Warga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Lanal Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan dua orang warga negara Malaysia bernama Mohd Anzulami (33) dan Rusli Dahlan (45).

Penangkapan ini bermula dari Tim F1QR yang menerima informasi intelijen pada Kamis 25 April malam mengenai adanya kapal pembawa TKI ilegal.

Mendapatkan laporan tersebut petugas menggunakan Patkamla V8 langsung bergerak.

Sekira pukul 02.10 WIB, Tim F1QR mendengar suara dan mendeteksi secara visual satu unit speedboat mencurigakan yang melintas di perairan Karimun Anak pada posisi 1°05’761 “U – 103° 24′ 789 T TBK.

Ketika diperiksa, petugas menemukan seorang tekong bernama Afrizal (32) dan ABK bernama Khairul (33). Keduanya merupakan warga Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun.

Selain itu speedboat tersebut juga membawa dua orang penumpang tanpa dokumen yang merupakan warga Negara Malaysia bernama Mohd Anzulami (33) asal Kuala Lumpur dan Rusli Dahlan (45) asal Selangor.

Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro mengatakan, dari pemeriksaan kedua WNA tersebut masuk ke Indonesia dengan tujuan Pontianak, Kalimantan Barat.

“Dari pengakuannya mereka ini mempunyai istri di Pontianak, dan masuk ke wilayah Indonesia hanya melintas di sini,” kata Danlanal Karimun, Jumat 26 April 2019. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID.-Anambas – Hanya inilah, satu-satunya sumur air bersih yang dimiliki warga Desa Kiabu kecamatan Siantan Selatan Kabupaten Anambas. Kemarau yang berlangsung lama, sumur yang merupakan milik Desa Kiabu itupun tak dapat lagi memenuhi kebutuhan masyarakat. Soalnya, air yang bersumber dari sumur milik masyarakat itu kini terasa asin.

Mukris, warga Dusun Pelampung, RT I/RW II Desa Kiabu, menceritakan, atas desakan alam saat ini, maka warga harus mencari sumber mata air lain, khusus untuk diminum

“Selama ini kami hanya bertahan hidup dari sumur ini. Untuk mandi dan mencuci, itulah air yang dapat kami gunakan. Kalau untuk minum, kami terpaksa harus mencari air dari sumber lain yang jaraknya sangat jauh dari desa,” terang Mukris, Kamis , 11 April 2019.

Mukris menambahkan, kesulitan air saat kemarau ini, bukan baru terjadi, namun sudah berulang kali dialami masyarakat. “Kami sangat berharap pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memberikan solusi atas kesulitan masyarakat ini,” katanya.

Sejauh ini, katanya lebih jauh, pemerintah desa sudah berusaha untuk mencari jalan keluar dari kesulitan ini. Mulai dengan membuat embung desa. Hal ini dilakukan agar dapat menampung air hujan, guna memenuhi kebutuhan warga. Namun langkah ini, tambahnya, dirasakan masih belum cukup.

“Saya berharap keadaan ini ditanggapi pemerintah kabupaten. Langkah yang dilakukan dengan membuat penyulingan dari air asin menjadi air tawar,” ucap Mukris sembari memberikan solusi. (rofi)

KARIMUN

Minggu | 07 April 2019 | 15:34

Ribuan Warga Kundur Padati Kampanye Sturman Panjaitan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Ribuan warga Tanjungbatu Kundur padati kampanye akbar calon legislatif (caleg) DPR-RI dapil Provinsi Kepri dari pantai PDI-Perjuangan Sturman Panjaitan.

Lokasi kampanye yang dipusatkan di lapangan Gelora Tanjungbatu, Kundur itu sudah dikerumuni oleh warga dua jam sebelum kampanye dimulai.

Pantauan di lapangan, Sturman Panjaitan bersama rombongan tiba di pelabuhan Tanjungbatu Kundur sekira pukul 14.20 WIB yang bertolak dari Batam.

