa bantuan dari Provinsi Jawa Tengah (Gubernur Jawa Tengah) di damping Forkopimda Kabupaten Rembang serta beserta tamu undangan lainnya Senin, 15 Oktober 2018.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan 1 Set peralatan pengolahan daging, pembangunan Konstruksi Irigasi perpompaan, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah memberi bantuan sambungan rumah listrik murah dan hemat sebanyak 156 Unit, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah memberi makanan tambahan bagi ibu hamil kekurangan energi Kronis, Dinas Ketahanan Pangan memberi 2(dua) unit alat pengolahan pangan, Dispermadesdukcapil (Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil) memberikan bantuan keuangan kepada Pemerintah Desa, Disperindag Jawa Tengah memberikan 50 Stel baju seragam SD.

Sulastri, warga Desa Pasedan, salah satu yang menerima bantuan mengatakan, “Saya sangat senang pemerintah perhatian dengan kami, semoga program TMMD selalu dan senantiasa tetap berjalan, demi kesejahteraan masyarakat di masa sekarang dan mendatang”.(0720)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kebakaran terjadi di Pondok pesantren yang berada di belakang ruko di kawasan Aljabar bengkong, Selasa, 16 Oktober 2018 malam.

Menurut warga sekitar, Kebakaran baru terjadi seikira pukul 18.30 WIB malam.

“Baru ini mas kebakarannya, Mas ya allah, pesantren anak yatim itu lo,”sebutnya.

sampai berita ini ditulis, tampak pemadam kebakaran masuk kelokasi lebakaran. (***)

sumber: tribunbatam.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – PT Timah wilayah operasi Kepri dan Riau memberikan bantuan kepada warga Dusun II Desa Gemuruh Kecamatan Kundur Barat.

Bantuan yang diberikan PT Timah berupa pembangunan tempat wudhu Masjid Al-Hidayah dusun II Desa Gemuruh.

Humas PT Timah wilayah Operasi Kepri dan Riau mengatakan bahwa bantuan ini berasal dari dana CSR perusahaan yang diberikan dalam bentuk barang atau bahan material.

“Nilai bantuannya kurang lebih Rp 40 Juta. Saat ini pengerjaan pembagunanya sudah berjalan sekitar 50 persen dan ditargetkan akan rampung November nanti,” kata Humas PT Timah, Ahad, 30 September 2018.

Untuk pembangunannya sendiri, melibatkan warga sekitar melalui koordinator PPM Wilayah Kepri dan Riau Afriano Putra.

Management PT Timah berharap, melalui bantuan ini masyarakat di sekitar wilayah operasi dapat merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Karimun.

“Karena perusahaan senantiasa mendukung kegiatan dan pembangunan di sekitar wilayah operasional,” ucap Humas PT Timah. (kmg/Parulian Turnip)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi menyerahkan 33 unit rumah layak huni hasil pembangunan program Aramco Asia dan Habitat For Humanity. Penyerahan rumah hasil pembangunan dan renovasi ini dilaksanakan di Kavling Kabil Indah Kecamatan Nongsa, Jumat, 28 September 2018.

“Terima kasih atas bantuan dan partisipasi Aramco serta Habitat dalam pembangunan Batam khususnya rumah layak huni bagi masyarakat,” kata Rudi dalam sambutannya.

Ia berharap program ini tak hanya dilaksanakan di Kabil, tapi juga wilayah lain Kota Batam. Karena diakuinya masih banyak warga Batam yang membutuhkan bantuan seperti ini. Jumlahnya cukup banyak dan terus bertambah setiap tahun seiring pertambahan penduduk masuk dari daerah lain di Indonesia.

“Kalau membantu Batam artinya membantu Indonesia. Karena penduduk kita berasal dari berbagai daerah,” sebutnya.

Presiden dan CEO Aramco Asia, Anwar Hejazi mengatakan Saudi Aramco percaya dengan mendukung lingkungan operasional akan membawa perusahaan ke kesuksesan. Serta rumah layak huni adalah dasar untuk mensejahterakan keluarga dan orang tercinta.

“Karena itulah Saudi Aramco bekerjasama dengan Habitat for Humanity sejak 2016 untuk membamgun rumah layak huni bagi keluarga di Kabil,” ujarnya.

Selain membangun 33 rumah layak huni, Aramco bersama Habitat juga mengalirkan air bersih ke 13 rumah. Dan hari ini, mereka bahagia karena telah membantu masyarakat Kabil. Anwar berharap ke depannya mereka bisa kembali lagi ke Batam untuk lakukan hal serupa.

