yang

RILIS

Jumat | 08 Februari 2019 | 20:05

Go Digital Urusan yang Sulit Jadi Gampang

MEDIAKEPRI.CO.ID, MAKASSAR – Dengan Go Digital, apa pun bisa dilakukan Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk semakin memajukan negeri ini. Inilah tekad Dirjen Dukcapil Prof Zudan Arief Fakrulloh saat meluncurkan Dukcapil Go Digital di arena Rapat Koordinasi Nasional I Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Rakornas I Dukcapil) di Four Point by Sheraton Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 7 februari 2019.

Ia mengingatkan bahwa tamadun manusia bakal terus bergerak semakin maju. Teknologi pun berubah semakin canggih dan menjadi faktor yang membuat lompatan kuantum peradaban secara cepat. “Oleh karena itu, kita seluruh Dukcapil juga harus terus berbenah. Mewujudkan pelayanan yang membahagiakan masyarakat,” tukasnya.

Ia lantas menyebutkan beberapa inovasi jajaran Dukcapil demi terciptanya layanan Adminduk yang lebih baik. Sebut saja, mulai tahun ini jajaran Dukcapil telah menggunakan tanda tangan digital untuk mengurus data administrasi kependudukan (Adminduk).

Masyarakat bisa mengurus keperluan layanan kependudukan seperti akta kelahiran, kartu keluarga tanpa harus datang ke kantor Dukcapil. Cukup mengisi formulir online, tekan enter dan data kependudukan yang diperlukan pun hadir sekejap mata.

Ditjen Dukcapil Kemendagri bahkan punya gagasan dan impian besar mengintegrasikan Big Data kependudukan dalam semua proses berpemerintahan di Indonesia. Karena dengan integrasi Big Data ini bakal memudahkan semua proses. Dan, proses tersebut secara bertahap telah dilakukan oleh jajaran Dukcapil.

Big Data telah digunakan dalam banyak bisnis. Tidak hanya besar data yang menjadi poin utama tetapi apa yang harus dilakukan organisasi dengan data tersebut yang terkoneksi dengan banyak lembaga dan instansi-instansi pelayanan publik.

“Kita sedang membangun Big Data. Mengkoneksikan lembaga-lembaga pelayanan publik, menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai pintu masuk sehingga semua data bisa terlihat,” imbuhnya.

Dengan terintegrasinya Big Data kependudukan maka urusan apa pun menjadi mudah. Misalnya saja, bagi kalangan HRD perusahaan dan pemerintahan bisa mengetahui SDM yang dibutuhkan dengan mengklik profiling penduduk. Maka cepat tersaji sekian nama lulusan terbaik perguruan tinggi ternama dengan segala spesifikasi keahlian.

Zudan menjelaskan bagaimana kecenderungan kemajuan dunia pada teknologi digital mesti diikuti. Sebab, bukan hanya untuk up to date, digitalisasi data akan membuat pelayanan Adminduk menjadi lebih efektif dan efisien.”Nantinya, semua dokumenya bisa dikerjakan dari rumah, ruang-ruang rapat, bahkan sambil memancing ikan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Zudan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan teknologi baru face recognition, terutama untuk penegakan hukum dan pencegahan kriminal. Dengan foto di KTP-el sebagai data, aparat penegak hukum dapat mengecek identitas seseorang yang diduga pelaku kejahatan dan kriminalitas hanya dalam hitungan detik.

“KTP-el kita sudah dilengkapi dengan finger print dan irish mata. Sekarang ada teknologi face recognition. Jadi, semua foto yang masuk nanti dapat digunakan untuk penegakan hukum dan pencegahan kriminal,” ujar Zudan.

Zudan merilis saat ini sudah 1170 lembaga yang bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil memanfaatkan data kependudukan. “Dengan kerja sama pemanfaatan data tersebut menjadi penanda one data policy sudah bisa diwujudkan. Untuk data kependudukan sebagai sumber data dasar, data Dukcapil dapat kita gunakan bersama-sama. Ini juga sebuah tanda telah terbangunnya kepercayaan berbagai lembaga pemerintah dan swasta terhadap data kependudukan yang dibangun Kemendagri,” katanya menambahkan.

Dengan program Dukcapil Go Digital, kata Zudan akan semakin mendekatkan komitmen Pemerintah untuk menerapkan Single Identity Number (SIN). Terlebih penerapan SIN tersebut berbasis data kependudukan melalui NIK dan KTP-el saat ini terus mendapat kepercayaan publik yang semakin meluas.

“Ke depan kita akan menuju yang namanya proses implementasi single identity number. Jadi data kependudukan milik Kemendagri digunakan untuk semua keperluan pelayanan publik. Misalnya untuk mengontrol kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Dengan NIK bisa melihat siapa penduduk yang belum bayar pajak kendaraan bermotor, apa jenis kendaraannya, kapan jatuh tempo pembayaran pajak dan sebagainya,” Zudan merinci.

Itu sebabnya kepada segenap Jajaran Dukcapil, Zudan mewajibkan pelaksanaan 14 langkah besar Dukcapil yang selama empat tahun terakhir sudah menjadi kebijakan lembaga yang dipimpinnya.