Tiba di Kundur, Sturman Panjaitan langsung disambut ketua DPC PDI-P Kabupaten Karimun, Rasno dan para relawan.

Selanjutnya rombongan langsung menuju lapangan Gelora lokasi kampanye berlangsung.

Di sini Sturman panjaitan langsung disambut dengan atraksi barongsai dan pengalungan bunga. (yan)

kampanye jokowi

HEADLINE

Sabtu | 06 April 2019 | 23:35

‘Angin’ Segar Jokowi untuk Warga Kampung Tua Batam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Calon Presiden (Capres) Joko Widodo menjanjikan angin segar kepada masyarakat Batam, khususnya yang berdomisili di Kampung Tua.

Dalam kampanye akbarnya di hadapan puluhan ribu warga Kepri, khususnya Batam, Jokowi akan wujudkan jika terpilih sebagai Presiden 2019, yakni pemberian sertifikat tanah bagi seluruh masyarakat Batam yang bermukim di kampung tua.

“Akan kita lakukan segera. Kita sertifikatkan. Maksimal tiga bulan kita selesaikan,” ujarnya, Sabtu, 6 April 2019 di lapangan Temenggung Abdul Jamal, Batam.

Selain itu, Jokowi juga menjanjikan akan menyelesaikan pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Jembatan ini menghubungkan dua pulau, yakni Pulau Batam dan Pulau Bintan.

“Minggu depan saya kirim tim untuk segera mengecek ke Batam. Agar dibuatkan Detail Engenering Desain (DED)nya. Akan kita bangun untuk meningkatkan perekonomian di Kepri,” ujarnya.

Kehadiran Jokowi ini disambut sangat antusias massa yang berkumpul. Mereka meneriakkan dan memanggil nama Jokowi kala Capres nomor urut 01 tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 15.45 WIB. Setibanya di panggung, Jokowi langsung menyapa puluhan ribu pendukungnya.

“Antusias masyarakat Batam dan Kepri luar biasa. Saya dan Pak JK pernah (berkampanye) di sini, dan kami memperoleh 59 persen suara. Nah, kalau melihat antusias warga yang datang kali ini, kami optimis capaian suara pasangan Jokowi-Maruf bisa lebih dari itu,” ujar Jokowi. (sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID BATAM – Masyarakat di Kelurahan Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam merasa resah dengan aktivitas reklamasi yang dilakukan PT Pulau Bintang Emas. Kegiatan penimbunan ini telah berlangsung selama dua tahun di wilayah Pulau Pengalap.

Hal tersebut disampaikan masyarakat dalam pertemuan bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Pesisir Hinterland Centre (PPHC) Provinsi Kepulauan Riau dan Binmas Polda Kepri, di Pondok Informasi, Pulau Abang, Rabu, 27 Maret 2019 lalu.

Kepala Bidang Hukum Lingkungan Hidup, DPP PPHC Kepri, Budiman Sitompul mengatakan masyarakat Pulau Abang harus berani melawan ketertindasan dari pengusaha yang memiliki dompet tebal, yang dengan semena-mena merusak mata pecarian utama masyarakat sebagai nelayan.

“Masyarakat diminta jangan takut untuk melaporkan masalah ini kepada pihak-pihak terkait,” kata pria yang akrab disapa Tomi ini, Jumat, 5 April 2019.

Dikatakan Tomi, berdasarkan Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ada tata cara untuk melakukan pengelolaan lingkungan hidup.

Disebutkannya, ada larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukkan limbah ke media lingkungan hidup, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

“Larangan-larangan tersebut diikuti dengan sanksi yang tegas dan jelas tentang ketentuan pidananya,” jelasnya.

Maka dari itu berdasarkan UU nomor 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup tersebut, PPHC menyarankan kepada masyarakat untuk segera membuat laporan agar pelaku segera diproses.