“Kami berharap bisa kembali lagi tahun depan untuk bekerjasama dengan anda semua, untuk membangun masa depan yang lebih baik, untuk kita dan generasi penerus,” ujarnya.

CEO Habitat Indonesia, Eddy Sianipar menjelaskan Habitat adalah lembaga kemanusiaan internasional dengan visi agar semua orang memiliki rumah layak huni. Habitat for Humanity telah tersebar di 70 negara dan berada di Indonesia sejak 2007. Hingga kini sudah membangun 51 ribu rumah. Dan sebagian besar untuk rehabilitasi pasca bencana seperti di Aceh, Padalarang, Yogyakarta.

“Sekarang kita sedang membangun di Lombok,” kata dia.

Di Batam, Habitat for Humanity telah menolong 2.416 keluarga. Sebagian mendapat bantuan pembangunan rumah, penyaluran air bersih, dan perbaikan rumah. Selain itu Habitat juga merenovasi satu sekolah, membangun empat ruang serbaguna warga, 2.187 meter drainase, dua taman bermain empat toilet umun, serta 75 meter pelantar.

Khusus di Kabil, Habitat menargetkan pembangunan dan peningkatan kualitas 1.000 rumah. Sudah dijalankan sejak 2014, Habitat telah membangun 552 rumah dan merenovasi 164 rumah.

“Kami juga ingin ke daerah lain. Tapi mau selesaikan di Kabil dulu. Di Kabil kami masih ada 264 rumah lagi yang harus dibangun,” sebutnya. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun memang suka menjemput aspirasi melalui jalur-jalur informal dan santai. Dia ingin, ketika menyampaikan keinginannya, masyarakat bisa lepas dalam bercakap.

Salah satu cara menjaring aspirasi agar sampai, adalah dengan tidak berada di ruang-ruang resmi. Ini yang dilakukan Nurdin yang didampingi Sekda H TS Arif Fadillah ke Desa Mantang Besar, Kabupaten Binan, Rabu, 26 September 2018.

Saat tiba, Nurdin dan rombongan disambut hangat dan ramah oleh masyarakat. Mereka sangat ramai dan tampak untuk berbincang dan bertukaran pikiran dengan Gubernurnya.

“Ini namanya konektivitas hati. Sampaikan apa yang ingin disampaikan, jangan segan-segan,” kata Nurdin.

Di antara perbincangan itu, Nurdin berpesan agar masyarakat Desa Mantang untuk tidak membuang sampah di laut. Karena laut merupakan sumber penghidupan masyarakat di Kepulauan Riau.

“Jangan buang sampah ke laut ye, mari kita jaga dengan kesadaran sendiri dari diri kita,” pesan Nurdin.

Nurdin mendengar dan mencatat apa yang disampaikan warga. Salah satunya tentang air bersih. Pembangunannya sudah ada namun belum bisa dimaksimalkan.

Selain itu, masyarakat minta dibangun Rumah Tahfiz di pulau ini. Karena sampai saat Nurdin berkunjung, belum ada tempat anak anak untuk belajar tahfiz.

Begitu juga dengan masalah pendidikan, yang tidak jauh bedanya dengan Desa Mapur yang kekurangan guru, penambahan ruang kelas dan jarak tempuh untuk ke sekolah yang harus memakai biaya tinggi.

Soal pendidikan, Nurdin juga melakukan kunjungan ke SMA Negeri Mantang. Saat tiba, Nurdin lebih memilih mengajak para guru untuk berbincang-bincang di bawah pohon. Padahal, sekokah sudah menyiapkan ruang rapat.

Sambil menikmati makanan ringan yang tersedia, Nurdin menerima banyak permintaan pada guru.

Kepada para guru, Nurdin mengatakan pengajar adalah pekerjaan yang sangat besar jasanya. Mereka yang harus dijaga dan disejahterakan.

Untuk SMA Negeri 1 Mantang, untuk sementara, ruang belajar sudah cukup. Yang perlu adalah tambahan ruang labor, lapangan olahraga dan praktek. Juga pembangunan mushalla untuk siswa.

Tenaga pengajar masih kurang, terutama untuk pendidikan Geografi, Fisika, Siosiologi, Prakarya dan SBK.