Ke-14 langkah besar tersebut, terang Zudan, di antaranya pelayanan terintregasi (KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian), pembuatan KTP-el cukup membawa foto copy KK, perekaman dan pembuatan KTP-el boleh dibuat di luar domisili, sampai pemberian identitas untuk semua usia (KTP-el dan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Secara umum bahwa dari 14 langkah besar Dukcapil, ada beberapa langkah yang belum dilaksanakan secara konsisten dan menyeluruh, tapi seluruh jajaran Dukcapil di 514 kabupaten/kota siap melaksanakanya secara bertahap,” urai Zudan.

Untuk meningkatkan kualitas SDM kependudukan, Ditjen Dukcapil menggandeng Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret mendirikan program D-4 Studi Demografi dan Pencatatan Sipil. Program pendidikan terapan di bidang pencatatan sipil ini bertujuan memenuhi kebutuhan aparatur yang profesional dan mampu bersaing di tingkat internasional.”Kerja sama dengan FHUNS ini sudah berjalan dua tahun untuk menciptakan SDM handal di bidang adminduk,” pungkasnya.

Lebih lanjut Kapuspen Kemendagri Bahtiar mengatakan bahwa kita mestinya objektif memberikan penilaian terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan Ditjen Dukcapil dan jajarannya guna menyelamatkan program nasional single identity number (SIN) melalui KTP elektronik.

” Sejak Indonesia merdeka baru beberapa tahun ini kita serius membangun data penduduk yang benar. Tantangan, dan pro kontra selalu ada ketika kita hendak membangun sesuatu yang benar, karena bisa jadi ada kepentingan yang terganggu jika data penduduk negara ini benar. Misalnya penyalahgunaan data pendduduk palsu untuk kejahatan dan markup jumlah penduduk tidak dapat lagi dilakukan oleh siapapun”, ungkap Bahtiar.

Bahtiar menegaskan Mendagri Tjahjo Kumolo secara konsisten bersama Dirjen Dukcapil dan jajaran Dukcapil di seluruh daerah kompak, solid dengan penuh semangat telah berhasil menyelamatkan program nasional KTP-el sebagai lompatan kemajuan dalam pembangunan data kependudukan Indonesia.(puspen kemendagri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sebelum pemerintah pusat mengeluarkan bantuan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun sudah menyiapkan dana cadangan untuk mengakomodirnya. Sedikitnya ada 12.000 warga tidak mampu yang disetujui.

“Semula dana cadangan diusulkan untuk 20.000 orang, namun yang disetujui 12.000 orang. Dana ini untuk PBI JKN yang tidak diakomodir oleh pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi seperti dilansir Antarakepri.com, Jumat, 18 Januari 2019.

Dana cadangan tersebut disiapkan untuk pembayaran iuran warga tidak mampu sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurut dia, besar iuran yang dibayar ke BPJS kesehatan sebagai pelaksana program JKN sebesar Rp 23.000 per bulan untuk satu orang dengan fasilitas dan pelayanan kesehatan kelas 3.

“Angka 12.000 itu merupakan perhitungan sementara, bisa cukup bisa tidak. Karena bisa saja jumlah warga tidak mampu lebih banyak dari data yang kita peroleh dari Dinas Sosial,” kata dia.

Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) di Dinas Sosial Karimun, PBI JKN yang ditanggung pemerintah pusat pada 2018 tercatat sebanyak 48.937 orang.

Data tersebut, kata dia, masih berlaku dan iuran BPJS Kesehatannya masih dibayarkan oleh pemerintah pusat meski sudah memasuki 2019.

“Data PBI JKN diverifikasi setiap tahun sehingga bisa saja angka tersebut berubah, tergantung verifikasi yang akan dilakukan pemerintah pusat,” katanya.

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah pusat sebagai pengganti program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) maupun Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Setiap warga tidak mampu yang tercatat dalam program ini, menurut dia, didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh pemerintah.

Rachmadi memperkirakan masih ada warga tidak mampu yang belum terdata dan belum masuk program JKN, sementara Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), mulai tahun ini tidak berlaku lagi.

“Dengan anggaran cadangan untuk 12.000 orang, kita berharap tidak ada warga tidak mampu yang tidak masuk program JKN. Kalau tidak cukup juga, kita usulkan lagi pada APBD perubahan,” ujarnya. (*)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman- Kemanunggalan TNI-Rakyat yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara, guna menyiapkan Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan Negara yang bersifat semesta, sebagai ciri khas Negara Indonesia yang mengedepankan keterpaduan antara TNI dan rakyat. Kamis, 18 Oktober 2018.

Hal ini dilakukan, selain sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu akselerasi program pembangunan di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau, juga sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya luhur Bangsa Indonesia yang menjadi makna inti dari Pancasila, yaitu gotong royong.

Melalui pelestarian budaya gotong royong dan kemanunggalan dalam program TMMD ini, diharapkan kita dapat semakin membentengi diri dari potensi disintegrasi yang dipicu oleh sentimen perbedaan dan sikap intoleransi.

Menurut Danramil 17/Gamping Mayor Arh Sugeng untuk pelaksanaan pemasangan batu, sebagai sasaran fisik utama sampai hari H+3 pembukaan TMMD sudah mencapai 600 meter. Sedang sasaran fisik yang lain masih dalam tahap persiapan material.

Semua tenaga baik dari Satgas maupun unsur pendukung dan masyarakat, dipusatkan di jalan agar cepat selesai. Pemasangan batu dikerjakan oleh mereka yang biasa pasang, sedang tenaga yang lain mendekatkan material ke lokasi pemasangan. Jika semua pasang batu dikhawatirkan kekuatannya tidak sesuai. (Zhoel)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun memang suka menjemput aspirasi melalui jalur-jalur informal dan santai. Dia ingin, ketika menyampaikan keinginannya, masyarakat bisa lepas dalam bercakap.