“Kami dari lembaga PPHC akan terus mengawal dan mendampingi masyarakat, supaya laporan yang akan dibuat nantinya, secepatnya bisa ditindaklanjutin oleh instansi terkait,” pungkasnya. (sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Polsek Balai Karimun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan Pemilu tahun 2019. Seperti yang dilakukan di Desa Tulang, Pulau Tulang, Kamis 4 April 2019 kemarin.

Kapolsek Balai Karimun, AKP Budi Hartono mengatakan masyarakat bersama-sama dengan aparat keamanan hendaknya mensukseskan pemilu supaya lancar, sejuk dan damai.

“Pada kesempatan ini saya mengajak masyarakat untuk mensukseskan pemilu 2019 dengan ikut menjaga situasi keamanan yang aman dan tentram di Desa Tulang,” kata Budi.

Selain itu Budi juga mengimbau agar seluruh masyarakat yang telah memiliki hak pilih untuk mencoblos pada tanggal 17 April di TPS.

Ia menyampaikan, mencoblos merupakan hak setiap warga negara yang telah memenuhi syarat.

“Serta tidak lupa datang ke TPS untuk mencoblos pada tanggal 17 april 2019 mendatang agar pemilu 2019 ini lancar, aman, damai dan sejuk,” katanya.

Kegiatan tersebut disejalankan dengan tatap muka dan perkenalan dengan masyarakat. Pasalnya Budi Hartono belum lama menjabat sebagai Kapolsek Balai Karimun.

“Sebagai pejabat Kapolsek Balai Karimun yang baru saya juga ingin sekali berjumpa menyapa sekaligus memperkenalkan diri kepada masyarakat yang ada di Desa Tulang,” ucap Budi. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimum – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kundur Utara melakukan sosialisasi teknis pencoblosan pada masyarakat Kundur.

Sosialisasi dilaksanakan di lima desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Kundur Utara. Ini dilakukan agar masyarakat paham mengenai teknis cara pencoblosan pada tanggal 17 April 2019 nanti.

“Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan informasi tentang tata cara pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu tanggal 17 April 2019 nanti. Tentunya kita juga menggerakan tolak golput di Kundur Utara,” kata Ketua PPK Kundur Utara, Arei Cahyono, Jumat, 5 April 2019.

Bahkan pihak PPK Kundur Utara sengaja melaksanakan sosialisasi di beberapa desa pada malam hari agar seluruh masyarakat yang bekerja pada siang hari dapat ikut berkumpul mengikuti sosialisasi.

Masyarakat juga antusias mengikuti sosialisasi. Ini terlihat dari ramainya masyarakat yang hadir, serta pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan kepada petugas PPK.

“Selama ada orang atau pesertanya kita datang sosialisasi,” kata Arei.

Arei menjelaskan pada pemilu 2019 ini memiliki perbedaan dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Di mana masyarakat harus mencoblos sebanyak lima surat yang berbeda, yakni Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Untuk di Kecamatan Kundur Utara sendiri jumlah TPS sebanyak 43. Sementara jumlah Daftar Pemilih Tetapnya sebanyak 9.080 orang, yang terdiri dari 4.638 laki-laki dan 4.442 perempuan. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Cuaca ekstrim yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) sudah menjadi takdir alam.

Setelah badai, dalam bentuk gelombang tinggi itu berlalu, warga mewariskan kekecewaan. Bukan pada Sang Pencipta, tetapi fasilitas warga yang hancur jadi terabaikan.

Itulah, jembatan terpanjang milik masyarakat yang sudah menjadi korban dari keganasan alam. Jembatan yang merupakan akses jalan utama masyarakat itu terputus.

Ironinya, pasca dihantam gelombang tinggi beberapa bulan lalu, jembatan yang terputus itu belum juga diperhatikan dengan baik. Langkah yang diambil pemerintah adalah melakukan penanganan darurat.