Nurdin menyampaikan, dengan menjemput langsung aspirasi ke warga, semua bisa terpecahkan. Karena itu dia mengajak masyarakat untuk menanamkan ukhuwah islamiyah pada diri sendiri agar selalu kompak dan bersama sama mensejahterakan Kepri.

“Jaga silaturahmi, satu kan hati untuk memakmurkan Kepri”, tambah Nurdin. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Warga Kuda Laut Baran I, Kelurahan Sei Lakam Timur, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun digegerkan dengan bau busuk yang sangat menyengat di tanah bekas timbunan, Sabtu 22 September 2018 malam.

Penasaran dengan bau tak sedap itu, akhirnya wargapun menggali tanah tersebut sekira pukul 18.30 WIB yang berada tak jauh dari Pantai Pak Imam Baran I.

Penggalian tanah tersebut tampak disaksikan oleh anggota kepolisian dan TNI serta RT dan masyarakat setempat untuk mengetahui asal bau tersebut.

“Tadi ada kawan bilang macam ada mencium bau bangkai dibekas timbunan ini, tapi sudah dicari-cari tidak ada makanya kami coba untuk menggalinya,” kata Roni, salah seorang warga.

Roni mengatakan, saat digali bau busuk itu semakin menyengat, sehingga warga bergantian untuk menggali dikarenakan tidak tahan bau tak sedap itu.

“Kami coba gali sedikit. Tapi habis kami gali baunya semakin menyengat,” tambahnya. (kmg/Riandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan, keberagaman jangan sampai menjadi penghalang bagi Kepulauan Riau untuk maju. Keberagaman harus dijadikan kekuatan dalam membangun daerah dan bangsa.

“Dengan keberagaman yang ada di Kepri, kita jadikan modal untuk membuat negeri ini semakin maju,” kata Nurdin saat menghadiri Silaturahmi Akbar Paguyuban Warga Pacitan di Lapangan PT Jeni Putra Mangsang Sei Beduk Batam, Sabtu, 15 September 2018 malam.

Tampak hadir pada silaturahmi itu anggota DPR RI H Nyat Kadir, Bupati Pacitan Indartato dan istrinya Luki Tri Baskorowati, Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo dan istrinya Ny Nonok Sumbogo, Ketua DPRD Batam Nuryanto, Ketua Paguyuban Warga Pacitan Alib Munirman dan masyarakat Batam asal Pacitan.

Nurdin berterima kasih dengan kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Pacitan di Batam. Kata Nurdin, Bupati jangan khawatir, semua warga Batam dan Kepri dalam keadaan baik, guyub dan kondusif.

“InsyaAllah kami akan selalu menjaga itu. Suatu kehormatan bagi saya dapat mengayomi warga Batam asal Pacitan,” kata Nurdin.

Nurdin mengajak awal tahun baru Islam ini, agar masyarakat menjadikannya sebagai landasan dalam memacu semuanya untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi. Kebersamaan harus dipererat, meskipun berbeda beda suku dan agama.

Bupati Pacitan, Indartato mengatakan dia bangga dan terimakasih pada Gubernur Nurdin Basirun yang mengayomi dan sudi hadir di acara warga Batam asal Pacitan. Dia tak menyangka kalau perhatian dari Gubernur begitu besar pada warga asal Pacitan.

“Meskipun Kabupaten Pacitan tidak memberikan bantuan dan sumbangan dalam acara ini, kami bahagia tetap diundang dan dihargai. Terimakasih Pak Nurdin,” kata Bupati.(***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun meminta kepada orang tua agar dapat membimbing anak-anak mereka menjadi pribadi yang baik. Apalagi dengan berlandaskan keislaman yang kuat serta berpegang teguh pada pedoman hidup yakni Alquran agar mendapat masa depan terbaik untuk pribadi, agama, bangsa dan negara.

“Kami titip anak-anak kami, beri laluan, antar mereka ke gerbang keberhasilan itu,” pesan Nurdin dalam acara peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H di Masjid Baiturrahim, Desa Berakit, Kabupaten Bintan, Rabu, 12 September 2018 malam.

Memperingati tahun baru islam sendiri menurut Nurdin merupakan waktu yang tepat bagi umat untuk menegaskan, bahwa inilah waktu yang tepat untuk dirayakan, bukan malah latah memeriahkan hari lain yang malah tidak memiliki manfaat yang tidak berarti.

“Karna Inilah pakaian kita, tahun baru kita yang harus dirayakan dengan senantiasa intropeksi menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tegas Nurdin.