Salah satu cara menjaring aspirasi agar sampai, adalah dengan tidak berada di ruang-ruang resmi. Ini yang dilakukan Nurdin yang didampingi Sekda H TS Arif Fadillah ke Desa Mantang Besar, Kabupaten Binan, Rabu, 26 September 2018.

Saat tiba, Nurdin dan rombongan disambut hangat dan ramah oleh masyarakat. Mereka sangat ramai dan tampak untuk berbincang dan bertukaran pikiran dengan Gubernurnya.

“Ini namanya konektivitas hati. Sampaikan apa yang ingin disampaikan, jangan segan-segan,” kata Nurdin.

Di antara perbincangan itu, Nurdin berpesan agar masyarakat Desa Mantang untuk tidak membuang sampah di laut. Karena laut merupakan sumber penghidupan masyarakat di Kepulauan Riau.

“Jangan buang sampah ke laut ye, mari kita jaga dengan kesadaran sendiri dari diri kita,” pesan Nurdin.

Nurdin mendengar dan mencatat apa yang disampaikan warga. Salah satunya tentang air bersih. Pembangunannya sudah ada namun belum bisa dimaksimalkan.

Selain itu, masyarakat minta dibangun Rumah Tahfiz di pulau ini. Karena sampai saat Nurdin berkunjung, belum ada tempat anak anak untuk belajar tahfiz.

Begitu juga dengan masalah pendidikan, yang tidak jauh bedanya dengan Desa Mapur yang kekurangan guru, penambahan ruang kelas dan jarak tempuh untuk ke sekolah yang harus memakai biaya tinggi.

Soal pendidikan, Nurdin juga melakukan kunjungan ke SMA Negeri Mantang. Saat tiba, Nurdin lebih memilih mengajak para guru untuk berbincang-bincang di bawah pohon. Padahal, sekokah sudah menyiapkan ruang rapat.

Sambil menikmati makanan ringan yang tersedia, Nurdin menerima banyak permintaan pada guru.

Kepada para guru, Nurdin mengatakan pengajar adalah pekerjaan yang sangat besar jasanya. Mereka yang harus dijaga dan disejahterakan.

Untuk SMA Negeri 1 Mantang, untuk sementara, ruang belajar sudah cukup. Yang perlu adalah tambahan ruang labor, lapangan olahraga dan praktek. Juga pembangunan mushalla untuk siswa.

Tenaga pengajar masih kurang, terutama untuk pendidikan Geografi, Fisika, Siosiologi, Prakarya dan SBK.

Nurdin menyampaikan, dengan menjemput langsung aspirasi ke warga, semua bisa terpecahkan. Karena itu dia mengajak masyarakat untuk menanamkan ukhuwah islamiyah pada diri sendiri agar selalu kompak dan bersama sama mensejahterakan Kepri.

“Jaga silaturahmi, satu kan hati untuk memakmurkan Kepri”, tambah Nurdin. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam — Ribuan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan acara Pertemuan Marga “Yang” se-Indonesia ke-IX sekaligus memperingati hari jadi Yayasan Marga Yang Batam (MYB) yang ketiga di Swiss Bel Hotel, Batam, Sabtu 1 September 2018, sekitar pukul 19.00 WIB.

Mereka mengenakan baju serba merah untuk tamu undangan dengan design khas Tionghoa serta jas hitam bagi ketua yayasan masing-masing daerah. Pembukaan acara menampilkan pertunjukan barongsai serta tak ketinggalan tarian sekapur sirih membuat acara itu semakin meriah.

Bukan hanya dari Indonesia saja yang menghadiri acara itu, anggota Marga Yang dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan China pun turut hadir memeriahkan acara.

Ketua Yayasan MYB Bambang Suherman Yeo mengatakan, ini mejadi suatu kebanggaan bagi MYB, karena menjadi tuan rumah mengingat usia Yayasan MYB baru tiga tahun.

“Namun, juga menjadi tantangan serta pelajaran bagi kami menyiapkan acara besar ini. Berkat anugrah dari leluhur serta kerja seluruh panitia, acara ini pun dapat terselenggara. Jika masih ada kekurangan di sana-sini, semoga dimaklumi,” kata dia.

Bambang menyebutkan, acara ini sengaja dikemas secara meriah. Bertujuan untuk membuat satu jembatan dengan satu tujuan. Harapannya, semoga anak cucu mereka tetap saling terhubung dan menjaga tali silaturahmi.

Acara puncak malam itu diisi dengan pemotongan kue ulang tahun Yayasan MYB ketiga oleh ketua masing-masing daerah. Serta pemberian beasiswa kepada anak-anak kurang mampu yang berprestasi.

Organisasi ini mendapatkan akta notaris pada 12 Agustus 2015 dengan nama Yayasan Marga Yang Batam dan status badan hukumnya disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Bambang juga mengatakan, organisasi ini didirikan dengan tujuan menghimpun berbagai kalangan bermarga Yang ke dalam satu wadah. Tujuannya untuk mempererat tali kekerabatan, tolong menolong, dan membina diri sebagai insan agar bertumbuh kembang dengan berpegang pada nilai-nilai luhur para pendahülu yang berketeladanan. Membuka dan membina hubungan dengan asosiasi, perkumpulan, yayasan kemargaan Yang di Indonesia dan luar negeri untuk memperluas pergaulan dan wawasan. Membuka hubungan baik dengan pemerintah, masyarakat luas, dan organisasi-organisasi lain yang sejenis untuk membina solidaritas sebagai warga sebangsa.