Dimana saat ini, perhatian pemerintah terhadap kondisi tersebut, hanya membuat jalan darurat yang bersifat semantara. Padahal, jembatan itu merupakan akse utama bagi masyarakat hilir mudik dan lalu lalang kendaraan setiap pagi.

Kondisi saat ini, ‘kemacetan’ menjadi pemandangan warga di Anambas. Soalnya, minimnya kondisi jembatan itu, membuat sejumlah kendaraan harus saling bergantian, salah satunya harus bersabar untuk antri.

Kondisi ini seakan luput dari perhatian pemerintah.
Padahal jembatan semen panjang merupakan salah satu akses penghubung ke berbagai instansi. Hal ini, sungguh sangat disayangkan sejumlah masyarakat.

“Katanya akan dibangun. Tetapi pembangunan itu hanya sebatas perencanaan dan masih penuh tanda tanya?,” kritik Sarip Rusman kepada mediakepri.co.id seraya menambahkan masyarakat Anambas masihkah harus menanti jawaban perbaikan. (rofi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Santalia Bonsai Club (SBC) Karimun menjadi bagian yang turut menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Karimun 2019 yang telah selesai digelar 30 Maret 2019 kemarin.

Keikut sertaan mereka bukan sebagai peserta MTQ, melainkan sebagai salah satu yang ikut meramaikan di deretan stan bazar, yakni mengadakan pameran pohon bonsai sepanjang perhelatan MTQ yang selalu dipenuhi pengunjung.

Untuk koleksi pohon bonsai yang dipamerkan, sekitar 50 pohon bonsai yang merupakan koleksi anggota-anggota SBC.

Jenisnya pun beragam, mulai dari pohon santalia atau anting putri, wahong, kingkit, ulmus dan hokian.

Ketua SBC Karimun, Zazeli mengatakan tujuan mereka menggelar pameran pohon bonsai adalah untuk mengajak masyarakat mengenal dan belajar membuat pohon hias tersebut.

“Tujuannya untuk mendongkrak dan merangsang pebonsai baru di Karimun,” kata Zazeli beberapa hari lalu.

Ia juga mengatakan, pencinta bonsai di Karimun cukup banyak. Namun mereka lebih banyak yang berkarya sendiri sehingga hasilnya kurang maksimal jika dibandingkan berkarya bersama-sama di dalam satu komunitas.

“Yang hobi bonsai banyak. Tapi biasanya sendiri-sendiri. Sangat disayangkan punya pohon bagus hasilnya tidak maksimal,” ujarnya.

Diakui Zazeli, bagi yang ingin bergabung, seluruh anggota SBC siap berbagi ilmu bagi peminat pohon bonsai.

“Bagi yang ingin bergabung kita menerima dengan tangan terbuka. Kita siap berbagi ilmu, karena tujuan utama kita membawa ke hal yang positif,” ucapnya. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Dabo – Suatu pemandangan yang tak biasa terlihat di kota Dabo Singkep siang tadi Sabtu, 9 Februari 2019. Jalanan mendadak macet dan ribuan orang tumpah ruah di Lapangan Merdeka yang terletak di pusat kota.

Adalah Lingga Recycle Carnival 2019 yang mengusung tema Nature is Our Culture menjadi penyebabnya, kegiatan yang di prakarsai oleh Akari Ceq Conon  dan ditaja oleh Pemkab Lingga, Polres Lingga, Lanal Dabo, Bandara Dabo, PDAM Dabo dan PWI Lingga tersebut telah mampu menjadikan Dabo Singkep laksana Rio de Jenerio di Brazil.

Bagaimana tidak dengan 121 talent yang tampil dengan berbagai model busana kreasi dan menjadikan jalan raya sebagai catwalk nya, karnaval ini mampu menyedot animo masyarakat untuk datang menyaksikan perhelatan yang sudah tahun kedua dilaksanakan.