Untuk itu Nurdin menambahkan bahwa pada perayaan tahun baru islam inilah dijadikan ajang untuk mengintropeksi diri tentang apa-apa saja yang telah dilakukan selama hidup.

“Yang baik kita tingkatkan yang buruk kita tinggalkan,” tutup Nurdin.
Sementara itu, Kepala Desa Berakit Adnan merasa senang sekaligus terkejut ketika mendengar bahwa Gubernur bersedia hadir dalam acara peringatan tahun baru islam di Berakit.

“Alhamdulillah ditengah kesibukan bapak bisa berkenan hadir bersama kami masyarakat Desa Berakit,” ujar Adnan.

Adnan melanjutkan bahwa dalam menyambut tahun baru islam, Desa Berakit tidak hanya memperingati nya dalam satu malam saja.

“Kita akan merayakan beberapa hari dari masjid ke masjid,” lanjut Adnan.

Dikesempatan ini Kades juga berkeluh kesah, salah satunya tentang kondisi jalan Desa menuju menara lampu Suar. Dimana menara tersebut menandakan semenanjung berakit tanda nya alur lintas pelayaran internasional dan perbatasan dengan East Out Port Limit (East OPL).

“Karna Pak Gubernur sudah datang, Boleh lah kami meminta kepada Bapak untuk buatkan jalan aspal internasional ini,” pinta Adnan.

Pada kesempatan tersebut juga diisi dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Raja Sofyan yang bercerita tentang intisari dari tahun baru.

Yang mana dalam tausiyahnya beliau mengatakan bahwa perbedaan terletak pada pergantian tahun masehi yang selalu meriah dan antusias bertumpah ruah untuk merasakannya. Padahal yang harus umat islam meriahkan adalah pergantian tahun 1 muharram dengan mengisi berzikir, sholawat dan mengaji berjemaah.

“Hai nak jangan main di pantai, jangan berlari-lari di luar, ini kan 1 muharram, jangan yang salah itu menjadi kebiasaan,” ujar Ust Sofyan.
Ustadz Sofyan melanjutkan, bahwa dalam menjalankan kehidupan selalu lah ingat akan akhirat, jadikan kesempurnaan hidup dengan bekal akhirat sebanyak-banyak nya.

“Umat islam bila lelah, terluka ataupun sakit selalu lah menyebut Alhamdulillah. InshaAllah kita akan dijauhkan dari api neraka,” tambah Ustadz lagi.

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Kepri Syarifah Elvizana, Pj Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Staf Ahli Gubernur Syamsuardi, Kepala Dinas Kelautan Eddy Sofyan, Kepala Biro Humprohub Nilwan, Tokoh Masyarakat Endi Maulidi beserta masyarakat Desa Berakit. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Masyarakat di Pulau Kundur keluhkan pemadaman listrik yang hampir terjadi setiap hari di pulau yang memiliki wilayah terluas di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri tersebut.

Seperti yang dikeluhkan seorang warga bernama Dwi, warga Kelurahan Tanjung Berlian, Kecamatan Kundur Utara, mengatakan bahwa waktu dan masa padamnya listrik tidak menentu.

“Yang pasti tiap hari ada. Kadang sebentar kadang lama. Kadang ada mati sekejap, lalu hidup lagi, lalu mati lagi kayak tadi,” katanya, Ahad, 2 September 2018 kemarin.

Hal senada juga disampaiakan seorang warga Tanjung Berlian lainnya, Ham. Ia menyayangkam kondisi tersebut. Menurutnya, jika terus terjadi maka dapat merusak peralatan elektronik.

“Lama-lama barang-barang bisa rusak. Bayar listrik juga jadi mahal,” ungkapnya.

Terpisah, Manager PLN Rayon Tanjungbatu, Dedi Wirza yang mengatakan terkadang memang ada pemadaman. Namun Ia membantah adanya pemadam setiap hari.

“Tidak ada pemadaman bergilir. Kita surplus,” katanya.

Pemadaman yang terjadi, dijelaskan Dedi hanya dikarenakan faktor cuaca ataupun terputusnya jaringan karena tertimpa pohon.

“Di kita hanya karena cuaca dan pohon. Seperti tadi siang mati karena di arah Prayun jaringan terkena pohon,” jelasnya.

Menurutnya jaringan listrik di daerah Pulau Kundur masih banyak yang melewati pohon-pohon tinggi. Keadaan ini terkadang sulit diatasi karena masyarakat tidak mau merelakan pohon milik mereka ditebang. (kmg/Parulian Turnip)