Dalam waktu relatif singkat setelah akta pendirian diterbitkan, pengisi jabatan dewan pengurus pertama periode 2015- 2020 dilantik pada 20 September 2015, dan berikutnya adalah peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekretariat Yayasan MYB di Kompleks Ruko Greenland Blok U no 5, Teluk Tering.

Bambang menyerukan agar keluarga-keluarga bermarga Yang di Batam berkunjung ke sekretariat dan mendaftarkan diri agar dapat lebih intensif berkomunikasi dengan sesama.

Saat ini Yayasan MYB telah memasuki usia ketiga dan memiliki anggota aktif sebanyak 300-an orang. (**)

Sumber

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Defia Rosmaniar berhasil meraih medali emas pertama untuk Indoensia di Asian Games 2018. Defia menjadi yang terbaik di taekwondo poomsae putri.

Tampil ditonton langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Plenary Hall, JCC, Ahad, 19 Agustus 2018, Defia menjadi juara usai mengalahkan Marjan Salahshouri dari Iran.

Defia menang dengan poin 8.690. Wakil Iran Marjan meraih medali perak dengan skor 8.470.

Sementara, medali perunggu diraih oleh Yap Khim Wen dari Malaysia dan wakil Korea Yun Jihye.

Dengan meraih medali emas, Defia, yang juara Asia 2018 itu, diganjar bonus senilai Rp 1,5 miliar. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Bunda Paud Bintan Ibu Hj Deby Maryanti mengatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mewujudkan generasi emas Kabupaten Bintan kedepan.

Untuk mewujudkan itu, maka sangat diperlukan perluasan akses dan mutu layanan sebagai bagian dari strategi dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan anak usia dini.

Untuk itulah dirinya berkeinginan untuk mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif di Kabupaten Bintan.

Menurutnya , Paud Holistik Integratif merupakan pendidikan anak usia dini yang akan mengintegrasikan segala aspek dan nilai-nilai dalam pendidikan seperti nilai moral, etis, religius, psikologis, filosofis, dan sosial dalam kesatuan yang dilakukan secara menyeluruh antara jiwa dan badan serta aspek material dan aspek spiritual untuk memenuhi kebutuhan esensial anak.

” Konsep yang dikembangkan sangat bagus , nantinya PAUD Holistik bertugas tidak hanya memberikan pembelajaran dan pendidikan saja namun mereka diajarkan cara pola pengasuhan anak yang benar, cara peningkatan pengembangan gizi balita hingga peningkatan kualitas pendidikan orang tua (Smart Parenting) ” ujarnya saat mengunjungi Paud Holistik Integratif Bunda Ganesa di Kota Bandung, Selasa, 17 Juli 2018 lalu.

Ditambahkannya juga bahwa mengembangkan pendidikan PAUD yang holistik dan integratif, akan meliputi aspek pendidikan, kesehatan gizi, dan perlindungan kesejahteraan.

Selain itu, menurutnya ada 5 kebutuhan yang menjadi hak anak yaitu ;

1. Hak anak untuk terjaga dan terhindar dari penyakit
2. Hak mendapatkan kecukupan gizi sebagai sarana untuk memaksimalkan kemampuan otaknya dan bereksplorasi
3. Hak mendapatkan stimulasi yang baik
4. Hak mendapatkan pola pengasuhan yang baik.
5. Hak perlindungan dari kekerasan fisik dan kekerasan psikologis.

” Kita harus terus bergerak selangkah lebih kedepan. Inovasi-inovasi pola asuh harus disesuaikan dengan pola perkembangan zaman. Jadi mindset pola pengasuhan terhadap anak harus terus berkembang, kedepannya fungsi Paud bukan hanya untuk sekedar taman bermain anak tapi lebih daripada itu ” tutupnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.,ID, Jakarta – Ternyata bukan hanya kopi, ada beberapa minuman yang bisa merusak gigi. Menurut dokter gigi minuman ini bisa bikin gigi rusak.

Ada minuman yang baik untuk kesehatan gigi namun ada juga yang mengundang masalah pada gigi. Dr. Brian Kantor, seorang dokter gigi di Lowenberg, Lituchy New York membeberkan 5 minuman terburuk untuk kesehatan gigi.

1. Minuman Soda

Minuman soda adalah minuman yang paling buruk untuk gigi. Selain kandungan gula yang sangat tinggi, soda juga mengandung pewarna makanan yang bisa merubah warna putih alami pada gigi.

Jadi, ada baiknya kurangi konsumsi minuman bersoda dari sekarang. Atau setelah minum soda, pastikan membilasnya dengan minum air putih.

2. Kopi dan teh hitam

Semakin gelap warna minuman maka semakin berpotensi merubah warna gigi. Jika Anda penggemar kopi atau teh hitam, usahakan minum menggunakan sedotan. Juga pilih jenis teh lain yang warnanya lebih terang seperti teh hijau atau teh herbal.

3. Wine

Wine memiliki kandungan asam yang sangat tinggi. Asam ini yang bisa merusak lapisan enamel gigi hingga membuat gigi pebih rapuh. Solusinya, cobalah meneguk air putih setelah minum wine. Ini berlaku untuk jenis red maupun white wine.