Bupati Lingga H. Alias Wello, S. IP yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga H.M.Juramadi Esram, MT, MH saat membuka Lingga Recycle Carnival 2019 mengharapkan kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan dan masuk kalender pariwisata Lingga.

“Akan menjadi even tahunan dan dibiayai Pemkab”, ujar Esram yang pada saat menyampaikan sambutan terlihat ikut bergegap gempita bersama para penonton yg sudah tak sabar akan menyaksikan penampilan para peraga busana berbahan daur ulang tersebut.

Firdaus Madjid selaku koordinator Akari Ceq Conon mengaku sangat gembira dan tak menyangka antusias masyarakat begitu besar untuk menonton karnaval yang didukung para talent dari Sanggar Megat kota Tanjungpinang dan Fachrizal Mister Indonesia Kepri 2018.

“Kami tak menyangka penonton akan begini banyaknya, terus terang ini menjadi penyemangat kami untuk membuat yang lebih wah lagi tahun depan,” ungkap Bang Fier sapaan akrab pria yang telah belasan tahun berkecimpung dalam ruang karnaval.

Harapan Bang Fier dengan digelarnya Lingga Recycle Carnival 2019 ini dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan baik yang berasal dari domestik maupun mancanegara.

“Terima kasih yang tak terhingga untuk semua pihak yang telah mendukung kami terutama Pemkab Lingga dalam hal ini Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga,”ucap Bang Fier dengan nada gembira. (www.humaslingga.id)

LINGGA

Jumat | 08 Februari 2019 | 21:25

Tapak Wali Terapi Warga Daik, Sekda Ikuti Latihan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Payuguban Seni Beladiri Tapak Wali Indonesia melakukan terapi ke warga Daik, Lingga di lapangan tenis Pemkab Lingga, Jumat, 8 Februari 2019.

Secara bergiliran, warga yang mengalami keluhan kesehatan menjalani trapi. Konsep penerapian ini dilakukan oleh sejumlah pengurus Tapak Wali Indonesia Kepri tanpa menyentuh pasien.

Usai melakukan terapi, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga mengikuti latihan Tapak Wali Indonesia. Dari puluhan yang mengikuti latihan terlihat Sekretaris Daerah (Sekda), Juramadi Esram.

Sebelum latihan berlangsung, pengurus Tapak Wali Indonesia menjelaskan mengenai payuguban seni beladiri Tapak Wali Indonesia.

“Kegiatan ini untuk mencari sehat. Diiringi dengan memohon dan berdoa, mencapai nikmat dari setiap gerak,” ujar Adimaja, Ketua Tapak Wali Indonesia Kepri dan Malaysia. (eddy)

BATAM

Kamis | 31 Januari 2019 | 19:52

RDP di DPRD Batam, Warga Tanjunguncang Dan Pihak ATB

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Rapat Dengar Pendapat (RDP) warga Tanjunguncang, Batuaji dengan perwakilan PT Adhya Tirta Batam (ATB), yang di fasilitasi Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Harris Pattimura, Kamis, 31 Januari 2019, pagi di ruang rapat Komisi III DPRD Kota Batam.

Keluhan warga soal air yang tidak mengalir lancar seperti layaknya di perumahan yang ada di daerah Tanjunguncang lainnya. Hal ini bukan sekali dua kali dilaporkan pada pihak ATB bahkan berkali -kali namun tidak direspon secara baik.

“Bahkan alasan pihak ATB selalu menyampaikan karena ada masalah mesin dan pengerukan pipa. Persoalan ini sejak bulan Pebruari 2018 sampai saat ini, penyelesainnya tidak ada,” kata Agung dari perumahan Sumberindo.

Hal yang sama juga disampaikan warga perumahan Putra Jaya, “dimana air kadang hidup pada malam hari saja. Jika pihak ATB tidak mampu untuk mengelolah agar segera diserahkan saja pada pihak lain yang mampu.”

“Ini tidak ada lagi karena sudah melanggar Sila ke -5. Jika pihak ATB yang saat ini tidak mampu lagi mengelolahya supaya diserahkan saja pada pihak lain,” kata Rahmat.

Wahyu Dwiyanto Manejer Distribusi ATB menyampaikan, bahwa ini sudah catatan manejemen ATB untuk perbaikan.

Perlu juga diketahui warga bahwa sumber air ke perumahan itu dari Dam Duriangkang. Untuk saat ini debit air yang dikirim ke lokasi sudah melebihi namun kenapa masih ada masalah. Hal inilah tim kami sedang mengecek lagi.

“Kami selalu respon keluhan warga, bahkan jika ada penambahan pengguna maka pihak kami juga menambahkan debit airnya,” terang Wahyu.

Werton menepis Wahyu bahwa keluhan ini sudah tujuh tahun namun hanya sebagai perencanaan. Harusnya ATB ini menjaga, memelihara serta mengedepankan kepentingan konsumen karena pembiayaan pemasangan pipa ATB ditanggung pengembang perumahan.

“Sebelum pemasangan ATB sudah didesign terlebih dahulu pihak pengembang. Disini pihak ATB hanya mengalirkan air saja karena pembiayaan pemasangan pipa ATB ditanggung pihak pengembang perumahan,” tegas Werton Panggabean anggota Komisi III DPRD Kota Batam.

Anwaruddin Lurah Tanjunguncang menyampaikan, bahwa keluhan ini sudah berulang ulang disampaikan namun pihak ATB terus mengatakan keluhan ini menjadi perioritas.

“Harapan kami pada pihak ATB bahwa inilah yang terakhir keluhan warga saya dan buatlah tindakan nyata bukan hanya janji, “pinta Anwaruddin.

Sulis manejer perencanaan ATB mengakui bahwa air secara umum di kota Batam sudah terkoneksi dan cukup tinggi penggunaannya. Persoalannya adalah apakah kecupan air memadai. Yang mana suplai air ini harus surplus dengan penggunanya.

“Penyampaian surplus air ini dibantah oleh Werton Panggabean karena pengguna air saat ini sudah kebanyakan yang pulang kampung. Dengan adanya beberapa waduk di Batam, sangat cukup untuk kebutuhan warga kota Batam,” tegas Werton.

Diakhir RDP, Nyanyang Harris Pattimura meminta pada pihak ATB secepatnya menyelesaikan keluhan warga ini. Dan harapan setelah rapat ini persoalan tidak ada lagi dan air sudah kembali normal sehingga kebutuhan warga terpenuhi dengan baik. Pungkas Nyangyang. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Mahasiswa Lingga meminta aparat kepolisian segera menangkap Direktur Utama PT Sumber Sejahtera Logistik Prima (SSLP), dalam penggelapan 400 persil sertifikat tanah warga Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara

“Kami minta aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini. Apalagi, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus yang berbeda,” kata M Yazid Mahasiswa Asal Lingga ini.

BACA JUGA

Tingginya Angka Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

Dua Putra Lingga Terpilih Wakili Kepri di Kejurnas Atletik

Dikatakannya, perkembangan saat ini, perkebunan itu tidak ada, pabrik juga tidak ada, tapi sertifikat warga tak dikembalikan.

Sementara itu, Direktur Utama PT SSLP, Bambang Prayitno sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi. Namun, diketahui warga Desa Linau, telah melaporkan Bambang Prayitno ke Polres Lingga dengan tuduhan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHP.

Untuk diketahui, Bambang Prayitno bersama Rianto alias Akwang dan Dwi Ria Abubakar juga telah ditetapkan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, berdasarkan laporan Laurence M. Takke dengan Laporan Polisi Nomor : LP/ 3095/ VI/ 2018/ PMJ/ Ditreskrimum, tanggal 7 Juni 2018.