4. Jus jeruk

Jus jeruk terutama jeruk nipis memiliki rasa yang sangat asam. Rasa ini secara perlahan bisa merusak lapisan luar enamel gigi. Sama seperti wine, jika diminum terus menerus maka gigi akan cepat rusak karena rapuh.

5. Air mineral kemasan

Air mineral yang dijual dalam kemasan botol kebanyakan diolah dengan tambahan bahan kimia saat proses pemurnian. Bahan inilah yang mengganggu kesehatan gigi. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pontianak – Minat terhadap mekanikal mesin kendaraan bermotor mengantarkan Jodi (18) memilih sekolah kejuruan.

Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Pontianak dipilihnya menjadi tempat menimba ilmu.

“Kebetulan memang sudah sejak lama hobi dengan keteknikan mesin kendaraan bermotor. Ini juga yang jadi alasan saya memilih melanjutkan sekolah di SMKN 7 Pontianak di jurusan TBSM,” ujarnya, saat dijumpai, Selasa 20 Maret 2018.

Bekal ilmu di sekolah, katanya, sangat bermanfaat. Baik untuk diri sendiri dalam merawat kuda besinya, dan yang lebih penting adalah dunia pekerjaan yang hendak dipilihnya di masa depan.

Gayung bersambut. Sekolah tempatnya menimba ilmu ini, jadi satu dari sekolah kejuruan yang dipercaya menjalankan program Teaching Manufacturing (TeFa) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah (Dirjen Dikmen) di jurusan keteknikan sepeda motor.

Berbagai program unggulan TeFa pun dinilainya sangat membantu meningkatkan kompetensinya soal keteknikan sepeda motor. Menjadi bekal penting di masa depan sebagai mekanis handal.

“TeFa benar-benar membuat kita merasa terjun langsung ke lapangan pekerjaan mekanikal sepeda motor. Dengan adanya program TeFa, kita kenal dunia kerja dengan lebih baik,” sambungnya.

Ada banyak aspek-aspek yang dirasakannya sangat penting didapatkannya dari TeFa. Seperti cara service sepeda motor dan penanganan sparepart yang cukup berbeda dari mekanik di bengkel-bengkel biasa.

“Perbedaan terbesar ada di cara kerja, di mana di TeFa, kami diajarkan untuk bekerja dengan standar prosedur. Sehingga semua hasilnya terukur jelas,” pungkasnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Siswa sekolah dasar di Desa Tanjung Simpang Kanan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, diliburkan 2 bulan sejak peristiwa harimau memangsa Jumiati. Kemendikbud meminta dinas pendidikan setempat mencari solusinya.

“Kasus seperti itu harus diselesaikan oleh kadisdik (kepala dinas pendidikan) setempat,” kata Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat 16 Maret 2018.

SD di Desa Tanjung Simpang Kanan tersebut merupakan kelas jarak jauh dari SD negeri yang berada di pusat desa. Siswa yang bersekolah di SD tersebut berjumlah 34 orang dari kelas I sampai kelas IV.

SD tersebut diliburkan karena kekhawatiran warga akan harimau Bonita yang kerap memasuki perkampungan.

Siswa SD tersebut diminta tetap belajar di rumah mereka selama sekolah diliburkan. Selain SD, ada sekolah madrasah sore yang diliburkan.

“Jadi sejak warga yang pertama dimangsa harimau, sekolah di kampung ini diliburkan. Tidak ada yang berani ke sekolah, walau sekolah itu berjarak 100 meter dari rumah warga,” kata Kepala Dusun Sinar Danau, Sarayo (41), kepada detikcom, Kamis 15 Maret 2018.

Harimau yang memangsa Jumiati itu masih berkeliaran sejak saat ini. Selain Jumiati, ada warga lain yang diserang oleh harimau itu hingga tewas.

Tim gabungan sudah dikerahkan sehari setelah tewasnya Jumiati pada Januari lalu. Namun, saat terakhir kali tim bertemu dengan harimau bernama Bonita itu, peluru bius justru tak bisa mengenainya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Secara sederhana, tabrak lari berarti peristiwa tabrakan, yang menabrak pergi meninggalkan korbannya. Alasan penabrak meninggalkan korbannya bisa bermacam-macam, tetapi yang paling sering adalah karena takut.

Takut untuk bertanggung jawab, takut karena merasa bersalah dan yang akhir-akhir ini terjadi, si penabrak takut dikeroyok,
baik oleh korban atau oleh orang-orang lain yang bersimpati kepada korban.

Menurut Rifat Sungkar, pemerhati otomotif Indonesia, dalam membahas kasus tabrak lari kita harus melihat dulu peraturan yang mengaturnya.

Di dalam UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, pada Pasal 312, disebutkan

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).”

Jadi menurut Rifat, secara hukum sudah jelas tabrak lari adalah suatu tindakan yang salah dan bisa dikenakan hukuman penjara maupun denda.

“Dalam suatu kasus tabrak lari, sebenarnya ada dua pihak yang terlibat, penabrak dan yang ditabrak atau korban. Artinya kesalahan bisa terjadi pada kedua belah pihak, oleh karena itu, seperti selalu saya ingatkan, saat kita berkendara kita selalu harus berhati-hati dan bertanggung jawab supaya insiden kecelakaan yang menyebabkan tabrak lari tidak perlu terjadi,” ujarnya.