Polindes Isi Penghujun Tahun untuk Pererat Silaturrahmi

Ketiga nama tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 KUHP dan atau pasal 372 KUHP. Mereka sudah dicekal bepergian ke luar negeri. (ryan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak merilis prakiraan cuaca di wilayah cakupan pelayanannya. Laporan resmi ini berlaku mulai, besok, Kamis, 3 Januari 2019.

Informasi yang disampaikan ini memperingatkan terjadinya badai Tropical Storm. Badai tropis yang diberi nama PABUK 1000 hPa muncul di wilayah Laut Cina Selatan (LCS) . Akibat badai tersebut mengakibatkan angin kencang di LCS dan gelombang tinggi di perairan Natuna dan Anambas.

Berdasarkan tabel data prakiraan cuaca oleh BMKG Maritim Pontianak, di wilayah Laut Natuna Utara, perairan Natuna dan perairan Anambas, kecepatan angin mulai dari 2 hingga 30 knots. Sementara itu, gelombang laut mulai dari ketinggian 0,75 meter hingga 5 meter.

Secara umum kondisi cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan, namun berpotensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini cukup kondusif untuk aktivitas transportasi darat dan udara.

Namun, Untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan diimbau agar waspada terhadap gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah perairan Natuna dan Anambas. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Dua buah Bus bernomor Polisi AB dan K nampak baru tiba  di pelataran parkir obyek destinasi Desa Wisata Penglipuran,  Kubu, Kecamatan  Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Rombongan wisatawan lokal ini berbondong-bondong turun untuk bergegas mengunjungi Desa Wisata Penglipuran.

Desa Wisata Penglipuran merupakan obyek wisata di Bali yang mulai dikenal oleh masyarakata dunia karena masih menjaga tradisi dan kearifan lokal kebudayaan mereka. Desa Wisata Penglipuran begitu unik karena rumah-rumah didesa ini hampir sama.

Melihat Keindahan Kota Georgetown, Pulau Pinang dari Ketinggian

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

Selain itu juga Desa Wisata Penglipuran juga ramah lingkungan karena penduduk rata-rata memilih berjalan kaki untuk berkunjung ke tetangga satu ke tetangga lainnya. Seluruh rumah-rumah warga disana memiliki pintu gerbang yang disebu Angkul-Angkul. Bila berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran wisatawan akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian. Kebisingan suara dan polusi udara tidak akan kita temui disini.

Mengunjungi Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli dapat ditempuh jalur darat selama kurang lebih 50 menit. Suasana asri dan sejuk menyapa pengunjung yang baru tiba disana. Desa Wisata Penglipuran sangat cocok dijadikan pilihan lokasi pengambilan foto Prawedding.

Pintu Gerbang Pura Penataran Desa Wisata Penglipuran  disana banyak dijadikan titik foto pengambilan gambar pra wedding. Terbukti pada saat berkunjung kesana, Senin, 31 Desember 2018, rombongan wisatawan  asal negeri Tingkok bersama pasangannya mengambil foto pra wedding pwenikahan mereka disana. Harga tiket masuk ke Desa Wisatawan Penglipuran begitu terjangkau. Wisatawan dikenakan Rp 15.000 per orang.

Desa Wisata Penglipuran

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran tanpa membawa buah tangan untuk keluarga tercinta di rumah. Karena di Desa Penglipuran belum ada Pusat Oleh-Oleh modern yang dikelola. Maka untuk memanjakan wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung, warga disana secara swadaya membuka lapak oleh-oleh disetiap rumahnya.

Ada yang menjual kain endek, baju adat madya ke Pura, kain pantai, tas seni terbuat dari rotan, topi khas bali, lukisan alam Bali, dan gantungan kunci. Warga di Desa Wisata Penglipuran pun menjual minuman herbal bernama Loloh cemcem. Minuman herbal ini terbuat dari bahan daun loloh cencem yang bermanfaat untuk penderita batuk dan influenza.

Warga masyarakat di Desa Wisata Penglipuran sangat bersahabat, murah senyum dan ramah ke wisatawan. Saat musim hujan di Bulan Desember 2018, saat cuaca tidak bersahabat dan turun hujat lebat, warga menawarkan rumah mereka untuk dijadikan tempat berteduh. Di Dalam rumah warga terdapat gamelan khas Bali yang bisa dimainkan oleh wisatawan.

Desa Wisata Penglipuran

Disekitar Desa Wisata Penglipuran terdapat kumpulan Hutan Bambu yang  bisa diabadikan salah satu titik berswafoto. Hiasan penjor (red : sarana upacara dalam ajaran Agama Hindu) masih terpasang dengan indah disepanjang rumah-rumah warga Desa Wisata Penglipuran. Bila belum pernah berkunjung kesini, aplikasi google maps dari ponsel Android dapat menuntun wisatawan untuk sampai ke lokasi dengan tepat.

Pakaian Adat Bali dapat disewa wisatawan untuk mengabadikan keindahan pemandangan di Desa Wisata Penglipuran. Jadi, tak ada salahnya apabila liburan di Bali untuk mampir berwisata desa yang pada tahun 2016 mendapat penghargaan The Travellers Choice Destinations dari TripAdvsior. (dhani/rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Desa Busung Panjang, Kecamatan Posek, Kabupaten Lingga lakukan doa bersama di Masjid At-Taqwa menyongsong tahun 2019, Senin, 31 Desember 2018.

Sembari menjaga kekompakan warga desa, doa bersama ini dibuat mengingat pergantian tahun akan Segera berganti,

“Kita buat doa bersama supaya tahun depan, desa kita lebih baik,” kata Sarip, Ketua Rukun Tetangga 01, Desa Busung Panjang dalam sambutannya dihadapan masyarakat.

Selain itu, katanya lebih jauh, melalui doa bersama ini, warga desa diberikan rezeki yang berlimpah. Tidak hanya rezeki, tambahnya, lingkungan dan wilayah kita tetap terjaga oleh yang maha kuasa.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Busung Panjang, Baharudin yang menghadiri doa bersama ini berkesempatan menyampaikan sejumlah pesan. Ia mengajak masyarakat dengan semangat gotong royong di tahun depan, dapat bekerja sama untuk mewujudkan desa yang adil dan sejahtera. (ryan)

MEDIAKEPRI.CO.ID. Lingga – Teknologi terus berkembang dengan pesat. Untuk mengikuti setiap perkembangan dunia digital tersebut, jaringan internet jadi syarat utama.

Perkembangan ini jadi hal yang bertolak belakang di Kecamatan Posek. Salah satu kecamatan di Kabupaten Lingga ini, masyarakat kesulitan dalam mengakses internet karena lemahnya jaringan.

PBB Saksikan Belanda Serahkan Kekuasaan ke Indonesia

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

Padahal, Kecamatan posek wilayah yang potensial secara geografis. Tetapi, masyarakat kecamatan yang terdiri dari tiga desa, yakni Desa Busung Panjang, Desa Posek dan Desa Suak Buaya mempunyai satu suara untuk kesulitan sinyal.

“Sinyal disini sangat susah. Kalau mau cari sinyal, kite nak naek ke pokok kelape atau diujung pelabuhan,” kata Ryan, seorang warga Posek dengan logat melayunya yang kental.

Dikatakannya, komunikasi merupakan hal yang penting. Mengingat zaman Sekarang, tambahnya, sudah semakin maju dan berkembang dengan luas. Tetapi, lanjutnya, di Posek masih dipersulit dengan masalah jaringan internet yang susah.

Pembebasan Lahan Asrama Mahasiswa Lingga di Pinang

“Kami harap pemkab dapat memperhatikan hal ini. Karena akses Informasi yang susah, masyarakat jadi susah berkomunikasi,” katanya mengakhiri. (bran)