Rifat juga menambahkan bahwa dalam berkendara kita juga harus menghormati pengendara-pengendara lain, karena pada dasarnya semua pihak mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Fenomena yang akhir-akhir ini terjadi adalah terjadinya tabrak lari karena penabrak takut harus berhadapan pihak ketiga yang bersimpati kepada korban tetapi dengan melakukan perusakan dan pengeroyokan.

“Saat kita berada di jalan dan melihat ada kecelakaan, hal terpenting yang harus dilakukan adalah menolong korban. Bukan lalu menjadi emosi dan melakukan hal-hal yang tidak perlu terhadap penabrak. Kalau si penabrak lari, yang kita harus lakukan adalah mencatat nomor polisi kendaraan yang menabrak beserta ciri-cirinya. Setelah itu bisa kita laporkan ke polisi,” ujarnya.

Satu hal yang perlu kita hindari saat terjadinya tabrak lari adalah secara emosional turut serta beramai-ramai mengejar si penabrak, karena bisa menimbulkan korban-korban lain yang tidak perlu.

“Kan bisa saja si penabrak karena takut dan panik lalu menabrak orang dan kendaraan lain, demikian juga kita yang solider mengejar, malah juga bisa menambah korban,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Hong-kong – Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong, Tri Tharyat optimis dua pelawak asal Jawa Timur, Percil dan Yudo, segera bebas dari tahanan atas tuduhan penyalahgunaan visa.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, asalkan terdakwa mengakui perbuatannya dan bertindak kooperatif, hukumannya akan ringan dan bisa segera dibebaskan,” ujar Konjen Tri Tharyat saat dihubungi Antara dari Beijing, China, Selasa 6 Maret 2018

BACA: Pelawak Cak Percil dan Cak Yudho Bernasib Naas, Keduanya Digerebek dan Diangkut Petugas Imigrasi dan Polisi Hong Kong Karna Hal Ini

Dua pelawak bernama asli Deni Afriandi dan Yudo Prasetyo tersebut akan menjalani sidang keduanya di Pengadilan Shatin, Hong Kong, Rabu 7 Maret 2018.

“Sejak sidang pertama, kami terus memberikan pendampingan kepada keduanya,” kata Tri.

Selain pendampingan mengenai hak-hak hukum, pihak Konsulat Jenderal RI juga membicarakan mengenai materi persidangan kedua komedian tersebut.

Tri melihat sejauh ini kedua komedian yang mendekam di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan Lai Chi Kok itu bertindak kooperatif, baik kepada petugas sipir maupun aparat penegak hukum.

Percil dan Yudo ditahan karena dianggap melanggar Undang-Undang Imigrasi Hong Kong dengan menerima honor sebagai pengisi acara yang digelar oleh komunitas tenaga kerja Indonesia pada 4 Februari 2018.

Kedua komedian tersebut memasuki wilayah Hong Kong pada 2 Februari 2018 dengan menggunakan visa turis.

Ditulis Antara, pihak otoritas Hong Kong menemukan bukti yang cukup atas adanya pelanggaran izin tinggal bagi penyelenggara acara dan penyalahgunaan visa turis bagi pengisi acara.

Pihak panitia penyelenggara telah diinterogasi oleh aparat setempat dan dilepaskan dari tahanan, namun dengan kewajiban melapor kepada Imigrasi Hong Kong secara berkala.

Kedua pelawak tersebut telah disidangkan untuk pertama kalinya di Pengadilan Shatin, Hong Kong pada 6 Februari 2018.

“Kami belum tahu materi sidang pada tanggal 7 Maret besok,” kata Tri menambahkan.

Percil-Yudo sudah dua kali menghibur para TKI di Hong Kong. Sebelumnya kedua pelawak itu telah melakukan hal yang sama pada September 2017.

Sebelumnya, penceramah agama yang kondang di jagat dunia maya, Ustaz Abdul Somad, juga dideportasi dari Hong Kong pada 23 Desember 2017 sebelum sempat memberikan siraman rohani di depan para TKI.

Sementara Percil-Yudo ditangkap saat sedang mengisi acara sesi pertama di panggung hiburan. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kelakuan pasangan suami-istri di Desa Tlomar, Bangkalan, M (36) dan U (18) tak pantas ditiru. Keduanya dengan sengaja memberikan buah hati mereka yang berusia 9 bulan rokok. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berang!

Ketua KPAI Susanto sangat menyesalkan tindakan keji pasangan tersebut. Untuk diketahui, keduanya mengaku iseng memberikan rokok ke anaknya.

“Kami mengecam keras atas tindakan tersebut. Ini tak dibenarkan!” ujar Susanto saat dimintai tanggapan, Jumat 23 Februari 2018.

Menurut Susanto, mengasuh anak tak boleh serampangan. Dia lalu memberi pesan kepada pasangan asal Desa Tlomar itu tentang cara mendidik anak yang benar.

“Mendidik anak itu perlu pembiasaan baik. Dari hal-hal sederhana sekalipun (harus diajarkan) sejak usia dini,” tutur Susanto.

“Ini harus menjadi pelajaran kita semua, tak boleh main-main dalam mengasuh anak,” pesan dia.

Aksi memberi rokok pada bayi dilakukan pada Sabtu 17 februari 2018 malam. Kemudian diambil fotonya dan diunggah ke facebook. Netizen mengecam. Tindakan itu dinilai tak pantas dilakukan.

Pasangan itu sempat diamankan polisi sebelum diberi peringatan keras dan diminta tak mengulangi perbuatan itu.

“Yang bersangkutan mengaku iseng,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.
(***)

sumber: detik.com

RAGAM

Jumat | 23 Februari 2018 | 15:44

Kronologi Kusir Tua Digigit Kuda yang Diduga “Mabuk”

MEDIAKEPRI.CO.ID, Purbalingga – Sebuah video tentang kuda mengamuk dan menggigit kusir andong di alun-alun Purbalingga viral di media sosial.

Warganet banyak melontarkan empati pada kusir tua itu yang tak berdaya digigit peliharaannya sendiri.

Kusir malang itu bernama Mardi, warga Desa Kajongan Kecamatan Bojongsari Purbalingga.

Mardi tentu tak menyangka, kuda bewarna merah yang baru dibelinya dengan cara tukar tambah sebulan lalu itu bakal mencelakainya.

Ia punya alasan khusus sehingga menjatuhkan pilihannya untuk membeli kuda tersebut.

“Saya tertarik beli kuda itu karena tarikannya enak, dan tenaganya kuat,”katanya, Kamis 22 februari 2018.

Kelebihan lain, kuda tersebut selama ini penurut sehingga memudahkannya untuk merawat.

Rabu 21 Februari 2018, adalah hari keberuntungan bagi Mardi karena rombongan anak Taman Kanak-kanak (TK) di Purbalingga menyarter delmannya.

Ia tidak perlu mangkal seharian di Alun-alun menunggu pelanggan yang tak pasti.

Pagi yang ceria itu ia awali dengan memandikan kuda kesayangannya agar wangi.

Jamu jadi suplemen tambahan di luar makanan pokok rumput dan bekatul untuk menambah performa. Mardi biasa memanjakan kudanya jika peroleh rizki lebih.

Di saat ia bersemangat merengkuh rizki, kudanya justru enggan diajak kompromi. Tidak seperti biasa, kudanya acapkali berontak dan susah dikendalikan saat mulai berangkat dari rumah.

Dari gelagat kudanya itu, Mardi sempat berfirasat tak enak hingga ragu untuk melanjutkan perjalanan. Namun ia tetap memaksa kudanya jalan karena terlanjur janji dengan pelanggan.

“Dari awal saya sudah berpikir, kuda saya ‘mabuk’ begini apa nanti tidak apa-apa,”katanya

Sampai di alun-alun, Mardi dan delmannya bergabung dengan lima delman lain yang juga mendapat order sama.

Anak-anak TK menaiki setiap delman itu dengan riang. Satu persatu delman berangkat untuk memanjakan anak-anak belia itu keliling kota.

Namun delman milik Mardi berangkat paling akhir sehingga tertinggal oleh delman lainnya. Ini membuat kuda Mardi bergolak dan makin susah dikendalikan.

“Kuda saya gelisah saat ditinggal teman-temannya. Mungkin itu yang membuatnya marah,”katanya

Sampai di depan SMP N 1 Purbalingga, delman Mardi mogok lantaran kuda tak mau jalan. Mardi terpaksa turun untuk menuntun kudanya dengan berjalan kaki.

Ia sambil mengatur kemudi dengan menarik tali kendali yang terhubung ke mulut hewan itu.

Alih-alih usahanya berhasil, kuda itu justru balik menyerang lalu mencengkeram lengannya hingga masuk ke rongga mulut.

“Saat tangan saya dicokot, saya sudah pasrah gak bisa melawan. Selama puluhan tahun saya menjadi kusir, baru kali ini kuda saya melawan hingga menggigit,”katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Bagian (Kabag) Humas Rumah Sakit Syekh Yusuf, Muhammad Taslim mencurigai telur yang di dalam tubuh Akmal (14) sengaja dimasukkan sendiri. Sebab, secara logika medis tak mungkin telur itu bisa berada di saluran pencernaan.

“Sejauh ini kecurigaan kita seperti itu. Tapi kan kita nggak lihat langsung. Tapi kecurigaan kita ada sengaja dimasukkan. Tapi kita tidak lihat,” kata Taslim saat dihubungi, Senin 19 Februari 2018.

“Kalau secara ilmiah tidak mungkin ada telur di dalam tubuh manusia. Itu tidak mungkin, apalagi itu di salur pencernaan,” imbuhnya.

Diketahui, Akmal, bocah asal Gowa, Sulsel, mengeluarkan telur dari tubuhnya sejak 2015. Terakhir malam kemarin 18 Februari 2018 ia diberitakan kembali mengeluarkan dua butir telur.

BACA: Akmal, Remaja Ini Kembali Bertelur di Rumah Sakit

Setelah melalui pemeriksaan, kata Taslim, kondisi tubuh Akmal dalam keadaan normal. Asal muasal telur itu bisa berada di dalam tubuhnya tidak bisa dijelaskan.

“Nggak ada. Semuanya normal,” sebutnya.

Belum ada observasi lebih lanjut soal dua telur baru yang dikeluarkan oleh Akmal. Namun, Taslim mengatakan telur-telur yang pernah dikeluarkan pada 2015 dinyatakan sebagai telur ayam biasa.

“Dua tahun lalu kita minta ada pemeriksaan itu telurnya. Tapi saya tidak tahu hasil terakhir. Tapi setahu saya terakhir dicek bahwa itu hanya telur ayam. Kalau yang saat ini saya belum konfirmasi lagi,” ucap Taslim.

Hingga kini Akmal masih menjalani perawatan medis di rumah sakit Syech Yusuf Sungguminasa dan rencananya akan menjalani isolasi selama tujuh hari guna mengungkap penyebab keberadaan telur di dalam tubuhnya.

Tak Pernah

Sementara itu, ayah Akmal, Rusli, menegaskan, anaknya tidak pernah menelan telur secara bulat-bulat.

“Tidak pernah dia makan telur bulat-bulat, telur utuh, buat apa?” ujar Rusli saat dikonfirmasi.

Rusli juga membantah adanya isu santet terhadap anaknya. Dia sampai saat ini tidak tahu penyebab anaknya mengeluarkan telur dari tubuhnya.

“Saya ini imam di kampung saya, tidak ada santet. Saya hanya percaya pada Maha Kuasa,” ucapnya.

Rusli berharap hasil penelitian medis kedokteran bisa menjawab apa yang diidap anaknya. Dia mengatakan, sudah ada telur yang dipegang dokter untuk diteliti.

“Sudah ada yang diteliti dokter tapi belum ada hasilnya,” ucap Rusli. (***)

sumber: hariansib.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nyaris semua bahan makanan bisa dibuat gorengan. Termasuk sayuran dan buah. Mau cicip semangka goreng?

Selain buah, ada juga beberapa jenis sayuran yang juga enak diolah dengan cara digoreng. Sebut saja semangka, alpukat, jalapeno hingga kembang kol.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima jenis sayuran dan buah yang bisa jadi gorengan. Bagaimana ya rasanya?

Semangka Goreng (istimewa)

Semangka sudah terasa enak saat dimakan langsung, karena rasanya manis dan mengandung banyak air. Tapi akan semakin enak kalau dijadikan campuran dalam es buah dan salad buah.

Lalu bagaimana kalau digoreng? Semangka juga bisa digoreng. Tapi sebelum masuk dalam minyak panas, semangka harus terlebih dulu dibalut adonan tepung.

2. Alpukat

Alpukat goreng (Istimewa)

Buah yang sedang jadi tren makanan sehat ini enak diolah dengan teknik apapun. Termasuk digoreng. Irisan alpukat harus terlebuh dulu dicelupkan dalam telur dan dibalurt dengan tepung roti. Kemudian goreng hingga renyah.

3. Apel

Apel goreng (istimewa)

Apel jenis Granny Smith atau apel Malang yang keras teksturnya juga enak dibuat gorengan. Cara membuatnya, Anda cukup potong-potong apel kemudian celupkan dalam adonan tepung yang kental. Goreng hingga kecokelatan dan renyah. Taburi gula bubuk atau cocol dengan es krim vanila.

4. Jalapeno

Jalapeno Goreng (istimewa)

Cabai besar ini bisa jadi camilan mantap dengan rasa pedas yang menggigit. Untuk menambah rasa, bagian dalam jalapeno bisa diisi dengan keju mozarella. Kemudian dibalut adonan tepung dan digoreng hingga kering. Saat digigit lelehan keju akan mulur dari tengahnya.

5. Kembang kol

Kembang kol goreng (Istimewa)

Selain untuk isian sup, kembang kol juga enak digoreng. Cuci bersih lalu balut dengan tepung terigu tipis-tipis. Kemudian goreng dalam minyak banyak hingga kekuningan. Tiriskan dan beri taburan bubuk merica dan sedikit garam. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – PT Timah Tanjungbalai Karimun wilayah operasi Kepri dan Riau melakukan sosialisasi program Kelas Beasiswa tahun ajaran 2018/2019 di Gedung Nasional Jalan Yos Sudarso Tanjungbalai Karimun, Rabu 14 Februari 2018.

Sosialisasi ini dihadiri seluruh tenaga pengajar dari SMP se-Kabupaten Karimun, perwakilan Siswa-siswi SMP, Sekertaris Dinas Pendidikan Karimun, Herdan Firdaus, Jajaran PT Timah dan Kepala Sekolah SMAN 1 Pemali, Bangka Belitung.

Kepala Unit Metalurgi, Wiyono melalui Kabag Humas PT Timah Wilayah Operasi Kepri dan Riau, Afriano mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini adalah salah satu program PT Timah di bidang Pendidikan. Ia berharap melalui program ini kehadiran PT Timah di Karimun dapat lebih berarti.

“Ini salah satu program PT Timah di bidang pendidikan untuk memberi beasiswa. Kami sangat mendukung putra-putri Karimun untuk mengikuti pendidikan secara gratis melalui beasiswa ini,” kata Afriano.

Afriano menjelaskan, untuk penerima beasiswa pihaknya akan lebih memprioritaskan anak berprestasi dari keluarga yang kurang mampu. Sementara untuk jumlah penerima beasiswa tahun ini hanya 4 orang.

“Yang jelas beasiswa ini lebih kita prioritaskan bagi keluarga kurang mampu. Bagi anak yang menerima beasiswa seluruh biaya selama sekolah di SMAN 1 Pemali akan ditanggung PT Timah,” jelas Afriano.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Herdan Firdaus mengatakan pihaknya sangat menyambut baik program yang diberikan oleh PT Timah TBK, karena melalui program ini secara tidak langsung telah ikut membantu pendidikan bagi anak-anak di Karimun.

“Kita sangat menyambut baik sosialisasi ini, mari kita ikuti sosialisasinya dengan baik agar anak-anak kita dapat kita kirim untuk mengikuti pendidikan di sana (SMAN 1 Pemali),” . (kmg/ian)